Ad Placeholder Image

Eritroblastosis Fetalis: Kenali Penyakit Bayi Ini

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Maret 2026

Eritroblastosis Fetalis: Pengertian, Penyebab, Pencegahan

Eritroblastosis Fetalis: Kenali Penyakit Bayi IniEritroblastosis Fetalis: Kenali Penyakit Bayi Ini

Eritroblastosis fetalis adalah suatu kondisi medis serius yang memengaruhi janin atau bayi baru lahir. Kelainan ini terjadi akibat ketidakcocokan golongan darah atau faktor Rhesus (Rh) antara ibu dan bayi. Dalam kondisi ini, sistem kekebalan tubuh ibu menyerang dan menghancurkan sel darah merah bayi, menyebabkan anemia berat, kerusakan organ, dan bahkan kematian jika tidak ditangani dengan tepat. Kondisi ini sering kali ditemukan ketika ibu memiliki golongan darah Rh-negatif dan mengandung bayi dengan golongan darah Rh-positif. Antibodi yang diproduksi oleh tubuh ibu dapat menyerang sel darah merah bayi pada kehamilan berikutnya.

Apa Itu Eritroblastosis Fetalis?

Eritroblastosis fetalis, juga dikenal sebagai penyakit hemolitik pada bayi baru lahir, adalah kondisi medis yang mengancam jiwa. Ini merupakan respons imunologis di mana tubuh ibu membentuk antibodi terhadap sel darah merah bayi. Serangan antibodi ini menyebabkan sel darah merah bayi hancur (hemolisis), mengakibatkan anemia. Kerusakan sel darah merah yang terus-menerus dapat mengganggu fungsi organ vital dan pertumbuhan janin. Kondisi ini umumnya tidak terjadi pada kehamilan pertama. Namun, jika darah ibu Rh-negatif terpapar darah bayi Rh-positif saat kehamilan pertama atau persalinan, tubuh ibu akan memproduksi antibodi. Antibodi ini akan menjadi ancaman serius pada kehamilan berikutnya dengan bayi Rh-positif.

Penyebab Utama Eritroblastosis Fetalis

Penyebab utama eritroblastosis fetalis adalah inkompatibilitas golongan darah antara ibu dan bayi. Ada dua jenis inkompatibilitas yang paling sering terjadi:

  • **Inkompatibilitas Rh:** Ini adalah penyebab paling umum dan serius. Terjadi ketika seorang ibu bergolongan darah Rh-negatif mengandung bayi bergolongan darah Rh-positif. Darah Rh-positif bayi, yang diwarisi dari ayah, dianggap sebagai benda asing oleh sistem kekebalan tubuh ibu. Akibatnya, tubuh ibu memproduksi antibodi untuk melawan darah Rh-positif tersebut. Pada kehamilan berikutnya, antibodi yang sudah terbentuk ini dapat melintasi plasenta dan menyerang sel darah merah bayi yang Rh-positif.
  • **Inkompatibilitas ABO:** Lebih jarang dan umumnya tidak separah inkompatibilitas Rh. Ini terjadi ketika ibu memiliki golongan darah O, dan bayi memiliki golongan darah A, B, atau AB. Meskipun antibodi ibu terhadap golongan darah A atau B dapat melintasi plasenta, reaksinya cenderung lebih ringan dibandingkan dengan inkompatibilitas Rh.

Dampak dan Gejala Eritroblastosis Fetalis pada Bayi

Dampak eritroblastosis fetalis pada bayi dapat sangat bervariasi, mulai dari ringan hingga mengancam jiwa. Beberapa dampak dan gejala yang dapat diamati meliputi:

  • **Anemia Berat:** Penghancuran sel darah merah secara masif menyebabkan bayi kekurangan sel darah merah yang sehat. Sel darah merah bertanggung jawab membawa oksigen ke seluruh tubuh, sehingga anemia parah dapat menyebabkan organ-organ tidak mendapatkan oksigen yang cukup.
  • **Kerusakan Organ:** Anemia parah dan kekurangan oksigen dapat mengganggu pertumbuhan dan fungsi organ vital bayi, seperti jantung, paru-paru, dan otak. Ini dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang.
  • **Jaundice (Penyakit Kuning):** Pemecahan sel darah merah menghasilkan produk limbah yang disebut bilirubin. Ketika kadar bilirubin menumpuk di dalam tubuh bayi, kulit dan mata bayi dapat menguning, kondisi ini dikenal sebagai jaundice. Jaundice yang tidak diobati dapat merusak otak.
  • **Hidrops Fetalis:** Ini adalah komplikasi paling serius dan mengancam nyawa. Hidrops fetalis ditandai dengan penumpukan cairan masif di berbagai bagian tubuh janin, termasuk perut, paru-paru, dan kulit. Kondisi ini menunjukkan gagal jantung kongestif dan sering kali berakibat fatal.
  • **Kematian Janin atau Bayi Baru Lahir:** Dalam kasus yang paling parah, eritroblastosis fetalis dapat menyebabkan keguguran, kematian janin dalam kandungan (stillbirth), atau kematian segera setelah lahir akibat komplikasi berat.

Pencegahan Eritroblastosis Fetalis

Pencegahan adalah kunci dalam menangani eritroblastosis fetalis, terutama pada inkompatibilitas Rh. Langkah-langkah pencegahan meliputi:

  • **Pemeriksaan Awal Golongan Darah dan Faktor Rh Ibu:** Sangat penting bagi semua ibu hamil untuk mengetahui golongan darah dan status Rh mereka di awal kehamilan. Hal ini memungkinkan dokter untuk mengidentifikasi risiko lebih awal.
  • **Pemberian Imunoglobulin Rh (RhoGAM):** Jika ibu Rh-negatif, akan diberikan suntikan RhoGAM. RhoGAM mengandung antibodi yang mencegah tubuh ibu membentuk antibodi sendiri terhadap darah Rh-positif bayi. Suntikan ini biasanya diberikan pada usia kehamilan sekitar 28 minggu, dan lagi dalam 72 jam setelah melahirkan jika bayi ternyata Rh-positif. RhoGAM juga diberikan setelah prosedur yang berisiko menyebabkan percampuran darah ibu dan bayi, seperti amniosentesis atau perdarahan kehamilan.

Penanganan Eritroblastosis Fetalis

Jika eritroblastosis fetalis terdeteksi, penanganan akan disesuaikan dengan tingkat keparahan kondisi.

  • **Transfusi Darah dalam Rahim (Intrauterine Transfusion):** Untuk kasus anemia berat pada janin, transfusi darah dapat dilakukan saat bayi masih dalam kandungan. Prosedur ini melibatkan penyuntikan darah Rh-negatif langsung ke pembuluh darah janin untuk menggantikan sel darah merah yang hancur.
  • **Transfusi Darah Setelah Lahir:** Bayi yang lahir dengan eritroblastosis fetalis mungkin memerlukan transfusi darah segera setelah lahir untuk mengatasi anemia parah. Transfusi tukar (exchange transfusion) juga bisa dilakukan untuk mengganti darah bayi dengan darah baru dan mengurangi kadar bilirubin.
  • **Fototerapi:** Untuk mengatasi jaundice pada bayi baru lahir, fototerapi (terapi sinar) dapat digunakan. Bayi ditempatkan di bawah lampu khusus yang membantu memecah bilirubin dalam kulit, sehingga lebih mudah dikeluarkan dari tubuh.
  • **Pengobatan Lainnya:** Obat-obatan tertentu mungkin diberikan untuk membantu fungsi jantung atau mengurangi retensi cairan pada bayi dengan hidrops fetalis.

Eritroblastosis fetalis adalah kondisi serius yang membutuhkan perhatian medis segera. Deteksi dini melalui pemeriksaan golongan darah ibu dan faktor Rh sangat penting untuk pencegahan dan penanganan yang efektif. Jika ibu memiliki golongan darah Rh-negatif, konsultasi dengan dokter kandungan untuk mendapatkan imunoglobulin Rh (RhoGAM) dapat mencegah komplikasi pada kehamilan berikutnya. Untuk informasi lebih lanjut mengenai eritroblastosis fetalis, atau untuk menjadwalkan konsultasi dengan dokter ahli, kunjungi Halodoc.