Ad Placeholder Image

Exanthema Subitum: Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasi

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   13 Februari 2026

Exanthema Subitum: Gejala, Penyebab, & Cara Mengatasi

Exanthema Subitum: Gejala, Penyebab dan Cara MengatasiExanthema Subitum: Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasi

Exanthema subitum, atau yang lebih dikenal dengan roseola infantum atau “penyakit keenam,” adalah infeksi virus yang umum menyerang bayi dan anak-anak usia 6 bulan hingga 3 tahun. Penyakit ini ditandai dengan demam tinggi yang muncul secara tiba-tiba selama beberapa hari, diikuti dengan munculnya ruam merah pada kulit setelah demam mereda. Umumnya, exanthema subitum akan sembuh dengan sendirinya tanpa memerlukan pengobatan khusus.

Apa Itu Exanthema Subitum?

Exanthema subitum adalah penyakit infeksi virus yang disebabkan oleh Human Herpesvirus 6 (HHV-6). Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak usia 6 bulan hingga 3 tahun. Meskipun menimbulkan gejala yang kurang nyaman seperti demam tinggi dan ruam, exanthema subitum umumnya bersifat ringan dan akan sembuh dengan sendirinya.

Penyebab Exanthema Subitum

Penyebab utama exanthema subitum adalah infeksi Human Herpesvirus 6 (HHV-6). Virus ini menular melalui droplet air liur yang dikeluarkan saat penderita batuk atau bersin. Anak-anak yang terinfeksi virus ini dapat menularkan penyakitnya saat demam dan 24 jam setelah demamnya hilang.

Gejala Exanthema Subitum

Gejala exanthema subitum umumnya muncul dalam dua fase, yaitu fase demam dan fase ruam:

  • Fase Demam: Demam tinggi (39-40°C) yang berlangsung selama 3-5 hari.
  • Fase Ruam: Setelah demam turun, muncul ruam merah muda berbentuk bintik-bintik kecil (makulopapular) yang menyebar, biasanya dimulai dari badan, kemudian ke leher dan lengan.

Selain demam dan ruam, beberapa anak mungkin juga mengalami gejala lain seperti:

  • Pilek ringan
  • Sakit tenggorokan
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher
  • Rewel atau mudah marah

Diagnosis Exanthema Subitum

Dokter biasanya dapat mendiagnosis exanthema subitum berdasarkan gejala klinis yang muncul, terutama pola demam tinggi diikuti dengan ruam setelah demam mereda. Pemeriksaan laboratorium biasanya tidak diperlukan, kecuali jika ada indikasi penyakit lain atau komplikasi.

Pengobatan Exanthema Subitum

Karena exanthema subitum disebabkan oleh virus dan bersifat self-limiting (sembuh sendiri), pengobatan umumnya fokus pada penanganan gejala untuk memberikan kenyamanan pada anak:

  • Menurunkan Demam: Berikan obat penurun demam (antipiretik) sesuai dosis yang dianjurkan oleh dokter atau apoteker. Kompres air hangat juga dapat membantu menurunkan suhu tubuh anak.
  • Memastikan Hidrasi: Berikan cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi akibat demam. Tawarkan air putih, ASI, atau larutan elektrolit khusus untuk anak.
  • Istirahat yang Cukup: Pastikan anak mendapatkan istirahat yang cukup agar tubuhnya dapat melawan infeksi virus.

Penting untuk diingat bahwa antibiotik tidak efektif untuk mengobati exanthema subitum karena penyakit ini disebabkan oleh virus, bukan bakteri.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun exanthema subitum umumnya tidak berbahaya, ada beberapa kondisi yang mengharuskan Anda segera membawa anak ke dokter:

  • Demam sangat tinggi hingga anak tampak lesu atau rewel tidak seperti biasanya.
  • Muncul kejang demam (meskipun seringkali tidak berbahaya, perlu dipastikan penyebabnya).
  • Ruam tidak membaik atau ada tanda-tanda infeksi lain.
  • Anak memiliki sistem imun yang lemah.

Pencegahan Exanthema Subitum

Karena penularan exanthema subitum terjadi melalui droplet air liur, langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Menjaga kebersihan diri dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.
  • Menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit, terutama anak-anak yang mengalami demam dan ruam.
  • Mengajarkan anak untuk menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin.

Rekomendasi Halodoc

Jika anak mengalami demam tinggi yang diikuti dengan ruam setelah demam mereda, segera konsultasikan dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Dokter dapat memberikan saran medis yang sesuai dengan kondisi anak dan membantu meredakan gejalanya.