Ad Placeholder Image

Eritroblastosis Fetalis: Saat Ibu Serang Darah Bayi

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   26 Februari 2026

Eritroblastosis Fetalis: Beda Darah Ibu Bayi Ini Bahayanya

Eritroblastosis Fetalis: Saat Ibu Serang Darah BayiEritroblastosis Fetalis: Saat Ibu Serang Darah Bayi

Eritroblastosis Fetalis adalah: Memahami Kondisi Serius pada Janin

Eritroblastosis fetalis adalah kelainan serius yang dapat terjadi pada janin atau bayi baru lahir. Kondisi ini muncul akibat ketidakcocokan golongan darah atau faktor Rhesus (Rh) antara ibu dan bayi. Sistem kekebalan tubuh ibu menyerang dan menghancurkan sel darah merah bayi. Akibatnya, bayi bisa mengalami anemia berat, kerusakan organ, dan bahkan berisiko kematian jika tidak ditangani dengan tepat.

Artikel ini akan mengupas tuntas apa itu eritroblastosis fetalis, mulai dari penyebab, dampak, hingga strategi pencegahan dan penanganannya. Informasi ini penting bagi calon orang tua dan keluarga untuk memahami risiko serta langkah-langkah medis yang bisa dilakukan.

Apa Itu Eritroblastosis Fetalis?

Eritroblastosis fetalis, juga dikenal sebagai penyakit hemolitik pada bayi baru lahir (Hemolytic Disease of the Newborn/HDN), adalah kondisi medis di mana sel darah merah janin dihancurkan oleh antibodi dari ibu. Penghancuran ini terjadi karena adanya perbedaan golongan darah atau faktor Rh antara ibu dan bayi. Sistem imun ibu mengenali sel darah merah bayi sebagai “benda asing” dan memproduksi antibodi untuk melawannya.

Kondisi ini paling sering terjadi ketika seorang ibu memiliki golongan darah Rh-negatif dan mengandung bayi dengan golongan darah Rh-positif. Antibodi yang terbentuk selama kehamilan pertama biasanya tidak langsung memengaruhi bayi pertama. Namun, pada kehamilan berikutnya dengan bayi Rh-positif, antibodi tersebut bisa melewati plasenta dan menyerang sel darah merah bayi, menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

Penyebab Utama Eritroblastosis Fetalis

Eritroblastosis fetalis terutama disebabkan oleh ketidaksesuaian golongan darah. Ada dua jenis inkompatibilitas yang menjadi penyebab utamanya:

Inkompatibilitas Rhesus (Rh)

Ini adalah penyebab paling umum dari eritroblastosis fetalis. Terjadi ketika:

  • Ibu bergolongan darah Rh-negatif.
  • Ayah bergolongan darah Rh-positif, sehingga bayi juga bergolongan darah Rh-positif.

Saat kehamilan, sejumlah kecil darah bayi Rh-positif dapat bercampur dengan darah ibu Rh-negatif, terutama saat persalinan atau prosedur tertentu. Tubuh ibu kemudian menganggap darah Rh-positif bayi sebagai ancaman dan membentuk antibodi. Antibodi ini akan tetap ada dalam tubuh ibu. Pada kehamilan berikutnya, jika bayi kembali Rh-positif, antibodi ibu dapat melewati plasenta dan menyerang sel darah merah bayi, menyebabkannya hancur.

Inkompatibilitas ABO

Meskipun lebih jarang menyebabkan kondisi serius, inkompatibilitas golongan darah utama (ABO) juga bisa menjadi pemicu. Ini terjadi ketika:

  • Ibu memiliki golongan darah O.
  • Bayi memiliki golongan darah A, B, atau AB (dari ayah).

Dalam kasus ini, antibodi ibu juga bisa menyerang sel darah merah bayi. Namun, reaksi pada inkompatibilitas ABO cenderung lebih ringan dibandingkan inkompatibilitas Rh.

Dampak dan Gejala Eritroblastosis Fetalis pada Bayi

Penghancuran sel darah merah oleh antibodi ibu dapat menimbulkan berbagai dampak dan gejala serius pada janin dan bayi baru lahir. Tingkat keparahan kondisi ini bisa sangat bervariasi.

Anemia Berat

Ini adalah dampak paling langsung. Sel darah merah bayi hancur dengan cepat, menyebabkan kekurangan sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh. Anemia parah dapat mengancam jiwa.

Kerusakan Organ

Anemia kronis dan parah dapat mengganggu pertumbuhan serta fungsi organ vital bayi, seperti jantung dan hati. Organ-organ harus bekerja lebih keras untuk mengompensasi kekurangan oksigen.

Jaundice (Penyakit Kuning)

Ketika sel darah merah hancur, hemoglobin di dalamnya dipecah menjadi bilirubin. Penumpukan bilirubin dalam darah menyebabkan kulit dan mata bayi menguning. Jaundice berat dapat merusak otak (kernikterus).

Hidrops Fetalis

Ini adalah kondisi darurat yang mengancam nyawa. Anemia berat menyebabkan jantung bayi memompa lebih keras, memicu gagal jantung. Akibatnya, terjadi penumpukan cairan masif di berbagai bagian tubuh janin, termasuk di bawah kulit, di paru-paru, dan di rongga perut.

Kematian Janin atau Bayi Baru Lahir

Dalam kasus yang sangat parah dan tidak tertangani, eritroblastosis fetalis dapat menyebabkan keguguran, lahir mati, atau kematian bayi tak lama setelah lahir.

Pencegahan Eritroblastosis Fetalis

Pencegahan adalah kunci utama dalam menangani eritroblastosis fetalis, terutama pada inkompatibilitas Rh. Langkah-langkah preventif yang efektif telah membantu menurunkan angka kejadian kondisi ini secara drastis.

Pemeriksaan Awal Golongan Darah Rh

Penting bagi setiap ibu hamil untuk mengetahui golongan darah dan status faktor Rh sejak awal kehamilan. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari skrining prenatal rutin. Jika ibu diketahui Rh-negatif, langkah-langkah pencegahan lebih lanjut dapat diambil.

Imunoglobulin Rh (RhoGAM)

Ini adalah metode pencegahan paling efektif. RhoGAM adalah suntikan yang mengandung antibodi Rh yang diberikan kepada ibu Rh-negatif. Suntikan ini bekerja dengan “menyembunyikan” sel darah Rh-positif bayi yang mungkin masuk ke aliran darah ibu, sehingga tubuh ibu tidak akan membentuk antibodi sendiri. RhoGAM biasanya diberikan pada minggu ke-28 kehamilan dan lagi dalam 72 jam setelah melahirkan, jika bayi terbukti Rh-positif. Suntikan juga dapat diberikan setelah prosedur medis seperti amniosentesis atau jika terjadi perdarahan selama kehamilan.

Penanganan Eritroblastosis Fetalis

Jika eritroblastosis fetalis terdiagnosis, penanganan akan disesuaikan dengan tingkat keparahan kondisi. Tujuan utama adalah mencegah atau mengurangi kerusakan pada janin dan bayi.

Transfusi Darah di Dalam Rahim (Intrauterine)

Untuk kasus anemia berat pada janin, transfusi darah dapat dilakukan saat janin masih di dalam rahim. Darah yang ditransfusikan adalah darah Rh-negatif yang kompatibel. Prosedur ini dapat menyelamatkan nyawa janin dan memungkinkan kehamilan berlangsung lebih lama.

Transfusi Darah Setelah Lahir

Bayi baru lahir dengan eritroblastosis fetalis parah mungkin memerlukan transfusi tukar. Dalam prosedur ini, sebagian darah bayi yang mengandung antibodi dan bilirubin tinggi dikeluarkan, kemudian diganti dengan darah donor yang sehat.

Fototerapi

Untuk mengatasi jaundice atau penyakit kuning akibat penumpukan bilirubin, fototerapi sering digunakan. Bayi ditempatkan di bawah lampu khusus yang membantu mengubah bilirubin menjadi bentuk yang lebih mudah dikeluarkan dari tubuh.

Kesimpulan dan Rekomendasi Medis Halodoc

Eritroblastosis fetalis adalah kondisi serius yang memerlukan perhatian medis segera dan komprehensif. Pemahaman tentang “eritroblastosis fetalis adalah” kunci untuk mencegah dampak yang merugikan. Skrining golongan darah Rh pada ibu hamil merupakan langkah pencegahan paling vital. Dengan deteksi dini dan intervensi medis yang tepat, risiko komplikasi berat pada janin dan bayi dapat diminimalisir.

Halodoc merekomendasikan agar setiap wanita hamil menjalani pemeriksaan golongan darah dan faktor Rh di awal kehamilan. Jika ibu diketahui Rh-negatif, diskusikan dengan dokter mengenai pemberian imunoglobulin Rh (RhoGAM) untuk mencegah sensitisasi. Apabila terdapat kekhawatiran atau gejala yang muncul, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan. Melalui aplikasi Halodoc, dapatkan informasi lebih lanjut, buat janji konsultasi, atau pesan obat dan vitamin untuk memastikan kesehatan ibu dan buah hati selalu terjaga.