Ad Placeholder Image

Ekimosis: Penyebab Memar dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Juni 2026

Ekimosis: Memar? Penyebab, Cara Mengatasi & Kapan ke Dokter

Ekimosis: Penyebab Memar dan Cara MengatasinyaEkimosis: Penyebab Memar dan Cara Mengatasinya

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu mendapati bercak kebiruan atau keunguan di kulit secara tiba-tiba setelah terbentur sesuatu? Kondisi medis yang sering kita sebut sebagai memar ini dalam istilah medis dikenal dengan nama ekimosis. Secara garis besar, ekimosis adalah kondisi rembesan darah di bawah kulit yang berasal dari pembuluh darah kapiler yang pecah, sehingga menciptakan area perubahan warna yang lebih luas daripada bintik merah biasa.

Munculnya ekimosis sering kali dianggap sepele, namun bagi sebagian orang, memar yang muncul tanpa sebab yang jelas bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius. Memahami bagaimana proses terjadinya perubahan warna kulit ini sangat penting agar kamu tahu kapan kondisi tersebut cukup dirawat di rumah dan kapan kamu memerlukan bantuan medis profesional.

Penanganan ekimosis biasanya berfokus pada meredakan peradangan dan mempercepat penyerapan darah kembali ke dalam sistem tubuh. Meskipun sebagian besar kasus akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu dua hingga tiga minggu, penggunaan beberapa produk kesehatan dapat membantu mempercepat proses pemulihan kulitmu.

Nah, mau tahu apa saja informasi lengkap mengenai kondisi ini dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut ulasannya!

Mengenal Apa Itu Ekimosis

Ekimosis didefinisikan sebagai area perubahan warna kulit berukuran lebih dari 1 sentimeter yang disebabkan oleh keluarnya darah dari pembuluh darah yang pecah ke jaringan di bawah kulit (subkutan). Kondisi ini berbeda dengan perdarahan internal yang dalam, karena ekimosis terjadi di lapisan kulit atas yang terlihat jelas secara visual.

Proses perubahan warna pada ekimosis sebenarnya menunjukkan mekanisme penyembuhan tubuh. Awalnya, memar mungkin terlihat merah cerah karena darah yang kaya oksigen baru saja keluar. Seiring waktu, warna tersebut akan berubah menjadi biru atau ungu gelap karena oksigen berkurang. Setelah beberapa hari, warna akan memudar menjadi hijau, kuning, hingga cokelat muda berkat proses pemecahan hemoglobin oleh tubuh menjadi senyawa bernama biliverdin dan bilirubin.

Penting untuk diingat bahwa jika kamu mengalami memar yang disertai nyeri hebat atau muncul secara masif tanpa cedera, sebaiknya segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis yang akurat.

Penyebab Umum Ekimosis

Ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan timbulnya ekimosis pada tubuh kamu. Mengetahui penyebabnya adalah langkah awal yang krusial untuk menentukan tindakan selanjutnya.

1. Trauma atau Cedera Fisik

Ini adalah penyebab yang paling umum. Terbentur meja, jatuh, atau cedera saat berolahraga dapat merusak kapiler kecil di bawah kulit. Tekanan fisik ini memaksa darah keluar dari pembuluh dan terjebak di jaringan sekitarnya.

2. Penipisan Kulit Akibat Usia

Seiring bertambahnya usia, lapisan lemak pelindung di bawah kulit dan produksi kolagen akan menurun. Hal ini membuat pembuluh darah menjadi lebih rapuh dan mudah pecah bahkan hanya karena sentuhan ringan. Kondisi ini sering disebut sebagai purpura senilis.

3. Penggunaan Obat-obatan Tertentu

Beberapa jenis obat dapat meningkatkan risiko ekimosis. Obat pengencer darah (antikoagulan), aspirin, hingga penggunaan kortikosteroid jangka panjang dapat melemahkan dinding pembuluh darah atau menghambat proses pembekuan darah normal.

4. Kekurangan Vitamin

Vitamin C dan Vitamin K memiliki peran vital dalam kesehatan pembuluh darah dan pembekuan darah. Kekurangan vitamin ini dapat membuat kapiler mudah pecah dan menyebabkan memar muncul lebih sering.

Tips Mempercepat Penyembuhan Memar
  1. Segera kompres dengan es batu yang dibalut kain selama 15 menit pada area yang terbentur.
  2. Posisikan area yang memar lebih tinggi dari jantung untuk mengurangi aliran darah yang keluar.
  3. Hindari aktivitas berat yang dapat memicu pembengkakan lebih lanjut pada area tersebut.

Perbedaan Ekimosis, Petekie, dan Purpura

Banyak orang sering tertukar antara ekimosis dengan kondisi perdarahan kulit lainnya. Sebagai panduan, berikut adalah perbedaan mendasarnya:

  • Petekie: Merupakan bintik-bintik merah kecil berukuran kurang dari 3 milimeter. Biasanya tidak menonjol dan tidak memudar saat ditekan.
  • Purpura: Memiliki ukuran antara 3 milimeter hingga 1 sentimeter. Purpura sering dikaitkan dengan kondisi peradangan pembuluh darah (vaskulitis).
  • Ekimosis: Memiliki ukuran paling besar, yaitu di atas 1 sentimeter. Ekimosis cenderung memiliki batas yang tidak beraturan dan perubahan warna yang lebih bervariasi.

Cara Mengatasi Ekimosis di Rumah

Jika ekimosis disebabkan oleh cedera ringan, kamu bisa melakukan perawatan mandiri di rumah menggunakan metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation). Selain itu, kamu juga bisa menggunakan salep yang mengandung heparin sodium untuk membantu melarutkan gumpalan darah di bawah kulit lebih cepat.

Untuk kebutuhan perawatan kulit dan meredakan gejala, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah. Pastikan kamu selalu membaca aturan pakai pada kemasan atau menanyakan dosis yang tepat kepada apoteker.

Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?

Meskipun sebagian besar ekimosis tidak berbahaya, ada beberapa tanda bahaya yang harus kamu waspadai:

  • Memar muncul tiba-tiba tanpa adanya cedera yang jelas.
  • Memar disertai dengan perdarahan di bagian tubuh lain, seperti gusi berdarah atau mimisan.
  • Area memar terus bertambah luas dan disertai nyeri yang berdenyut atau sangat tajam.
  • Memar tidak menunjukkan tanda-tahun perubahan warna atau pengecilan ukuran setelah 2 minggu.
  • Muncul benjolan (hematoma) di atas area yang memar.

Studi Mengenai Ekimosis dan Pembekuan Darah

The New England Journal of Medicine menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa ekimosis yang tidak didasari oleh trauma seringkali berhubungan dengan disfungsi trombosit atau defisiensi faktor koagulasi tertentu.

Studi tersebut menekankan pentingnya evaluasi riwayat medis pasien, terutama penggunaan suplemen herbal seperti ginkgo biloba atau bawang putih dosis tinggi yang ternyata memiliki efek antipelat ringan yang dapat memperparah tampilan ekimosis pada individu yang rentan.

Punya Keluhan Memar yang Tak Kunjung Hilang? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan seperti memar atau lebam yang mengkhawatirkan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Segera periksakan diri jika memar yang kamu alami disertai gejala sistemik lainnya. Kamu bisa mendapatkan obat-obatan yang diperlukan dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc agar mendapatkan penanganan yang tepat sasaran.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Bruise: First Aid.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Ecchymosis: Causes, Symptoms & Treatment.
Healthline. Diakses pada 2026. What Is Ecchymosis?
Medical News Today. Diakses pada 2026. Everything you need to know about ecchymosis.

FAQ

1. Apakah ekimosis sama dengan lebam biasa?

Ya, ekimosis adalah istilah medis untuk lebam atau memar yang berukuran besar (lebih dari 1 cm). Keduanya merujuk pada perdarahan di bawah kulit akibat pecahnya pembuluh darah kapiler.

2. Berapa lama ekimosis akan hilang sepenuhnya?

Normalnya, ekimosis akan sembuh dan hilang sepenuhnya dalam waktu 2 hingga 3 minggu. Selama periode ini, warna memar akan berubah-ubah dari gelap hingga menguning sebelum hilang.

3. Mengapa orang tua lebih mudah mengalami ekimosis?

Karena seiring bertambahnya usia, kulit menjadi lebih tipis dan kehilangan lapisan lemak pelindung. Pembuluh darah juga menjadi lebih rapuh, sehingga tekanan ringan saja bisa memicu ekimosis.

4. Bisakah kekurangan vitamin menyebabkan memar?

Sangat bisa. Kekurangan Vitamin C dapat melemahkan kolagen pada dinding pembuluh darah, sementara kekurangan Vitamin K dapat mengganggu proses pembekuan darah yang normal.