Ad Placeholder Image

Fakta Menarik Barber Say Syndrome di Dunia yang Langka

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   20 April 2026

Mengenal Barber Say Syndrome di Dunia dan Kasus Indonesia

Fakta Menarik Barber Say Syndrome di Dunia yang LangkaFakta Menarik Barber Say Syndrome di Dunia yang Langka

Mengenal Kelainan Barber-Say Syndrome di Dunia

Barber-Say Syndrome atau BSS merupakan salah satu kelainan genetik bawaan yang masuk dalam kategori penyakit sangat langka. Kondisi ini pertama kali diidentifikasi oleh tim medis pada tahun 1980-an dan hingga saat ini masih menjadi subjek penelitian intensif dalam bidang genetika. Berdasarkan data medis global, prevalensi barber say syndrome di dunia diperkirakan kurang dari satu kasus per satu juta kelahiran hidup.

Kelainan ini bersifat kongenital, yang berarti gejala dan ciri fisiknya sudah dapat terlihat sejak bayi baru lahir. Secara statistik, jumlah kasus yang terdokumentasi secara resmi di seluruh dunia hanya berkisar antara 25 hingga 30 orang. Minimnya jumlah kasus ini membuat pemahaman masyarakat mengenai BSS masih sangat terbatas, sehingga edukasi medis yang akurat sangat diperlukan untuk menghindari stigma negatif terhadap pengidapnya.

Di Indonesia sendiri, informasi mengenai kelainan ini sempat mencuri perhatian publik melalui laporan mengenai keluarga Manurung yang menunjukkan manifestasi klinis serupa. Meskipun jumlah pasti kasus di Indonesia belum tercatat secara menyeluruh dalam database medis nasional, fenomena ini menunjukkan bahwa mutasi genetik tersebut dapat terjadi pada berbagai populasi tanpa memandang latar belakang etnis.

Gejala dan Karakteristik Fisik Barber-Say Syndrome

Gejala utama dari kelainan ini melibatkan struktur wajah, kulit, dan pertumbuhan rambut yang sangat spesifik. Manifestasi klinis yang paling menonjol adalah hipertrikosis, yaitu pertumbuhan rambut yang berlebihan di hampir seluruh bagian tubuh, termasuk area yang biasanya tidak ditumbuhi rambut lebat. Kondisi ini sering kali menjadi tanda awal yang paling mudah dikenali oleh tenaga medis saat melakukan pemeriksaan neonatal.

Selain pertumbuhan rambut, penderita juga mengalami ektropion, yaitu kondisi di mana kelopak mata bagian bawah melipat ke arah luar. Ektropion ini dapat menyebabkan mata tidak dapat tertutup dengan sempurna, sehingga meningkatkan risiko iritasi kronis, kekeringan pada kornea, hingga infeksi mata jika tidak ditangani dengan benar. Karakteristik wajah lainnya adalah makrostomia, atau bentuk mulut yang lebih lebar dibandingkan ukuran normal pada umumnya.

Kondisi kulit pada penderita BSS juga mengalami anomali yang disebut sebagai kulit atrofi. Kulit pengidap cenderung terlihat sangat tipis, rapuh, dan terkadang tampak berkerut atau kendur di beberapa area tubuh. Berikut adalah ringkasan gejala klinis yang sering ditemukan pada kasus barber say syndrome di dunia:

  • Hipertrikosis umum (pertumbuhan rambut berlebih di seluruh tubuh).
  • Ektropion (kelainan kelopak mata yang memutar ke luar).
  • Makrostomia (pembukaan mulut yang sangat lebar).
  • Kulit atrofi (kulit tipis, rapuh, dan kehilangan elastisitas).
  • Hidung dengan ujung yang lebar dan lubang hidung yang menghadap ke depan.
  • Anatomi telinga yang tampak rendah atau memiliki bentuk yang tidak umum.

Penyebab Utama dan Mutasi Gen TWIST2

Penelitian genetika modern telah berhasil mengidentifikasi bahwa penyebab utama dari Barber-Say Syndrome adalah mutasi pada gen TWIST2. Gen ini bertanggung jawab dalam memberikan instruksi untuk membentuk protein yang mengatur perkembangan mesenkim, yaitu jaringan yang nantinya akan berkembang menjadi tulang, tulang rawan, otot, dan kulit selama masa embrionik. Mutasi pada gen ini menyebabkan gangguan pada pembentukan struktur wajah dan integritas jaringan ikat.

Pola pewarisan penyakit ini umumnya bersifat autosomal dominan, yang berarti satu salinan gen yang bermutasi dari salah satu orang tua sudah cukup untuk menyebabkan kelainan ini muncul pada anak. Namun, dalam banyak kasus yang tercatat, mutasi ini sering kali terjadi secara de novo atau mutasi baru yang muncul secara spontan tanpa adanya riwayat keluarga sebelumnya. Hal ini menjelaskan mengapa kelainan ini bisa muncul pada keluarga yang tidak memiliki rekam jejak penyakit serupa.

Diagnosis pasti hanya dapat ditegakkan melalui pengujian genetik molekuler untuk mendeteksi adanya mutasi pada gen TWIST2 tersebut. Selain itu, pemeriksaan fisik secara mendalam oleh dokter spesialis genetika atau pediatri sangat diperlukan untuk mengevaluasi tingkat keparahan gejala klinis yang dialami oleh pasien sejak dini.

Manajemen Gejala dan Penanganan Medis

Hingga saat ini, belum ditemukan metode pengobatan yang dapat menyembuhkan mutasi genetik pada Barber-Say Syndrome secara total. Penanganan medis berfokus pada manajemen gejala untuk meningkatkan kualitas hidup dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Tindakan bedah rekonstruksi atau operasi plastik sering disarankan untuk memperbaiki kondisi makrostomia dan ektropion guna melindungi fungsi mata dan kemampuan makan pasien.

Perawatan kulit juga menjadi aspek krusial karena kondisi kulit atrofi yang rentan terhadap luka dan iritasi. Pasien disarankan untuk menggunakan pelembap khusus dan menghindari paparan sinar matahari yang berlebihan. Selain itu, prosedur penghilangan rambut dengan laser terkadang dipertimbangkan untuk mengatasi masalah hipertrikosis, meskipun efektivitasnya bervariasi tergantung pada sensitivitas kulit masing-masing individu.

Dalam proses perawatan jangka panjang, pasien mungkin akan sering berinteraksi dengan lingkungan medis untuk kontrol rutin. Mengingat anak-anak dengan kelainan genetik sering kali memiliki sistem kekebalan yang perlu dijaga, manajemen kesehatan dasar seperti mengatasi demam atau nyeri ringan menjadi sangat penting.

Penggunaan obat ini harus tetap sesuai dengan dosis yang dianjurkan oleh dokter agar tetap aman bagi organ tubuh anak. Memastikan kenyamanan fisik anak adalah bagian integral dari perawatan suportif pada kasus penyakit langka.

Langkah Pencegahan dan Konseling Genetik

Karena Barber-Say Syndrome disebabkan oleh mutasi genetik spontan, tidak ada langkah pencegahan spesifik yang dapat dilakukan untuk menghindari terjadinya mutasi tersebut. Namun, bagi keluarga yang memiliki riwayat kelainan genetik atau pernah memiliki anak dengan kondisi BSS, sangat disarankan untuk melakukan konseling genetik sebelum merencanakan kehamilan berikutnya. Konseling ini bertujuan untuk memahami risiko pengulangan dan mendapatkan gambaran medis yang lebih komprehensif.

Dukungan psikososial juga sangat penting bagi pengidap dan keluarga mereka. Mengingat kondisi fisik yang sangat berbeda, penderita BSS sering kali menghadapi tantangan sosial dan psikologis. Bergabung dengan komunitas penyakit langka atau mencari bantuan dari tenaga profesional kesehatan mental dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan adaptasi pasien dalam kehidupan bermasyarakat.

Jika ditemukan gejala pertumbuhan rambut yang tidak wajar atau kelainan pada area wajah anak, segera lakukan konsultasi dengan tenaga medis ahli. Penanganan dini dapat mencegah komplikasi pada penglihatan dan fungsi organ wajah lainnya. Informasi lebih lanjut mengenai jadwal dokter spesialis genetika dan ketersediaan obat-obatan dapat diakses dengan mudah melalui platform kesehatan seperti Halodoc untuk mendapatkan layanan medis yang cepat dan terpercaya.