Efek Samping Pilates: Waspada Nyeri & Cara Mengatasi

DAFTAR ISI
Pilates telah menjadi salah satu jenis olahraga yang sangat populer di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Fokus utamanya pada kekuatan otot inti (core), fleksibilitas, dan postur tubuh membuat banyak orang memilihnya sebagai alternatif olahraga intensitas rendah namun memberikan dampak besar bagi kebugaran. Namun, sebagaimana jenis aktivitas fisik lainnya, pilates juga memiliki risiko dan efek samping yang perlu dipahami oleh setiap praktisinya, terutama bagi pemula yang baru memulai transisi gaya hidup aktif.
Memahami efek samping pilates bukan bertujuan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai langkah preventif agar kamu bisa berlatih dengan aman dan mendapatkan manfaat maksimal. Sebagian besar efek samping yang muncul bersifat ringan dan merupakan bagian dari adaptasi fisiologis tubuh terhadap beban baru. Namun, jika tidak ditangani dengan tepat, keluhan sederhana seperti nyeri otot bisa berkembang menjadi cedera yang lebih serius dan menghambat aktivitas harian kamu.
Penanganan mandiri di rumah biasanya cukup efektif untuk meredakan gejala awal setelah berolahraga. Penggunaan produk topikal atau suplemen tertentu sering kali disarankan untuk mempercepat proses pemulihan otot agar kamu bisa kembali beraktivitas dengan nyaman. Jika keluhan dirasa mengganggu, kamu bisa konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis yang lebih akurat.
Nah, mau tahu apa saja pilihan produk kesehatan yang bisa membantu mengatasi efek samping pilates? Berikut ulasannya!
Rekomendasi Produk Kesehatan untuk Nyeri Otot yang Ampuh
Kelelahan otot dan nyeri sendi ringan adalah hal yang lumrah terjadi setelah sesi pilates intens. Sebagai apoteker senior, saya merekomendasikan beberapa pilihan produk yang aman dan efektif tersedia di pasaran untuk membantu meredakan keluhan tersebut tanpa harus menggunakan obat keras.
1. Counterpain Cream 30 g
Counterpain adalah salep otot yang sudah sangat dipercaya oleh masyarakat Indonesia untuk mengatasi berbagai keluhan nyeri. Produk ini mengandung Methyl Salicylate, Eugenol, dan Menthol yang bekerja memberikan sensasi hangat pada area yang dioleskan. Sensasi hangat ini membantu melancarkan aliran darah ke jaringan otot yang mengalami stres saat pilates, sehingga mempercepat pembuangan asam laktat penyebab pegal.
Manfaat utamanya adalah meredakan nyeri otot, nyeri sendi, keseleo, dan memar akibat aktivitas fisik. Krim ini sangat cocok digunakan segera setelah kamu merasakan kekakuan otot setelah latihan selesai.
Dosis dan aturan pakai:
- Oleskan pada bagian yang sakit sebanyak 3-4 kali sehari.
- Hanya untuk pemakaian luar dan jangan dioleskan pada luka terbuka atau kulit yang teriritasi.
Produk ini termasuk kategori obat bebas yang aman digunakan secara mandiri sesuai aturan pakai.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Counterpain Cream 30 g di Toko Kesehatan Halodoc
2. Salonpas Koyo 10 Lembar
Jika kamu lebih menyukai produk praktis yang memberikan efek jangka panjang, Salonpas Koyo adalah pilihan ideal. Mengandung kombinasi Methyl Salicylate, Menthol, dan Camphor, koyo ini bekerja dengan cara menempel pada kulit dan melepaskan bahan aktif secara perlahan untuk meredakan nyeri pada area spesifik seperti punggung bawah atau leher yang sering merasa tegang setelah pilates.
Keunggulan produk ini adalah daya rekatnya yang baik dan tidak mengganggu pergerakan tubuh. Sangat efektif untuk membantu meredakan kekakuan otot yang menetap hingga keesokan harinya (Delayed Onset Muscle Soreness/DOMS).
Dosis dan aturan pakai:
- Tempelkan pada bagian yang nyeri.
- Bersihkan dan keringkan area kulit sebelum ditempelkan.
- Lepas setelah penggunaan 8 jam dan jangan gunakan lebih dari 3 lembar sehari pada area yang sama.
Produk ini termasuk kategori obat bebas.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Salonpas Koyo 10 Lembar di Toko Kesehatan Halodoc
Tips Mengurangi Risiko Kram Saat Pilates
- Pastikan hidrasi tubuh tercukupi sebelum dan sesudah latihan.
- Lakukan peregangan dinamis untuk mempersiapkan otot inti.
- Jangan menahan napas; koordinasikan gerakan dengan tarikan napas yang dalam.
3. Voltaren Emulgel 10 g
Voltaren Emulgel mengandung zat aktif Diclofenac Sodium, sebuah obat anti-inflamasi non-steroid (OAINS) topikal. Berbeda dengan krim hangat biasa, Voltaren bekerja langsung ke pusat peradangan di dalam jaringan otot atau sendi. Produk ini sangat efektif jika efek samping pilates yang kamu rasakan berupa peradangan ringan atau pembengkakan pada area sendi.
Teknologi emulgel-nya membuat zat aktif meresap dengan cepat melalui kulit dan memberikan efek dingin yang menenangkan pada awalnya, diikuti dengan peredaan nyeri yang signifikan.
Dosis dan aturan pakai:
- Oleskan 3-4 kali sehari pada area yang sakit dan gosokkan perlahan.
- Dosis maksimal adalah 30-40 gram per minggu tergantung luas area.
Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Voltaren Emulgel 10 g di Toko Kesehatan Halodoc
4. Neurobion Forte 10 Tablet per Strip
Kadang kala, efek samping pilates tidak hanya berupa nyeri otot, tapi juga rasa kesemutan atau kebas akibat saraf yang tertekan saat melakukan gerakan tertentu yang kurang sempurna. Neurobion Forte mengandung kombinasi Vitamin B1, B6, dan B12 dosis tinggi (Neurotropik) yang berfungsi menjaga kesehatan sistem saraf dan membantu metabolisme energi di otot.
Suplemen ini sangat bermanfaat bagi praktisi pilates untuk mempercepat regenerasi sel saraf dan mengurangi kelelahan fisik secara keseluruhan setelah sesi latihan yang berat.
Dosis dan aturan pakai:
- Cukup konsumsi 1 tablet sehari sesudah makan.
- Atau sesuai dengan anjuran tenaga medis jika memiliki kondisi khusus.
Produk ini termasuk kategori obat bebas/suplemen yang dapat dikonsumsi mandiri.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Neurobion Forte di Toko Kesehatan Halodoc
5. Panadol 10 Tablet
Jika nyeri otot setelah pilates terasa menyeluruh di sekujur tubuh hingga mengganggu kualitas tidur atau konsentrasi saat bekerja, obat oral yang mengandung Paracetamol seperti Panadol (kemasan biru) dapat menjadi solusi. Paracetamol bekerja pada sistem saraf pusat untuk meningkatkan ambang toleransi nyeri tubuh.
Panadol relatif aman di lambung jika dikonsumsi sesuai dosis, menjadikannya pilihan utama untuk meredakan nyeri intensitas ringan hingga sedang yang sering menyertai kelelahan pasca-olahraga.
Dosis dan aturan pakai:
- Dewasa: 1-2 tablet, 3-4 kali sehari (maksimal 8 tablet dalam 24 jam).
- Gunakan hanya jika diperlukan saat nyeri muncul.
Produk ini termasuk kategori obat bebas yang sangat umum digunakan secara mandiri.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Panadol 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
Cara Mencegah Efek Samping dan Cedera Saat Pilates
Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Meskipun pilates adalah olahraga low-impact, teknik yang salah bisa berujung pada cedera muskuloskeletal. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa kamu lakukan untuk meminimalkan efek samping:
1. Gunakan Instruktur Bersertifikat
Terutama bagi pemula, melakukan pilates hanya dengan menonton video tanpa pengawasan langsung bisa berisiko. Instruktur akan membantu mengoreksi postur kamu, memastikan tulang belakang dalam posisi netral, dan mencegah beban berlebih pada area leher atau punggung bawah.
2. Dengarkan Sinyal Tubuh
Ada perbedaan antara “burn” (rasa terbakar pada otot karena bekerja keras) dan nyeri tajam. Jika kamu merasakan nyeri tajam, mendadak, atau menusuk, segera hentikan gerakan tersebut. Memaksakan diri melampaui batas kemampuan fisik adalah penyebab utama cedera ligamen atau tendon.
3. Fokus pada Pernapasan
Pernapasan lateral adalah kunci dalam pilates. Menahan napas saat melakukan gerakan sulit dapat meningkatkan tekanan darah dan menyebabkan pusing. Pastikan sirkulasi oksigen ke otot tetap terjaga agar pemulihan pasca-latihan menjadi lebih cepat.
Studi Mengenai Efek Samping Pilates
The Journal of Strength and Conditioning Research menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa meskipun pilates sangat efektif dalam memperbaiki postur dan kekuatan inti, terdapat risiko signifikan pada area lumbal (punggung bawah) jika otot transversus abdominis tidak diaktifkan dengan benar selama latihan. Studi ini menekankan pentingnya edukasi biomekanik bagi setiap praktisi pilates.
Penelitian lain menunjukkan bahwa DOMS (nyeri otot pasca latihan) pada pilates cenderung lebih tinggi pada kelompok yang baru pertama kali mencoba dibandingkan dengan mereka yang sudah rutin berlatih selama 3 bulan. Hal ini membuktikan bahwa tubuh memerlukan waktu adaptasi yang bertahap terhadap beban latihan pilates yang bersifat eksentrik.
Jika kamu merasakan nyeri yang tidak kunjung hilang lebih dari 72 jam, disertai pembengkakan yang hebat atau keterbatasan gerak, jangan tunda untuk mencari bantuan profesional. Untuk kebutuhan mendesak, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah dengan cepat dan aman.
Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc untuk mendapatkan saran medis yang tepat sesuai kondisi fisikmu.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Pilates for Beginners: Explore the Core.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Managing Muscle Soreness and DOMS.
PubMed/National Center for Biotechnology Information. Diakses pada 2026. Effectiveness and Safety of Pilates Exercises.
Healthline. Diakses pada 2026. Common Pilates Injuries and How to Avoid Them.
WebMD. Diakses pada 2026. Paracetamol and Topical Analgesics for Exercise Pain.
FAQ
1. Apakah wajar jika tubuh gemetar saat melakukan gerakan pilates?
Sangat wajar. Gemetar pada otot menandakan bahwa otot tersebut sedang bekerja pada kapasitas maksimalnya atau mengalami kelelahan saraf motorik sementara. Ini adalah tanda otot kamu sedang ditantang untuk menjadi lebih kuat.
2. Berapa lama nyeri otot setelah pilates akan hilang?
Biasanya nyeri otot atau pegal akan mencapai puncaknya dalam 24-48 jam setelah latihan dan akan mereda dengan sendirinya dalam waktu 3 hingga 5 hari seiring dengan proses pemulihan jaringan otot.
3. Bolehkah tetap pilates saat sedang merasa pegal?
Jika pegalnya ringan, melakukan gerakan ringan atau “active recovery” justru membantu melancarkan aliran darah. Namun, jika nyeri terasa sangat hebat, sebaiknya istirahatkan tubuh selama 1-2 hari agar tidak terjadi cedera serius.
4. Apa yang harus dilakukan jika punggung bawah terasa sakit setelah pilates?
Segera kompres dengan air hangat atau gunakan produk topikal seperti Counterpain atau Voltaren. Evaluasi kembali teknik latihan kamu, pastikan punggung tidak melengkung (arching) saat melakukan gerakan kaki untuk menghindari tekanan berlebih pada tulang belakang.
Punya Keluhan Nyeri Otot Setelah Pilates? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu merasa pegal-pegal atau nyeri otot setelah mencoba sesi pilates? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.



