
Fototerapi: Manfaat, Prosedur & Efek Samping Terapi Sinar
Fototerapi: Manfaat, Prosedur, & Efek Sampingnya

Fototerapi: Manfaat, Prosedur, dan Efek Samping yang Perlu Diketahui
Fototerapi adalah metode pengobatan yang menggunakan sinar ultraviolet (UV) untuk mengatasi berbagai kondisi medis. Prosedur ini umum digunakan pada bayi baru lahir dengan penyakit kuning (ikterus) dan juga dalam dermatologi untuk mengobati masalah kulit tertentu. Bagaimana fototerapi bekerja dan apa saja yang perlu diperhatikan? Artikel ini akan membahasnya secara mendalam.
Apa Itu Fototerapi?
Fototerapi adalah prosedur medis yang melibatkan paparan kulit terhadap sinar ultraviolet (UV) dengan intensitas tinggi. Sinar ini biasanya berasal dari lampu fluoresen atau LED khusus. Tujuan utama fototerapi adalah untuk mengubah struktur molekul zat tertentu dalam tubuh sehingga lebih mudah dikeluarkan.
Fototerapi pada Bayi (Terapi Sinar Kuning)
Fototerapi sering digunakan untuk mengatasi penyakit kuning pada bayi baru lahir. Penyakit kuning terjadi ketika kadar bilirubin dalam darah terlalu tinggi, menyebabkan kulit dan mata bayi berwarna kuning.
Fungsi utama fototerapi pada bayi adalah menurunkan kadar bilirubin yang berlebihan.
Prosedur ini melibatkan penempatan bayi di bawah sinar biru khusus tanpa pakaian, kecuali popok dan pelindung mata. Durasi terapi biasanya berlangsung selama 1-2 hari.
Pemberian ASI tetap penting selama fototerapi. Biasanya, fototerapi dihentikan sementara selama 30 menit setiap 3-4 jam untuk menyusui bayi.
Efek samping fototerapi pada bayi umumnya ringan, seperti peningkatan penguapan cairan, kulit kehitaman sementara, atau diare.
Fototerapi pada Kulit (Dermatologi)
Selain pada bayi, fototerapi juga digunakan dalam dermatologi untuk mengobati berbagai penyakit kulit.
Fungsi fototerapi pada kulit adalah mengurangi peradangan dan gejala penyakit kulit seperti psoriasis, vitiligo, dan dermatitis.
Terdapat beberapa jenis fototerapi yang digunakan dalam dermatologi, termasuk:
- Narrowband Ultraviolet B (NB-UVB): Menggunakan spektrum sinar UVB yang lebih sempit untuk mengurangi risiko efek samping.
- PUVA (Psoralen + UVA): Melibatkan penggunaan obat psoralen yang membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar UVA.
Efek samping fototerapi pada kulit bisa meliputi kulit kemerahan, kulit kering, atau sunburn.
Bagaimana Fototerapi Bekerja?
Pada bayi dengan penyakit kuning, fototerapi bekerja dengan mengubah bilirubin menjadi bentuk yang lebih mudah larut dalam air dan dapat dikeluarkan oleh tubuh melalui urine dan tinja.
Dalam dermatologi, sinar UV membantu menekan sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif pada kondisi seperti psoriasis, mengurangi peradangan dan memperlambat pertumbuhan sel kulit yang berlebihan.
Efek Samping Fototerapi
Meskipun umumnya aman, fototerapi dapat menyebabkan beberapa efek samping, antara lain:
- Dehidrasi: Peningkatan penguapan cairan pada bayi.
- Perubahan Warna Kulit: Kulit bisa menjadi lebih gelap sementara.
- Kemerahan dan Iritasi: Pada terapi kulit, kulit bisa menjadi merah, gatal, atau kering.
- Sunburn: Risiko terbakar sinar matahari jika paparan tidak dikontrol dengan baik.
- Diare: Pada bayi, fototerapi kadang-kadang dapat menyebabkan diare.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum dan Selama Fototerapi
Fototerapi harus selalu dilakukan di bawah pengawasan tenaga medis yang terlatih.
Pastikan mata pasien (terutama bayi) terlindungi dengan baik selama prosedur.
Pantau suhu tubuh dan hidrasi pasien secara berkala.
Laporkan setiap efek samping yang tidak biasa kepada dokter atau perawat.
Kesimpulan dan Rekomendasi Medis di Halodoc
Fototerapi adalah metode pengobatan yang efektif untuk mengatasi penyakit kuning pada bayi dan berbagai kondisi kulit. Prosedur ini bekerja dengan memanfaatkan sinar ultraviolet untuk mengubah struktur molekul zat tertentu dalam tubuh atau menekan respons imun yang berlebihan.
Jika Anda atau bayi Anda memerlukan fototerapi, konsultasikan dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai manfaat, risiko, dan persiapan yang diperlukan. Dengan penanganan yang tepat dan pengawasan medis yang cermat, fototerapi dapat menjadi solusi yang aman dan efektif untuk berbagai masalah kesehatan.


