Ad Placeholder Image

Eritroblastosis Fetalis: Gejala, Penyebab, Pencegahan

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Februari 2026

Eritroblastosis Fetalis: Gejala, Penyebab, Pencegahan

Eritroblastosis Fetalis: Gejala, Penyebab, PencegahanEritroblastosis Fetalis: Gejala, Penyebab, Pencegahan

Eritroblastosis fetalis adalah kondisi serius yang terjadi pada bayi baru lahir akibat ketidakcocokan golongan darah antara ibu dan janin. Kondisi ini menyebabkan sel darah merah bayi dihancurkan oleh antibodi ibu, mengakibatkan berbagai masalah kesehatan. Deteksi dini dan penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi yang mengancam jiwa.

Apa itu Eritroblastosis Fetalis?

Eritroblastosis fetalis, juga dikenal sebagai penyakit hemolitik pada janin dan bayi baru lahir, adalah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh ibu menyerang sel darah merah janin. Serangan ini terjadi karena adanya perbedaan golongan darah, biasanya rhesus (Rh) antara ibu dan janin.

Ketika ibu dengan Rh-negatif mengandung bayi dengan Rh-positif, tubuh ibu dapat menghasilkan antibodi untuk melawan sel darah merah Rh-positif bayi. Antibodi ini dapat menyeberang plasenta dan menghancurkan sel darah merah bayi, menyebabkan anemia dan masalah kesehatan lainnya.

Penyebab Eritroblastosis Fetalis

Penyebab utama eritroblastosis fetalis adalah ketidakcocokan Rhesus (Rh) antara ibu dan janin. Kondisi ini terjadi ketika ibu memiliki golongan darah Rh-negatif dan janin memiliki golongan darah Rh-positif, yang diwarisi dari ayah.

Selain ketidakcocokan Rh, perbedaan golongan darah lain seperti ABO juga dapat menyebabkan eritroblastosis fetalis, meskipun kasusnya lebih ringan. Paparan terhadap sel darah merah janin selama kehamilan sebelumnya, persalinan, atau prosedur medis tertentu dapat memicu produksi antibodi pada ibu Rh-negatif.

Gejala Eritroblastosis Fetalis

Gejala eritroblastosis fetalis dapat bervariasi, tergantung pada tingkat keparahan kondisi. Beberapa bayi mungkin hanya mengalami gejala ringan, sementara yang lain dapat mengalami komplikasi serius.

  • Anemia berat: Kekurangan sel darah merah menyebabkan kelelahan, pucat, dan sesak napas.
  • Bayi kuning (ikterus): Kadar bilirubin yang tinggi menyebabkan kulit dan mata bayi menguning.
  • Pembesaran hati dan limpa: Organ-organ ini bekerja lebih keras untuk mengatasi kerusakan sel darah merah.
  • Hidrops fetalis: Penumpukan cairan abnormal di jaringan dan organ bayi, menyebabkan pembengkakanGeneral edema.

Diagnosis Eritroblastosis Fetalis

Diagnosis eritroblastosis fetalis biasanya dilakukan selama kehamilan melalui serangkaian pemeriksaan prenatal. Pemeriksaan ini membantu mengidentifikasi risiko dan memantau kondisi janin.

  • Pemeriksaan golongan darah dan Rh: Menentukan golongan darah dan status Rh ibu dan ayah.
  • Uji antibodi: Mendeteksi keberadaan antibodi terhadap sel darah merah janin dalam darah ibu.
  • Amniosentesis atau kordosentesis: Pengambilan sampel cairan ketuban atau darah janin untuk memeriksa anemia dan kadar bilirubin.
  • USG: Memantau perkembangan janin dan mendeteksi tanda-tanda hidrops fetalis.

Pengobatan Eritroblastosis Fetalis

Pengobatan eritroblastosis fetalis bertujuan untuk mengatasi anemia dan mencegah komplikasi serius. Pilihan pengobatan tergantung pada tingkat keparahan kondisi dan usia kehamilan.

  • Transfusi darah intrauterin: Transfusi darah dilakukan pada janin melalui tali pusar untuk meningkatkan jumlah sel darah merah.
  • Persalinan dini: Jika kondisi janin memburuk, persalinan dini mungkin diperlukan.
  • Transfusi tukar: Setelah lahir, transfusi tukar dapat dilakukan untuk menggantikan darah bayi dengan darah donor yang cocok.
  • Fototerapi: Paparan cahaya biru membantu menurunkan kadar bilirubin pada bayi kuning.

Pencegahan Eritroblastosis Fetalis

Pencegahan eritroblastosis fetalis sangat penting, terutama bagi ibu dengan Rh-negatif. Langkah-langkah pencegahan meliputi:

  • Suntikan imunoglobulin Rh (RhoGAM): Diberikan pada ibu Rh-negatif pada usia kehamilan 28 minggu dan setelah melahirkan bayi Rh-positif. RhoGAM mencegah pembentukan antibodi Rh.
  • Pemeriksaan rutin selama kehamilan: Memantau kondisi ibu dan janin untuk mendeteksi masalah sejak dini.

Komplikasi Eritroblastosis Fetalis

Jika tidak diobati, eritroblastosis fetalis dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk:

  • Gagal jantung
  • Kerusakan otak (kernikterus)
  • Kematian janin atau bayi baru lahir

Kapan Harus ke Dokter?

Ibu hamil dengan Rh-negatif harus berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Deteksi dini dan penanganan yang cepat sangat penting untuk mencegah komplikasi serius pada bayi.

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang eritroblastosis fetalis, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan di Halodoc. Dengan penanganan yang tepat, risiko komplikasi dapat diminimalkan, dan bayi dapat tumbuh sehat.