Ad Placeholder Image

Eritrosit dalam Urine: Jangan Panik, Kenali Penyebabnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   16 Maret 2026

Eritrosit dalam Urine: Tanda Bahaya atau Normal Saja?

Eritrosit dalam Urine: Jangan Panik, Kenali PenyebabnyaEritrosit dalam Urine: Jangan Panik, Kenali Penyebabnya

Eritrosit dalam Urine (Hematuria): Mengenal Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

Eritrosit dalam urine, atau yang dikenal sebagai hematuria, adalah kondisi ditemukannya sel darah merah dalam air seni. Kondisi ini dapat terdeteksi secara mikroskopis, yang berarti hanya bisa terlihat melalui pemeriksaan di bawah mikroskop, atau secara makroskopis, di mana urine tampak berwarna merah muda, merah, atau cokelat seperti teh. Keberadaan sel darah merah dalam urine menunjukkan adanya gangguan pada saluran kemih atau ginjal, mulai dari yang ringan hingga serius. Normalnya, urine hanya boleh mengandung sedikit sekali eritrosit, yaitu sekitar 0-2 sel per lapangan pandang besar (LPB).

Apa Itu Eritrosit dalam Urine?

Eritrosit adalah nama lain untuk sel darah merah. Fungsinya vital dalam membawa oksigen ke seluruh tubuh. Ketika eritrosit ditemukan dalam urine, ini menandakan adanya kebocoran atau kerusakan di suatu tempat pada sistem saluran kemih. Sistem saluran kemih meliputi ginjal, ureter (saluran dari ginjal ke kandung kemih), kandung kemih, dan uretra (saluran dari kandung kemih ke luar tubuh).

Hematuria bisa menjadi indikator adanya masalah kesehatan yang perlu ditangani. Penting untuk tidak mengabaikan kondisi ini dan segera berkonsultasi dengan tenaga medis. Penanganan yang tepat sangat bergantung pada penyebab dasarnya.

Gejala yang Menyertai Eritrosit dalam Urine

Tidak semua kasus hematuria menunjukkan gejala yang jelas. Pada hematuria mikroskopis, sel darah merah hanya bisa dilihat dengan mikroskop, sehingga tidak ada perubahan warna urine yang terlihat. Namun, pada hematuria makroskopis, beberapa gejala berikut mungkin muncul:

  • Warna urine berubah menjadi merah muda, merah, atau cokelat seperti teh.
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman saat buang air kecil (BAK).
  • Rasa nyeri yang muncul di area perut bagian bawah atau pinggang.
  • Peningkatan frekuensi buang air kecil.
  • Rasa ingin buang air kecil yang mendesak.

Apabila mengalami salah satu atau beberapa gejala tersebut, dianjurkan untuk segera mencari pertolongan medis. Diagnosis dini dapat membantu mencegah komplikasi lebih lanjut.

Berbagai Penyebab Eritrosit dalam Urine

Kehadiran eritrosit dalam urine dapat disebabkan oleh berbagai kondisi kesehatan yang berbeda. Identifikasi penyebab sangat krusial untuk menentukan langkah penanganan yang tepat. Berikut adalah beberapa penyebab utama hematuria:

  • Infeksi Saluran Kemih (ISK)
    Infeksi bakteri pada saluran kemih, kandung kemih (sistitis), atau ginjal dapat menyebabkan peradangan. Peradangan ini bisa menyebabkan pendarahan kecil dan eritrosit masuk ke dalam urine. ISK seringkali disertai nyeri saat buang air kecil dan peningkatan frekuensi BAK.
  • Gangguan Saluran Kemih
    Batu ginjal atau batu kandung kemih adalah endapan mineral keras yang terbentuk di dalam saluran kemih. Batu-batu ini dapat mengiritasi atau melukai dinding saluran kemih saat bergerak, sehingga menyebabkan pendarahan. Kondisi ini bisa menimbulkan nyeri hebat pada pinggang atau perut bagian bawah.
  • Masalah Ginjal
    Penyakit glomerulus merupakan peradangan pada glomerulus, yaitu bagian ginjal yang menyaring darah. Kondisi ini bisa menyebabkan eritrosit bocor ke dalam urine. Penyakit ginjal lainnya juga dapat menjadi pemicu hematuria.
  • Cedera atau Trauma
    Benturan atau trauma fisik pada area ginjal atau saluran kemih dapat menyebabkan kerusakan jaringan. Kerusakan ini bisa mengakibatkan pendarahan yang kemudian muncul dalam urine.
  • Faktor Lain
    Beberapa kondisi non-penyakit juga dapat menyebabkan eritrosit sementara dalam urine. Ini termasuk olahraga berlebihan yang intens, menstruasi pada wanita, dan efek samping dari obat-obatan tertentu seperti pengencer darah. Dalam beberapa kasus, tumor pada ginjal, kandung kemih, atau prostat juga dapat menjadi penyebab hematuria.

Bagaimana Diagnosis dan Penanganan Eritrosit dalam Urine?

Untuk memastikan penyebab eritrosit dalam urine, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan penunjang. Langkah diagnosis ini sangat penting untuk mendapatkan penanganan yang akurat. Beberapa pemeriksaan yang umum dilakukan meliputi:

  • Tes Urine (Urinalisis)
    Pemeriksaan sampel urine untuk mendeteksi keberadaan sel darah merah, protein, bakteri, atau tanda infeksi lainnya.
  • Tes Darah
    Pemeriksaan darah dapat memberikan informasi mengenai fungsi ginjal atau adanya infeksi di dalam tubuh.
  • USG Ginjal dan Saluran Kemih
    Pencitraan ultrasonografi dapat membantu melihat struktur ginjal, kandung kemih, dan ureter untuk mencari adanya batu, tumor, atau kelainan lainnya.
  • Sistoskopi
    Prosedur ini melibatkan penggunaan tabung tipis berkamera yang dimasukkan melalui uretra untuk melihat bagian dalam kandung kemih dan uretra.

Setelah penyebab pasti teridentifikasi, penanganan akan disesuaikan oleh dokter spesialis urologi atau penyakit dalam. Misalnya, infeksi akan diobati dengan antibiotik, batu ginjal mungkin memerlukan prosedur pengangkatan, dan peradangan dapat ditangani dengan obat anti-inflamasi. Disarankan untuk meningkatkan konsumsi air putih, minimal 2,5 liter per hari, dan tidak menahan buang air kecil untuk membantu membersihkan saluran kemih.

Pencegahan Eritrosit dalam Urine

Meskipun tidak semua penyebab hematuria dapat dicegah, beberapa langkah dapat membantu mengurangi risiko. Menjaga hidrasi tubuh dengan minum air putih yang cukup adalah salah satu cara penting untuk menjaga kesehatan saluran kemih dan ginjal. Hindari menahan buang air kecil terlalu lama untuk mencegah penumpukan bakteri di kandung kemih.

Mengonsumsi makanan sehat dan seimbang, serta menghindari konsumsi berlebihan makanan tinggi garam atau oksalat, dapat membantu mencegah pembentukan batu ginjal. Bagi yang memiliki kondisi medis tertentu, seperti diabetes atau tekanan darah tinggi, pengelolaan yang baik terhadap kondisi tersebut juga krusial untuk menjaga kesehatan ginjal.

Jika mengalami gejala yang mengkhawatirkan atau perubahan pada urine, segera konsultasikan dengan dokter. Mendapatkan diagnosis dan penanganan dini adalah kunci untuk menjaga kesehatan saluran kemih dan mencegah komplikasi serius.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai eritrosit dalam urine atau gejala kesehatan lainnya, pasien dapat berkonsultasi dengan dokter ahli melalui aplikasi Halodoc. Dokter di Halodoc siap memberikan penjelasan detail, akurat, dan rekomendasi medis yang sesuai dengan kondisi pasien.