Efek Minum Air Es Setiap Hari: Baik Buruknya

DAFTAR ISI
- Ragam Efek Samping Minum Air Es
- Manfaat Minum Air Es untuk Tubuh
- Mitos dan Fakta Seputar Air Es
- Kapan Harus Menghindari Air Es?
- Studi Terkait
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Berada di negara beriklim tropis seperti Indonesia membuat cuaca panas sering kali tidak bisa dihindari. Saat suhu sedang tinggi atau setelah melakukan aktivitas fisik yang menguras keringat, segelas air es tentu menjadi pilihan yang sangat menggoda. Sensasi dingin yang mengalir di tenggorokan rasanya mampu mengembalikan kesegaran tubuh secara instan.
Namun, kebiasaan mengonsumsi minuman dingin ini sering kali memunculkan perdebatan di tengah masyarakat. Banyak orang tua yang melarang anak-anaknya minum es karena takut memicu radang tenggorokan, batuk, atau bahkan membuat perut menjadi buncit. Di sisi lain, ada juga yang meyakini bahwa air dingin justru membantu membakar lebih banyak kalori.
Memahami efek minum air es setiap hari sangat penting agar kamu bisa menjaga hidrasi tubuh tanpa mengorbankan kesehatan organ dalam. Pada dasarnya, tubuh manusia memiliki mekanisme canggih untuk mengatur suhu. Namun, paparan suhu dingin dari air es secara terus-menerus bisa memberikan respons yang berbeda-beda pada setiap orang, tergantung pada kondisi kesehatan bawaan dan sensitivitas tubuh mereka.
Nah, mau tahu apa saja efek minum air es setiap hari? Apakah kebiasaan ini benar-benar berbahaya, atau justru memiliki manfaat yang jarang diketahui? Berikut ulasan selengkapnya secara medis!
Ragam Efek Samping Minum Air Es
Bagi sebagian orang yang memiliki kondisi medis tertentu, kebiasaan mengonsumsi air es dapat memicu ketidaknyamanan. Berikut adalah beberapa efek samping dari kebiasaan minum air es yang perlu diwaspadai:
1. Sakit Kepala Tiba-Tiba (Brain Freeze)
Pernahkah kamu merasakan sakit kepala yang tajam sesaat setelah meneguk air es atau makan es krim? Kondisi ini secara medis dikenal sebagai sphenopalatine ganglioneuralgia atau brain freeze. Saat suhu dingin menyentuh langit-langit mulut, pembuluh darah di area tersebut akan menyempit dengan cepat, lalu melebar kembali. Perubahan mendadak ini memicu reseptor rasa sakit saraf trigeminal yang mengirimkan sinyal ke otak, sehingga menimbulkan sensasi sakit kepala yang menusuk.
2. Memperburuk Gejala Akalasia
Akalasia adalah gangguan langka pada kerongkongan (esofagus) di mana otot sfingter di bagian bawah kerongkongan tidak dapat rileks, sehingga makanan sulit masuk ke lambung. Minum air dingin dapat memperburuk kondisi ini. Suhu dingin memicu kontraksi otot kerongkongan menjadi lebih kaku, sehingga penderita akan merasa semakin sulit dan nyeri saat menelan. Jika kamu sering mengalami nyeri dada saat menelan, jangan biarkan berlarut-larut. Segera konsultasi ke dokter di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan medis yang tepat.
3. Menyebabkan Ngilu pada Gigi Sensitif
Efek minum air es setiap hari juga sangat terasa bagi mereka yang memiliki gigi sensitif. Suhu yang terlalu ekstrem, baik panas maupun dingin, dapat langsung menembus lapisan enamel gigi yang menipis dan mengenai saraf dentin. Akibatnya, akan muncul rasa ngilu yang tajam. Kebiasaan mengunyah es batu (yang sering dilakukan setelah air esnya habis) juga dapat merusak enamel dan bahkan menyebabkan gigi retak.
4. Memperlambat Detak Jantung
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minum air es secara tiba-tiba dapat merangsang saraf vagus, yaitu saraf kranial panjang yang membentang dari leher hingga ke perut. Saraf vagus adalah bagian penting dari sistem saraf parasimpatis yang mengontrol detak jantung. Rangsangan suhu dingin pada saraf ini dapat menyebabkan detak jantung sedikit melambat untuk sesaat. Meskipun pada orang sehat hal ini tidak berbahaya, bagi penderita gangguan irama jantung, perubahan mendadak ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman.
Manfaat Minum Air Es untuk Tubuh
Di balik beberapa efek sampingnya, efek minum air es setiap hari ternyata tidak selalu buruk. Jika dikonsumsi pada waktu yang tepat, air bersuhu dingin justru memberikan berbagai manfaat kesehatan:
1. Mencegah Overheating saat Olahraga
Saat berolahraga intens, suhu inti tubuh akan meningkat secara signifikan. Minum air dingin atau air es selama sesi olahraga terbukti efektif membantu menurunkan suhu inti tubuh kembali normal. Hal ini akan mencegah kamu dari kelelahan akibat kepanasan (heat exhaustion) dan memungkinkan kamu untuk berolahraga lebih lama dengan performa yang lebih stabil.
2. Meningkatkan Rasa Ingin Minum
Air yang dingin umumnya terasa lebih menyegarkan, terutama di cuaca panas. Kesegaran ini secara psikologis mendorong seseorang untuk minum lebih banyak air dibandingkan jika disuguhi air bersuhu ruang atau air hangat. Dengan demikian, risiko dehidrasi pun dapat dicegah dengan lebih optimal. Untuk mendukung daya tahan tubuh, pastikan kamu selalu mencukupi cairan harian. Selain itu, kamu juga bisa melengkapinya dengan beli vitamin dan suplemen kesehatan secara online melalui Toko Kesehatan Halodoc.
3. Sedikit Meningkatkan Pembakaran Kalori
Tubuh manusia secara alami menjaga suhu intinya di kisaran 37 derajat Celcius. Saat kamu meminum air es, tubuh perlu mengeluarkan energi (kalori) ekstra untuk memanaskan air tersebut hingga sesuai dengan suhu tubuh. Proses ini disebut termogenesis. Meski jumlah kalori yang dibakar sangat kecil (sekitar 8 kalori per gelas), hal ini tetap merupakan respons metabolisme tubuh yang normal.
Tips Menjaga Hidrasi Tubuh Secara Sehat
- Pastikan minum air putih minimal 8 gelas atau 2 liter per hari sesuai kebutuhan tubuh.
- Pilih air dengan suhu ruang atau hangat jika kamu sedang mengalami radang tenggorokan atau flu.
- Hindari es teh manis, es kopi susu, atau minuman dingin kemasan yang mengandung tinggi gula tambahan.
Mitos dan Fakta Seputar Air Es
Ada banyak mitos yang beredar di masyarakat mengenai efek minum air es setiap hari. Penting untuk meluruskan pemahaman ini agar kamu tidak salah langkah dalam menjaga kesehatan.
1. Mitos: Air Es Membekukan Lemak di Perut
Banyak yang percaya bahwa minum air es saat makan berlemak akan membekukan lemak di dalam saluran pencernaan dan menyebabkan perut buncit. Faktanya, ini adalah mitos besar. Begitu air es masuk ke kerongkongan dan lambung, suhu air tersebut dengan cepat disesuaikan dengan suhu inti tubuh oleh sistem metabolisme kita. Penyebab perut buncit bukanlah suhu airnya, melainkan jumlah kalori harian yang melebihi kebutuhan tubuh.
2. Mitos: Air Es Menyebabkan Flu dan Pilek
Mitos lain yang sering terdengar adalah minum air es bisa langsung membuat seseorang terkena flu. Faktanya, penyakit flu dan pilek disebabkan oleh infeksi virus, bukan oleh suhu air. Namun, pada individu yang sudah terinfeksi virus atau memiliki alergi, air dingin dapat membuat lendir (mukus) di saluran pernapasan menjadi lebih kental. Hal ini bisa membuat hidung terasa lebih mampet atau memicu reflek batuk, meski air es itu sendiri bukanlah penyebab infeksi.
Kapan Harus Menghindari Air Es?
Walaupun aman bagi kebanyakan orang, ada beberapa situasi di mana kamu sebaiknya memilih air putih hangat atau bersuhu ruang dibandingkan air es:
1. Saat Sedang Sakit Tenggorokan
Jika tenggorokan sedang meradang atau kamu sedang mengalami batuk berdahak, air hangat jauh lebih disarankan. Air hangat membantu melegakan tenggorokan, mengencerkan dahak, dan melancarkan sirkulasi darah di area infeksi untuk mempercepat penyembuhan.
2. Saat Mengalami Serangan Migrain
Bagi orang yang rentan terhadap migrain, stimulus saraf dari brain freeze yang disebabkan oleh air es bisa memicu kambuhnya sakit kepala sebelah yang hebat. Sebaiknya konsumsi air bersuhu ruang untuk mencegah terpicunya saraf trigeminal.
Studi Terkait Efek Air Dingin pada Tubuh
Journal of Neurogastroenterology and Motility menerbitkan studi di tahun 2012 yang meneliti tentang efek suhu makanan dan minuman pada pasien akalasia. Studi ini menemukan bahwa mengonsumsi air dingin secara signifikan memperburuk gejala dan menyebabkan kontraksi (spasme) pada esofagus. Sebaliknya, minum air hangat terbukti membantu merilekskan otot esofagus dan membuat proses menelan menjadi lebih mudah bagi penderita gangguan menelan tersebut.
Selain itu, jurnal International Journal of Clinical and Experimental Medicine di tahun 2013 juga mengungkapkan bahwa air minum yang bersuhu sekitar 16 derajat Celcius adalah yang paling optimal untuk diminum oleh atlet yang sedang berkeringat. Suhu tersebut tidak terlalu ekstrem untuk membuat perut kram, namun cukup dingin untuk mendorong volume konsumsi air yang lebih besar demi mencegah dehidrasi.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
FAQ
1. Apakah efek minum air es setiap hari bisa bikin gemuk?
Tidak, minum air es putih tanpa tambahan gula tidak akan membuat kamu gemuk karena air mineral mengandung 0 kalori. Yang membuat berat badan naik atau perut buncit adalah konsumsi minuman dingin yang manis, seperti es teh manis, es sirup, atau kopi susu, yang tinggi akan kalori dan gula tambahan.
2. Bolehkah minum air es saat sedang batuk pilek?
Meskipun air es tidak menyebabkan penyakit batuk pilek, meminumnya saat sedang sakit tidak disarankan. Suhu dingin dapat membuat lendir di saluran pernapasan menjadi lebih tebal dan kental, sehingga hidung bisa terasa semakin mampet dan tenggorokan menjadi kurang nyaman untuk menelan dahak.
3. Kenapa minum air es sering bikin pusing tiba-tiba?
Kondisi pusing atau sakit kepala mendadak akibat air es disebut brain freeze. Ini terjadi karena air dingin yang menyentuh langit-langit mulut menyebabkan pembuluh darah menyempit secara tiba-tiba dan memicu sinyal rasa sakit dari saraf trigeminal menuju otak. Kondisi ini biasanya hanya berlangsung beberapa detik hingga menit dan akan hilang dengan sendirinya.
4. Kapan waktu terbaik minum air es?
Waktu terbaik untuk minum air es atau air bersuhu dingin adalah saat tubuh terasa sangat panas, seperti saat sedang berolahraga, setelah beraktivitas fisik yang berat, atau saat berada di lingkungan yang panas dan terik. Air dingin dapat membantu menurunkan suhu inti tubuh lebih cepat dan menyegarkan tubuh dengan instan.



