Ad Placeholder Image

DJJ: Denyut Jantung Janin, Normalnya Berapa? Kapan Terdeteksi?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Juni 2026

DJJ: Arti, Nilai Normal Denyut Jantung Janin & Kapan Terdengar

DJJ: Denyut Jantung Janin, Normalnya Berapa? Kapan Terdeteksi?DJJ: Denyut Jantung Janin, Normalnya Berapa? Kapan Terdeteksi?

DAFTAR ISI


Mendengar detak jantung janin untuk pertama kalinya sering kali menjadi momen paling mengharukan sekaligus melegakan bagi setiap orang tua. Suara “dug-dug” yang cepat ini bukan sekadar suara, melainkan indikator utama bahwa kehidupan sedang berkembang di dalam rahim. Sebagai calon ibu, memahami apa yang dianggap normal dan kapan detak tersebut mulai muncul adalah bagian penting dari perawatan prenatal.

Detak jantung janin (DJJ) mencerminkan kesehatan sistem kardiovaskular janin yang sedang tumbuh. Melalui pemeriksaan rutin, dokter atau bidan akan memantau pola denyut ini untuk memastikan janin mendapatkan cukup oksigen dan nutrisi dari plasenta. Perubahan yang drastis pada ritme jantung janin bisa menjadi sinyal awal adanya gangguan yang memerlukan penanganan medis segera.

Penting bagi kamu untuk mengetahui bahwa standar normal detak jantung janin akan berubah seiring bertambahnya usia kehamilan. Memahami fluktuasi ini dapat membantu mengurangi kecemasan selama masa kehamilan. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai parameter detak jantung janin yang sehat, alat pendeteksinya, hingga langkah-langkah yang harus diambil jika ditemukan kejanggalan.

Nah, mau tahu apa saja informasi lengkap seputar kesehatan jantung janin dan tips menjaga kehamilan tetap sehat? Berikut ulasannya!

Memahami Detak Jantung Janin

Jantung adalah organ fungsional pertama yang terbentuk pada janin. Proses pembentukannya dimulai sangat dini, yakni sekitar minggu ke-3 kehamilan, di mana sel-sel progenitor jantung mulai membentuk struktur tabung sederhana. Tabung ini kemudian akan melipat dan berkembang menjadi empat ruang jantung yang kompleks.

Meskipun jantung sudah mulai berdenyut pada minggu ke-5, suara tersebut biasanya belum bisa didengar dengan telinga telanjang atau alat sederhana. Pada fase awal ini, detak jantung sangatlah cepat karena sistem saraf otonom yang mengatur ritme jantung belum sepenuhnya matang. Seiring perkembangan otak dan sistem saraf, detak jantung akan perlahan melambat dan menjadi lebih stabil saat mendekati hari perkiraan lahir (HPL).

Berapa Normal Detak Jantung Janin?

Secara medis, rentang detak jantung janin yang dianggap normal adalah antara 110 hingga 160 kali per menit (beat per minute/bpm). Sebagai perbandingan, detak jantung orang dewasa normal saat istirahat berkisar antara 60-100 bpm. Detak jantung janin yang jauh lebih cepat ini diperlukan untuk mendukung pertumbuhan jaringan yang sangat pesat dan metabolisme yang tinggi di dalam rahim.

Berikut adalah perkembangan rata-rata detak jantung janin berdasarkan usia kehamilan:

  • Minggu ke-5 sampai ke-6: Detak jantung mulai muncul, biasanya sekitar 80–110 bpm.
  • Minggu ke-9 sampai ke-10: Ini adalah puncak kecepatan detak jantung janin, yang bisa mencapai 170–190 bpm.
  • Trimester Kedua dan Ketiga: Detak jantung akan mulai menurun dan stabil di kisaran 110–160 bpm.

Selama persalinan, dokter juga akan memantau detak jantung janin secara ketat. Adalah normal jika detak jantung meningkat saat janin bergerak atau menurun sedikit saat terjadi kontraksi, selama pola tersebut kembali ke garis dasar (baseline) dengan cepat.

Kapan Detak Jantung Janin Terdeteksi?

Kapan kamu bisa mendengar detak jantung si kecil sangat bergantung pada metode pemeriksaan yang digunakan. Berikut adalah jadwal umumnya:

1. Ultrasonografi (USG) Transvagina

Ini adalah cara tercepat untuk mendeteksi detak jantung janin. Melalui USG transvagina, detak jantung biasanya sudah dapat terlihat sebagai kedutan kecil pada layar monitor pada usia kehamilan 6 hingga 7 minggu. Pada tahap ini, dokter lebih fokus melihat visualisasi detakan daripada mendengarkan suaranya.

2. USG Abdominal (Perut)

Pemeriksaan USG melalui dinding perut biasanya baru efektif mendeteksi detak jantung pada minggu ke-8 atau ke-10. Faktor-faktor seperti ketebalan dinding perut ibu atau posisi rahim (misalnya rahim retrofleksi) dapat memengaruhi seberapa jelas detakan terlihat di awal trimester pertama.

3. Fetal Doppler

Doppler adalah alat genggam yang menggunakan gelombang suara untuk memperkuat bunyi detak jantung janin sehingga bisa didengar melalui speaker. Alat ini biasanya mulai digunakan saat kontrol rutin pada minggu ke-10 hingga ke-12. Jangan panik jika pada minggu ke-10 detak jantung belum terdengar jelas dengan Doppler, karena posisi janin yang membelakangi alat bisa menjadi penyebabnya.

4. Stetoskop Laennec atau Fetoskop

Metode tradisional ini biasanya baru bisa digunakan saat kehamilan menginjak usia 18 hingga 20 minggu, ketika detak jantung sudah cukup kuat dan ukuran janin sudah cukup besar untuk ditemukan lokasinya secara manual.

Alat untuk Memantau Detak Jantung Janin

Dalam praktik medis modern, pemantauan jantung janin dilakukan untuk mendeteksi adanya gawat janin (fetal distress). Ada dua jenis pemantauan utama:

  • Pemantauan Eksternal: Menggunakan alat bernama Cardiotocography (CTG) yang ditempelkan di perut ibu menggunakan sabuk elastis. Alat ini memantau DJJ sekaligus kontraksi rahim secara bersamaan.
  • Pemantauan Internal: Dilakukan hanya saat proses persalinan setelah ketuban pecah. Sebuah elektroda kecil ditempelkan langsung ke kulit kepala janin melalui leher rahim untuk mendapatkan pembacaan yang lebih akurat jika pemantauan eksternal tidak memberikan data yang memadai.
Tips Menjaga Kesehatan Jantung Janin
  1. Konsumsi makanan tinggi asam folat untuk mendukung pembentukan organ jantung yang sempurna di trimester pertama.
  2. Batasi konsumsi kafein karena kafein berlebih dapat menembus plasenta dan meningkatkan detak jantung janin secara abnormal.
  3. Hindari paparan asap rokok dan polutan kimia yang dapat mengganggu suplai oksigen ke janin.

Faktor yang Memengaruhi Detak Jantung Janin

Sama seperti manusia dewasa, detak jantung janin bersifat dinamis. Beberapa faktor yang memengaruhinya antara lain:

  • Aktivitas Fisik Janin: Saat janin menendang atau berputar, detak jantungnya akan meningkat. Ini adalah tanda yang sehat (reaktif).
  • Kondisi Psikologis Ibu: Stres berat atau kecemasan pada ibu dapat memicu pelepasan hormon adrenalin yang bisa memengaruhi denyut jantung janin.
  • Konsumsi Makanan dan Obat: Makanan manis atau minuman dingin sering kali membuat janin lebih aktif, yang kemudian meningkatkan DJJ. Sebaliknya, obat-obatan tertentu yang dikonsumsi ibu mungkin memiliki efek samping mempercepat atau memperlambat detak jantung bayi.
  • Suhu Tubuh Ibu: Jika ibu mengalami demam, detak jantung janin biasanya akan ikut meningkat sebagai respons terhadap suhu lingkungan rahim yang panas.

Waspadai Kondisi Abnormal pada Jantung Janin

Ada dua kondisi utama yang perlu diwaspadai terkait ritme jantung janin:

1. Takikardia Janin

Kondisi di mana detak jantung janin secara konsisten berada di atas 160 bpm. Hal ini bisa disebabkan oleh infeksi pada rahim (korioamnionitis), hipoksia (kekurangan oksigen) ringan, atau anemia pada janin. Jika takikardia berlangsung lama, hal ini bisa melelahkan otot jantung janin.

2. Bradikardia Janin

Kondisi di mana detak jantung janin turun di bawah 110 bpm secara berkelanjutan. Ini sering kali dianggap sebagai kondisi gawat darurat medis, terutama jika terjadi tiba-tiba, karena bisa menandakan adanya kompresi tali pusat atau masalah pada plasenta yang menghambat aliran oksigen secara drastis.

Studi Mengenai Detak Jantung Janin

The Lancet menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa pemantauan detak jantung janin yang berkelanjutan selama persalinan berisiko tinggi secara signifikan menurunkan angka kematian neonatal akibat hipoksia. Studi tersebut menekankan bahwa pengenalan dini terhadap pola deselerasi (penurunan detak jantung) yang abnormal memungkinkan tim medis melakukan intervensi bedah caesar tepat waktu untuk menyelamatkan nyawa bayi.

Penelitian lain dalam jurnal American Journal of Obstetrics and Gynecology menunjukkan bahwa variabilitas detak jantung janin adalah prediktor yang lebih baik untuk kesehatan saraf jangka panjang dibandingkan dengan angka rata-rata detak jantung itu sendiri. Variabilitas yang baik menunjukkan sistem saraf pusat janin berfungsi dengan optimal.

Cara Mendukung Tumbuh Kembang Janin yang Sehat

Untuk memastikan jantung dan organ tubuh janin berkembang dengan baik, pastikan kamu selalu memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Selain makan makanan bergizi, kamu mungkin perlu rutin beli vitamin ibu hamil sesuai anjuran bidan atau dokter untuk menutupi kekurangan mikronutrien.

Jika kamu merasakan gerakan janin berkurang secara drastis atau memiliki kekhawatiran mengenai detak jantungnya, jangan menunda untuk melakukan pemeriksaan. Segera lakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan arahan medis awal yang tepat.

Kesehatan janin dimulai dari gaya hidup ibu yang sehat dan pemantauan medis yang disiplin. Dengan rutin melakukan pemeriksaan antenatal (ANC), kamu bisa memastikan si kecil tumbuh dengan irama jantung yang kuat dan sehat hingga hari persalinan tiba.

FAQ

1. Apakah detak jantung janin bisa menentukan jenis kelamin?

Mitos yang beredar menyatakan detak jantung di atas 140 bpm berarti perempuan dan di bawah 140 bpm berarti laki-laki. Namun, secara medis hal ini tidak terbukti. Detak jantung janin dipengaruhi oleh usia kehamilan dan tingkat aktivitas, bukan jenis kelamin.

2. Apa yang harus dilakukan jika detak jantung janin tidak terdengar saat USG?

Dokter biasanya akan mengevaluasi usia kehamilan kamu kembali. Jika masih sangat dini (di bawah 6 minggu), dokter mungkin meminta kamu kembali 1-2 minggu kemudian. Namun, jika usia kehamilan sudah cukup tua dan DJJ tidak ditemukan, hal ini bisa menandakan keguguran (missed abortion).

3. Bolehkah menggunakan Doppler mandiri di rumah?

Meskipun Doppler rumah tangga dijual bebas, para ahli menyarankan untuk tidak menggunakannya sebagai patokan utama. Tanpa pelatihan medis, kamu mungkin salah mengira detak jantung kamu sendiri (nadi perut) sebagai detak jantung janin, yang bisa memberikan rasa aman palsu.

4. Apakah posisi tidur ibu memengaruhi detak jantung janin?

Tidur telentang pada trimester ketiga dapat menekan pembuluh darah besar (vena cava) yang bisa mengurangi aliran darah ke plasenta, sehingga berpotensi memengaruhi detak jantung janin. Disarankan untuk tidur miring ke kiri untuk sirkulasi optimal.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Fetal heart rate monitoring: What’s normal?
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Diakses pada 2026. Fetal Heart Rate Monitoring During Labor.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Fetal Development: Stages of Growth.
Healthline. Diakses pada 2026. Everything You Need to Know About Baby’s First Heartbeat.

## Punya Kekhawatiran tentang Detak Jantung Janin? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan atau kekhawatiran tentang perkembangan si kecil, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

HILDA adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.