Ad Placeholder Image

eGFR Test: Jaga Ginjalmu Tetap Prima

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

Tes eGFR: Kenali Fungsi Ginjalmu Kini

eGFR Test: Jaga Ginjalmu Tetap PrimaeGFR Test: Jaga Ginjalmu Tetap Prima

DAFTAR ISI


Ginjal adalah organ vital yang bekerja tanpa henti untuk menyaring limbah, menyeimbangkan cairan tubuh, hingga memproduksi hormon yang mengatur tekanan darah. Namun, sering kali gangguan ginjal tidak menunjukkan gejala yang nyata hingga fungsinya menurun drastis. Di sinilah peran penting dari pemeriksaan medis yang spesifik, salah satunya adalah eGFR test atau Estimated Glomerular Filtration Rate.

Pemeriksaan eGFR test menjadi standar emas dalam dunia medis untuk mengevaluasi seberapa baik ginjal kamu melakukan tugas penyaringannya. Dengan mengetahui nilai eGFR, dokter dapat menentukan stadium kesehatan ginjal seseorang dan mengambil langkah pencegahan sebelum terjadi kerusakan permanen atau gagal ginjal kronis. Mengingat gaya hidup modern yang tinggi akan risiko diabetes dan hipertensi, tes ini menjadi sangat relevan bagi masyarakat Indonesia.

Selain melakukan pemeriksaan rutin, menjaga kesehatan ginjal juga bisa didukung dengan asupan nutrisi yang tepat dan konsumsi suplemen yang sesuai dengan kondisi tubuh. Penting untuk dipahami bahwa meskipun suplemen membantu, pemantauan melalui laboratorium tetap menjadi hal yang utama. Kamu bisa dengan mudah beli obat online di Halodoc untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian pendukung fungsi organ tubuh.

Nah, mau tahu apa saja pilihan produk kesehatan yang dapat mendukung fungsi tubuh secara umum agar ginjal tetap prima? Berikut ulasannya!

Rekomendasi Suplemen dan Vitamin Pendukung Kesehatan Ginjal

Menjaga kesehatan ginjal tidak hanya soal minum air putih yang cukup, tetapi juga memastikan tubuh mendapatkan mikronutrien yang diperlukan tanpa memperberat kerja ginjal itu sendiri. Berikut adalah beberapa rekomendasi produk kesehatan yang tersedia di Toko Kesehatan Halodoc:

1. Nephrisol Vanilla 201 g

Nephrisol merupakan pangan olahan untuk keperluan medis khusus yang dirancang untuk pasien dengan gangguan ginjal pra-dialisis. Produk ini mengandung protein yang telah disesuaikan kadarnya, karbohidrat, lemak, serta diperkaya dengan vitamin dan mineral penting.

Cara kerjanya adalah dengan menyediakan nutrisi lengkap namun rendah protein untuk membantu meringankan beban kerja ginjal dalam menyaring sisa metabolisme protein (ureum). Manfaat utamanya adalah mencegah malnutrisi pada individu yang sedang membatasi asupan protein akibat penurunan nilai eGFR.

Dosis dan aturan pakai:

  • Sesuai petunjuk dokter atau ahli gizi.
  • Umumnya dilarutkan dalam air hangat sesuai takaran saji pada kemasan.

Produk ini merupakan suplemen nutrisi khusus. Gunakan di bawah pengawasan tenaga medis atau ahli gizi, terutama jika kamu memiliki kondisi penyakit ginjal kronis.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Nephrisol Vanilla 201 g di Toko Kesehatan Halodoc

2. Renovit 30 Kaplet

Renovit adalah multivitamin lengkap yang mengandung 12 vitamin dan 13 mineral. Kandungan aktifnya meliputi Vitamin A, B Kompleks, C, D, E, serta mineral seperti kalsium, zat besi, dan zinc yang membantu memelihara daya tahan tubuh dan membantu fungsi metabolisme.

Multivitamin ini bekerja dengan cara memenuhi kebutuhan mikronutrien yang mungkin hilang atau kurang terserap saat fungsi penyaringan ginjal mengalami perubahan. Manfaatnya adalah membantu proses regenerasi sel dan menjaga kebugaran tubuh agar tidak mudah lemas.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1 kaplet per hari.
  • Diminum sesudah makan untuk penyerapan optimal.

Obat ini termasuk kategori obat bebas. Pastikan tidak melebihi dosis yang dianjurkan untuk menghindari penumpukan mineral dalam tubuh.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Renovit 30 Kaplet di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Menjaga Kadar eGFR Tetap Normal
  1. Kontrol tekanan darah secara rutin karena hipertensi adalah penyebab utama kerusakan pembuluh darah ginjal.
  2. Batasi konsumsi garam dan makanan olahan yang tinggi natrium.
  3. Jaga hidrasi tubuh dengan minum air putih yang cukup, namun jangan berlebihan jika sudah ada gangguan ginjal.

3. Blackmores Odourless Fish Oil 1000 90 Kapsul

Produk ini mengandung minyak ikan alami yang kaya akan Omega-3 (EPA dan DHA). Minyak ikan memiliki sifat antiinflamasi yang kuat, yang bermanfaat bagi kesehatan pembuluh darah di seluruh tubuh, termasuk pembuluh darah halus di ginjal (glomerulus).

Manfaat utamanya adalah membantu menjaga profil lemak darah dan mendukung kesehatan jantung. Mengingat hubungan erat antara kesehatan jantung dan ginjal, konsumsi Omega-3 dapat memberikan perlindungan tambahan terhadap peradangan kronis.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 2 kapsul sehari setelah makan.
  • Untuk anak-anak: Sesuai anjuran dokter.

Suplemen ini umumnya aman. Namun, bagi pengguna obat pengencer darah, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter sebelum penggunaan rutin.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Blackmores Odourless Fish Oil 1000 di Toko Kesehatan Halodoc

4. Enervon-C 30 Tablet

Enervon-C mengandung kombinasi Vitamin C 500 mg dan Vitamin B Kompleks (B1, B2, B6, B12, Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat). Vitamin B kompleks sangat penting dalam metabolisme energi, sementara Vitamin C berperan sebagai antioksidan.

Cara kerjanya adalah dengan meningkatkan sistem imun tubuh dan memastikan proses metabolisme sel berjalan lancar. Bagi kesehatan ginjal, vitamin larut air seperti B dan C diperlukan dalam jumlah yang seimbang karena sisa yang tidak terpakai akan dibuang melalui ginjal.

Dosis dan aturan pakai:

  • 1 tablet sehari sesudah makan.

Obat ini termasuk golongan obat bebas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan dan hindari dosis tinggi dalam jangka panjang jika kamu memiliki riwayat batu ginjal jenis oksalat.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Enervon-C 30 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Mengenal Prosedur dan Fungsi eGFR Test

eGFR test atau Laju Filtrasi Glomerulus Estimasi adalah tes darah yang digunakan untuk memeriksa seberapa baik ginjal bekerja. Tes ini tidak mengukur GFR secara langsung (yang akan sangat rumit dan membutuhkan waktu lama), melainkan menggunakan rumus matematika untuk memperkirakannya berdasarkan kadar kreatinin dalam darah.

Kreatinin adalah produk limbah hasil pemecahan sel otot dan protein makanan. Dalam kondisi normal, ginjal yang sehat akan menyaring kreatinin dari darah dan membuangnya melalui urine. Jika ginjal mengalami kerusakan, kadar kreatinin dalam darah akan meningkat, yang secara otomatis menurunkan nilai eGFR kamu.

Beberapa faktor yang digunakan dalam perhitungan eGFR antara lain:

  • Kadar kreatinin serum.
  • Usia (karena fungsi ginjal menurun secara alami seiring bertambahnya usia).
  • Jenis kelamin (laki-laki biasanya memiliki massa otot lebih besar sehingga kadar kreatinin dasar lebih tinggi).
  • Ras atau etnis (dalam beberapa formula perhitungan tertentu).

Cara Membaca Interpretasi Hasil eGFR

Hasil eGFR test biasanya dinyatakan dalam satuan mililiter per menit per 1,73 meter persegi (mL/min/1.73 m²). Berikut adalah panduan umum untuk memahami angka tersebut:

  • eGFR 90 atau lebih: Fungsi ginjal normal atau tinggi. Namun, jika ditemukan protein dalam urine (albuminuria), ini bisa menjadi tanda awal stadium 1 penyakit ginjal kronis.
  • eGFR 60-89: Penurunan fungsi ginjal ringan. Jika berlangsung lebih dari 3 bulan dan disertai tanda kerusakan ginjal lainnya, ini masuk stadium 2.
  • eGFR 30-59: Penurunan fungsi ginjal moderat (Stadium 3). Pada tahap ini, risiko komplikasi kesehatan mulai meningkat secara signifikan.
  • eGFR 15-29: Penurunan fungsi ginjal berat (Stadium 4). Ini adalah tanda peringatan bahwa ginjal sudah sangat lemah dan mungkin memerlukan persiapan untuk dialisis di masa depan.
  • eGFR di bawah 15: Gagal ginjal atau Stadium 5. Ini adalah kondisi kritis di mana ginjal hampir tidak berfungsi lagi dan memerlukan cuci darah atau transplantasi ginjal.

Studi Mengenai eGFR Test dan Kesehatan Ginjal

Journal of the American Society of Nephrology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa penggunaan rumus CKD-EPI dalam menghitung eGFR memberikan akurasi yang lebih baik dibandingkan rumus MDRD lama, terutama pada individu dengan fungsi ginjal yang masih di tahap awal penurunan.

Studi ini menekankan pentingnya deteksi dini melalui eGFR test untuk mengurangi risiko kejadian kardiovaskular. Peneliti menemukan bahwa penurunan nilai eGFR secara konsisten berkaitan erat dengan peningkatan risiko hipertensi sistemik dan gagal jantung, yang menegaskan bahwa ginjal tidak bekerja secara terisolasi melainkan memengaruhi seluruh sistem peredaran darah.

Jika kamu memiliki faktor risiko seperti diabetes, tekanan darah tinggi, atau riwayat keluarga dengan penyakit ginjal, sangat disarankan untuk melakukan eGFR test secara berkala. Segera lakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan rujukan pemeriksaan laboratorium yang tepat.

Kamu bisa mendapatkan produk kesehatan pendukung di atas dengan praktis dan cepat melalui layanan pengantaran di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc agar penanganan yang diberikan sesuai dengan kondisi medismu.

Referensi:
National Kidney Foundation. Diakses pada 2026. Estimated Glomerular Filtration Rate (eGFR).
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Glomerular filtration rate (GFR) test.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. eGFR (Estimated Glomerular Filtration Rate).
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Mengenal Penyakit Ginjal Kronis dan Cara Pencegahannya.

FAQ

1. Apakah harus puasa sebelum eGFR test?

Umumnya, kamu tidak perlu puasa total untuk eGFR test, namun beberapa laboratorium menyarankan untuk tidak mengonsumsi daging merah dalam jumlah besar 24 jam sebelum tes karena dapat memengaruhi kadar kreatinin untuk sementara.

2. Apa yang menyebabkan nilai eGFR rendah secara tiba-tiba?

Selain penyakit ginjal kronis, nilai eGFR bisa turun akibat dehidrasi berat, penggunaan obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID) berlebihan, infeksi saluran kemih, atau adanya sumbatan pada saluran kemih.

3. Apakah nilai eGFR bisa naik kembali?

Jika penurunan disebabkan oleh kondisi akut seperti dehidrasi atau efek samping obat, nilai eGFR bisa membaik setelah penyebabnya diatasi. Namun, pada penyakit ginjal kronis, fokus utamanya adalah menjaga agar angka tersebut tidak terus turun.

4. Seberapa sering saya harus melakukan tes eGFR?

Bagi orang sehat tanpa faktor risiko, pemeriksaan tahunan biasanya cukup. Namun bagi penderita diabetes atau hipertensi, dokter mungkin menyarankan pemeriksaan setiap 3-6 bulan sekali.


## Punya Keluhan Terkait Fungsi Ginjal? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu merasa khawatir dengan hasil tes kesehatan atau punya keluhan di area pinggang, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[Halodoc Intelligent Digital Assistant](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.