Ad Placeholder Image

Edwards Syndrome: Gejala, Penyebab, dan Faktor Risiko

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   16 Februari 2026

Edwards Syndrome: Gejala, Penyebab, & Komplikasi

Edwards Syndrome: Gejala, Penyebab, dan Faktor RisikoEdwards Syndrome: Gejala, Penyebab, dan Faktor Risiko

Sindrom Edwards, atau dikenal juga sebagai Trisomi 18, adalah kondisi genetik serius yang disebabkan oleh adanya salinan ekstra kromosom 18. Kondisi ini menyebabkan keterbatasan intelektual berat dan berbagai kelainan fisik sejak lahir, seperti berat badan lahir rendah, cacat jantung, dan tangan mengepal. Sindrom Edwards umumnya bersifat fatal, dengan sebagian besar kasus berakhir dalam kandungan atau pada tahun pertama kehidupan. Kondisi ini diperkirakan terjadi pada sekitar 1 dari 5.000 kelahiran hidup dan merupakan trisomi kedua paling umum setelah Sindrom Down.

Apa Itu Sindrom Edwards (Trisomi 18)?

Sindrom Edwards adalah kelainan genetik yang terjadi ketika seseorang memiliki salinan ekstra dari kromosom nomor 18. Normalnya, manusia memiliki dua salinan dari setiap kromosom, tetapi pada penderita Sindrom Edwards, terdapat tiga salinan kromosom 18. Kelebihan materi genetik ini mengganggu perkembangan normal tubuh, menyebabkan serangkaian masalah kesehatan yang parah dan kompleks. Kondisi ini dapat memengaruhi hampir setiap organ dan sistem dalam tubuh, menjadikannya tantangan besar bagi bayi dan keluarganya.

Gejala Sindrom Edwards yang Khas

Bayi yang lahir dengan Sindrom Edwards sering menunjukkan berbagai fitur fisik dan masalah kesehatan yang khas. Gejala ini bisa bervariasi dalam tingkat keparahannya, tetapi umumnya sangat serius. Berikut adalah beberapa gejala yang sering ditemukan pada bayi dengan Trisomi 18:

  • Fitur Fisik: Telinga letak rendah, rahang kecil (mikrognatia), kepala kecil (mikrosefali), bibir sumbing atau langit-langit sumbing, hidung kecil dan mendongak, serta tangan mengepal dengan jari-jari yang tumpang tindih.
  • Cacat Struktural: Kelainan jantung bawaan yang serius, masalah ginjal, dan kelainan pada saluran pencernaan.
  • Masalah Perkembangan: Keterlambatan perkembangan yang sangat parah dan keterbatasan intelektual yang signifikan.
  • Masalah Lain: Berat badan lahir rendah, kesulitan bernapas, dan tonus otot yang buruk (hipotonia).

Penyebab Sindrom Edwards: Kelainan Kromosom 18

Penyebab utama Sindrom Edwards adalah keberadaan salinan ekstra, baik sebagian atau seluruh, dari kromosom ke-18 di sel-sel tubuh. Kondisi ini umumnya bukan karena faktor yang dilakukan orang tua, melainkan peristiwa acak yang terjadi selama pembentukan sel telur atau sperma. Ada beberapa jenis Trisomi 18 berdasarkan distribusi kromosom ekstra:

  • Trisomi 18 Penuh (Full Trisomy 18): Ini adalah bentuk paling umum dan paling parah, di mana kromosom 18 ekstra hadir di setiap sel tubuh.
  • Trisomi 18 Mosaik (Mosaic Trisomy 18): Kromosom ekstra hanya ditemukan di beberapa sel tubuh, bukan di semua sel. Bentuk ini seringkali menyebabkan gejala yang lebih ringan dibandingkan dengan trisomi penuh.
  • Trisomi 18 Parsial (Partial Trisomy 18): Hanya sebagian dari kromosom 18 ekstra yang ada. Tingkat keparahan gejalanya bergantung pada bagian kromosom mana yang berlebih dan seberapa besar bagian tersebut.

Faktor Risiko Sindrom Edwards

Meskipun Sindrom Edwards sebagian besar merupakan kejadian acak, ada beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini:

  • Usia Ibu yang Lebih Tua: Risiko memiliki bayi dengan Trisomi 18 meningkat seiring bertambahnya usia ibu.
  • Riwayat Sebelumnya: Terdapat sedikit peningkatan risiko jika orang tua sebelumnya pernah memiliki kehamilan atau bayi yang terpengaruh oleh Sindrom Edwards.

Diagnosis Sindrom Edwards

Diagnosis Sindrom Edwards dapat dilakukan selama kehamilan (prenatal) atau setelah bayi lahir (postnatal). Diagnosis prenatal sering kali melibatkan skrining awal melalui tes darah dan USG untuk mencari tanda-tanda kelainan. Jika ada kecurigaan, tes diagnostik yang lebih invasif seperti amniosentesis atau chorionic villus sampling (CVS) dapat dilakukan untuk menganalisis kromosom janin secara langsung. Setelah lahir, diagnosis dikonfirmasi melalui analisis kromosom dari sampel darah bayi.

Komplikasi dan Harapan Hidup Sindrom Edwards

Sebagian besar bayi dengan Sindrom Edwards meninggal sebelum dilahirkan atau dalam tahun pertama kehidupannya karena komplikasi serius. Hanya sekitar 10% yang bertahan hingga usia 1 tahun, dan sangat sedikit yang mencapai masa remaja atau dewasa muda. Komplikasi umum meliputi:

  • Cacat jantung bawaan yang parah.
  • Keterlambatan perkembangan yang ekstrem.
  • Kesulitan makan yang memerlukan dukungan khusus, seperti selang makan.
  • Masalah pernapasan seperti apnea (henti napas sementara) dan pneumonia.

Penanganan Sindrom Edwards

Tidak ada obat untuk Sindrom Edwards, sehingga penanganan berfokus pada perawatan suportif dan paliatif untuk meningkatkan kualitas hidup bayi. Perawatan ini melibatkan manajemen gejala dan komplikasi yang muncul. Dukungan medis mungkin mencakup intervensi bedah untuk cacat jantung jika memungkinkan, terapi untuk kesulitan makan, dan manajemen masalah pernapasan. Peran keluarga dan dukungan psikologis sangat penting dalam merawat anak dengan Sindrom Edwards.

Pencegahan Sindrom Edwards

Karena Sindrom Edwards umumnya disebabkan oleh kejadian acak selama pembentukan sel reproduksi, pencegahan dalam artian menghilangkan risikonya tidak dapat dilakukan. Namun, pasangan yang memiliki riwayat Sindrom Edwards atau usia ibu yang lebih tua dapat mempertimbangkan konseling genetik. Konseling genetik dapat membantu memahami risiko yang mungkin ada pada kehamilan berikutnya dan pilihan tes prenatal yang tersedia.

Jika memiliki kekhawatiran mengenai Sindrom Edwards atau kondisi genetik lainnya, penting untuk berkonsultasi dengan profesional medis. Tim ahli di Halodoc siap memberikan informasi dan arahan yang tepat untuk kondisi kesehatan. Jangan ragu untuk mencari bantuan medis demi mendapatkan pemahaman yang komprehensif dan dukungan yang dibutuhkan.