Ad Placeholder Image

Doxorubicin Obat Kanker Manfaat Dosis dan Efek Samping

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   16 Februari 2026

Doxorubicin: Fungsi, Dosis, Efek Samping, dan Peringatan

Doxorubicin Obat Kanker Manfaat Dosis dan Efek SampingDoxorubicin Obat Kanker Manfaat Dosis dan Efek Samping

Doxorubicin: Manfaat, Dosis, dan Efek Samping yang Perlu Diketahui

Doxorubicin adalah obat kemoterapi yang digunakan untuk mengobati berbagai jenis kanker. Obat ini bekerja dengan menghambat pertumbuhan sel kanker. Artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang manfaat, dosis, efek samping, dan informasi penting lainnya mengenai doxorubicin.

Ringkasan

Doxorubicin adalah obat kemoterapi golongan antrasiklin yang efektif dalam mengobati berbagai jenis kanker seperti leukemia, limfoma, kanker payudara, dan sarkoma. Pemberiannya melalui infus intravena dan memerlukan pemantauan ketat karena potensi efek samping serius seperti kerusakan jantung dan penurunan produksi sel darah.

Apa Itu Doxorubicin?

Doxorubicin adalah obat kemoterapi yang termasuk dalam golongan antrasiklin. Obat ini bekerja dengan cara menghambat enzim topoisomerase II, yang penting untuk replikasi DNA sel kanker. Dengan menghambat enzim ini, doxorubicin menghentikan pertumbuhan dan penyebaran sel kanker.

Indikasi (Kegunaan) Doxorubicin

Doxorubicin digunakan untuk mengobati berbagai jenis kanker, termasuk:

  • Leukemia akut
  • Limfoma Hodgkin dan Non-Hodgkin
  • Kanker payudara
  • Kanker ovarium
  • Kanker kandung kemih
  • Kanker tiroid
  • Kanker paru-paru
  • Kanker lambung
  • Sarkoma

Obat ini sering digunakan sebagai bagian dari rejimen kemoterapi kombinasi.

Bagaimana Doxorubicin Bekerja?

Doxorubicin bekerja dengan beberapa mekanisme, termasuk:

  • Menghambat topoisomerase II: Enzim ini diperlukan untuk membuka dan menutup untai DNA selama replikasi.
  • Interkalasi DNA: Doxorubicin menyisip di antara pasangan basa DNA, mengganggu struktur dan fungsi DNA.
  • Pembentukan radikal bebas: Radikal bebas merusak DNA dan membran sel kanker.

Melalui mekanisme ini, doxorubicin secara efektif menghentikan pembelahan dan pertumbuhan sel kanker.

Dosis dan Cara Pemberian Doxorubicin

Dosis doxorubicin bervariasi tergantung pada jenis kanker, protokol kemoterapi, dan kondisi pasien. Dosis umum adalah:

  • 60-75 mg/m2 setiap 3 minggu
  • 20 mg/m2 setiap minggu

Dosis disesuaikan berdasarkan luas permukaan tubuh pasien. Doxorubicin diberikan melalui infus intravena. Obat ini sering dikombinasikan dengan obat kemoterapi lainnya, seperti AC (doxorubicin dan cyclophosphamide), FAC (5-fluorouracil, doxorubicin, dan cyclophosphamide), atau CHOP (cyclophosphamide, doxorubicin, vincristine, dan prednisone).

Penyimpanan doxorubicin harus dilakukan di kulkas pada suhu 2-8°C dan tidak boleh dibekukan.

Efek Samping Doxorubicin

Doxorubicin dapat menyebabkan berbagai efek samping. Beberapa efek samping umum meliputi:

  • Rambut rontok (alopesia)
  • Mual dan muntah
  • Sariawan (stomatitis)
  • Kelelahan

Efek samping yang lebih serius meliputi:

  • Kardiotoksisitas: Kerusakan jantung yang bisa bersifat permanen.
  • Mielosupresi: Penurunan produksi sel darah yang menyebabkan anemia, leukopenia (penurunan sel darah putih), dan trombositopenia (penurunan trombosit).
  • Ekstravasasi: Jika doxorubicin bocor keluar dari pembuluh darah, dapat menyebabkan kerusakan jaringan (nekrosis).

Peringatan dan Kontraindikasi

Terdapat beberapa peringatan penting terkait penggunaan doxorubicin:

  • Kardiotoksisitas: Risiko kerusakan jantung meningkat dengan dosis kumulatif. Pemantauan fungsi jantung secara berkala sangat penting.
  • Mielosupresi: Pemantauan hitung darah diperlukan untuk mendeteksi dan mengelola mielosupresi.
  • Ekstravasasi: Pemberian doxorubicin harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari kebocoran obat ke jaringan sekitarnya.

Doxorubicin tidak boleh diberikan kepada pasien dengan kondisi berikut:

  • Hipersensitivitas terhadap doxorubicin
  • Mielosupresi berat
  • Telah mencapai dosis kumulatif maksimum antrasiklin sebelumnya

Interaksi Obat

Doxorubicin dapat berinteraksi dengan berbagai obat lain. Penting untuk memberi tahu dokter tentang semua obat yang sedang dikonsumsi, termasuk obat resep, obat bebas, dan suplemen herbal.

Monitoring Selama Pengobatan

Selama pengobatan dengan doxorubicin, pasien perlu menjalani pemeriksaan rutin untuk memantau efek samping dan memastikan obat bekerja dengan efektif. Pemeriksaan yang mungkin diperlukan meliputi:

  • Pemeriksaan fungsi jantung (EKG, ekokardiogram)
  • Pemeriksaan fungsi hati
  • Pemeriksaan darah lengkap

Kesimpulan dan Rekomendasi Medis di Halodoc

Doxorubicin adalah obat kemoterapi yang kuat dan efektif untuk mengobati berbagai jenis kanker. Namun, obat ini juga memiliki potensi efek samping serius. Jika Anda atau orang yang Anda kasihi sedang menjalani pengobatan dengan doxorubicin, penting untuk memahami manfaat dan risiko obat ini.

Untuk informasi lebih lanjut dan konsultasi mengenai doxorubicin, jangan ragu untuk menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc. Dengan Halodoc, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter dari mana saja dan kapan saja, sehingga Anda selalu mendapatkan informasi medis yang akurat dan terpercaya.