
Disebut Turun Berok, Ini 9 Penyebab Hernia yang Dapat Terjadi
Hernia bisa disebabkan karena kondisi bawaan, yang terjadi selama perkembangan di dalam rahim.

DAFTAR ISI
- Apa itu Sakit Bero atau Hernia?
- Gejala Sakit Bero yang Perlu Diwaspadai
- Penyebab dan Faktor Risiko Hernia
- Jenis-Jenis Hernia yang Umum Terjadi
- Cara Mengatasi Sakit Bero Secara Medis
- Studi Terkait
- FAQ
Sakit bero adalah istilah awam yang sangat populer di Indonesia untuk menggambarkan kondisi medis yang disebut hernia. Kondisi ini terjadi ketika organ di dalam tubuh menonjol keluar melalui celah pada otot atau jaringan ikat yang melemah. Paling sering, benjolan ini muncul di area perut, pusar, atau selangkangan. Banyak masyarakat yang menganggap sepele kondisi ini dan memilih pengobatan tradisional seperti urut, padahal tindakan tersebut bisa sangat berbahaya bagi kesehatan.
Hernia bukanlah kondisi yang bisa sembuh dengan sendirinya. Jaringan yang sudah melemah atau robek memerlukan penanganan medis yang tepat untuk mencegah komplikasi serius seperti strangulasi, yaitu terjepitnya organ (biasanya usus) yang dapat menyebabkan kematian jaringan karena kekurangan aliran darah. Oleh karena itu, pemahaman yang benar mengenai gejala dan penyebab sangatlah penting agar kamu bisa mengambil langkah pencegahan sejak dini.
Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam mengenai apa itu hernia, faktor apa saja yang memicu kemunculannya, serta bagaimana prosedur penanganan yang aman menurut standar medis. Memahami kondisi ini akan membantu kamu lebih waspada dan tidak salah langkah dalam memilih pengobatan. Jika kamu merasakan gejala yang mengarah pada kondisi ini, sangat disarankan untuk segera melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam guna mendapatkan diagnosis yang akurat.
Nah, mau tahu lebih lanjut mengenai penyebab dan cara menangani hernia? Berikut ulasannya!
Apa itu Sakit Bero atau Hernia?
Hernia atau sakit bero secara anatomis terjadi ketika bagian dari organ internal atau jaringan lemak menonjol melalui titik lemah di dinding otot atau fasia yang seharusnya menahannya. Bayangkan dinding perut kamu seperti ban dalam yang memiliki lapisan pelindung. Jika lapisan pelindung itu melemah atau robek, ban dalam akan menonjol keluar. Itulah gambaran sederhana dari sebuah hernia.
Kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja, mulai dari bayi baru lahir, orang dewasa, hingga lansia. Namun, pria memang memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami jenis hernia tertentu, seperti hernia inguinal (di area selangkangan), karena struktur anatomi saluran sperma yang menciptakan celah alami di dinding perut. Meskipun sering kali tidak menimbulkan rasa sakit di tahap awal, hernia yang dibiarkan dapat membesar dan menimbulkan rasa tidak nyaman yang hebat, terutama saat kamu beraktivitas fisik.
Gejala Sakit Bero yang Perlu Diwaspadai
Gejala hernia bisa bervariasi tergantung pada lokasi dan tingkat keparahannya. Namun, tanda yang paling umum adalah munculnya benjolan di bawah kulit. Benjolan ini unik karena biasanya bisa hilang atau mengecil saat kamu berbaring, dan akan menonjol kembali saat kamu berdiri, batuk, mengejan, atau mengangkat beban berat.
Selain benjolan, berikut adalah beberapa gejala lain yang sering dirasakan:
- Rasa nyeri atau tidak nyaman di area benjolan, terutama saat membungkuk atau mengangkat benda.
- Sensasi berat atau tertarik di area perut atau selangkangan.
- Rasa panas atau perih di lokasi benjolan.
- Pada hernia hiatal (di area diafragma), gejalanya bisa berupa nyeri dada, kesulitan menelan, dan asam lambung yang sering naik (GERD).
Tanda Bahaya Hernia (Emergency)
Segera cari bantuan medis jika kamu mengalami gejala berikut karena bisa menandakan hernia terjepit:
- Nyeri hebat yang datang tiba-tiba dan terus memburuk.
- Mual dan muntah yang disertai sembelit (tidak bisa buang gas).
- Benjolan hernia berubah warna menjadi merah, ungu, atau gelap.
Penyebab dan Faktor Risiko Hernia
Penyebab utama hernia adalah kombinasi antara kelemahan otot dan adanya tekanan yang berlebihan pada area tersebut. Kelemahan otot bisa terjadi sejak lahir (kongenital) atau berkembang seiring bertambahnya usia akibat cedera atau pembedahan di masa lalu.
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan tekanan di dalam rongga perut dan memicu terjadinya hernia meliputi:
- Mengangkat beban yang terlalu berat tanpa teknik yang benar.
- Batuk atau bersin yang kronis (berlangsung lama).
- Sembelit yang membuat seseorang harus sering mengejan saat buang air besar.
- Obesitas atau berat badan berlebih yang memberikan tekanan ekstra pada dinding perut.
- Kehamilan, karena rahim yang membesar menekan otot perut.
- Penumpukan cairan di dalam perut (asites).
Jenis-Jenis Hernia yang Umum Terjadi
Penting untuk mengetahui jenis hernia agar penanganannya lebih spesifik. Berikut adalah beberapa jenis yang paling sering ditemukan di masyarakat Indonesia:
1. Hernia Inguinal
Ini adalah jenis yang paling umum, di mana usus atau jaringan lemak menonjol ke area selangkangan. Biasanya terjadi pada pria karena adanya lubang tempat turunnya testis saat bayi yang tidak menutup sempurna.
2. Hernia Umbilikalis
Hernia ini terjadi di sekitar pusar. Sering ditemukan pada bayi baru lahir karena lubang tali pusat tidak menutup dengan benar, namun bisa juga terjadi pada orang dewasa akibat obesitas atau kehamilan berulang.
3. Hernia Femoralis
Muncul di area selangkangan tetapi sedikit lebih rendah dari hernia inguinal, tepatnya di saluran femoralis. Jenis ini lebih sering dialami oleh wanita, terutama mereka yang sudah lanjut usia.
4. Hernia Inisional
Hernia ini terjadi pada bekas luka operasi di perut. Jika luka operasi tidak sembuh sempurna atau otot di area tersebut melemah, jaringan di bawahnya bisa menonjol keluar.
Cara Mengatasi Sakit Bero Secara Medis
Banyak orang takut untuk memeriksakan diri karena menganggap hernia selalu berakhir di meja operasi. Padahal, penanganan tergantung pada ukuran dan gejala yang ditimbulkan. Jika hernia masih kecil dan tidak menimbulkan gejala, dokter mungkin hanya akan melakukan observasi secara berkala.
Namun, jika hernia sudah menyebabkan nyeri atau berisiko terjepit, tindakan bedah adalah satu-satunya cara untuk memperbaiki dinding otot yang rusak. Ada dua jenis operasi yang umum dilakukan:
- Operasi Terbuka: Dokter membuat sayatan di dekat hernia dan mendorong jaringan yang menonjol kembali ke posisinya, lalu menjahit dinding otot yang lemah.
- Laparoskopi: Prosedur minimal invasif menggunakan kamera kecil dan alat khusus melalui sayatan-sayatan kecil. Pemulihannya biasanya lebih cepat dibandingkan operasi terbuka.
Penting untuk diingat bahwa mengurut benjolan hernia sangat dilarang. Urutan dapat menyebabkan jaringan yang menonjol mengalami trauma, luka, atau bahkan pecah di dalam, yang berujung pada infeksi berat (peritonitis). Untuk mencegah kondisi semakin parah, kamu bisa memenuhi kebutuhan kesehatan seperti korset penyangga atau beli obat online di Halodoc sesuai anjuran dokter setelah pemeriksaan.
Studi Mengenai Hernia dan Faktor Risikonya
The New England Journal of Medicine menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa faktor genetik dan gangguan pada metabolisme kolagen berperan penting dalam kelemahan dinding perut yang menyebabkan hernia inguinal primer.
Penelitian tersebut menyoroti bahwa merokok dapat mengganggu sintesis kolagen, sehingga perokok memiliki risiko lebih tinggi mengalami kekambuhan setelah operasi hernia. Hal ini menekankan pentingnya perubahan gaya hidup selain tindakan medis.
Jika kamu merasakan ada benjolan yang tidak biasa, jangan ditunda. Segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan aman. Kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui aplikasi Halodoc secara praktis.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Inguinal Hernia: Symptoms and Causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Hernia: Types, Treatments, and Recovery.
National Health Service (NHS) UK. Diakses pada 2026. Hernia Overview.
WebMD. Diakses pada 2026. Types of Hernias and How They Are Treated.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Mengenal Hernia dan Bahaya Urut Tradisional.
FAQ
1. Apakah sakit bero bisa sembuh dengan urut?
Tidak. Hernia adalah kerusakan struktur otot (robek atau lemah), sehingga urut tidak akan bisa menutup lubang tersebut. Justru, urutan berisiko membuat usus terjepit atau pecah.
2. Apakah hernia hanya terjadi pada pria?
Tidak, wanita juga bisa mengalami hernia, terutama jenis hernia femoralis dan umbilikalis setelah kehamilan atau karena faktor usia.
3. Apakah penderita hernia boleh berolahraga?
Boleh, namun hindari olahraga beban berat atau gerakan yang memberikan tekanan berlebih pada perut. Konsultasikan jenis latihan yang aman dengan dokter kamu.
4. Apa yang terjadi jika hernia tidak dioperasi?
Jika hernia tidak mengganggu, dokter mungkin membiarkannya. Namun, ada risiko usus terjepit (strangulasi) yang merupakan kondisi gawat darurat dan mengancam nyawa.
Punya Benjolan Mengganggu tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan seperti benjolan di perut atau selangkangan, tapi bingung harus periksa ke mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
Halodoc Intelligent Digital Assistant (HILDA) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


