Ad Placeholder Image

Fungsi Boraks pada Makanan: Bikin Kenyal tapi Beracun?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Mei 2026

Fungsi Boraks Pada Makanan: Rahasia Pengenyal Terlarang

Fungsi Boraks pada Makanan: Bikin Kenyal tapi Beracun?Fungsi Boraks pada Makanan: Bikin Kenyal tapi Beracun?

Mengenal Fungsi Boraks pada Makanan dan Risiko Kesehatan Fatalnya

Boraks merupakan senyawa kimia yang dikenal luas sebagai bahan pembersih atau campuran dalam pembuatan produk non-pangan. Namun, secara ilegal, boraks seringkali disalahgunakan pada makanan karena memiliki beberapa fungsi yang dianggap menguntungkan bagi produsen nakal. Penggunaan boraks pada makanan dilarang keras oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) karena dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan serius bagi konsumen. Penting untuk memahami mengapa boraks digunakan dan bagaimana mengenali makanan yang terkontaminasi.

Fungsi Ilegal Boraks pada Makanan

Meskipun berbahaya dan dilarang, boraks kerap ditambahkan pada makanan untuk mencapai karakteristik tertentu yang diinginkan produsen. Beberapa fungsi ilegal boraks pada makanan meliputi:

  • Sebagai Pengenyal: Boraks dapat membuat makanan seperti bakso, mi, dan tahu menjadi sangat kenyal dan elastis. Tekstur ini seringkali disalahartikan sebagai kualitas produk yang baik oleh konsumen.
  • Sebagai Pengeras: Senyawa ini dapat mengeraskan tekstur makanan, misalnya pada lontong, ketupat, atau tahu. Hal ini memberikan kesan produk yang lebih padat dan tahan banting.
  • Sebagai Pengawet: Boraks memiliki sifat antiseptik yang dapat mencegah pembusukan dan pertumbuhan mikroba pada makanan. Efek ini membuat makanan lebih awet dan memperpanjang masa simpannya pada suhu ruang, yang sangat menguntungkan secara ekonomis.
  • Pemberi Kerenyahan dan Rasa Gurih: Pada beberapa jenis makanan seperti kerupuk, boraks dapat memberikan kerenyahan ekstra. Selain itu, boraks juga dapat menambah rasa gurih yang membuat makanan terasa lebih nikmat.
  • Sebagai Pengental: Dalam beberapa kasus, boraks digunakan untuk mengentalkan produk seperti kecap atau bubur ayam. Ini dapat memberikan tekstur yang lebih pekat dan menarik secara visual.

Ciri-ciri Makanan yang Mengandung Boraks

Mengenali ciri-ciri fisik makanan yang mungkin mengandung boraks adalah langkah penting untuk melindungi diri. Beberapa indikator yang dapat diperhatikan antara lain:

  • Tekstur Sangat Kenyal atau Keras: Jika bakso, mi, atau tahu terasa sangat kenyal hingga tidak wajar, atau lontong/ketupat terlalu keras, patut dicurigai. Kekenyalan yang berlebihan ini seringkali tidak bisa dicapai hanya dengan bahan alami.
  • Lebih Awet Disimpan pada Suhu Ruang: Makanan yang seharusnya cepat basi, namun tetap awet dalam waktu lama pada suhu kamar, kemungkinan mengandung pengawet kimia seperti boraks.
  • Warna Cenderung Lebih Putih atau Cerah: Pada beberapa makanan, boraks dapat memengaruhi warna menjadi lebih putih atau cerah dari seharusnya. Ini sering terlihat pada produk olahan tahu atau mi.
  • Memiliki Bau Khas atau Tidak Berbau Alami: Beberapa makanan berboraks mungkin tidak memiliki bau alami yang kuat. Atau, justru memiliki bau kimia yang samar dan berbeda dari bau aslinya.
  • Jika Dilempar, Bisa Memantul: Ciri ini sering disebut pada bakso atau lontong yang mengandung boraks. Ketika dijatuhkan, makanan tersebut dapat memantul karena kekenyalan dan kekerasannya yang tidak normal.

Bahaya Boraks bagi Kesehatan

Mengonsumsi boraks sangat berbahaya bagi kesehatan manusia karena bersifat racun. Efeknya bisa akut maupun kronis, tergantung pada jumlah dan frekuensi paparan. Boraks tidak dapat dikeluarkan sepenuhnya dari tubuh dan cenderung menumpuk di organ vital.

Paparan boraks dapat menyebabkan gejala keracunan akut seperti muntah-muntah, diare hebat, nyeri perut, dan mual. Dalam kasus yang parah, keracunan boraks dapat memicu masalah pada sistem saraf, ginjal, hati, hingga gagal ginjal akut. Penggunaan jangka panjang atau paparan kronis boraks berisiko meningkatkan masalah kesehatan yang lebih serius, termasuk kerusakan organ reproduksi, gangguan pertumbuhan, hingga risiko kanker. Oleh karena itu, penggunaan boraks dalam makanan dilarang keras oleh BPOM di Indonesia.

Bagaimana Menghindari Makanan Berboraks?

Mencegah konsumsi makanan yang terkontaminasi boraks adalah cara terbaik untuk melindungi kesehatan. Perhatikan selalu ciri-ciri yang telah disebutkan sebelumnya saat memilih makanan. Beli produk makanan dari penjual yang terpercaya dan memiliki izin edar atau sertifikasi keamanan pangan dari instansi berwenang. Utamakan membeli makanan segar dan mengolahnya sendiri di rumah. Makanan olahan pabrik harus memiliki label BPOM yang jelas.

Rekomendasi Medis

Edukasi mengenai bahaya boraks pada makanan sangat penting bagi masyarakat. Jika seseorang menduga telah mengonsumsi makanan berboraks dan mengalami gejala keracunan seperti mual, muntah, diare, atau nyeri perut, segera cari pertolongan medis. Konsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut dan penanganan yang tepat. Melalui aplikasi Halodoc, dapat berkonsultasi dengan dokter umum atau spesialis gizi untuk mendapatkan informasi akurat dan rekomendasi pencegahan.