• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Fakta Dexamethasone yang Diklaim Efektif untuk Corona

4 Fakta Dexamethasone yang Diklaim Efektif untuk Corona

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Saat ini beredar kabar mengenai obat yang dianggap efektif untuk mengatasi corona yaitu dexamethasone. Pasalnya, beberapa pengidap kritis akibat  COVID-19 terobati berkat mengonsumsi obat ini. Sebenarnya apa fungsi dari obat dexamethasone yang dijuluki sebagai ‘obat dewa’ ini?

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dexamethasone ini sudah lama digunakan sejak 1960-an untuk mengurangi peradangan dalam berbagai kondisi, termasuk gangguan peradangan dan kanker tertentu. Obat ini pun sudah terdaftar dalam WHO Model List of Essential Medicines sejak 1977 dalam berbagai formulasi. Obat ini dijual dengan harga terjangkau dan mudah ditemui, tetapi harus digunakan sesuai resep dokter. Agar tidak salah memanfaatkannya, inilah fakta mengenai dexamethasone:

1. Merupakan Obat Kortikosteroid

Dexamethasone banyak digunakan untuk mengobati berbagai kondisi penyakit, seperti radang sendi, gangguan darah/hormon/sistem kekebalan tubuh, reaksi alergi, kondisi kulit dan mata tertentu, masalah pernapasan, gangguan usus tertentu, serta kanker tertentu. 

Obat ini juga digunakan sebagai tes untuk gangguan kelenjar adrenal (sindrom Cushing). Perlu diketahui bahwa obat ini merupakan hormon kortikosteroid (glukokortikoid). Sehingga, ia dapat mengurangi respons pertahanan alami tubuh dan mengurangi gejala seperti reaksi pembengkakan dan alergi. 

Baca juga: Begini Penanganan Corona dengan dan Tanpa Gejala

2. Dapat Menimbulkan Efek Samping

Obat ini tergolong dalam obat keras, sehingga dapat menimbulkan efek samping yang serius. Segera cari bantuan medis jika timbul reaksi seperti alergi, gatal-gatal, kesulitan bernapas, serta pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan. Selain itu, segera periksakan diri ke dokter jika mengalami efek samping seperti:

  • Ketegangan otot, lemah, dan perasaan lemas. 
  • Penglihatan kabur, sakit mata, atau seperti melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu. 
  • Sesak napas (bahkan dengan aktivitas ringan), bengkak, dan penambahan berat badan yang cepat.
  • Depresi berat dan berperilaku yang tidak biasa. 
  • Kejang.
  • Feses berdarah atau lembek, batuk berdarah.
  • Denyut jantung cepat atau lambat, denyut nadi lemah. 
  • Pankreatitis - sakit parah di perut bagian atas menyebar ke punggung, mual dan muntah. 
  • Retensi cairan (pembengkakan di tangan atau pergelangan kaki).
  • Nafsu makan meningkat.
  • Tekanan darah naik.
  • Gula darah naik.
  • Daya tahan tubuh menurun. Bisa disebabkan oleh infeksi lain
  • Tulang keropos dalam jangka panjang.

Mungkin masih banyak efek samping lainnya yang ditimbulkan oleh obat ini. Oleh karena itu, penggunaan obat ini harus mendapatkan pengawasan ekstra.

Baca juga: Terapi Plasma Darah untuk Atasi Virus Corona

3. Sementara Hanya Bermanfaat pada Pengidap Corona dengan Sakit Parah

WHO mencatat bahwa manfaat obat dexamethasone hanya terlihat pada pengidap sakit parah dengan COVID-19 dan belum diamati pada pengidap dengan penyakit yang lebih ringan. Pasalnya, ini adalah pengobatan pertama yang ditunjukkan untuk mengurangi angka kematian pada pengidap yang terinfeksi corona yang membutuhkan dukungan oksigen dan ventilator. 

4. Dosis yang Digunakan Harus Sesuai Petunjuk Dokter

Dosis dan lama perawatan didasarkan pada kondisi medis dan respons terhadap terapi. Dokter mungkin akan berusaha mengurangi dosis secara perlahan dari waktu ke waktu untuk meminimalisir efek samping.

Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat paling banyak darinya. Untuk membantu untuk mengingatnya, minumlah obat ini pada waktu yang sama setiap hari. Penting untuk terus minum obat ini, walaupun sudah merasa sehat. Ikuti jadwal pemberian dosis dengan hati-hati dan minum obat ini tepat sesuai resep.

Jangan berhenti minum obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter. Beberapa kondisi dapat menjadi lebih buruk ketika obat ini tiba-tiba dihentikan. Dosis mungkin perlu dikurangi secara bertahap. Beri tahu dokter jika kondisi tidak membaik atau memburuk.

Baca juga: Obat HIV dan Kurkumin Ampuh Atasi Corona? Ini Fakta Medisnya

Itulah beberapa fakta mengenai dexamethasone yang perlu kamu ketahui. Namun perlu diingat, sebaik-baiknya obat akan lebih baik jika kamu mencegah atau menghindari paparan virus corona dengan tetap menggunakan masker, tetap menjaga jarak, dan tidak keluar rumah jika tidak ada hal yang mendesak.

Jika ingin mengetahui lebih lanjut tentang ini, tanyakan saja pada dokter di Halodoc. Dengan aplikasi ini, komunikasi dengan dokter dapat dengan mudah dilakukan kapan dan di mana saja melalui Chat atau Voice/Video Call. Tunggu apa lagi? Ayo, download aplikasinya sekarang juga!

Referensi:
WHO. Diakses pada 2020. WHO welcomes preliminary results about dexamethasone use in treating critically ill COVID-19 patients.
WebMD. Diakses pada 2020. Dexamethasone.
Drugs. Diakses pada 2020. Dexamethasone.