Ad Placeholder Image

Eosinofil Rendah? Tak Bahaya, Pahami Penyebabnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026

Eosinofil Rendah: Pahami Artinya dan Penyebabnya

Eosinofil Rendah? Tak Bahaya, Pahami PenyebabnyaEosinofil Rendah? Tak Bahaya, Pahami Penyebabnya

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu menerima hasil pemeriksaan hitung darah lengkap dan menemukan istilah eosinopenia? Kondisi eosinofil rendah adalah situasi medis di mana jumlah sel darah putih jenis eosinofil berada di bawah rentang normal. Meskipun sering kali tidak menimbulkan gejala spesifik secara langsung, angka yang rendah ini bisa menjadi indikator adanya kondisi kesehatan tertentu yang sedang terjadi di dalam tubuhmu.

Memahami hasil laboratorium memang terkadang membingungkan bagi orang awam. Eosinofil sendiri merupakan bagian vital dari sistem kekebalan tubuh yang berfungsi melawan infeksi parasit dan berperan dalam reaksi alergi. Ketika jumlahnya menurun drastis, tubuh mungkin sedang merespons stres fisik yang berat atau adanya pengaruh dari zat kimia tertentu yang menekan produksi sel tersebut.

Penting bagi kamu untuk tidak langsung panik saat melihat hasil laboratorium yang menunjukkan angka rendah. Penanganan kondisi ini sangat bergantung pada penyebab dasarnya. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang bisa memicu penurunan sel ini dan kapan kamu harus mulai mencari bantuan medis profesional untuk mendapatkan diagnosis yang lebih akurat.

Nah, mau tahu apa saja informasi mendalam mengenai kondisi ini dan bagaimana langkah awal untuk menjaga kesehatan darahmu? Berikut ulasannya!

Apa Itu Eosinofil Rendah?

Secara medis, kondisi eosinofil rendah adalah disebut dengan eosinopenia. Eosinofil merupakan salah satu jenis leukosit atau sel darah putih yang diproduksi di sumsum tulang. Dalam kondisi normal, eosinofil mencakup sekitar 1% hingga 4% dari total sel darah putih dalam tubuh manusia. Angka normal ini biasanya berkisar antara 30 hingga 350 sel per mikroliter darah.

Eosinofil memiliki peran yang sangat spesifik, yaitu menghancurkan sel-sel asing, memerangi parasit, dan mengatur peradangan, terutama yang berkaitan dengan alergi atau asma. Ketika seseorang mengalami eosinopenia, jumlah sel ini turun mendekati nol atau sangat jauh di bawah ambang batas normal. Namun, perlu dicatat bahwa pada orang sehat, terkadang kadar eosinofil memang bisa rendah secara alami di waktu-waktu tertentu, seperti pada pagi hari.

Kondisi ini sering ditemukan secara tidak sengaja saat seseorang melakukan tes darah rutin (complete blood count/CBC). Karena fungsinya yang spesifik, penurunan eosinofil saja biasanya tidak cukup untuk mendiagnosis suatu penyakit tanpa melihat parameter sel darah putih lainnya, seperti neutrofil atau limfosit. Oleh karena itu, interpretasi hasil laboratorium harus dilakukan oleh tenaga medis ahli.

Penyebab Eosinofil Rendah dalam Darah

Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan penurunan kadar eosinofil. Berikut adalah beberapa penyebab yang paling umum ditemukan dalam praktik medis:

1. Penggunaan Obat-obatan Tertentu

Penyebab paling sering dari eosinopenia adalah penggunaan obat-obatan golongan kortikosteroid dalam jangka waktu tertentu. Steroid bekerja dengan cara menekan sistem imun, yang secara otomatis akan menurunkan jumlah eosinofil yang beredar dalam aliran darah. Selain steroid, penggunaan obat yang menekan sistem imun (imunosupresan) pasca transplantasi organ juga memberikan efek yang sama.

2. Stres Fisik yang Berat

Tubuh yang mengalami stres fisik ekstrem, seperti akibat luka bakar luas, pasca operasi besar, atau cedera fisik yang parah, akan melepaskan hormon kortisol dalam jumlah besar. Peningkatan kortisol alami ini secara langsung dapat menekan produksi dan pelepasan eosinofil dari sumsum tulang ke pembuluh darah.

3. Infeksi Akut

Berbeda dengan infeksi parasit yang justru meningkatkan eosinofil, infeksi bakteri akut atau sepsis sering kali menyebabkan kadar eosinofil turun drastis. Hal ini terjadi karena tubuh memprioritaskan produksi neutrofil untuk melawan bakteri, sehingga produksi eosinofil berkurang untuk sementara waktu.

4. Konsumsi Alkohol Berlebih

Konsumsi alkohol secara berlebihan dalam jangka panjang dapat merusak kemampuan sumsum tulang dalam memproduksi sel-sel darah secara normal. Hal ini tidak hanya memengaruhi eosinofil, tetapi juga sel darah putih lainnya, sel darah merah, dan trombosit.

Faktor Pemicu Eosinopenia yang Jarang Diketahui
  1. Gangguan pada kelenjar adrenal (seperti sindrom Cushing).
  2. Kondisi psikologis atau stres mental yang sangat kronis.
  3. Kekurangan gizi atau malnutrisi energi protein yang ekstrem.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Sebenarnya, eosinopenia itu sendiri jarang menimbulkan gejala yang khas. Gejala yang dirasakan pasien biasanya berasal dari penyakit atau kondisi yang menyebabkan eosinofil tersebut rendah. Misalnya, jika disebabkan oleh infeksi, maka gejalanya adalah demam, lemas, dan menggigil. Jika disebabkan oleh sindrom Cushing, gejalanya mungkin berupa penambahan berat badan yang tidak wajar atau perubahan pada kulit.

Namun, jika kamu merasa tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi atau merasa sangat lelah tanpa alasan yang jelas, ini bisa menjadi pertanda adanya ketidakseimbangan pada komponen sel darah putihmu. Pemeriksaan rutin sangat disarankan untuk memantau kondisi ini secara berkala.

Cara Menangani Eosinofil yang Rendah

Penanganan eosinofil rendah tidak dilakukan dengan memberikan “obat peningkat eosinofil”, melainkan dengan mengatasi akar permasalahannya. Berikut beberapa langkah yang biasanya diambil:

1. Penyesuaian Dosis Obat

Jika penurunan eosinofil disebabkan oleh konsumsi kortikosteroid, dokter mungkin akan menyesuaikan dosis atau mengganti jenis obat jika memungkinkan. Jangan pernah menghentikan konsumsi obat resep secara tiba-tiba tanpa berkonsultasi terlebih dahulu.

2. Mengelola Stres dan Istirahat Cukup

Mengingat stres fisik dan mental merupakan pemicu utama, memperbaiki pola tidur dan mengelola stres dengan teknik relaksasi dapat membantu menyeimbangkan kembali kadar hormon kortisol dalam tubuh, yang pada gilirannya akan menormalkan jumlah sel darah putih.

3. Memenuhi Kebutuhan Nutrisi

Meskipun bukan obat langsung, mengonsumsi makanan bergizi seimbang membantu sumsum tulang bekerja optimal. Untuk mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah untuk mendapatkan suplemen pendukung imun yang direkomendasikan.

Studi Mengenai Eosinofil Rendah

PubMed/NCBI menerbitkan studi di tahun 2020 yang menjelaskan bahwa eosinopenia dapat digunakan sebagai biomarker awal untuk mendeteksi tingkat keparahan infeksi pada pasien yang masuk ke unit gawat darurat. Studi tersebut menemukan bahwa pasien dengan kadar eosinofil mendekati nol memiliki risiko lebih tinggi terhadap sepsis dibandingkan pasien dengan kadar eosinofil normal.

Temuan ini menegaskan bahwa meskipun eosinofil sering dianggap kurang penting dibanding neutrofil, kehadirannya yang sangat rendah adalah sinyal peringatan serius bagi klinisi untuk segera melakukan tindakan medis agresif pada kasus infeksi akut.

Jika kamu mendapati hasil tes darah menunjukkan angka yang tidak normal atau memiliki keluhan kesehatan yang mengganggu, segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan penjelasan yang komprehensif mengenai kondisi kesehatanmu.

Kamu bisa mendapatkan berbagai kebutuhan kesehatan dengan praktis dan cepat melalui Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui aplikasi Halodoc tanpa harus keluar rumah.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Eosinophilia and Eosinopenia: What You Need to Know.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Eosinopenia: Definition, Causes and Symptoms.
Healthline. Diakses pada 2026. What Is Eosinopenia and How Is It Treated?
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2026. Eosinopenia as a Diagnostic Marker of Infection.

FAQ

1. Apakah eosinofil rendah adalah kondisi yang berbahaya?

Eosinofil rendah biasanya tidak berbahaya jika terjadi dalam jangka pendek. Namun, jika jumlahnya nol secara konsisten, hal ini bisa menandakan adanya infeksi bakteri berat atau gangguan pada kelenjar adrenal yang memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut.

2. Apa perbedaan antara eosinofilia dan eosinopenia?

Eosinofilia adalah kondisi di mana kadar eosinofil terlalu tinggi (sering karena alergi atau parasit), sedangkan eosinopenia adalah kondisi di mana kadar eosinofil terlalu rendah (sering karena stres, steroid, atau infeksi akut).

3. Makanan apa yang bisa menaikkan eosinofil?

Tidak ada makanan spesifik untuk menaikkan eosinofil. Fokuslah pada nutrisi seimbang yang mendukung kesehatan sumsum tulang, seperti protein, zat besi, vitamin B12, dan asam folat agar produksi sel darah putih berjalan normal.

4. Bisakah stres menyebabkan eosinofil rendah?

Ya, stres fisik yang berat seperti setelah operasi, luka bakar, atau cedera parah dapat menyebabkan pelepasan kortisol yang menekan jumlah eosinofil dalam darah secara signifikan.


## Punya Hasil Laboratorium yang Membingungkan? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu baru saja menerima hasil tes darah dan bingung melihat angka eosinofil yang rendah? Tidak perlu khawatir! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant)](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.