Lipan berperan penting dalam ekosistem sebagai predator serangga.

DAFTAR ISI
- Apa Itu Lipan?
- Anatomi dan Ciri-Ciri Lipan
- Habitat dan Siklus Hidup Lipan
- Bahaya Gigitan Lipan dan Gejalanya
- Pertolongan Pertama Saat Digigit Lipan
- Perbedaan Lipan dan Keluwing
- Cara Mencegah Lipan Masuk Rumah
- Studi Mengenai Bisa Lipan
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- Referensi
- FAQ
Apakah kamu pernah tiba-tiba terkejut melihat hewan berbuku-buku dengan kaki yang sangat banyak merayap di dinding kamar mandi atau di bawah tumpukan kayu? Hewan tersebut kemungkinan besar adalah lipan atau yang di Indonesia lebih akrab disapa dengan sebutan kelabang. Kehadirannya di dalam rumah sering kali memicu kepanikan, dan hal ini wajar mengingat hewan ini dikenal memiliki gigitan yang menyakitkan serta mengandung racun.
Lipan adalah bagian dari ekosistem alam yang memiliki peran penting sebagai predator serangga kecil. Namun, ketika mereka tanpa sengaja bersinggungan dengan manusia, insiden gigitan bisa saja terjadi. Gigitan lipan bukan hanya menyebabkan rasa sakit yang tajam, tetapi juga bisa memicu reaksi alergi pada sebagian orang. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami apa itu lipan, bagaimana karakteristiknya, serta apa yang harus dilakukan jika kamu atau anggota keluargamu tidak sengaja tergigit olehnya.
Mengenal perilaku hewan ini dapat membantu kita melakukan tindakan pencegahan yang efektif. Pasalnya, lingkungan rumah yang lembap dan banyak celah gelap sering kali menjadi surga bagi lipan untuk berkembang biak. Daripada panik saat menghadapinya, pengetahuan dasar mengenai penanganan gigitan hewan berbisa ringan ini sangatlah krusial untuk mencegah komplikasi infeksi. Nah, mau tahu lebih dalam tentang fakta lipan adalah seperti apa, bahayanya, dan cara mengatasinya? Berikut ulasan lengkapnya!
Apa Itu Lipan?
Lipan adalah hewan invertebrata karnivora yang termasuk dalam filum Arthropoda, kelas Chilopoda. Nama “kelabang” atau “lipan” merujuk pada bentuk tubuhnya yang memanjang, pipih, dan bersegmen, di mana setiap segmen tubuhnya (kecuali segmen pertama dan terakhir) memiliki tepat satu pasang kaki. Inilah yang membedakannya secara taksonomi dari kerabatnya, kaki seribu (Diplopoda), yang memiliki dua pasang kaki pada setiap segmennya.
Hewan ini telah hidup di bumi selama ratusan juta tahun dan berevolusi menjadi predator yang sangat tangguh di habitat mikronya. Di alam liar, lipan adalah pemburu aktif yang memakan serangga kecil, laba-laba, cacing, hingga hewan amfibi atau reptil kecil tergantung pada seberapa besar ukuran lipan tersebut. Ukuran lipan sangat bervariasi, mulai dari hanya beberapa milimeter untuk spesies terkecil, hingga mencapai lebih dari 30 sentimeter untuk spesies raksasa seperti Scolopendra gigantea yang banyak ditemukan di kawasan Amerika Selatan.
Di Indonesia, lipan sering ditemukan di lingkungan tropis yang basah. Mereka merupakan hewan nokturnal yang aktif mencari mangsa pada malam hari dan bersembunyi pada siang hari untuk menghindari dehidrasi, mengingat tubuh mereka tidak memiliki kutikula penahan air yang tebal seperti serangga pada umumnya.
Anatomi dan Ciri-Ciri Lipan
Untuk bisa mengenali lipan dengan baik dan menghindari kontak yang berbahaya, kamu perlu mengetahui ciri fisik dan anatominya. Beberapa karakteristik utama lipan adalah sebagai berikut:
1. Tubuh Bersegmen dan Sepasang Kaki Per Segmen
Tubuh lipan sangat fleksibel, memanjang, dan pipih ke bawah. Mereka memiliki jumlah kaki yang selalu ganjil jika dihitung secara berpasangan (misalnya 15, 17, 21, dan seterusnya). Ironisnya, meski dalam bahasa Inggris sering disebut “centipede” (yang berarti seratus kaki), sangat jarang ditemukan lipan yang memiliki tepat 100 kaki.
2. Cakar Berbisa (Forcipules)
Ini adalah senjata utama lipan. Berbeda dengan ular yang menyuntikkan bisa melalui taring di mulutnya, lipan menyuntikkan bisa melalui cakar beracun yang disebut forcipules. Struktur ini sebenarnya adalah sepasang kaki pertama yang berevolusi menyerupai capit besar dan tajam, terletak tepat di bawah kepala. Cakar ini digunakan untuk melumpuhkan mangsa dan mempertahankan diri.
3. Antena Sensorik yang Panjang
Lipan memiliki penglihatan yang sangat buruk; banyak spesies bahkan buta sama sekali. Oleh karena itu, lipan sangat mengandalkan sepasang antena panjang di kepalanya untuk mendeteksi getaran, bau, dan pergerakan di sekitarnya. Antena inilah yang menuntun mereka menemukan mangsa dalam kegelapan.
Habitat dan Siklus Hidup Lipan
Secara umum, habitat ideal bagi lipan adalah tempat yang sejuk, gelap, dan memiliki kelembapan tinggi. Karena tubuh mereka rentan kehilangan cairan secara cepat, mereka tidak bisa bertahan lama di bawah paparan sinar matahari langsung. Di alam liar, kamu bisa menemukan lipan di bawah tumpukan daun kering, di balik batu-batu, di dalam batang kayu yang membusuk, atau di dalam tanah.
Di area perumahan, lipan sering kali masuk ke dalam rumah untuk mencari tempat lembap, terutama saat musim kemarau saat cuaca di luar terlalu panas, atau justru saat musim hujan lebat saat habitat asli mereka kebanjiran. Area rumah yang sering disinggahi lipan meliputi kamar mandi, ruang bawah tanah, tumpukan kardus di gudang, sela-sela saluran air, hingga di bawah pot tanaman hias kesayanganmu.
Dalam hal reproduksi, lipan adalah hewan bertelur (ovipar). Lipan betina biasanya menghasilkan 15 hingga 60 telur yang diletakkan di tanah atau kayu busuk. Banyak spesies lipan betina menunjukkan sifat keibuan dengan cara melingkari telur-telurnya dengan tubuh mereka untuk melindunginya dari predator dan jamur hingga telur tersebut menetas. Siklus hidup lipan cukup panjang untuk ukuran arthropoda; beberapa spesies diketahui bisa hidup hingga 5 sampai 7 tahun dalam kondisi yang ideal.
Bahaya Gigitan Lipan dan Gejalanya
Lipan sebenarnya bukan hewan yang agresif terhadap manusia. Mereka biasanya akan melarikan diri secepat mungkin saat bertemu dengan makhluk yang lebih besar. Gigitan biasanya hanya terjadi sebagai mekanisme pertahanan diri, misalnya ketika lipan tidak sengaja terinjak, tersentuh saat kamu membereskan gudang, atau terperangkap di dalam pakaian maupun sepatu yang sedang kamu pakai.
Bisa lipan mengandung berbagai zat kompleks, termasuk histamin, serotonin, dan enzim-enzim yang dapat merusak jaringan (seperti hyaluronidase dan phospholipase). Hal inilah yang membuat gigitannya terasa sangat menyakitkan. Jika tergigit, beberapa gejala umum yang biasanya muncul pada kulit manusia adalah:
- Rasa sakit yang sangat tajam, mirip seperti disengat lebah namun sering kali digambarkan lebih intens.
- Kemerahan (eritema) di sekitar area gigitan.
- Pembengkakan (edema) lokal yang dapat menyebar di area yang tergigit.
- Munculnya dua titik merah kecil di pusat area yang bengkak, yang merupakan bekas tusukan cakar forcipules lipan.
- Sensasi panas atau terbakar di kulit.
- Rasa gatal yang cukup mengganggu setelah rasa sakit mulai mereda.
Pada kasus yang jarang terjadi, gigitan lipan bisa menyebabkan gejala sistemik yang lebih serius, terutama jika orang yang tergigit memiliki alergi terhadap serangga dan bisa hewan. Gejala reaksi alergi berat (anafilaksis) meliputi:
- Mual, muntah, atau diare.
- Pusing, sakit kepala parah, dan jantung berdebar-debar (palpitasi).
- Pembengkakan pada wajah, bibir, atau kelenjar getah bening di dekat area gigitan.
- Sesak napas atau kesulitan menelan.
Jika gejala anafilaksis tersebut muncul, jangan ditunda lagi. Kamu harus segera mencari pertolongan darurat atau konsultasi langsung ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis dan obat-obatan antialergi yang diresepkan dengan tepat. Dokter biasanya akan memberikan injeksi epinefrin atau kortikosteroid dosis tinggi untuk mencegah syok anafilaktik yang membahayakan nyawa.
Mitos vs Fakta: Lipan Berkembang Biak di Telinga Manusia
- Mitos: Banyak rumor beredar bahwa lipan suka masuk ke telinga manusia dan bersarang atau bertelur di sana, bahkan bisa menembus hingga ke otak.
- Fakta: Ini sama sekali tidak benar. Telinga manusia bukanlah habitat yang cocok bagi lipan. Jika ada serangga yang masuk ke telinga, itu hanyalah ketidaksengajaan karena serangga tersebut mencari tempat gelap. Lipan tidak akan pernah bertelur di telinga atau tubuh manusia karena mereka butuh media tanah yang lembap.
- Pencegahan: Menjaga kebersihan kamar tidur dan memastikan tidak ada celah untuk serangga masuk adalah cara terbaik mencegah insiden telinga kemasukan serangga.
Pertolongan Pertama Saat Digigit Lipan
Jika kamu atau orang terdekat digigit lipan, hal pertama yang harus dilakukan adalah tidak panik. Gigitan kelabang memang menyakitkan, namun jarang sekali berakibat fatal bagi orang dewasa yang sehat. Berikut adalah langkah-langkah pertolongan pertama yang bisa kamu lakukan secara mandiri di rumah:
1. Cuci Area Gigitan
Segera bersihkan luka bekas gigitan menggunakan air mengalir dan sabun antibakteri. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan sisa kotoran atau bakteri yang mungkin masuk dari cakar lipan, mengingat habitat lipan yang berada di tanah berisiko membawa bakteri penyebab infeksi sekunder.
2. Gunakan Kompres Dingin atau Hangat
Penanganan suhu pada gigitan lipan bisa disesuaikan dengan gejalanya. Untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan awal, kamu bisa menempelkan kompres es batu (yang dibalut handuk) pada area gigitan selama 10-15 menit. Namun, beberapa studi toksikologi menyarankan kompres hangat (bukan air mendidih) karena panas diketahui dapat memecah protein yang ada dalam bisa lipan, sehingga rasa sakitnya lebih cepat mereda.
3. Gunakan Salep atau Krim Pereda Gatal
Setelah area gigitan dibersihkan, kamu bisa mengoleskan salep hidrokortison atau losion calamine untuk mengurangi peradangan dan sensasi gatal. Jangan pernah menggaruk luka bekas gigitan lipan dengan kuku tangan, karena gesekan kuat dapat merobek kulit dan memasukkan bakteri dari kuku yang memicu infeksi kulit seperti selulitis. Jika kamu membutuhkan perlengkapan P3K, krim antiseptik, atau perban, kamu bisa beli obat bebas dan alat kesehatan dengan cepat dan terpercaya tanpa harus keluar rumah, langsung diantar dari apotek.
4. Minum Obat Pereda Nyeri Jika Diperlukan
Rasa nyeri akibat gigitan lipan terkadang sangat kuat hingga mengganggu aktivitas atau tidur. Kamu dapat mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas di apotek, seperti paracetamol atau ibuprofen, sesuai dengan aturan pakai yang tertera pada kemasan. Obat-obatan ini efektif untuk menekan respons peradangan sistemik skala ringan.
Perbedaan Lipan (Kelabang) dan Keluwing (Kaki Seribu)
Masyarakat sering kali tertukar antara lipan dan keluwing (kaki seribu). Meski keduanya sama-langsung berbentuk panjang dan berkaki banyak, mereka memiliki perbedaan perilaku dan bahaya yang sangat signifikan:
- Bentuk Kaki: Lipan memiliki kaki yang menjulur ke samping tubuh, memungkinkan mereka bergerak dengan sangat gesit dan cepat. Keluwing memiliki kaki yang berada tepat di bawah perutnya, sehingga gerakannya sangat lambat layaknya tank kecil.
- Posisi Kaki: Seperti yang dibahas sebelumnya, lipan memiliki satu pasang kaki per segmen, sedangkan keluwing memiliki dua pasang kaki per segmen.
- Cara Bertahan Hidup: Lipan adalah karnivora yang berburu mangsa hidup dan menggunakan cakar berbisa. Keluwing adalah detritivor (pemakan sisa tumbuhan/daun busuk) dan tidak memiliki bisa atau gigi untuk menggigit. Jika merasa terancam, keluwing akan menggulung tubuhnya membentuk lingkaran dan mengeluarkan bau menyengat, bukan menggigit.
- Bahaya: Lipan sangat agresif bila terdesak dan gigitannya butuh penanganan medis ringan. Keluwing sangat aman untuk manusia, meski cairan baunya terkadang bisa menyebabkan sedikit iritasi jika terkena mata.
Cara Mencegah Lipan Masuk Rumah
Mencegah jauh lebih baik daripada harus mengobati gigitan lipan. Karena lipan adalah predator, keberadaan mereka di dalam rumah sebenarnya menjadi indikator bahwa ada populasi serangga lain (seperti kecoak, laba-laba kecil, atau rayap) yang menjadi sumber makanan mereka. Untuk menjauhkan lipan dari area hunian, kamu bisa menerapkan langkah-langkah berikut:
- Kurangi Kelembapan: Pastikan sirkulasi udara di kamar mandi, dapur, dan gudang berjalan lancar. Gunakan exhaust fan atau perbaiki pipa saluran air yang bocor, karena genangan air sekecil apapun bisa menarik perhatian lipan.
- Tutup Celah dan Retakan: Lipan memiliki tubuh yang pipih dan dapat masuk melalui retakan dinding yang sangat kecil. Tutup lubang di dinding, retakan ubin lantai, dan beri weather stripping (karet penutup celah) di bawah pintu utama agar lipan dari taman tidak bisa masuk.
- Bersihkan Pekarangan Rumah: Jauhkan tumpukan kayu, tumpukan daun kering, batu bata, dan sampah organik dari tembok luar rumahmu. Semakin bersih batas antara tanah dan fondasi rumah, semakin kecil peluang lipan merayap masuk ke dalam ruangan.
- Basmi Serangga Pengganggu Lain: Jika kamu berhasil mengontrol populasi serangga seperti semut, kecoak, dan lalat di rumah, maka lipan akan secara otomatis pergi mencari tempat lain karena kehilangan sumber makanannya.
Studi Mengenai Bisa Lipan
Toxins (Basel) Journal menerbitkan studi di tahun 2018 yang menjelaskan secara komprehensif tentang profil racun lipan dari genus Scolopendra.
Dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa bisa lipan tidak hanya berisi enzim pencerna, tetapi juga koktail neurotoksin, peptida, dan protein yang dirancang spesifik untuk melumpuhkan sistem saraf mangsanya secara instan. Menariknya, ilmuwan saat ini sedang mengekstrak beberapa senyawa dari bisa lipan tersebut untuk diteliti lebih lanjut potensinya sebagai obat penghilang rasa sakit masa depan pengganti opioid, mengingat sifat analgetik spesifik yang terkandung dalam komponen bisanya jika diolah di laboratorium.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Centipede Bite.
Healthline. Diakses pada 2024. Centipede Bites: What You Need to Know.
Medical News Today. Diakses pada 2024. What to do if a centipede bites you.
National Library of Medicine (PubMed). Diakses pada 2024. Centipede Envenomation.
PestWorld. Diakses pada 2024. House Centipedes.
FAQ
1. Apakah gigitan lipan itu mematikan bagi manusia?
Sangat jarang sekali gigitan lipan berakibat fatal pada manusia dewasa yang sehat. Rasa sakitnya memang luar biasa dan bisa menyebabkan pembengkakan, namun tidak akan menyebabkan kematian kecuali orang tersebut mengalami reaksi syok anafilaksis (alergi berat) yang tidak segera ditangani.
2. Berapa lama bengkak akibat gigitan lipan akan hilang?
Bengkak dan rasa nyeri umumnya memuncak dalam 1 hingga 2 jam pertama setelah gigitan, kemudian perlahan mereda. Pembengkakan dan warna kemerahan pada kulit biasanya akan hilang sepenuhnya dalam waktu 48 jam hingga beberapa hari, tergantung pada sistem kekebalan tubuh masing-masing orang.
3. Apakah boleh menggunakan kapur barus (kamper) untuk mengusir lipan?
Kapur barus memiliki bau menyengat yang dihindari oleh banyak serangga, namun efektivitasnya untuk mengusir lipan secara langsung terbilang rendah. Cara terbaik mengusirnya adalah dengan menjaga agar rumah tetap kering, bersih dari serangga kecil, dan menutup rapat semua retakan akses masuk.
4. Kapan waktu yang tepat untuk memeriksakan gigitan lipan ke dokter?
Kamu harus segera memeriksakan diri ke dokter apabila bekas gigitan tidak membaik setelah beberapa hari, lukanya mengeluarkan nanah (tanda infeksi), atau jika korban gigitan adalah bayi, anak kecil, atau lansia. Begitu pula jika muncul gejala alergi sistemik seperti sesak napas dan mual pusing yang berlebihan.



