Ad Placeholder Image

DJJ: Denyut Jantung Janin, Normalnya Berapa? Kapan Terdeteksi?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   20 Februari 2026

DJJ: Arti, Nilai Normal Denyut Jantung Janin & Kapan Terdengar

DJJ: Denyut Jantung Janin, Normalnya Berapa? Kapan Terdeteksi?DJJ: Denyut Jantung Janin, Normalnya Berapa? Kapan Terdeteksi?

Memahami DJJ: Definisi dan Signifikansinya dalam Kehamilan

DJJ adalah singkatan dari Denyut Jantung Janin. Ini merupakan indikator vital yang menunjukkan kesehatan dan kesejahteraan janin selama masa kehamilan. Pengukuran DJJ secara rutin dilakukan oleh dokter atau bidan menggunakan alat Doppler atau USG.

Denyut jantung janin memberikan informasi penting mengenai kondisi janin di dalam kandungan, terutama terkait suplai oksigen dan potensi adanya masalah kesehatan.

Nilai Normal DJJ dan Interpretasinya

Rentang normal DJJ bervariasi, tetapi umumnya berkisar antara 120 hingga 160 detak per menit (BPM). Nilai ini bisa sedikit berubah tergantung pada usia kehamilan dan aktivitas janin.

  • Nilai Normal: 120-160 detak per menit (BPM).
  • Takikardia: DJJ di atas 160-180 bpm.
  • Bradikardia: DJJ kurang dari 120 bpm.

Penting untuk diingat bahwa interpretasi hasil DJJ harus selalu dilakukan oleh tenaga medis profesional. Dokter akan mempertimbangkan berbagai faktor lain sebelum membuat diagnosis.

Kapan DJJ Pertama Kali Terdeteksi?

DJJ biasanya pertama kali terdeteksi antara usia kehamilan 8 hingga 12 minggu menggunakan alat Doppler. Pada beberapa kasus, dengan menggunakan USG transvaginal yang lebih sensitif, DJJ bahkan dapat terdeteksi sejak usia 5-6 minggu.

Penting untuk diingat bahwa waktu deteksi DJJ dapat bervariasi tergantung pada faktor individu dan peralatan yang digunakan.

Bagaimana Pemeriksaan DJJ Dilakukan?

Pemeriksaan DJJ merupakan bagian penting dari perawatan antenatal (ANC) atau pemeriksaan kehamilan rutin. Dokter atau bidan akan menggunakan alat Doppler atau USG untuk mendengarkan dan menghitung denyut jantung janin melalui perut ibu.

Prosedur ini umumnya aman dan tidak menimbulkan rasa sakit. Pemeriksaan DJJ membantu tenaga medis untuk memantau perkembangan janin dan mendeteksi dini adanya potensi masalah.

Penyebab DJJ Abnormal (Takikardia dan Bradikardia)

DJJ yang berada di luar rentang normal (takikardia atau bradikardia) dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik dari sisi ibu maupun janin. Berikut beberapa penyebab potensial:

  • Takikardia (DJJ terlalu cepat): Infeksi pada ibu atau janin, dehidrasi, demam, efek samping obat-obatan tertentu, atau masalah pada plasenta.
  • Bradikardia (DJJ terlalu lambat): Kekurangan oksigen pada janin, masalah pada tali pusat, kelainan jantung bawaan pada janin, atau efek samping obat-obatan tertentu.

Jika DJJ abnormal terdeteksi, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mencari penyebabnya dan menentukan langkah penanganan yang tepat.

Pentingnya Pemantauan DJJ Secara Rutin

Pemantauan DJJ secara rutin selama kehamilan sangat penting untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan janin. Deteksi dini masalah melalui pemantauan DJJ memungkinkan intervensi medis yang cepat dan tepat, sehingga dapat meningkatkan peluang hasil kehamilan yang positif.

Wanita hamil disarankan untuk mengikuti jadwal pemeriksaan kehamilan yang direkomendasikan oleh dokter atau bidan, termasuk pemeriksaan DJJ.

DJJ: Bukan Hanya Denyut Jantung Janin

Perlu diperhatikan bahwa DJJ juga merupakan kode IATA (International Air Transport Association) untuk Bandara Internasional Sentani, Jayapura, Papua. Jadi, konteks penggunaan istilah “DJJ” perlu diperhatikan agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Rekomendasi Halodoc: Konsultasi dengan Dokter untuk Informasi Lebih Lanjut

Jika memiliki pertanyaan atau kekhawatiran mengenai DJJ atau kesehatan kehamilan secara umum, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Dokter dapat memberikan informasi yang akurat dan sesuai dengan kondisi individu.