Ad Placeholder Image

FAM ICD 10: Kenali Kode Fibroadenoma Payudara

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   27 Februari 2026

FAM ICD 10: Pahami Kode D24 Fibroadenoma Mammae

FAM ICD 10: Kenali Kode Fibroadenoma PayudaraFAM ICD 10: Kenali Kode Fibroadenoma Payudara

Fibroadenoma Mammae (FAM) adalah benjolan non-kanker yang umum terjadi pada payudara, terutama pada wanita berusia 15 hingga 35 tahun. Benjolan ini terbentuk dari jaringan glandular (kelenjar) dan stroma (jaringan ikat) payudara, biasanya terasa padat, kenyal, halus, dan mudah digerakkan saat disentuh. Meskipun FAM bersifat jinak, pemahaman tentang kondisi ini, termasuk kode diagnosis medisnya, sangat penting untuk penanganan yang tepat.

Definisi Fibroadenoma Mammae (FAM) dan Kode ICD 10

Fibroadenoma mammae (FAM), juga dikenal sebagai fibroadenoma payudara, merupakan jenis tumor jinak payudara yang paling sering ditemukan. Kondisi ini berkembang dari sel-sel stroma dan epitel payudara, sehingga membentuk massa diskrit. Karakteristik khas FAM meliputi:

  • Bentuk bulat atau oval.
  • Permukaan halus dan batas yang jelas.
  • Konsistensi kenyal atau padat.
  • Sangat mudah digerakkan di bawah kulit.
  • Tidak terasa nyeri, meskipun beberapa wanita mungkin merasakan sedikit ketidaknyamanan.

Dalam sistem klasifikasi penyakit internasional, FAM memiliki kode spesifik untuk tujuan diagnostik, statistik, dan penagihan asuransi. Kode utama yang digunakan untuk fibroadenoma mammae adalah D24, yang merujuk pada “Benign neoplasm of breast” atau neoplasma jinak pada payudara. Kode ini memastikan bahwa kondisi FAM teridentifikasi dengan akurat dalam catatan medis.

Gejala Umum Fibroadenoma Mammae

Fibroadenoma mammae seringkali tidak menimbulkan gejala yang signifikan selain adanya benjolan yang dapat dirasakan. Benjolan ini biasanya ditemukan secara tidak sengaja saat pemeriksaan payudara sendiri atau saat pemeriksaan fisik rutin oleh dokter. Beberapa karakteristik benjolan FAM yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Ukuran bervariasi, dari sangat kecil hingga beberapa sentimeter.
  • Pertumbuhan lambat atau dapat tetap stagnan.
  • Kadang-kadang dapat membesar selama kehamilan atau saat terapi pengganti hormon.
  • Benjolan tidak menyebabkan perubahan pada kulit payudara di atasnya, seperti kemerahan atau lesung.

Apabila menemukan benjolan atau perubahan lain pada payudara, sangat dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter untuk diagnosis lebih lanjut.

Penyebab dan Faktor Risiko Fibroadenoma Mammae

Penyebab pasti fibroadenoma mammae belum sepenuhnya dipahami, namun diyakini sangat berkaitan dengan fluktuasi hormon estrogen. Hal ini diperkuat dengan fakta bahwa FAM lebih sering terjadi pada wanita usia reproduktif (15-35 tahun) dan cenderung membesar selama kehamilan atau penggunaan terapi pengganti hormon, serta mengecil setelah menopause. Beberapa faktor yang mungkin berperan dalam perkembangan FAM meliputi:

  • **Pengaruh Hormonal:** Estrogen diyakini merangsang pertumbuhan jaringan payudara, termasuk sel-sel yang membentuk fibroadenoma.
  • **Usia Muda:** Paling sering ditemukan pada wanita muda.
  • **Riwayat Keluarga:** Adanya riwayat FAM dalam keluarga mungkin meningkatkan risiko, meskipun tidak selalu.

Fibroadenoma bukan merupakan kondisi pra-kanker dan tidak secara langsung meningkatkan risiko kanker payudara, kecuali pada beberapa jenis FAM kompleks yang sangat jarang.

Diagnosis FAM dan Pentingnya Kode ICD 10

Diagnosis fibroadenoma mammae memerlukan evaluasi medis menyeluruh. Proses diagnostik biasanya melibatkan:

  • **Pemeriksaan Fisik:** Dokter akan memeriksa payudara untuk meraba benjolan dan mengevaluasi karakteristiknya.
  • **Pencitraan:**
    • **USG Payudara:** Seringkali menjadi pilihan pertama untuk wanita muda karena kemampuannya membedakan kista (benjolan berisi cairan) dari massa padat.
    • **Mammografi:** Umumnya direkomendasikan untuk wanita berusia di atas 40 tahun atau jika ada kekhawatiran khusus.
  • **Biopsi:** Jika hasil pencitraan tidak konklusif atau ada kekhawatiran tentang sifat benjolan, biopsi (pengambilan sampel jaringan untuk diperiksa di bawah mikroskop) mungkin diperlukan. Ini adalah cara paling definitif untuk mengkonfirmasi diagnosis.

Penggunaan kode ICD-10, seperti D24 untuk fibroadenoma, sangat krusial dalam proses diagnosis dan pencatatan medis. Selain D24, ada juga kode lain yang terkait dengan kondisi payudara jinak yang mungkin digunakan dalam konteks diagnosis diferensial atau jika terdapat kondisi lain yang menyertai, antara lain:

  • **N60.2:** Fibroadenosis of breast (fibroadenosis payudara).
  • **N60.9:** Benign dysplasia of breast, unspecified (displasia payudara jinak, tidak spesifik).
  • **N60.1:** Diffuse cystic mastopathy (mastopati kistik difus).
  • **N60.8:** Other benign mammary dysplasias (displasia payudara jinak lainnya, seperti adenosis atau fibrosclerosis).

Kode-kode ini membantu profesional medis dan sistem kesehatan untuk mengkategorikan dan memahami secara spesifik kondisi payudara yang dialami pasien. Kode morfologi ICD-O-3 untuk Fibroadenoma adalah 9010/0, yang memberikan detail lebih lanjut tentang karakteristik histologis tumor tersebut. Penting untuk diingat bahwa pengkodean harus diverifikasi berdasarkan laporan patologi spesifik dan dokumentasi rekam medis.

Pilihan Pengobatan Fibroadenoma Mammae

Karena fibroadenoma mammae bersifat jinak dan tidak berbahaya, tidak semua kasus memerlukan pengangkatan. Pilihan pengobatan tergantung pada beberapa faktor, termasuk ukuran benjolan, gejala yang ditimbulkan, usia pasien, dan kekhawatiran pribadi.

  • **Observasi (Watchful Waiting):** Jika benjolan kecil, tidak menimbulkan gejala, dan telah dikonfirmasi jinak melalui biopsi, dokter mungkin merekomendasikan observasi dengan pemeriksaan rutin (misalnya, USG setiap 6-12 bulan) untuk memantau perubahan ukuran atau karakteristik.
  • **Pembedahan (Lumpektomi):** Pengangkatan benjolan secara bedah dapat dipertimbangkan jika:
    • Benjolan terus membesar.
    • Menyebabkan nyeri atau ketidaknyamanan.
    • Pasien merasa khawatir atau cemas.
    • Hasil biopsi menunjukkan FAM kompleks atau ada keraguan diagnosis.
  • **Krioablasi:** Prosedur minimal invasif ini menggunakan gas dingin untuk membekukan dan menghancurkan fibroadenoma. Metode ini dapat menjadi alternatif bedah untuk benjolan tertentu.

Keputusan mengenai pengobatan harus didiskusikan secara mendalam dengan dokter setelah mempertimbangkan semua aspek klinis.

Pencegahan dan Pemantauan Fibroadenoma Mammae

Tidak ada metode pasti untuk mencegah fibroadenoma mammae karena penyebabnya terkait dengan faktor hormonal. Namun, beberapa langkah dapat membantu dalam deteksi dini dan pemantauan kesehatan payudara secara keseluruhan:

  • **Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI):** Lakukan SADARI secara rutin setiap bulan untuk membiasakan diri dengan kondisi normal payudara dan mendeteksi perubahan sekecil apapun.
  • **Pemeriksaan Klinis Payudara (SADANIS):** Jalani pemeriksaan payudara oleh dokter atau tenaga medis terlatih secara berkala.
  • **Pencitraan Payudara Rutin:** Ikuti rekomendasi dokter untuk skrining mammografi atau USG payudara sesuai usia dan faktor risiko.
  • **Gaya Hidup Sehat:** Menjaga berat badan ideal, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan berolahraga teratur dapat mendukung kesehatan umum, termasuk kesehatan payudara.

Meskipun FAM umumnya jinak, pemantauan dan kesadaran akan perubahan pada payudara tetap penting.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Setiap kali individu menemukan benjolan baru pada payudara, mengalami perubahan pada benjolan yang sudah ada (misalnya, membesar, terasa nyeri, atau berubah bentuk), atau merasakan gejala lain yang mengkhawatirkan pada payudara, sangat penting untuk segera mencari evaluasi medis. Deteksi dini dan diagnosis yang akurat adalah kunci untuk penanganan yang tepat dan menenangkan kekhawatiran.

Halodoc menyediakan akses mudah ke dokter spesialis untuk konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut. Jangan ragu untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia di Halodoc guna mendapatkan informasi dan penanganan medis yang akurat dan terpercaya terkait kondisi payudara.