
Epitel Positif: Arti, Jenis, dan Kaitannya dengan Kesehatan
Keberadaan sel epitel di urine dapat memberikan informasi tentang kondisi kesehatan.

DAFTAR ISI
- Rekomendasi Suplemen Kesehatan Saluran Kemih
- Jenis-Jenis Sel Epitel dalam Urine
- Penyebab Jumlah Sel Epitel Meningkat
- Studi Terkait
- FAQ
Pernahkah kamu melakukan tes urine (urinalisis) dan melihat kata “epitel” atau “sel epitel” pada lembar hasil laboratorium? Bagi sebagian orang, temuan medis ini kerap menimbulkan rasa cemas dan tanda tanya. Secara anatomis, sel epitel adalah sel-sel yang melapisi seluruh permukaan tubuh kamu, baik di bagian luar seperti kulit, maupun di bagian dalam seperti pembuluh darah, saluran pernapasan, dan saluran kemih.
Adanya sel epitel dalam jumlah kecil di dalam urine sebenarnya adalah hal yang sangat normal. Tubuh manusia secara alami akan melepaskan sel-sel epitel yang sudah tua dari kandung kemih maupun uretra untuk digantikan dengan sel yang baru. Namun, jika jumlah sel epitel yang ditemukan dalam sampel urine tergolong tinggi atau “positif” dalam jumlah yang tidak wajar, ini bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut. Jika kamu mengalami gejala penyerta seperti nyeri saat buang air kecil, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis yang akurat.
Kondisi epitel positif yang melebihi batas normal sering kali berkaitan erat dengan infeksi, peradangan, atau gangguan pada ginjal dan saluran kemih. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk tidak mengabaikan hasil laboratorium ini. Menjaga kebersihan area intim, mengonsumsi air putih yang cukup, serta asupan suplemen yang tepat bisa menjadi langkah awal untuk menjaga kesehatan saluran kemihmu.
Nah, jika kamu ingin menjaga kesehatan ginjal dan saluran kemih untuk mencegah terjadinya infeksi, mau tahu apa saja pilihan suplemen pendukungnya? Berikut ulasannya!
Rekomendasi Suplemen Kesehatan Saluran Kemih yang Ampuh
Meskipun peningkatan sel epitel akibat kondisi medis tertentu memerlukan penanganan dokter, kamu bisa melakukan tindakan pencegahan dan pemeliharaan kesehatan saluran kemih secara mandiri. Berikut adalah beberapa rekomendasi produk suplemen dan vitamin over-the-counter (OTC) yang aman untuk dikonsumsi harian guna mendukung fungsi kandung kemih dan ginjal.
1. Prive Uri-Cran 10 Kapsul
Prive Uri-Cran adalah suplemen herbal yang sangat populer untuk menjaga kesehatan saluran kemih. Produk ini mengandung ekstrak Cranberry (Vaccinium macrocarpon) sebanyak 250 mg per kapsulnya. Cranberry mengandung senyawa aktif bernama proanthocyanidins (PACs) tipe A. Cara kerjanya sangat unik, PACs mencegah bakteri patogen, terutama Escherichia coli (E. coli), agar tidak menempel pada dinding epitel saluran kemih. Jika bakteri tidak bisa menempel, mereka akan terbuang bersama urine.
Manfaat spesifik dari Prive Uri-Cran adalah membantu memelihara kesehatan saluran kemih, mencegah infeksi saluran kemih (ISK) berulang, serta membantu meredakan gejala awal ISK seperti anyang-anyangan dan frekuensi buang air kecil yang meningkat.
Dosis dan aturan pakai:
- Dewasa: 1-2 kapsul per hari.
- Sebaiknya dikonsumsi setelah makan dan diiringi dengan minum air putih yang banyak.
Suplemen ini termasuk golongan obat bebas yang bisa dibeli tanpa resep dokter. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Prive Uri-Cran 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc
Faktor Pemicu Peningkatan Sel Epitel dalam Urine
- Infeksi Saluran Kemih (ISK): Peradangan menyebabkan sel epitel di dinding uretra dan kandung kemih terkelupas lebih cepat.
- Infeksi Jamur: Khususnya pada wanita, infeksi jamur Candida dapat memicu pelepasan sel epitel skuamosa.
- Penyakit Ginjal: Kerusakan pada ginjal dapat melepaskan epitel tubulus ginjal yang merupakan pertanda bahaya.
- Metode Pengambilan Urine Kurang Bersih: Kontaminasi dari kulit di sekitar area genital dapat menyebabkan tingginya epitel skuamosa pada sampel urine.
2. Nutrimax Uricare 30 Kapsul
Nutrimax Uricare merupakan suplemen peningkat kesehatan ginjal yang diformulasikan dari kombinasi herbal alami. Kandungan aktifnya meliputi ekstrak Celery, Orthosiphon (Kumis Kucing), dan berbagai herbal lainnya yang telah lama dikenal dalam pengobatan tradisional untuk saluran kemih. Cara kerjanya adalah dengan memberikan efek diuretik ringan yang membantu melancarkan buang air kecil dan membilas toksin dari dalam sistem perkemihan.
Manfaat utama suplemen ini adalah membantu menjaga kesehatan organ ginjal, membantu meluruhkan kristal atau batu ginjal berukuran sangat kecil (pencegahan batu ginjal), serta menormalkan kadar asam urat dalam darah yang bisa membebani kerja ginjal.
Dosis dan aturan pakai:
- Dewasa: 1-2 kapsul per hari.
- Dikonsumsi setelah makan. Disarankan untuk memperbanyak minum air putih minimal 2,5 liter per hari selama mengonsumsi produk ini.
Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Nutrimax Uricare 30 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc
3. Enervon-C Multivitamin 30 Tablet
Meski dikenal sebagai suplemen daya tahan tubuh, vitamin C (Asam Askorbat) memiliki peran penting dalam kesehatan saluran perkemihan. Enervon-C mengandung Vitamin C 500 mg ditambah dengan Vitamin B Kompleks. Cara kerjanya dalam konteks kesehatan saluran kemih adalah dengan meningkatkan keasaman urine. Urine yang bersifat asam akan menciptakan lingkungan yang tidak ramah bagi pertumbuhan bakteri penyebab infeksi saluran kemih.
Manfaat spesifik produk ini adalah meningkatkan sistem imun tubuh secara keseluruhan agar mampu melawan infeksi bakteri dan virus, membantu pemulihan saat sakit, dan secara tidak langsung membantu mencegah kolonisasi bakteri di dinding epitel kandung kemih.
Dosis dan aturan pakai:
- Dewasa: 1 tablet per hari.
- Dapat dikonsumsi saat atau setelah makan untuk mengurangi potensi ketidaknyamanan pada lambung.
Obat ini termasuk golongan obat bebas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Enervon-C Multivitamin 30 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
Jenis-Jenis Sel Epitel dalam Urine
Penting untuk diketahui bahwa tidak semua sel epitel itu sama. Dalam pengujian laboratorium, teknisi atau dokter patologi akan melihat mikroskop untuk mengidentifikasi bentuk sel epitel yang luruh. Ada tiga jenis sel epitel utama yang bisa ditemukan dalam urine, dan masing-masing memberikan petunjuk klinis yang berbeda:
1. Epitel Skuamosa (Squamous Epithelial Cells)
Sel-sel ini berasal dari bagian luar uretra atau vagina. Memiliki bentuk yang besar dan pipih. Jika hasil lab menunjukkan epitel skuamosa yang tinggi (terutama pada wanita), kemungkinan besar sampel urine terkontaminasi oleh cairan vagina atau sel dari kulit sekitar area genital saat menampung urine. Ini adalah kondisi yang tidak berbahaya, namun dokter mungkin akan meminta kamu mengulang tes dengan metode “clean catch” (urine porsi tengah).
2. Epitel Transisional (Transitional Epithelial Cells)
Sel epitel transisional berasal dari ureter (saluran antara ginjal dan kandung kemih), kandung kemih, dan bagian atas uretra. Keberadaan sel ini dalam jumlah wajar adalah normal seiring pertambahan usia. Namun, jika jumlahnya melonjak drastis, ini bisa menjadi indikasi adanya infeksi kandung kemih yang parah, masalah struktural, atau dalam kasus yang jarang terjadi, indikasi kanker kandung kemih.
3. Epitel Tubulus Ginjal (Renal Tubular Epithelial Cells)
Ini adalah jenis sel epitel yang paling penting dan patut diwaspadai. Sel ini berasal dari tubulus di dalam organ ginjal itu sendiri. Ditemukannya sel epitel ginjal di dalam urine mengindikasikan adanya kerusakan atau peradangan langsung pada ginjal. Kondisi ini bisa disebabkan oleh infeksi ginjal kronis, paparan logam berat, penolakan transplantasi ginjal, atau sindrom nefrotik.
Penyebab Jumlah Sel Epitel Meningkat dan Kapan Harus ke Dokter
Adanya peningkatan sel epitel tidak selalu berarti kamu mengidap penyakit parah. Namun, beberapa keluhan penyerta wajib kamu perhatikan. Jika temuan epitel positif dibarengi dengan keluhan fisik, segera lakukan pemeriksaan medis. Beberapa kondisi yang menyebabkan hal ini antara lain:
1. Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Ini adalah penyebab paling umum. Bakteri yang masuk ke uretra memicu peradangan, sehingga lapisan epitel terkelupas. Gejalanya meliputi nyeri saat buang air kecil, urine berbau menyengat, urine keruh, dan rasa ingin buang air kecil terus-menerus (anyang-anyangan).
2. Batu Ginjal
Kristal yang mengeras di ginjal dapat bergerak turun melalui saluran kemih, menggores dinding saluran (epitel), dan menyebabkan perdarahan mikroskopis serta pengelupasan sel. Gejala utamanya adalah nyeri punggung bawah yang sangat hebat dan bisa menjalar hingga ke pangkal paha.
Studi Mengenai Urinalisis dan Epitel
National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan sebuah studi literatur yang menjelaskan bahwa temuan sel epitel skuamosa dalam jumlah besar (>15-20 sel per lapangan pandang mikroskop) secara kuat mengindikasikan kontaminasi sampel urine oleh flora normal kulit, yang sering kali menutupi deteksi bakteri patogen penyebab ISK.
Studi ini menegaskan pentingnya edukasi dari tenaga medis kepada pasien mengenai cara pengambilan sampel urine porsi tengah (midstream clean catch). Mengusap area genital sebelum menampung urine dapat secara signifikan menurunkan jumlah sel epitel skuamosa yang terbawa, sehingga hasil kultur urine menjadi jauh lebih akurat.
Jika keluhan berlanjut, jangan ragu untuk menemui dokter spesialis urologi atau penyakit dalam. Semakin cepat diagnosis ditegakkan, komplikasi pada ginjal dapat dihindari. Jangan lupa, kamu bisa **beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah** untuk segala kebutuhan vitamin dan suplemen harianmu.
Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Urinalysis.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Epithelial Cells in Urine.
WebMD. Diakses pada 2024. What Are Epithelial Cells in Urine?
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. The Importance of Urinalysis in Clinical Practice.
FAQ
1. Apakah sel epitel positif dalam urine selalu berbahaya?
Tidak selalu. Sedikit sel epitel dalam urine adalah hal yang normal karena sel tubuh terus melakukan regenerasi. Namun, jumlah yang sangat tinggi, terutama jenis epitel ginjal, membutuhkan pemeriksaan medis lebih lanjut.
2. Apa perbedaan sel epitel skuamosa dan epitel transisional?
Epitel skuamosa berasal dari uretra bagian luar atau vagina dan sering mengindikasikan kontaminasi sampel. Sementara epitel transisional berasal dari kandung kemih dan ureter, yang jika jumlahnya meningkat, bisa menjadi tanda infeksi atau peradangan di area tersebut.
3. Bagaimana cara mengambil urine yang benar agar hasil tes epitel akurat?
Gunakan metode “porsi tengah” (midstream clean-catch). Bersihkan area genital, keluarkan sedikit urine pertama ke toilet, lalu tampung urine yang keluar di pertengahan aliran ke dalam wadah, dan sisanya dibuang ke toilet.
4. Apakah minum banyak air putih dapat menurunkan jumlah sel epitel dalam urine?
Minum banyak air putih dapat membantu membilas saluran kemih dan mencegah menempelnya bakteri. Jika tingginya sel epitel disebabkan oleh iritasi ringan atau dehidrasi, peningkatan asupan cairan sangat membantu memperbaikinya.


