Ad Placeholder Image

Fraktur Klavikula: Panduan Ringan untuk Pemulihan

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   30 Maret 2026

Kenali Fraktur Klavikula: Gejala, Penyebab, Pengobatannya

Fraktur Klavikula: Panduan Ringan untuk PemulihanFraktur Klavikula: Panduan Ringan untuk Pemulihan

Fraktur klavikula, atau lebih dikenal sebagai patah tulang selangka, merupakan cedera umum yang melibatkan tulang panjang yang membentang horizontal di bagian atas dada, menghubungkan tulang dada (sternum) dengan tulang belikat (skapula). Kondisi ini seringkali diakibatkan oleh benturan langsung atau jatuh yang keras, menimbulkan nyeri signifikan, pembengkakan, dan keterbatasan gerak pada bahu. Meskipun banyak kasus dapat ditangani tanpa operasi melalui imobilisasi menggunakan gendongan lengan (arm sling), fraktur yang parah atau bergeser mungkin memerlukan intervensi bedah untuk pemulihan optimal.

Apa Itu Fraktur Klavikula?

Fraktur klavikula adalah kondisi medis di mana tulang selangka mengalami patah atau retak. Tulang selangka berfungsi sebagai penopang penting antara batang tubuh dan lengan, memungkinkan berbagai rentang gerak bahu serta melindungi struktur saraf dan pembuluh darah yang melaluinya. Karena posisinya yang relatif terbuka dan kurangnya perlindungan jaringan lunak yang tebal, tulang ini rentan terhadap cedera.

Patah tulang selangka dapat terjadi dalam berbagai tingkat keparahan, mulai dari retakan rambut yang kecil hingga patahan yang jelas dan bergeser. Tingkat keparahan ini akan memengaruhi jenis penanganan yang diperlukan dan waktu pemulihan.

Penyebab Umum Fraktur Klavikula

Sebagian besar kasus fraktur klavikula disebabkan oleh trauma atau benturan fisik yang langsung mengenai area bahu atau tidak langsung melalui lengan. Memahami penyebabnya dapat membantu dalam upaya pencegahan.

  • Jatuh dengan tangan terentang atau langsung mengenai bahu: Ini adalah mekanisme cedera paling umum, terutama pada atlet dan individu yang aktif.
  • Kecelakaan lalu lintas: Benturan dari kecelakaan mobil atau motor seringkali menghasilkan tekanan yang cukup untuk mematahkan tulang selangka.
  • Cedera saat berolahraga: Olahraga kontak seperti sepak bola, rugbi, atau olahraga individu seperti bersepeda dan ski, berisiko tinggi menyebabkan cedera klavikula.
  • Trauma saat persalinan pada bayi baru lahir: Pada beberapa kasus, tekanan selama proses persalinan dapat menyebabkan fraktur klavikula pada bayi, meskipun ini biasanya sembuh dengan cepat.

Gejala Fraktur Klavikula

Gejala fraktur klavikula biasanya muncul segera setelah cedera terjadi dan dapat sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Identifikasi gejala dini penting untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

  • Nyeri hebat: Rasa sakit yang intens di area tulang selangka, yang memburuk saat mencoba menggerakkan bahu atau lengan.
  • Pembengkakan dan memar: Area di sekitar patahan akan terlihat bengkak dan mungkin disertai perubahan warna kulit akibat memar.
  • Sulit menggerakkan lengan dan bahu: Keterbatasan gerak adalah gejala kunci, seringkali disertai rasa sakit saat mencoba mengangkat atau memutar lengan.
  • Terkadang terlihat benjolan atau deformitas: Pada kasus yang lebih parah, dapat terlihat benjolan atau perubahan bentuk tulang selangka yang jelas, atau bahu tampak turun ke bawah dan ke depan.
  • Sensasi berderak atau bergeser: Beberapa individu mungkin merasakan atau mendengar bunyi “klik” atau “krek” saat cedera terjadi atau saat mencoba bergerak.

Jenis-jenis Fraktur Klavikula (Klasifikasi Allman)

Patah tulang selangka dapat diklasifikasikan berdasarkan lokasinya. Klasifikasi Allman adalah salah satu sistem yang sering digunakan untuk menggambarkan lokasi fraktur, membantu dokter dalam menentukan penanganan terbaik.

  • Sepertiga tengah (Grup I): Ini adalah lokasi patah tulang selangka yang paling umum, mencakup sekitar 80% dari semua kasus fraktur klavikula. Bagian tengah tulang selangka adalah yang paling tipis dan kurang terlindungi.
  • Sepertiga distal (Grup II): Patah tulang di bagian ujung yang dekat dengan sendi bahu, membentuk sekitar 12-15% dari kasus. Fraktur jenis ini terkadang dapat melibatkan ligamen yang menstabilkan bahu.
  • Sepertiga proksimal (Grup III): Fraktur pada bagian ujung yang dekat dengan tulang dada. Ini adalah jenis yang paling jarang terjadi, yaitu kurang dari 5% dari total kasus, dan seringkali lebih kompleks karena kedekatannya dengan struktur vital di dada.

Penanganan Fraktur Klavikula

Penanganan fraktur klavikula tergantung pada tingkat keparahan, lokasi patahan, dan kondisi umum pasien. Tujuannya adalah untuk mengembalikan fungsi normal bahu dan lengan.

Penanganan Konservatif (Non-operasi)

Sebagian besar fraktur klavikula dapat sembuh dengan penanganan non-operasi, terutama jika patahan tidak terlalu bergeser. Metode ini meliputi:

  • Imobilisasi: Penggunaan arm sling (gendongan lengan) atau figure-of-eight bandage untuk menopang lengan dan menjaga tulang tetap stabil selama proses penyembuhan. Waktu imobilisasi bervariasi, biasanya 3-6 minggu untuk orang dewasa dan lebih singkat untuk anak-anak.
  • Obat pereda nyeri: Pemberian obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) atau pereda nyeri lainnya untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan.
  • Istirahat: Pembatasan aktivitas fisik yang melibatkan bahu untuk memungkinkan tulang menyatu kembali dengan baik.

Penanganan Operatif

Operasi mungkin diperlukan untuk fraktur klavikula jika:

  • Tulang sangat bergeser (displaced fracture): Patahan yang tidak sejajar secara signifikan mungkin sulit sembuh dengan baik tanpa intervensi.
  • Patahannya parah: Misalnya, patah tulang terbuka (open fracture) di mana tulang menembus kulit, atau patahan kominutif (communited fracture) di mana tulang pecah menjadi banyak fragmen.
  • Tulang tidak menyatu setelah periode konservatif (nonunion): Jika tulang tidak sembuh setelah beberapa bulan penanganan non-operasi.
  • Adanya kerusakan saraf atau pembuluh darah.

Prosedur operasi biasanya melibatkan reduksi terbuka dan fiksasi internal (ORIF). Ini berarti dokter akan mengembalikan posisi tulang yang patah ke posisi anatomisnya dan memasang plat dan sekrup, atau terkadang pin, untuk menahan fragmen tulang tetap stabil selama penyembuhan.

Rehabilitasi Setelah Fraktur Klavikula

Rehabilitasi adalah bagian krusial dari pemulihan, baik setelah penanganan konservatif maupun operatif. Terapi fisik bertujuan untuk mengembalikan rentang gerak, kekuatan, dan fungsi penuh bahu dan lengan.

  • Latihan gerak pasif: Dimulai setelah nyeri mereda atau sesuai instruksi dokter/fisioterapis, untuk menjaga kelenturan sendi.
  • Latihan gerak aktif: Bertahap meningkatkan gerakan bahu dan lengan.
  • Latihan penguatan: Membangun kembali kekuatan otot di sekitar bahu dan punggung atas.
  • Edukasi: Pasien diajarkan cara aman melakukan aktivitas sehari-hari dan teknik mencegah cedera berulang.

Pencegahan Fraktur Klavikula

Meskipun tidak semua cedera dapat dicegah, beberapa langkah dapat mengurangi risiko fraktur klavikula:

  • Gunakan alat pelindung diri: Saat berolahraga seperti bersepeda, ski, atau olahraga kontak, kenakan pelindung bahu yang sesuai.
  • Perhatikan lingkungan sekitar: Hindari berjalan atau beraktivitas di area yang licin atau tidak rata untuk mengurangi risiko jatuh.
  • Tingkatkan kekuatan tulang: Konsumsi makanan kaya kalsium dan vitamin D, serta lakukan latihan beban ringan secara teratur untuk menjaga kepadatan tulang.

Pertanyaan Umum Seputar Fraktur Klavikula

Berapa lama waktu pemulihan fraktur klavikula?

Waktu pemulihan bervariasi, biasanya 6-12 minggu untuk tulang menyatu. Pemulihan penuh fungsi bahu dengan rehabilitasi bisa memakan waktu beberapa bulan lebih lama.

Apakah fraktur klavikula selalu memerlukan operasi?

Tidak, sebagian besar fraktur klavikula dapat sembuh dengan penanganan non-operasi (konservatif) menggunakan gendongan lengan. Operasi dipertimbangkan jika patahan sangat bergeser atau parah.

Apa yang harus dilakukan segera setelah mengalami cedera bahu?

Segera istirahatkan bahu, aplikasikan kompres dingin untuk mengurangi bengkak, dan cari pertolongan medis untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami nyeri hebat pada bahu atau tulang selangka setelah jatuh atau benturan, disertai bengkak, memar, atau kesulitan menggerakkan lengan, segera konsultasikan dengan dokter. Penanganan medis yang cepat dan tepat sangat penting untuk memastikan penyembuhan yang optimal dan mencegah komplikasi jangka panjang. Halodoc menyediakan layanan konsultasi dengan dokter spesialis ortopedi yang berpengalaman untuk mendiagnosis dan merencanakan penanganan fraktur klavikula yang sesuai dengan kondisi pasien.