Ad Placeholder Image

Ewing Sarcoma: Waspada Tumor Tulang Masa Muda

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Juni 2026

Waspadai Ewing Sarcoma: Deteksi Cepat Selamatkan Nyawa

Ewing Sarcoma: Waspada Tumor Tulang Masa MudaEwing Sarcoma: Waspada Tumor Tulang Masa Muda

DAFTAR ISI


Kanker tulang mungkin bukan jenis kanker yang paling sering kita dengar sehari-hari, namun dampaknya bisa sangat mematikan, terutama jika menyerang usia muda. Salah satu jenis kanker tulang yang patut diwaspadai adalah Ewing’s sarcoma (sarkoma Ewing). Penyakit ini merupakan jenis tumor ganas langka yang tumbuh di tulang atau jaringan lunak di sekitar tulang, seperti tulang rawan atau saraf.

Kasus Ewing’s sarcoma paling sering ditemukan pada anak-anak, remaja, hingga dewasa muda yang berada di rentang usia 10 hingga 20 tahun. Mengingat penyakit ini menyerang di masa pertumbuhan yang sedang aktif-aktifnya, gejalanya sering kali disalahartikan sebagai “nyeri pertumbuhan” biasa atau sekadar cedera akibat olahraga. Padahal, deteksi yang terlambat bisa membuat sel kanker menyebar (metastasis) ke paru-paru atau tulang lainnya dengan sangat cepat.

Karena sifatnya yang agresif, Ewing’s sarcoma tidak bisa diobati secara mandiri di rumah dan membutuhkan intervensi medis yang komprehensif, mulai dari kemoterapi, operasi, hingga radioterapi. Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua dan kalangan muda untuk mengenali tanda-tanda awalnya sedini mungkin agar penanganan yang tepat bisa segera dilakukan.

Lantas, apa saja gejala pasti dari tumor tulang ini dan bagaimana langkah medis yang harus diambil? Mari kita bahas secara mendalam ulasannya di bawah ini!

Mengenal Ewing’s Sarcoma

Ewing’s sarcoma adalah bagian dari kelompok tumor yang dikenal sebagai Ewing sarcoma family of tumors (ESFT). Tumor ini paling sering muncul di tulang panjang tubuh, seperti tulang paha (femur), tulang kering (tibia), tulang panggul (pelvis), serta tulang dada dan tulang rusuk. Meski lebih jarang, tumor ini juga bisa bermula di jaringan lunak penyokong, yang dikenal sebagai extraosseous Ewing sarcoma.

Sebagai apoteker dan praktisi kesehatan, penting untuk ditegaskan bahwa tidak ada obat bebas (OTC), obat herbal, atau suplemen yang dapat menyembuhkan kanker jenis ini. Penanganan utamanya selalu melibatkan tim onkologi medis, bedah ortopedi, dan onkologi radiasi. Jika kamu atau anggota keluargamu mengalami gejala sakit tulang berkepanjangan yang tidak kunjung membaik setelah beristirahat, segera konsultasikan ke dokter spesialis untuk mendapatkan diagnosis yang akurat.

Gejala Utama yang Sering Diabaikan

Deteksi dini sangat bergantung pada kewaspadaan terhadap gejala-gejala awal. Sayangnya, karena sering menyerang remaja yang aktif bergerak, gejalanya kerap dianggap sebagai akibat dari kelelahan fisik. Berikut adalah gejala utama dari Ewing’s sarcoma:

1. Nyeri Tulang yang Memburuk di Malam Hari

Ini adalah keluhan yang paling umum. Nyeri akibat tumor ini awalnya mungkin terasa hilang-timbul, tetapi seiring membesarnya ukuran tumor, nyeri akan menjadi konstan. Rasa sakitnya sering kali bertambah parah di malam hari hingga mengganggu waktu tidur.

2. Pembengkakan dan Benjolan

Akan muncul pembengkakan atau benjolan yang terasa hangat dan lunak saat disentuh pada area tulang yang terkena. Pada tulang yang letaknya dekat dengan kulit (seperti tulang kering), benjolan ini lebih mudah terlihat.

3. Patah Tulang Tanpa Sebab yang Jelas (Fraktur Patologis)

Tumor yang tumbuh di dalam tulang akan merusak struktur dan kepadatan tulang tersebut. Akibatnya, tulang menjadi sangat rapuh dan bisa patah hanya karena benturan ringan atau gerakan biasa yang seharusnya tidak menyebabkan cedera.

4. Gejala Sistemik (Gejala Seluruh Tubuh)

Jika tumor sudah mulai berkembang progresif, tubuh akan memberikan respons sistemik seperti demam yang tidak diketahui penyebabnya, penurunan berat badan secara drastis tanpa diet, serta rasa kelelahan yang ekstrem (fatigue).

Kapan Harus Segera ke Dokter?
  1. Nyeri tulang tidak mereda meski sudah minum obat pereda nyeri biasa.
  2. Nyeri membuat penderita terbangun dari tidur di malam hari.
  3. Terdapat benjolan aneh yang tumbuh membesar dalam waktu singkat.
  4. Disertai demam tinggi dan tubuh lemas berkepanjangan.

Penyebab dan Faktor Risiko

Hingga saat ini, penyebab pasti dari mutasi sel yang memicu Ewing’s sarcoma belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli onkologi menemukan bahwa penyakit ini tidak diturunkan dari orang tua (bukan penyakit keturunan). Kanker ini terjadi akibat mutasi genetik yang terjadi setelah bayi lahir (mutasi somatik).

Pada hampir 90% kasus, ditemukan adanya translokasi kromosom, yaitu pertukaran materi genetik antara kromosom 11 dan kromosom 22. Mutasi inilah yang memicu pertumbuhan sel-sel secara tidak terkendali yang akhirnya membentuk massa tumor.

Beberapa faktor yang diketahui berkaitan dengan kejadian Ewing’s sarcoma meliputi:

  • Usia: Paling tinggi risikonya pada usia 10 hingga 20 tahun.
  • Jenis Kelamin: Pria sedikit lebih rentan terkena dibandingkan wanita.
  • Ras: Lebih sering ditemukan pada orang-orang keturunan kulit putih (Kaukasia) dan sangat jarang terjadi pada populasi kulit hitam atau Asia.

Langkah Diagnosis dan Penanganan Medis

Jika dokter mencurigai adanya pertumbuhan jaringan abnormal pada tulang, rangkaian pemeriksaan mendalam wajib dilakukan. Tes pencitraan seperti X-ray (Rontgen) adalah langkah pertama untuk melihat kondisi tulang. Jika terlihat ada kelainan, dokter akan melanjutkan dengan MRI atau CT Scan untuk melihat ukuran tumor secara detail dan penyebarannya.

Diagnosis pasti hanya bisa ditegakkan melalui biopsi, yaitu pengambilan sampel jaringan tumor untuk diperiksa di bawah mikroskop oleh dokter patologi. Selain itu, PET scan atau bone scan dilakukan untuk memastikan apakah kanker sudah menyebar ke organ lain atau belum.

1. Kemoterapi

Kemoterapi hampir selalu menjadi pengobatan lini pertama. Obat-obatan kemoterapi yang sangat kuat diberikan melalui infus untuk membunuh sel kanker yang beredar di tubuh dan menyusutkan ukuran tumor sebelum operasi dilakukan. Hal ini mempermudah proses pengangkatan tumor nantinya.

2. Tindakan Bedah (Operasi)

Tujuan utama dari operasi adalah mengangkat seluruh tumor secara bersih tanpa meninggalkan sel kanker sedikit pun. Saat ini, ilmu kedokteran ortopedi telah sangat maju sehingga mayoritas pasien bisa menjalani limb-sparing surgery (operasi penyelamatan anggota gerak), di mana tulang yang diangkat akan diganti dengan tulang buatan (prostesis) atau cangkok tulang, tanpa perlu melakukan amputasi.

3. Radioterapi

Terapi radiasi menggunakan sinar-X berenergi tinggi digunakan untuk menghancurkan sel kanker yang mungkin masih tersisa setelah operasi. Radiasi juga sering dipilih jika lokasi tumor sangat sulit atau berbahaya untuk dioperasi, misalnya pada tulang panggul yang rumit atau di area dekat saraf tulang belakang.

Sebagai terapi pendukung, pemenuhan gizi pasien sangat esensial selama masa pengobatan. Kemoterapi sering kali menurunkan sistem imun dan menyebabkan hilangnya nafsu makan. Oleh karena itu, di samping mengikuti protokol medis, kamu bisa beli vitamin dan suplemen daya tahan tubuh atau susu nutrisi khusus tinggi protein yang diformulasikan untuk pasien dalam masa pemulihan. Tentunya, penggunaan suplemen ini harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter onkologi yang merawat.

Studi Mengenai Tingkat Kesintasan (Survival Rate) Ewing’s Sarcoma

National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan berbagai tinjauan studi yang menunjukkan bahwa prognosis (peluang kesembuhan) penderita Ewing’s sarcoma telah meningkat tajam dalam beberapa dekade terakhir.

Dulu, penyakit ini dianggap fatal. Namun kini, dengan kombinasi kemoterapi modern, operasi, dan radioterapi, tingkat kelangsungan hidup 5 tahun (5-year survival rate) untuk pasien yang kankernya belum menyebar (terlokalisasi) bisa mencapai 70% hingga 80%. Hal ini kembali menegaskan betapa pentingnya deteksi dini sebelum kanker bermetastasis ke paru-paru atau sumsum tulang.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Ewing sarcoma.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Ewing Sarcoma.
National Cancer Institute (NIH). Diakses pada 2024. Ewing Sarcoma Treatment.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Childhood cancer.
American Cancer Society. Diakses pada 2024. What Is the Ewing Family of Tumors?

FAQ

1. Apakah Ewing’s sarcoma bisa disembuhkan secara total?

Bisa. Peluang kesembuhan sangat bergantung pada stadium kanker saat pertama kali didiagnosis. Jika tumor belum menyebar ke bagian tubuh lain (terlokalisasi), tingkat kesembuhannya mencapai sekitar 70-80% dengan pengobatan medis yang intensif dan tuntas.

2. Apa bedanya Ewing’s sarcoma dengan Osteosarcoma?

Meskipun keduanya adalah kanker tulang yang sering menyerang anak muda, keduanya berasal dari sel yang berbeda. Osteosarcoma biasanya bermula dari sel pembentuk tulang (osteoblas) dan paling sering terjadi di lutut atau lengan atas. Sementara Ewing’s sarcoma disebabkan oleh jenis sel tumor yang berbeda dan sering terjadi di tulang panggul, dada, atau tulang paha, serta bisa berawal dari jaringan lunak sekitar tulang.

3. Apakah mengonsumsi suplemen kalsium bisa mencegah penyakit ini?

Tidak. Ewing’s sarcoma terjadi akibat adanya mutasi kromosom pada sel, bukan disebabkan oleh kekurangan kalsium, pola makan yang buruk, atau cedera masa lalu. Konsumsi kalsium hanya berfungsi menjaga kepadatan tulang normal, bukan mencegah pertumbuhan sel kanker.

4. Bisakah penderita berolahraga setelah menjalani operasi tumor tulang?

Secara umum bisa, namun membutuhkan waktu pemulihan yang cukup panjang dan harus melalui program rehabilitasi fisik (fisioterapi). Pasien yang tulang aslinya diganti dengan tulang buatan (prostesis) mungkin disarankan untuk menghindari olahraga berbenturan tinggi (contact sports) untuk mencegah kerusakan pada implan, namun tetap bisa melakukan olahraga ringan seperti berenang atau bersepeda sesuai anjuran dokter ortopedi.