Ad Placeholder Image

dr Hery Djagat: Selamatkan Usus, ASN Terbaik Bangsa

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   07 Mei 2026

dr Hery Djagat: Ahli Pencernaan dan ASN Terbaik

dr Hery Djagat: Selamatkan Usus, ASN Terbaik Bangsadr Hery Djagat: Selamatkan Usus, ASN Terbaik Bangsa

Mengenal dr. Hery Djagat Purnomo, Sp.PD, K-GEH: Inovator Deteksi Dini Kanker Usus

Dunia medis Indonesia memiliki sosok inspiratif dalam diri Dr. dr. Hery Djagat Purnomo, Sp.PD, K-GEH. Beliau adalah seorang dokter spesialis penyakit dalam dengan sub-spesialisasi konsultan gastroenterologi-hepatologi. Keahlian ini mencakup penanganan masalah yang berkaitan dengan sistem pencernaan dan hati. dr. Hery Djagat mengabdikan diri di RSUP Dr. Kariadi Semarang, memberikan pelayanan kesehatan dengan dedikasi tinggi.

Keahlian dan Peran dr. Hery Djagat di Bidang Gastroenterologi-Hepatologi

Sebagai konsultan gastroenterologi-hepatologi, dr. Hery Djagat memiliki kompetensi mendalam dalam mendiagnosis dan mengobati berbagai kondisi yang memengaruhi saluran cerna, pankreas, serta hati. Ini termasuk penyakit asam lambung, tukak lambung, hepatitis, sirosis hati, dan terutama kanker usus. Keahliannya ini sangat krusial mengingat tingginya prevalensi penyakit pencernaan dan hati di Indonesia.

Selain praktek klinis, dr. Hery Djagat dikenal sebagai ASN berprestasi dan inovator. Salah satu kontribusi utamanya adalah dalam pengembangan metode deteksi dini kanker usus. Inovasi ini memiliki dampak signifikan dalam meningkatkan angka harapan hidup pasien, karena semakin cepat kanker terdeteksi, semakin tinggi peluang keberhasilan pengobatan.

Inovasi dan Pentingnya Skrining Kolorektal

Kanker usus besar atau kanker kolorektal merupakan jenis kanker yang berkembang di usus besar atau rektum. Penyakit ini seringkali tidak menunjukkan gejala di tahap awal, sehingga deteksi dini menjadi sangat penting. dr. Hery Djagat Purnomo berperan aktif dalam mendorong dan meningkatkan program skrining kolorektal.

Skrining kolorektal adalah proses pemeriksaan yang bertujuan untuk menemukan tanda-tanda awal kanker usus besar atau kondisi prakanker pada orang tanpa gejala. Beberapa metode skrining yang umum meliputi kolonoskopi, sigmoidoskopi, dan tes darah samar feses. Dengan adanya skrining yang efektif, polip (pertumbuhan sel yang bisa berkembang menjadi kanker) dapat diangkat sebelum menjadi ganas, atau kanker dapat ditemukan pada stadium awal ketika lebih mudah diobati.

Komitmen dr. Hery Djagat terhadap inovasi dalam deteksi dini kanker usus telah membantu banyak individu mendapatkan penanganan yang tepat lebih awal. Upaya ini sejalan dengan misi kesehatan masyarakat untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas akibat kanker.

dr. Hery Djagat sebagai Pendidik dan ASN Terbaik Nasional 2024

Selain sebagai dokter dan inovator, dr. Hery Djagat juga merupakan seorang pendidik yang aktif. Beliau berkontribusi dalam mentransfer ilmu pengetahuan dan keahlian kepada generasi medis berikutnya, memastikan kesinambungan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Dedikasi beliau diakui dengan penganugerahan penghargaan ASN Terbaik Nasional 2024. Penghargaan ini menjadi bukti komitmen beliau dalam memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan negara melalui profesinya.

Pengakuan ini juga menunjukkan bahwa kontribusi dr. Hery Djagat tidak hanya terbatas pada praktik klinis, melainkan juga dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi yang berdampak luas.

Kapan Perlu Berkonsultasi dengan Spesialis Gastroenterologi-Hepatologi?

Meskipun dr. Hery Djagat Purnomo fokus pada inovasi dan skrining, penting untuk mengetahui kapan seseorang perlu mencari bantuan dari spesialis gastroenterologi-hepatologi. Konsultasi dini dapat mencegah kondisi memburuk dan memastikan penanganan yang tepat. Beberapa kondisi atau gejala yang memerlukan perhatian spesialis meliputi:

  • Nyeri perut kronis atau berulang yang tidak membaik.
  • Perubahan pola buang air besar, seperti diare atau sembelit yang berlangsung lama.
  • Pendarahan dari saluran pencernaan (darah dalam feses atau muntah darah).
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Sulit menelan atau nyeri saat menelan.
  • Gejala penyakit hati seperti kulit dan mata kuning (ikterus), perut membesar, atau mudah memar.
  • Riwayat keluarga dengan kanker usus besar atau penyakit pencernaan lainnya.
  • Usia di atas 50 tahun disarankan untuk melakukan skrining kolorektal secara rutin, meskipun tanpa gejala.

Jika mengalami salah satu dari gejala di atas atau memiliki faktor risiko tertentu, segera konsultasikan kondisi dengan dokter spesialis. Deteksi dan penanganan yang cepat adalah kunci untuk menjaga kesehatan pencernaan dan hati.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai masalah pencernaan dan hati atau untuk membuat janji konsultasi, Halodoc siap menjadi sumber terpercaya. Segera konsultasikan dengan dokter spesialis jika merasakan gejala yang mengkhawatirkan.