Ad Placeholder Image

Eosinofil: Bukan Hanya Alergi, Ini Fakta Lengkapnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   16 April 2026

Mengenal Eosinophils: Peran Ganda Si Sel Imun Merah Jambu

Eosinofil: Bukan Hanya Alergi, Ini Fakta LengkapnyaEosinofil: Bukan Hanya Alergi, Ini Fakta Lengkapnya

Eosinofil: Mengenal Sel Darah Putih Penting untuk Kekebalan Tubuh dan Reaksi Alergi

Eosinofil adalah salah satu jenis sel darah putih atau leukosit yang memiliki peran krusial dalam sistem kekebalan tubuh. Meskipun jumlahnya tidak sebanyak jenis sel darah putih lainnya, eosinofil sangat penting dalam melawan infeksi parasit dan memoderasi respons alergi. Sel ini dikenal memiliki butiran-butiran (granula) khas yang berwarna merah muda cerah saat dilihat di bawah mikroskop.

Secara umum, eosinofil membantu melindungi tubuh dari berbagai ancaman. Namun, kadar eosinofil yang terlalu tinggi dalam darah atau jaringan dapat berkontribusi pada peradangan. Kondisi ini sering terlihat pada penyakit seperti asma, alergi, dan beberapa jenis infeksi tertentu. Memahami fungsi dan karakteristik eosinofil penting untuk mengidentifikasi potensi masalah kesehatan.

Definisi dan Karakteristik Eosinofil

Eosinofil terbentuk di sumsum tulang, kemudian bergerak melalui aliran darah ke berbagai jaringan tubuh. Ketika diaktifkan oleh ancaman seperti parasit atau pemicu alergi, sel ini melepaskan enzim dari granula toksiknya. Pelepasan enzim ini merupakan bagian dari respons pertahanan tubuh, namun juga dapat menyebabkan peradangan.

Ciri-ciri khas eosinofil membedakannya dari jenis sel darah putih lainnya.

  • Penampilan: Di bawah mikroskop, setelah diwarnai dengan pewarna khusus (hematoxylin dan eosin), eosinofil menunjukkan inti sel yang memiliki dua lobus atau bilobed. Butiran-butiran di dalam sitoplasmanya tampak berwarna merah muda cerah dengan tekstur seperti pasir, membuatnya sangat menonjol.
  • Asal: Sel ini diproduksi di dalam sumsum tulang, pusat produksi sel darah tubuh.
  • Lokasi: Eosinofil bersirkulasi dalam aliran darah, tetapi juga banyak ditemukan di jaringan tubuh. Terutama berada di saluran pencernaan, paru-paru, dan kulit.

Fungsi dan Peran Eosinofil dalam Tubuh

Eosinofil memiliki beberapa fungsi vital dalam menjaga kesehatan tubuh. Peran utamanya terkait dengan respons imun terhadap ancaman tertentu.

Berikut adalah fungsi kunci eosinofil:

  • Melawan Parasit: Eosinofil sangat efektif dalam menyerang dan menghilangkan infeksi parasit, seperti cacing. Sel ini melepaskan zat toksik yang dapat membunuh parasit berukuran besar.
  • Mengontrol Alergi dan Asma: Eosinofil terlibat aktif dalam reaksi alergi. Mereka melepaskan zat yang menyebabkan peradangan, yang bisa memicu gejala asma dan rinitis alergi (hay fever). Dalam kondisi alergi, kadar eosinofil seringkali meningkat.
  • Respons Imun Umum: Eosinofil membantu mengontrol infeksi dan menghancurkan zat asing berbahaya yang masuk ke dalam tubuh. Mereka merupakan bagian dari lini pertahanan pertama sistem kekebalan.

Kapan Kadar Eosinofil Berubah?

Kadar eosinofil dalam darah umumnya rendah. Perubahan signifikan pada jumlahnya dapat menjadi indikator adanya kondisi kesehatan tertentu. Pemeriksaan darah lengkap seringkali menyertakan hitung eosinofil.

Eosinofilia (Kadar Tinggi)

Eosinofilia adalah kondisi ketika kadar eosinofil dalam darah melebihi batas normal. Kondisi ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor.

  • Alergi: Sering dikaitkan dengan kondisi alergi seperti eksim, asma, dan alergi musiman.
  • Infeksi Parasit: Indikator kuat adanya infeksi parasit, terutama yang disebabkan oleh cacing.
  • Penyakit Autoimun: Beberapa penyakit autoimun dapat menyebabkan peningkatan eosinofil.
  • Reaksi Obat: Reaksi terhadap obat-obatan tertentu juga bisa memicu eosinofilia.

Jika kadar eosinofil terlalu tinggi dan menetap, hal ini dapat menyebabkan kerusakan jaringan tubuh.

Eosinopenia (Kadar Rendah)

Eosinopenia adalah kondisi di mana kadar eosinofil lebih rendah dari batas normal. Kondisi ini jarang menimbulkan gejala spesifik dan seringkali terdeteksi secara kebetulan.

  • Konsumsi Alkohol: Konsumsi alkohol berlebihan dapat dikaitkan dengan penurunan kadar eosinofil.
  • Infeksi Tertentu: Beberapa infeksi, seperti COVID-19, dilaporkan dapat menyebabkan eosinopenia.
  • Stres atau Penggunaan Kortikosteroid: Kondisi stres akut atau penggunaan obat kortikosteroid juga dapat menurunkan jumlah eosinofil.

Kondisi Terkait Eosinofil

Eosinofil yang meningkat secara signifikan merupakan pusat dari sekelompok penyakit yang disebut penyakit terkait eosinofil (Eosinophil-Associated Diseases/EADs). Penyakit ini melibatkan peradangan yang disebabkan oleh eosinofil di berbagai organ tubuh.

Contoh EADs meliputi:

  • Esofagitis Eosinofilik (EoE): Kondisi peradangan kronis pada kerongkongan (esofagus) yang disebabkan oleh penumpukan eosinofil. Dapat menyebabkan kesulitan menelan dan nyeri dada.
  • Gastroenteritis Eosinofilik: Peradangan pada saluran pencernaan yang melibatkan eosinofil, dapat mempengaruhi lambung, usus kecil, atau usus besar.
  • Asma Eosinofilik: Salah satu jenis asma yang ditandai dengan tingginya jumlah eosinofil di saluran napas, seringkali lebih parah dan sulit diobati.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Memahami peran eosinofil membantu menjelaskan banyak kondisi kesehatan, terutama yang berkaitan dengan alergi dan respons imun. Jika hasil pemeriksaan darah menunjukkan kadar eosinofil yang tidak normal atau jika mengalami gejala alergi, infeksi, atau masalah pencernaan yang persisten, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Dokter dapat membantu menafsirkan hasil tes dan menentukan penyebab yang mendasari.

Untuk informasi lebih lanjut atau konsultasi medis, jangan ragu untuk menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc. Tim medis profesional Halodoc siap memberikan saran dan penanganan yang tepat berdasarkan kondisi kesehatan.