Ad Placeholder Image

eGFR Bisa Naik? Pahami Penyebab dan Cara Menjaganya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Juni 2026

Naik Turun eGFR: Pahami Penyebab dan Tips Jaga Ginjal

eGFR Bisa Naik? Pahami Penyebab dan Cara MenjaganyaeGFR Bisa Naik? Pahami Penyebab dan Cara Menjaganya

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu melakukan cek darah atau tes fungsi ginjal dan melihat istilah eGFR pada lembar hasilnya? Estimated Glomerular Filtration Rate atau eGFR adalah salah satu indikator medis yang paling penting untuk mengetahui seberapa baik ginjalmu bekerja dalam menyaring racun dan limbah dari dalam darah. Nilai eGFR yang normal biasanya berada di angka 90 atau lebih. Jika angkanya terus menurun, ini bisa menjadi pertanda adanya gangguan ginjal.

Banyak orang merasa panik ketika melihat nilai eGFR mereka berada di bawah normal. Ginjal memang organ vital, dan kerusakannya sering kali tidak memunculkan gejala hingga mencapai tahap lanjut. Oleh karena itu, memahami hasil laboratorium ini dan mengetahui langkah medis apa yang harus segera diambil sangatlah krusial untuk mencegah gagal ginjal.

Bila nilai eGFR turun akibat kerusakan ginjal kronis (Gagal Ginjal Kronis), sel-sel ginjal yang mati pada dasarnya tidak bisa diperbaiki. Namun, jika penurunan terjadi karena kondisi akut (seperti dehidrasi berat atau infeksi ginjal), nilainya masih bisa kembali membaik. Yang paling penting saat ini adalah mencegah agar angkanya tidak semakin anjlok. Jika kamu sedang mencari cara meningkatkan egfr yang paling tepat dan aman sesuai dengan kondisi medismu, segera jadwalkan konsultasi dokter spesialis penyakit dalam secara online agar bisa segera dievaluasi.

Sebagai informasi, kondisi ginjal tidak bisa diobati hanya dengan menebak-nebak obat bebas atau suplemen. Justru, konsumsi sembarang obat berisiko memperberat kerja ginjal. Lalu, langkah gaya hidup seperti apa yang bisa membantu menjaga fungsi ginjal? Mari simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

Memahami Penurunan eGFR

Sebelum mencoba memperbaiki nilai eGFR, penting untuk mengetahui apa yang menyebabkannya turun. Ginjal memiliki jutaan saringan kecil yang disebut glomerulus. Seiring bertambahnya usia, fungsi saringan ini memang secara alami akan sedikit menurun. Namun, penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi (hipertensi) dan diabetes adalah dua penyebab utama yang paling sering merusak glomerulus lebih cepat dari seharusnya.

Cara Menjaga dan Mengoptimalkan Nilai eGFR

Karena tidak ada obat bebas (OTC) atau suplemen mandiri yang direkomendasikan secara medis untuk langsung “menaikkan” eGFR tanpa diagnosis dokter, penanganan terbaik berfokus pada pengendalian faktor risiko dan perubahan gaya hidup. Berikut adalah langkah medis dan gaya hidup yang direkomendasikan:

1. Kendalikan Tekanan Darah dengan Disiplin

Tekanan darah yang tinggi secara terus-menerus akan merusak pembuluh darah kecil di dalam ginjal, sehingga ginjal tidak bisa menyaring darah dengan baik (menurunkan eGFR). Usahakan tekanan darahmu selalu berada di kisaran normal (umumnya di bawah 130/80 mmHg untuk pasien gangguan ginjal, tergantung saran dokter). Jika kamu memiliki obat hipertensi resep dokter, minumlah secara rutin.

2. Kelola Kadar Gula Darah (Bagi Penderita Diabetes)

Kadar gula darah yang tinggi secara konsisten bertindak layaknya racun yang merusak saraf dan pembuluh darah ginjal. Ini adalah penyebab utama penyakit ginjal stadium akhir. Pastikan nilai HbA1c kamu terkontrol. Batasi asupan gula harian, perbanyak serat, dan rutin periksa gula darah mandiri di rumah.

Faktor Pemicu Penurunan eGFR secara Cepat
  1. Penggunaan obat pereda nyeri golongan NSAID (seperti ibuprofen, naproxen, dan asam mefenamat) dalam jangka panjang tanpa resep dokter.
  2. Dehidrasi atau kurang minum air putih yang parah.
  3. Infeksi saluran kemih yang tidak diobati dan menyebar hingga ke ginjal.
  4. Konsumsi suplemen herbal tertentu yang tidak memiliki izin BPOM dan bersifat toksik pada ginjal.

3. Terapkan Diet Ramah Ginjal (Renal Diet)

Jika nilai eGFR sudah menurun, dokter mungkin akan menyarankanmu untuk membatasi asupan zat tertentu agar ginjal tidak bekerja terlalu keras. Hal ini meliputi pembatasan asupan garam (natrium) tidak lebih dari 2.000 mg per hari. Pada tahap eGFR yang sangat rendah, kamu mungkin juga perlu membatasi asupan protein, kalium, dan fosfor di bawah pengawasan ahli gizi.

4. Hindari Obat-obatan Nefrotoksik

Nefrotoksik artinya beracun bagi ginjal. Beberapa obat pereda nyeri sendi, sakit kepala, atau pereda radang yang dijual bebas tergolong NSAID. Jika kamu memiliki nilai eGFR yang rendah, sebaiknya ganti pereda nyeri tersebut dengan paracetamol (dalam dosis aman) yang metabolisme utamanya berada di hati, bukan ginjal. Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum meminum obat apa pun.

Kapan Harus ke Dokter?

1. Timbulnya Gejala Penumpukan Cairan

Jika kamu mulai mengalami pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, tungkai, atau wajah (edema), ini menandakan ginjal sudah kesulitan membuang kelebihan air dan garam dari dalam tubuh. Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera.

2. Perubahan pada Frekuensi dan Warna Urine

Kencing yang berbusa lebat menandakan adanya protein yang bocor melalui ginjal (proteinuria). Jika warna urine berubah seperti teh pekat, atau kamu menjadi sangat jarang buang air kecil padahal sudah cukup minum, segera periksakan diri ke dokter spesialis penyakit dalam atau konsultan ginjal-hipertensi (nefrolog).

Studi Mengenai eGFR dan Pencegahan Gagal Ginjal

KDIGO (Kidney Disease: Improving Global Outcomes) menerbitkan panduan klinis global yang menjelaskan bahwa deteksi dini penurunan eGFR dan penanganan proteinuria (kebocoran protein) adalah langkah paling efektif untuk mencegah gagal ginjal terminal.

Studi ini menegaskan bahwa pengendalian tekanan darah secara agresif dan penggunaan obat-obatan yang diresepkan dokter (seperti golongan ACE inhibitor atau ARB) dapat melindungi ginjal secara signifikan. Oleh karena itu, pengobatan tidak berfokus pada “menaikkan” angka eGFR semata, melainkan melambatkan laju penurunannya agar ginjal bisa berfungsi sepanjang usia pasien.

Menjaga kesehatan ginjal adalah investasi jangka panjang. Jika kamu mendapatkan hasil lab dengan nilai eGFR yang mengkhawatirkan, jangan mengambil keputusan pengobatan sendiri. Kelola pola makanmu, cukupi kebutuhan cairan harian, dan hindari konsumsi obat bebas secara berlebihan.

Kamu bisa mendapatkan berbagai layanan pemeriksaan kesehatan, cek lab, serta menebus obat resep dokter yang aman dan terjamin keasliannya di Toko Kesehatan Halodoc.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Glomerular filtration rate (GFR) test.
National Kidney Foundation. Diakses pada 2024. Estimated Glomerular Filtration Rate (eGFR).
NIDDK (National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases). Diakses pada 2024. Explaining Your Kidney Test Results.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Penyakit Ginjal Kronis (PGK) dan Faktor Risikonya.

FAQ

1. Apakah cara meningkatkan egfr bisa dilakukan secara alami?

Pada kasus gangguan ginjal kronis, eGFR tidak bisa ditingkatkan secara signifikan karena jaringan ginjal yang rusak bersifat permanen. Namun, penurunan drastis bisa dicegah “secara alami” dengan mengatur pola makan (diet rendah garam), mengontrol tekanan darah, dan mengendalikan gula darah.

2. Berapa nilai eGFR yang masuk kategori bahaya?

Nilai eGFR di atas 90 dianggap normal. Jika nilai eGFR berada di bawah 60 selama lebih dari 3 bulan, itu mengindikasikan penyakit ginjal kronis. Nilai di bawah 15 menandakan gagal ginjal stadium akhir dan membutuhkan cuci darah (dialisis).

3. Apakah minum air putih banyak bisa menaikkan eGFR?

Jika nilai eGFR turun sesaat karena dehidrasi, rehidrasi dengan minum air putih yang cukup bisa mengembalikan angkanya ke normal. Namun, jika eGFR turun akibat gagal ginjal kronis, minum terlalu banyak air justru berbahaya karena ginjal tidak bisa membuang kelebihannya, memicu pembengkakan (edema) dan sesak napas.

4. Kenapa saya tidak boleh minum obat antinyeri biasa saat eGFR turun?

Obat pereda nyeri golongan NSAID (seperti ibuprofen, naproxen, asam mefenamat) bekerja dengan menghambat prostaglandin, suatu senyawa yang juga berfungsi menjaga aliran darah ke dalam ginjal. Mengonsumsi obat ini dapat menyebabkan penurunan drastis aliran darah ginjal dan memicu gagal ginjal akut pada pasien yang eGFR-nya sudah bermasalah.