Ad Placeholder Image

Fraksi Ejeksi: Kenali Seberapa Baik Jantung Memompa

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

**Fraksi Ejeksi Jantung: Pahami Angka Pentingmu**

Fraksi Ejeksi: Kenali Seberapa Baik Jantung MemompaFraksi Ejeksi: Kenali Seberapa Baik Jantung Memompa

DAFTAR ISI


Kesehatan jantung merupakan pilar utama dalam menjaga kualitas hidup yang optimal. Salah satu parameter medis yang sering digunakan oleh dokter spesialis jantung untuk menilai seberapa efektif kerja jantung kamu adalah fraksi ejeksi. Istilah ini mungkin terdengar teknis bagi sebagian orang, namun memahaminya sangatlah penting, terutama bagi mereka yang memiliki risiko penyakit kardiovaskular atau sedang menjalani pemantauan fungsi jantung.

Secara sederhana, fraksi ejeksi adalah persentase darah yang dipompa keluar dari bilik jantung (ventrikel) setiap kali jantung berdenyut. Bayangkan jantung kamu seperti sebuah pompa; fraksi ejeksi mengukur efisiensi pompa tersebut dalam mengalirkan darah yang kaya oksigen ke seluruh tubuh. Jika persentasenya berada di bawah batas normal, ini bisa menjadi indikasi awal adanya masalah serius seperti gagal jantung.

Mengetahui kondisi kesehatan jantung sejak dini dapat membantu kamu melakukan langkah pencegahan yang tepat. Jika kamu merasakan keluhan seperti sesak napas atau mudah lelah, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan diagnosis yang akurat.

Artikel ini akan mengupas tuntas mengenai apa itu fraksi ejeksi, bagaimana cara membacanya, serta langkah-langkah yang perlu diambil untuk menjaga performa jantung tetap prima. Mari kita simak ulasannya lebih dalam!

Apa Itu Fraksi Ejeksi?

Fraksi ejeksi (EF) adalah pengukuran volumetrik yang menentukan efektivitas ventrikel jantung (biasanya ventrikel kiri) dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Ventrikel kiri adalah ruang utama yang bertanggung jawab untuk memompa darah beroksigen ke aorta dan sistem peredaran darah besar. Namun, pengukuran ini juga bisa dilakukan pada ventrikel kanan, yang bertugas memompa darah ke paru-paru.

Secara fisiologis, jantung tidak pernah mengosongkan seluruh darah dari ventrikelnya pada setiap denyutan. Selalu ada sisa darah di dalam ruang tersebut setelah kontraksi. Fraksi ejeksi menghitung rasio antara volume darah yang dikeluarkan (stroke volume) dengan total volume darah yang ada di ventrikel sebelum kontraksi (end-diastolic volume). Sebagai contoh, jika ventrikel kiri berisi 100 ml darah dan memompa keluar 60 ml, maka nilai fraksi ejeksinya adalah 60 persen.

Memahami angka ini membantu dokter menentukan apakah pasien menderita gagal jantung dengan fraksi ejeksi yang menurun (HFrEF) atau gagal jantung dengan fraksi ejeksi yang masih terjaga (HFpEF). Keduanya memerlukan pendekatan terapi yang berbeda, sehingga akurasi dalam pengukuran EF sangatlah krusial bagi manajemen kesehatan pasien.

Bagaimana Cara Mengukurnya?

Ada beberapa metode medis yang digunakan untuk mendapatkan nilai fraksi ejeksi. Dokter akan memilih metode yang paling sesuai berdasarkan kondisi klinis pasien:

1. Ekokardiogram (USG Jantung)

Ini adalah metode yang paling umum digunakan karena bersifat non-invasif dan mudah dilakukan. Dengan menggunakan gelombang suara, dokter dapat melihat gambar jantung yang sedang bergerak dan menghitung berapa banyak darah yang dipompa pada setiap kontraksi.

2. MRI Jantung (CMR)

Magnetic Resonance Imaging dianggap sebagai standar emas untuk mengukur fraksi ejeksi karena memberikan gambaran jaringan jantung yang sangat detail dan akurat, terutama jika hasil ekokardiogram kurang jelas.

3. CT Scan Jantung

Metode ini menggunakan sinar-X untuk membuat gambar penampang jantung. Meskipun efektif, CT scan biasanya bukan pilihan pertama untuk pengukuran rutin karena adanya paparan radiasi.

4. Kateterisasi Jantung

Dalam prosedur invasif ini, dokter memasukkan kateter melalui pembuluh darah di pangkal paha atau lengan menuju jantung untuk mengukur tekanan dan fungsi pompa secara langsung.

Tips Menjaga Fungsi Pompa Jantung
  1. Rutin melakukan aktivitas fisik minimal 150 menit per minggu.
  2. Membatasi asupan garam untuk mencegah tekanan darah tinggi.
  3. Berhenti merokok dan hindari paparan asap rokok orang lain.

Memahami Angka Fraksi Ejeksi

Setelah menjalani tes, dokter akan memberikan hasil dalam bentuk persentase. Berikut adalah kategori umum untuk fraksi ejeksi ventrikel kiri:

  • 55% hingga 70%: Normal. Jantung kamu memompa darah dengan jumlah yang sehat.
  • 40% hingga 54%: Sedikit Menurun. Ini menunjukkan adanya penurunan fungsi pompa, mungkin akibat kerusakan ringan dari serangan jantung sebelumnya.
  • Di bawah 40%: Rendah. Angka ini sering dikaitkan dengan gagal jantung atau kardiomiopati. Pasien berisiko mengalami aritmia (gangguan irama jantung) yang membahayakan nyawa.
  • Di atas 75%: Terlalu Tinggi. Kondisi ini jarang terjadi, namun bisa mengindikasikan kardiomiopati hipertrofik, di mana otot jantung menjadi terlalu tebal dan kaku.

Penting untuk diingat bahwa seseorang bisa saja memiliki nilai fraksi ejeksi yang normal namun tetap mengalami gejala gagal jantung. Kondisi ini dikenal sebagai Heart Failure with Preserved Ejection Fraction (HFpEF), di mana otot jantung menjadi kaku sehingga tidak bisa terisi darah dengan cukup, meski kemampuan pompanya masih terlihat normal.

Penyebab Fraksi Ejeksi Rendah

Penurunan fraksi ejeksi biasanya terjadi karena kerusakan pada otot jantung. Beberapa penyebab utamanya meliputi:

1. Penyakit Jantung Koroner

Penyumbatan pada arteri koroner dapat menyebabkan otot jantung kekurangan oksigen, yang memicu serangan jantung dan meninggalkan jaringan parut yang tidak bisa memompa darah dengan efektif.

2. Hipertensi Kronis

Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol memaksa jantung bekerja lebih keras. Lama-kelamaan, otot jantung bisa menebal kemudian melemah (dilatasi), yang mengakibatkan penurunan efisiensi pompa.

3. Kardiomiopati

Ini adalah penyakit otot jantung yang bisa disebabkan oleh faktor genetik, infeksi virus, atau konsumsi alkohol berlebih dalam jangka panjang.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Banyak orang tidak menyadari bahwa fraksi ejeksi mereka rendah sampai gejala muncul. Jika kamu mengalami tanda-tanda berikut, segera lakukan pemeriksaan:

  • Sesak napas saat beraktivitas atau bahkan saat berbaring datar.
  • Kelelahan yang ekstrem dan tidak hilang dengan istirahat.
  • Pembengkakan pada pergelangan kaki, kaki, atau perut (edema).
  • Detak jantung yang cepat atau tidak teratur (palpitasi).
  • Batuk terus-menerus dengan dahak berwarna putih atau merah muda.

Untuk mendukung kesehatan jantung dan memenuhi kebutuhan nutrisi harian, kamu bisa mencari suplemen atau beli obat online di Halodoc yang orisinal dan terpercaya.

Studi Mengenai Fraksi Ejeksi dan Gagal Jantung

Journal of the American College of Cardiology menerbitkan studi di tahun 2023 yang menjelaskan bahwa manajemen dini pada pasien dengan fraksi ejeksi di zona borderline (41-49%) secara signifikan dapat mencegah progresi menuju gagal jantung berat.

Studi tersebut menekankan pentingnya penggunaan terapi farmakologis yang tepat dan perubahan gaya hidup dalam meningkatkan angka harapan hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi pada tahap awal mampu membantu otot jantung melakukan “remodeling” atau pemulihan struktur, sehingga nilai fraksi ejeksi bisa kembali ke angka normal.

Penanganan kondisi jantung yang berkaitan dengan fraksi ejeksi memerlukan pengawasan medis yang ketat. Jangan pernah mengabaikan sinyal yang diberikan oleh tubuh kamu. Jika kamu memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung, pemeriksaan rutin sangat dianjurkan.

Kamu juga bisa mendapatkan informasi lebih lanjut atau melakukan pemesanan layanan kesehatan melalui platform Halodoc agar tetap terpantau dengan baik.

FAQ

1. Apakah fraksi ejeksi yang rendah bisa sembuh?

Ya, dengan pengobatan yang tepat seperti obat-obatan (ACE inhibitor, beta-blocker), perubahan gaya hidup, atau prosedur medis tertentu, fraksi ejeksi bisa membaik atau bahkan kembali normal dalam beberapa kasus.

2. Apa perbedaan antara fraksi ejeksi rendah dan gagal jantung?

Fraksi ejeksi rendah adalah salah satu cara untuk mendiagnosis jenis gagal jantung tertentu. Namun, seseorang bisa mengalami gagal jantung meskipun nilai fraksi ejeksinya normal jika otot jantungnya terlalu kaku.

3. Seberapa sering saya harus memeriksakan fraksi ejeksi?

Bagi orang sehat, pemeriksaan ini tidak rutin dilakukan. Namun, bagi penderita penyakit jantung atau hipertensi, dokter mungkin menyarankan pemeriksaan setiap 6 hingga 12 bulan sekali.

4. Apakah olahraga aman untuk orang dengan fraksi ejeksi rendah?

Olahraga sangat disarankan untuk memperkuat otot jantung, namun jenis dan intensitasnya harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis jantung agar tetap aman.

Referensi:
American Heart Association. Diakses pada 2026. Ejection Fraction Heart Failure Measurement.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Heart Failure: Symptoms and Causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Ejection Fraction: What It Is, Ranges & Importance.
Journal of the American College of Cardiology. Diakses pada 2026. Management of Heart Failure with Reduced Ejection Fraction.
National Heart, Lung, and Blood Institute. Diakses pada 2026. Heart Failure Diagnosis and Tests.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Mengenal Gagal Jantung dan Faktor Risikonya.

## Punya Pertanyaan tentang Hasil Tes Jantung? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan atau bingung membaca hasil pemeriksaan jantung, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu khawatir! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant)](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.