Ad Placeholder Image

Efek Makan Ubi Rebus Setiap Hari: Yuk, Kenali!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

Efek Makan Ubi Rebus Setiap Hari: Baik atau Berlebihan?

Efek Makan Ubi Rebus Setiap Hari: Yuk, Kenali!Efek Makan Ubi Rebus Setiap Hari: Yuk, Kenali!

DAFTAR ISI


Ubi jalar (Ipomoea batatas) merupakan salah satu sumber karbohidrat kompleks yang sangat populer dan mudah ditemukan di Indonesia. Selain rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut, ubi jalar dikenal memiliki profil nutrisi yang luar biasa. Berbagai metode pengolahan dapat diterapkan pada bahan pangan ini, namun merebus adalah salah satu cara terbaik dan paling sehat. Proses perebusan tidak membutuhkan tambahan kalori dari minyak seperti halnya menggoreng, dan metode ini terbukti mampu mempertahankan sebagian besar kelembapan serta nutrisi penting di dalamnya.

Pentingnya memperhatikan cara pengolahan makanan sering kali luput dari perhatian banyak orang. Padahal, metode memasak sangat memengaruhi indeks glikemik (IG) dari suatu makanan. Ubi rebus memiliki indeks glikemik yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan ubi yang dipanggang atau digoreng. Artinya, karbohidrat dalam ubi rebus akan dicerna dan diserap secara perlahan oleh tubuh, sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis. Hal ini menjadikan ubi rebus sebagai pilihan karbohidrat yang sangat aman dan sehat, bahkan bagi mereka yang sedang mengelola kondisi diabetes atau sedang dalam program penurunan berat badan.

Jika kamu ingin mengoptimalkan manfaat ubi rebus untuk program diet atau pengelolaan diabetes, sangat disarankan untuk berdiskusi dengan tenaga medis profesional. Konsultasi dengan dokter gizi klinik yang tersedia secara mandiri dapat membantu kamu menentukan porsi dan frekuensi makan yang paling sesuai dengan profil kesehatanmu secara keseluruhan.

Lantas, apa saja sebenarnya nutrisi yang terkandung di dalamnya dan bagaimana pengaruhnya terhadap fungsi organ tubuh kita? Nah, mau tahu ulasan lengkap mengenai khasiat luar biasa dari makanan sederhana ini? Berikut ulasannya!

Kandungan Nutrisi Ubi Rebus

Sebelum membahas manfaatnya secara spesifik, penting untuk mengetahui apa saja yang masuk ke dalam tubuhmu saat mengonsumsi ubi rebus. Dalam 100 gram ubi rebus tanpa kulit, umumnya terkandung sekitar 86-90 kalori. Selain itu, ubi rebus juga merupakan sumber dari berbagai makronutrien dan mikronutrien penting, di antaranya:

  • Karbohidrat Kompleks: Sekitar 20 gram, yang berfungsi sebagai sumber energi utama yang tahan lama.
  • Serat Pangan: Sekitar 3 gram, terdiri dari serat larut dan tidak larut air.
  • Vitamin A (Beta-karoten): Ubi jalar, terutama yang berdaging oranye, mengandung beta-karoten dalam jumlah yang sangat masif, bahkan bisa memenuhi lebih dari 100% kebutuhan harian tubuh.
  • Vitamin C: Berperan sebagai antioksidan kuat dan pendukung sistem imun.
  • Kalium (Potassium): Mineral penting untuk menjaga keseimbangan cairan dan fungsi saraf.
  • Vitamin B6, Mangan, dan Tembaga: Berperan dalam metabolisme energi dan pembentukan sel darah merah.

Manfaat Ubi Rebus untuk Kesehatan

Berkat profil nutrisinya yang sangat padat, mengonsumsi ubi rebus secara rutin dalam porsi yang wajar dapat memberikan berbagai keuntungan fisiologis bagi tubuh. Berikut adalah penjabaran medis mengenai manfaatnya:

1. Mendukung Kesehatan dan Kelancaran Sistem Pencernaan

Ubi rebus mengandung dua jenis serat sekaligus, yaitu serat larut (seperti pektin) dan serat tidak larut (seperti selulosa dan hemiselulosa). Serat tidak larut berfungsi menambah massa atau volume feses, sehingga sangat efektif dalam mencegah terjadinya konstipasi atau sembelit. Di sisi lain, serat larut berfungsi sebagai prebiotik, yaitu makanan bagi bakteri baik (mikrobioma) di dalam usus besar. Ketika bakteri baik memfermentasi serat ini, mereka menghasilkan asam lemak rantai pendek (Short-Chain Fatty Acids/SCFA) seperti butirat, yang sangat penting untuk menjaga integritas dan kesehatan sel-sel dinding usus, serta mengurangi risiko peradangan usus.

2. Membantu Mengendalikan Kadar Gula Darah

Banyak orang khawatir rasa manis pada ubi akan memicu lonjakan gula darah. Faktanya, proses merebus ubi dapat mempertahankan struktur patinya, sehingga ubi rebus memiliki Indeks Glikemik (IG) yang tergolong rendah hingga sedang (sekitar 44-46). Kandungan serat yang tinggi juga berfungsi memperlambat proses pengosongan lambung dan penyerapan glukosa di usus halus. Dengan demikian, pankreas tidak perlu memproduksi insulin secara berlebihan dalam satu waktu. Ini menjadikan ubi rebus alternatif pengganti nasi putih yang sangat baik bagi penderita diabetes tipe 2 atau individu dengan resistensi insulin.

3. Menjaga Kesehatan Mata dan Mencegah Penurunan Penglihatan

Warna oranye pada ubi jalar menandakan tingginya kandungan beta-karoten, sebuah provitamin A. Di dalam tubuh, beta-karoten akan diubah menjadi vitamin A aktif (retinol). Vitamin A memegang peranan krusial dalam pembentukan rhodopsin, yaitu pigmen peka cahaya di dalam retina yang memungkinkan mata untuk melihat dalam kondisi minim cahaya. Asupan vitamin A yang optimal dari ubi rebus dapat mencegah rabun senja, menurunkan risiko katarak, serta melindungi mata dari degenerasi makula terkait usia (Age-related Macular Degeneration).

4. Meningkatkan Fungsi Sistem Imunitas Tubuh

Kombinasi vitamin A dan vitamin C dalam ubi rebus menciptakan tameng pelindung yang kuat untuk sistem kekebalan tubuh. Vitamin C merangsang produksi sel darah putih (leukosit) dan melindunginya dari kerusakan akibat radikal bebas. Sementara itu, vitamin A sangat penting untuk menjaga kesehatan selaput lendir yang melapisi saluran pernapasan, saluran pencernaan, dan saluran kemih. Selaput lendir yang sehat adalah garis pertahanan pertama tubuh untuk mencegah patogen (virus dan bakteri) masuk ke dalam aliran darah.

5. Menjaga Tekanan Darah dan Kesehatan Jantung

Ubi rebus adalah sumber kalium yang sangat baik. Secara fisiologis, kalium bekerja berlawanan dengan natrium (garam). Jika natrium menyempitkan pembuluh darah, kalium justru membantu merelaksasi dinding pembuluh darah (vasodilatasi) dan merangsang ginjal untuk membuang kelebihan natrium melalui urine. Efek ini secara langsung dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi), yang merupakan faktor risiko utama dari penyakit jantung koroner dan stroke.

Tips Memaksimalkan Manfaat Ubi Rebus
  1. Rebus ubi bersama dengan kulitnya. Kulit ubi mengandung serat ekstra dan antioksidan yang tinggi. Cukup sikat dan cuci bersih kulitnya sebelum direbus.
  2. Tambahkan sedikit sumber lemak sehat (seperti minyak zaitun atau mentega murni) saat mengonsumsinya. Beta-karoten adalah vitamin larut lemak, sehingga keberadaan lemak akan meningkatkan penyerapannya di dalam tubuh hingga berkali-kali lipat.
  3. Hindari merebus terlalu lama hingga ubi menjadi sangat lembek, karena dapat memecah struktur pati dan meningkatkan indeks glikemiknya.

6. Mendukung Fungsi Kognitif dan Memori Otak

Khusus untuk ubi jalar ungu (yang juga sangat nikmat direbus), terdapat kandungan antioksidan spesifik bernama antosianin. Berbagai studi neurologis menunjukkan bahwa antosianin mampu menembus sawar darah-otak (blood-brain barrier) dan melindungi otak dari kerusakan oksidatif akibat stres dan penuaan. Antosianin juga membantu mengurangi peradangan sistemik di otak yang sering dikaitkan dengan penurunan kognitif dan penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan demensia.

7. Membantu Manajemen Berat Badan yang Sehat

Bagi kamu yang sedang dalam fase cutting atau defisit kalori, ubi rebus adalah sahabat terbaik. Proses merebus membuat ubi menyerap sebagian air, sehingga volumenya bertambah tanpa menambah jumlah kalori. Kombinasi antara air, serat yang tinggi, dan karbohidrat kompleks akan memberikan sinyal peregangan pada lambung. Sinyal ini kemudian diteruskan ke otak untuk menekan hormon ghrelin (hormon lapar) dan meningkatkan hormon kepuasan makan. Hasilnya, kamu akan merasa kenyang lebih lama dan terhindar dari keinginan ngemil berlebihan.

Cara Sehat Mengonsumsi dan Hal yang Perlu Diperhatikan

1. Perhatikan Porsi Konsumsi

Meskipun sehat, ubi rebus tetaplah sumber karbohidrat. Konsumsi berlebihan tanpa diimbangi aktivitas fisik dapat menyebabkan asupan kalori berlebih. Porsi ideal adalah sekitar 100-150 gram per kali makan, sebagai pengganti karbohidrat utama (bukan sebagai lauk pendamping nasi).

2. Waspada bagi Penderita Batu Ginjal

Ubi jalar mengandung oksalat dalam jumlah yang cukup signifikan. Bagi individu yang memiliki riwayat penyakit batu ginjal jenis kalsium oksalat, asupan ubi jalar mungkin perlu dibatasi. Oksalat dapat berikatan dengan kalsium di ginjal dan membentuk kristal atau batu ginjal yang baru.

3. Pertimbangan untuk Pasien Penyakit Ginjal Kronis

Karena kandungan kaliumnya yang relatif tinggi, pasien dengan penyakit ginjal kronis (PGK) tahap lanjut yang harus membatasi asupan kalium perlu berhati-hati. Ginjal yang rusak tidak dapat membuang kelebihan kalium, yang bisa memicu hiperkalemia dan berbahaya bagi ritme jantung.

Studi Terkait

Journal of Nutrition and Metabolism menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa ubi jalar memiliki indeks glikemik yang jauh lebih rendah ketika direbus dibandingkan dengan dipanggang atau digoreng. Studi ini menyimpulkan bahwa perebusan memodifikasi struktur granula pati dalam ubi, sehingga enzim pencernaan membutuhkan waktu lebih lama untuk memecahnya menjadi glukosa.

Temuan ini sangat relevan dan membuktikan secara ilmiah mengapa ubi rebus sangat direkomendasikan bagi pasien diabetes mellitus. Pola pelepasan glukosa yang lambat ini adalah kunci utama dalam mencegah lonjakan gula darah postprandial (setelah makan).

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Harvard T.H. Chan School of Public Health. Diakses pada 2024. Sweet Potatoes.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Dietary fiber: Essential for a healthy diet.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Are Sweet Potatoes Good for You?
National Institutes of Health (NIH) – Office of Dietary Supplements. Diakses pada 2024. Vitamin A – Fact Sheet for Health Professionals.
PubMed/NCBI. Diakses pada 2024. Nutritional composition and health benefits of sweet potato.

FAQ

1. Apakah manfaat ubi rebus efektif untuk menurunkan berat badan?

Ya, ubi rebus sangat efektif untuk program penurunan berat badan. Kandungan serat dan airnya yang tinggi memberikan rasa kenyang lebih lama, mengurangi keinginan ngemil, dan karbohidrat kompleksnya memberikan energi stabil tanpa menyebabkan penumpukan lemak berlebih jika dikonsumsi dalam porsi defisit kalori.

2. Bolehkah penderita asam lambung (GERD) makan ubi rebus?

Secara umum boleh dan aman. Ubi rebus mudah dicerna dan tidak bersifat asam, sehingga jarang memicu naiknya asam lambung. Namun, konsumsi dalam porsi wajar karena serat yang terlalu banyak dalam satu waktu bagi sebagian orang yang sensitif bisa memicu sedikit gas lambung.

3. Lebih sehat mana, ubi rebus oranye, putih, atau ungu?

Ketiganya sama-sehatnya namun memiliki keunggulan mikronutrien yang berbeda. Ubi oranye adalah juara dalam vitamin A (beta-karoten) untuk mata, ubi ungu unggul dalam antosianin (antioksidan untuk kesehatan otak), sedangkan ubi putih umumnya memiliki tekstur yang sedikit lebih padat dan mineral yang seimbang.

4. Apakah boleh makan ubi rebus setiap hari sebagai pengganti nasi?

Sangat boleh. Ubi rebus adalah pengganti nasi putih yang sangat baik karena memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dan nutrisi (vitamin serta mineral) yang jauh lebih kaya dibandingkan beras giling biasa. Pastikan untuk tetap melengkapinya dengan protein dan sayuran sehat.