Fakta Tentang Bakat Seni Anak, Gen Atau Kebetulan?
“Bakat anak bisa muncul berkat beberapa kemungkinan. Bisa dari genetik, kebetulan, ataupun kombinasi keduanya. Bakat anak yang didapatkan secara genetik tetap perlu diasah sedemikian rupa. Karena mereka bisa saja bersaing dengan anak yang yang tidak memiliki bakat secara genetik, tapi berkeinginan kuat untuk berlatih dan sungguh-sungguh.”
Halodoc, Jakarta – Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda. Ada yang bisa menggambar, bernyanyi, menulis, dan kemampuan lainnya. Pertanyaan apakah kemampuan itu genetik atau kebetulan telah banyak diperdebatkan. Namun, studi yang dilakukan NeuroImage menyebutkan bahwa kemampuan yang dimiliki seseorang dipengaruhi oleh struktur otak.
Peneliti menemukan bahwa orang yang memiliki kemampuan seni tertentu, misalkan menggambar, memiliki lebih banyak saraf yang berlokasi di area otak yang berhubungan dengan kemampuan motorik dan visual. Jadi, apakah bakat seni anak merupakan genetik atau hanya kebetulan semata?
Kombinasi Genetik dan Kebetulan
Pada kenyataannya, apa pun bakat anak (seni ataupun science) bukan hanya karena faktor genetik atau kebetulan. Melainkan kombinasi antara keduanya. Dengan memiliki bakat karena genetik, seseorang bisa mempelajari sesuatu dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan yang lainnya.
Namun, jika suatu bakat tidak diasah, maka kemampuan yang dimiliki tidak akan mengalami peningkatkan. Bahkan bisa dikalah oleh orang yang dianggap tidak berbakat, tapi memiliki keinginan kuat dan rajin berlatih untuk bisa. Maka bisa dibilang, bakat seni bukan hanya sekedar genetik atau kebetulan, melainkan bakat yang dipelajari.
Melansir dari Healthline, menjadi artistik atau kreatif dikaitkan dengan sifat kepribadian yang terbuka terhadap pengalaman. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada fondasi neurobiologis untuk individu yang kreatif. Berdasarkan semua informasi yang tersedia, sangat mungkin bahwa kapasitas bakat seseorang dibentuk oleh pengaruh genetik.
Sementara itu, dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Personality, ditemukan bahwa meskipun genetika dan lingkungan (yang kebetulan) berkontribusi pada hubungan antara bakat seseorang, genetika tampaknya memainkan peran yang lebih besar secara keseluruhan.
Namun, seperti yang sudah disebutkan, hal tersebut tetap perlu diasah lagi. Dengan kata lain, bukan berarti seseorang yang tidak memiliki genetik bakat seni tidak mampu memiliki kemampuan dibidang seni. Kembali lagi pada pengalaman seseorang.
Bagaimana Cara Mengetahui Bakat Si Kecil?
Sebenarnya, yang bisa diketahui bukanlah bakat Si Kecil, melainkan potensi bakatnya. Nah, untuk mengetahui apa potensi bakat Si Kecil, coba simak tips berikut ini, yuk!
1. Biarkan Si Kecil Bereksplorasi
Untuk menemukan apa potensi bakat Si Kecil, ibu perlu menerapkan pola asuh anak yang tepat agar mereka melakukan aktivitas apa pun yang mereka mau. Hindari memberikan perintah tentang apa yang harus mereka lakukan dan sukai. Jika mereka tertarik dengan aktivitas tertentu, beri kesempatan mereka untuk melakukan aktivitas tersebut. Dan jika mereka bertanya, berikan mereka penjelasan dengan bahasa yang mudah dipahami.
2. Amati Aktivitas Si Kecil
Setelah Si Kecil melakukan aktivitas, ibu bisa bertanya kepada dirinya tentang pengalamannya dalam melakukan aktivitas tersebut. Ibu juga bisa mengamati perilaku anak sebelum, selama, dan setelah beraktivitas. Apakah dirinya menikmati aktivitas tersebut atau tidak? Jika ia tidak terlihat menikmati aktivitasnya, ibu bisa membiarkannya melakukan aktivitas lain.
3. Asah Kemampuan Si Kecil
Bila ibu sudah mengetahui aktivitas apa yang anak sukai, ibu dapat mengasah lebih dalam kemampuannya. Misalkan, jika ia menunjukkan ketertarikan dengan alat musik seperti piano, ibu bisa membelikan mereka mainan piano atau memasukkan mereka ke kelas piano.
4. Berikan Apresiasi pada Upayanya
Ketika Si Kecil sedang bekerja keras saat melakukan bakatnya, ayah dan ibu mungkin perlu memberikan apresiasi. Hal tersebut bisa berupa pujian ataupun hadiah. Perlu dipahami juga, ketika memuji usaha anak, mereka lebih cenderung mengambil risiko, membuat kesalahan, dan belajar dari itu. Dengan memuji upaya bakatnya langkah demi langkah, secara tidak langsung orang tua juga akan meningkatkan atau mengasah bakat anak.
5. Ciptakan Peluang untuk Mengembangkan Bakat Anak
Sebisa mungkin, ikut sertakan Si Kecil dalam acara yang dapat memaksimalkan bakat anak. Misalnya memintanya tampil di acara tertentu, mengikuti lomba atau pertandingan. Dengan begitu, Si Kecil semakin percaya diri dan dapat fokus pada bakatnya sebagai peluang yang baik.
Jadi, itulah yang perlu diketahui mengenai bakat seorang anak. Jika ibu ingin mendapatkan banyak saran seputar pola asuh anak, ibu bisa tanyakan pada psikolog anak melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!


