Ad Placeholder Image

Fakta Leukimia: Apa Saja yang Perlu Kamu Tahu?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Mei 2026

Leukimia Apa Sebenarnya? Pahami Gejala dan Penyebabnya

Fakta Leukimia: Apa Saja yang Perlu Kamu Tahu?Fakta Leukimia: Apa Saja yang Perlu Kamu Tahu?

Mengenal Leukemia: Apa Itu dan Bagaimana Terjadi?

Leukemia adalah jenis kanker darah yang memerlukan pemahaman mendalam. Penyakit ini memengaruhi sumsum tulang, yang merupakan pabrik utama pembentuk sel darah dalam tubuh. Pemahaman mengenai leukemia sangat penting untuk deteksi dini dan penanganan yang tepat.

Kondisi ini dapat menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun dewasa. Mempelajari tentang leukemia dan bagaimana ia memengaruhi tubuh dapat membantu meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala-gejala yang mungkin muncul.

Apa Itu Leukemia?

Leukemia adalah kanker yang terjadi pada sel-sel pembentuk darah, khususnya sel darah putih, di sumsum tulang. Kondisi ini dicirikan oleh produksi sel darah putih abnormal yang berlebihan dan tidak terkendali. Sel-sel abnormal ini sering disebut sel leukemia atau blast.

Sel leukemia yang tidak berfungsi ini menghambat produksi sel darah normal lainnya. Akibatnya, tubuh kekurangan sel darah merah (menyebabkan anemia), trombosit (menyebabkan mudah berdarah), dan sel darah putih normal (menyebabkan mudah infeksi). Gangguan keseimbangan sel darah ini yang memicu berbagai gejala leukemia.

Bagaimana Leukemia Terjadi dan Berkembang?

Leukemia terjadi ketika ada mutasi genetik pada sel-sel awal (sel punca) di sumsum tulang. Mutasi ini menyebabkan sel-sel tersebut tumbuh dan membelah diri secara tidak normal. Alih-alih matang menjadi sel darah putih yang berfungsi, mereka tetap dalam bentuk belum matang dan berkembang biak tanpa henti.

Sel-sel leukemia yang abnormal ini kemudian memenuhi sumsum tulang. Akumulasi sel-sel ini mengganggu kemampuan sumsum tulang untuk memproduksi sel darah merah, trombosit, dan sel darah putih sehat dalam jumlah yang cukup. Pada akhirnya, sel-sel leukemia dapat menyebar ke bagian tubuh lain seperti kelenjar getah bening, limpa, hati, sistem saraf pusat, dan organ lainnya.

Jenis-Jenis Utama Leukemia

Leukemia diklasifikasikan berdasarkan kecepatan perkembangannya dan jenis sel darah putih yang terkena. Klasifikasi utama meliputi:

  • Leukemia Akut: Perkembangan penyakitnya sangat cepat, dengan sel darah belum matang yang bertumbuh secara agresif. Membutuhkan penanganan medis segera.
  • Leukemia Kronis: Perkembangan penyakitnya lebih lambat, dengan sel darah yang lebih matang tetapi masih abnormal. Gejala mungkin tidak muncul selama bertahun-tahun.

Selain itu, leukemia juga dibagi berdasarkan jenis sel yang terlibat:

  • Leukemia Limfoblastik: Memengaruhi sel limfoid (limfoblas).
  • Leukemia Mieloid: Memengaruhi sel mieloid (mieloblas).

Gejala Leukemia yang Perlu Diwaspadai

Gejala leukemia bervariasi tergantung jenis dan tahap penyakit, namun umumnya terkait dengan kekurangan sel darah sehat. Beberapa gejala umum meliputi:

  • Kelelahan ekstrem dan kelemahan akibat anemia.
  • Sering mengalami infeksi atau demam berulang karena rendahnya sel darah putih sehat.
  • Mudah memar atau berdarah, seperti mimisan, gusi berdarah, atau bintik merah kecil di kulit (petechiae) akibat trombosit rendah.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening, hati, atau limpa.
  • Nyeri tulang atau sendi.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Keringat malam berlebihan.

Penyebab dan Faktor Risiko Leukemia

Penyebab pasti leukemia masih belum sepenuhnya dipahami, namun diduga melibatkan kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Beberapa faktor risiko yang diketahui antara lain:

  • Paparan radiasi tingkat tinggi atau bahan kimia tertentu (misalnya benzena).
  • Pernah menjalani kemoterapi atau radioterapi sebelumnya.
  • Memiliki kelainan genetik tertentu, seperti sindrom Down.
  • Riwayat leukemia dalam keluarga.
  • Merokok.

Diagnosis dan Pengobatan Leukemia

Diagnosis leukemia biasanya dimulai dengan pemeriksaan fisik dan tes darah lengkap untuk mendeteksi jumlah dan jenis sel darah abnormal. Selanjutnya, biopsi sumsum tulang akan dilakukan untuk mengonfirmasi diagnosis dan menentukan jenis leukemia.

Pengobatan leukemia sangat bervariasi tergantung pada jenis leukemia, usia pasien, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Pilihan pengobatan mungkin meliputi kemoterapi, terapi radiasi, terapi target, imunoterapi, atau transplantasi sel punca. Tujuan pengobatan adalah menghancurkan sel-sel leukemia dan memungkinkan sumsum tulang menghasilkan sel darah yang sehat kembali.

Pencegahan Leukemia

Meskipun tidak ada cara pasti untuk mencegah leukemia, beberapa langkah dapat membantu mengurangi risiko. Menghindari paparan bahan kimia berbahaya seperti benzena dan radiasi yang tidak perlu dapat memberikan perlindungan. Menjalani gaya hidup sehat, seperti tidak merokok dan menjaga pola makan bergizi, juga penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Rekomendasi Medis dari Halodoc

Jika mengalami gejala yang mencurigakan atau memiliki kekhawatiran mengenai kesehatan, sangat penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Deteksi dini adalah kunci dalam penanganan leukemia agar hasil pengobatan lebih optimal.

Halodoc menyediakan layanan konsultasi medis dengan dokter spesialis yang berpengalaman. Melalui Halodoc, pemeriksaan kesehatan dan pemesanan tes penunjang juga dapat dilakukan dengan mudah untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan rencana pengobatan yang tepat.