Ad Placeholder Image

Efek Kerokan: Solusi Pegal atau Pemicu Bahaya?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   24 April 2026

Efek Kerokan: Nikmat Sehat atau Bahaya Tersembunyi?

Efek Kerokan: Solusi Pegal atau Pemicu Bahaya?Efek Kerokan: Solusi Pegal atau Pemicu Bahaya?

Kerokan merupakan metode pengobatan tradisional yang populer di Indonesia untuk meredakan pegal-pegal dan sensasi tidak enak badan. Meskipun sering memberikan efek meredakan secara instan, penting untuk memahami berbagai efek kerokan, baik dari sisi manfaat yang dirasakan maupun potensi risiko kesehatan yang mungkin timbul. Informasi yang akurat mengenai praktik ini akan membantu dalam membuat keputusan yang lebih bijak terkait kesehatan.

Apa Itu Kerokan dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Kerokan adalah sebuah teknik pengobatan tradisional yang melibatkan penggesekan benda tumpul, seperti koin atau lempengan giok, pada permukaan kulit yang telah diolesi minyak. Gesekan ini dilakukan berulang kali hingga menimbulkan kemerahan pada kulit. Tujuannya seringkali untuk meredakan gejala “masuk angin”, seperti pegal linu, pusing, mual, atau badan terasa dingin.

Mekanisme yang dipercaya bekerja adalah dengan merangsang sirkulasi darah di area yang dikerok. Peningkatan aliran darah ini diharapkan dapat membawa sensasi hangat dan mengurangi ketegangan otot. Namun, metode ini belum sepenuhnya didukung oleh bukti ilmiah yang kuat dalam konteks medis modern.

Efek Kerokan: Manfaat yang Dirasakan

Banyak individu melaporkan merasakan manfaat langsung setelah kerokan. Efek positif yang paling sering disebutkan meliputi:

  • Meredakan pegal dan nyeri otot: Gesekan pada kulit dapat memicu pelepasan endorfin, senyawa alami tubuh yang berfungsi sebagai pereda nyeri.
  • Badan terasa lebih hangat: Stimulasi sirkulasi darah lokal menyebabkan peningkatan suhu di area yang dikerok, memberikan sensasi hangat dan nyaman.
  • Meningkatnya sirkulasi darah: Proses kerokan memang terbukti meningkatkan aliran darah ke permukaan kulit, yang secara subjektif dapat membuat tubuh terasa lebih segar.

Meskipun demikian, manfaat ini bersifat sementara dan seringkali berkaitan dengan respons tubuh terhadap stimulasi fisik, bukan penyembuhan penyebab utama keluhan.

Efek Kerokan: Risiko dan Bahaya yang Perlu Diwaspadai

Di balik sensasi lega yang dirasakan, efek kerokan juga memiliki potensi risiko yang tidak bisa diabaikan. Pemahaman tentang efek samping ini sangat penting untuk keselamatan dan kesehatan kulit.

Iritasi Kulit dan Potensi Memar

Gesekan berulang pada kulit dapat menyebabkan iritasi. Kulit menjadi kemerahan, terasa perih, dan bahkan bisa menimbulkan bengkak ringan. Selain itu, gesekan yang terlalu keras atau dilakukan secara terus-menerus dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah kecil di bawah permukaan kulit. Hal ini mengakibatkan munculnya memar berwarna merah atau ungu yang sering diartikan sebagai “angin keluar”, padahal sebenarnya adalah tanda kerusakan jaringan kulit.

Risiko Infeksi Kulit

Gesekan yang kuat dapat mengikis lapisan pelindung kulit, menciptakan celah atau luka mikroskopis. Celah ini menjadi pintu masuk yang ideal bagi kuman, bakteri, atau virus. Jika alat yang digunakan untuk kerokan tidak steril, atau jika area kulit tidak bersih, risiko infeksi kulit seperti folikulitis (radang folikel rambut) atau selulitis (infeksi bakteri pada kulit) dapat meningkat. Kebersihan alat dan kondisi kulit sebelum melakukan kerokan menjadi faktor krusial.

Bahaya pada Area Tubuh Sensitif

Kerokan di area tertentu pada tubuh memiliki risiko yang lebih tinggi. Salah satu area yang paling berbahaya adalah leher. Pengerokan yang terlalu keras di area leher, khususnya di sekitar pembuluh darah besar seperti arteri karotis, dapat memicu kerusakan pembuluh darah. Dalam kasus yang ekstrem, ini berpotensi menyebabkan pembentukan gumpalan darah yang dapat bergerak ke otak dan menyebabkan stroke. Oleh karena itu, kerokan di leher sangat tidak dianjurkan.

Kapan Sebaiknya Menghindari Kerokan?

Kerokan tidak cocok untuk semua orang dan tidak boleh dilakukan dalam beberapa kondisi. Hindari kerokan jika mengalami:

  • Kulit yang sedang luka, lecet, atau memiliki ruam.
  • Gangguan pembekuan darah atau sedang mengonsumsi obat pengencer darah.
  • Demam tinggi, infeksi kulit, atau kondisi kulit tertentu seperti psoriasis atau eksim.
  • Wanita hamil atau menyusui.
  • Orang dengan kondisi medis serius, seperti penyakit jantung atau diabetes.

Penting untuk selalu berhati-hati dan mengutamakan keamanan.

Alternatif Lebih Aman untuk Mengatasi Pegal dan Badan Tidak Enak

Untuk meredakan pegal dan sensasi tidak enak badan, tersedia berbagai pilihan yang lebih aman dan didukung secara medis, antara lain:

  • Istirahat yang cukup untuk memulihkan energi tubuh.
  • Kompres hangat pada area yang pegal untuk melancarkan sirkulasi dan meredakan ketegangan otot.
  • Minum air putih yang cukup untuk menjaga hidrasi tubuh.
  • Mandi air hangat untuk merelaksasi otot.
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas, sesuai dosis anjuran, jika nyeri terasa mengganggu.
  • Pijatan lembut oleh terapis terlatih yang memahami anatomi tubuh.

Jika gejala tidak membaik atau disertai dengan keluhan serius lainnya, segera cari bantuan medis profesional.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Meskipun efek kerokan dapat memberikan sensasi lega sementara bagi sebagian orang, penting untuk menyadari potensi risiko dan efek samping yang menyertainya. Iritasi kulit, memar, dan risiko infeksi, serta bahaya serius di area sensitif seperti leher, harus menjadi pertimbangan utama. Halodoc merekomendasikan untuk selalu memprioritaskan metode penanganan yang aman dan didukung secara ilmiah untuk menjaga kesehatan.

Jika mengalami pegal-pegal atau badan tidak enak yang berkelanjutan, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat. Melalui aplikasi Halodoc, dapat dengan mudah terhubung dengan dokter ahli, mendapatkan informasi kesehatan yang valid, dan memesan obat atau vitamin jika diperlukan.