Ad Placeholder Image

Futsal Berapa Orang? Ini Jumlah Pemain dan Formasi Tim

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

Keterampilan dalam menerapkan teknik dan taktik sangat penting bagi pemain olahraga futsal.

Futsal Berapa Orang? Ini Jumlah Pemain dan Formasi TimFutsal Berapa Orang? Ini Jumlah Pemain dan Formasi Tim

DAFTAR ISI


Futsal adalah salah satu olahraga permainan bola besar yang paling digemari di Indonesia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Berbeda dengan sepak bola lapangan besar yang membutuhkan ruang sangat luas dan jumlah pemain yang banyak, futsal menawarkan kepraktisan karena bisa dimainkan di lapangan tertutup (indoor) dengan jumlah pemain yang lebih sedikit. Olahraga ini tidak hanya menjadi ajang rekreasi dan penyaluran hobi, tetapi juga medium yang sangat efektif untuk menjaga kebugaran fisik dan kesehatan mental.

Penting untuk memahami bahwa karena intensitas permainannya yang sangat tinggi, ritme yang cepat, serta pergerakan pemain yang dinamis di area yang sempit, futsal menuntut kesiapan fisik yang prima. Organ jantung dan paru-paru dipaksa bekerja lebih keras untuk mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh, sementara otot dan sendi kaki melakukan manuver tajam dalam waktu singkat. Hal ini membuat futsal menjadi olahraga yang sangat baik untuk melatih sistem kardiovaskular, membakar kalori, dan memperkuat otot tubuh.

Namun, di balik segudang manfaat kesehatannya, bermain futsal juga membawa risiko cedera yang tidak boleh disepelekan. Mulai dari keseleo, kram otot, hingga cedera ligamen lutut yang parah bisa saja terjadi jika tubuh tidak dipersiapkan dengan baik. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk mengetahui teknik dasar, persiapan fisik yang benar, serta cara penanganan yang tepat jika terjadi cedera di lapangan.

Lantas, apa sebenarnya futsal itu, bagaimana dampaknya bagi kesehatan, dan apa yang harus dilakukan agar terhindar dari cedera? Mari simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

Futsal Adalah: Pengertian dan Sejarah Singkat

Secara bahasa, kata “futsal” berasal dari bahasa Spanyol, yaitu fútbol sala atau fútbol de salón, dan dari bahasa Portugis futebol de salão, yang memiliki arti sepak bola ruangan. Futsal adalah olahraga bola yang dimainkan oleh dua tim, di mana masing-masing tim terdiri dari lima orang pemain utama, termasuk satu penjaga gawang. Tujuan utama dari permainan ini sama dengan sepak bola, yaitu memasukkan bola ke gawang lawan sebanyak mungkin dengan memanipulasi bola menggunakan kaki.

Olahraga futsal pertama kali diciptakan di Montevideo, Uruguay, pada tahun 1930 oleh seorang guru olahraga bernama Juan Carlos Ceriani. Awalnya, Ceriani menciptakan olahraga ini karena sering kali jadwal latihan sepak bolanya terganggu oleh hujan lebat, sehingga ia harus memindahkan para pemainnya ke dalam ruangan gymnasium. Tanpa disangka, permainan bola di ruangan tertutup ini sangat digemari dan berkembang pesat di berbagai negara, terutama di Amerika Selatan seperti Brasil, yang melahirkan banyak legenda sepak bola dunia dengan kemampuan teknis tinggi berkat bermain futsal di masa kecil mereka.

Perbedaan Utama Futsal dan Sepak Bola

Meskipun memiliki tujuan dasar yang sama, futsal dan sepak bola memiliki beberapa perbedaan aturan dan karakteristik yang mendasar. Perbedaan ini memengaruhi cara tubuh bekerja dan beradaptasi secara fisiologis. Berikut adalah perbedaan utamanya:

  • Jumlah Pemain: Futsal dimainkan oleh 5 pemain per tim (termasuk kiper), sedangkan sepak bola dimainkan oleh 11 pemain per tim.
  • Ukuran dan Jenis Bola: Bola futsal berukuran lebih kecil (ukuran 4) dan memiliki daya pantul yang jauh lebih rendah dibandingkan bola sepak. Hal ini disengaja agar bola lebih mudah dikendalikan di permukaan lapangan yang keras dan rata.
  • Waktu Permainan: Futsal dimainkan dalam 2 babak dengan durasi masing-masing 20 menit waktu bersih. Artinya, setiap kali bola keluar lapangan atau terjadi pelanggaran, jam pertandingan akan dihentikan sementara.
  • Pergantian Pemain: Pergantian pemain dalam futsal tidak dibatasi (flying substitution), sehingga intensitas permainan selalu berada pada level maksimal karena pemain yang kelelahan bisa langsung digantikan kapan saja.
  • Aturan Offside: Berbeda dengan sepak bola, futsal tidak mengenal aturan offside. Hal ini membuat pergerakan pemain menjadi sangat dinamis, memaksa pemain untuk terus berlari menyerang dan bertahan tanpa henti.

Manfaat Futsal bagi Kesehatan Tubuh

Sebagai olahraga dengan intensitas tinggi (High-Intensity Interval Training alami), bermain futsal memberikan serangkaian dampak positif bagi fisiologi tubuh. Jika dilakukan secara rutin dan dengan porsi yang tepat, kamu bisa mendapatkan berbagai manfaat berikut:

1. Meningkatkan Kapasitas Kardiovaskular

Dalam permainan futsal, kamu dituntut untuk terus berlari, melakukan sprint pendek, berhenti tiba-tiba, lalu berlari lagi. Pola pergerakan aerobik dan anaerobik yang bergantian secara cepat ini sangat efektif untuk melatih otot jantung. Jantung akan memompa darah lebih efisien, dan paru-paru akan meningkatkan kapasitas maksimalnya dalam menyerap oksigen (VO2 max). Hal ini dapat menurunkan risiko penyakit jantung koroner dan hipertensi di masa depan.

2. Membakar Kalori dan Menurunkan Berat Badan

Karena intensitasnya yang tinggi dan pergerakan yang tiada henti, bermain futsal selama satu jam dapat membakar kalori dalam jumlah yang masif, berkisar antara 500 hingga 700 kalori tergantung pada berat badan dan tingkat intensitas pergerakan pemain. Lemak visceral (lemak perut) bisa terbakar lebih cepat, sehingga futsal sangat direkomendasikan bagi mereka yang sedang menjalani program penurunan berat badan.

3. Meningkatkan Kepadatan Tulang dan Kekuatan Otot

Olahraga yang melibatkan lompatan, tumpuan berat badan, dan lari cepat termasuk dalam kategori weight-bearing exercise. Aktivitas ini merangsang sel-sel pembentuk tulang (osteoblas) untuk bekerja lebih aktif, sehingga kepadatan tulang meningkat dan menurunkan risiko osteoporosis. Selain itu, futsal sangat dominan melatih kekuatan otot tubuh bagian bawah seperti paha depan (quadriceps), paha belakang (hamstring), betis, dan otot inti (core muscles).

4. Melatih Kelincahan dan Refleks Tubuh

Ruang gerak yang sempit di lapangan futsal menuntut pemain untuk merespons situasi dalam hitungan sepersekian detik. Keterampilan menggiring bola, menghindari tekel lawan, serta melepaskan umpan yang presisi sangat melatih koordinasi antara mata, otak, dan kaki. Refleks saraf motorik tubuh akan semakin tajam seiring dengan rutinnya bermain futsal.

Manfaat Futsal untuk Kesehatan Mental

Manfaat futsal tidak terbatas pada fisik saja, melainkan juga menyentuh aspek psikologis dan mental. Berikut adalah beberapa keuntungan bermain futsal bagi pikiran dan mental:

1. Meredakan Stres dan Kecemasan

Sama halnya dengan aktivitas olahraga kardio lainnya, bermain futsal merangsang otak untuk melepaskan hormon endorfin dalam jumlah besar. Endorfin bertindak sebagai obat penawar rasa sakit alami tubuh dan memicu perasaan senang serta euforia. Setelah lelah bekerja atau belajar seharian, bermain futsal bisa menjadi cara ampuh untuk “membuang” stres dan menenangkan pikiran.

2. Membangun Kemampuan Sosial dan Kerja Sama Tim

Futsal adalah olahraga tim yang mustahil dimenangkan tanpa kerja sama. Kamu dituntut untuk berkomunikasi secara efektif, saling percaya dengan rekan setim, dan mengesampingkan ego pribadi demi tujuan bersama. Proses ini secara tidak langsung meningkatkan empati dan kemampuan sosial dalam kehidupan sehari-hari.

3. Melatih Kemampuan Mengambil Keputusan Cepat

Bermain di lapangan kecil dengan tekanan dari lawan melatih fungsi kognitif otak, khususnya area yang bertanggung jawab atas problem solving dan pengambilan keputusan di bawah tekanan. Keputusan untuk mengoper, menendang ke gawang, atau mendribel bola harus dibuat dalam hitungan milidetik.

Faktor Pemicu Risiko Cedera dalam Olahraga Futsal
  1. Kurangnya Pemanasan (Warm-up): Otot yang kaku dan sendi yang belum terlubrikasi sangat rentan mengalami robekan saat dipaksa bergerak secara eksplosif.
  2. Kelelahan Ekstrem: Bermain melebihi batas kemampuan tubuh dapat menurunkan fokus dan koordinasi motorik, sehingga salah tumpuan sering terjadi.
  3. Alas Kaki Tidak Sesuai: Menggunakan sepatu dengan sol yang sudah aus di permukaan lapangan yang licin sangat meningkatkan risiko terpeleset dan cedera ligamen.

Risiko Cedera yang Sering Terjadi

Permukaan lapangan futsal yang keras (biasanya terbuat dari material vinyl, semen, atau interlocking floor) memberikan dampak benturan (impact) yang lebih besar pada persendian kaki dibandingkan dengan rumput alami. Berikut adalah beberapa cedera yang paling sering mengintai pemain futsal:

1. Keseleo Pergelangan Kaki (Ankle Sprain)

Ini adalah cedera yang paling umum terjadi. Keseleo terjadi ketika ligamen di area pergelangan kaki tertarik melebihi batas elastisitasnya atau robek akibat pijakan yang salah, biasanya saat mendarat setelah melompat atau saat berbelok mendadak.

2. Cedera Lutut (ACL dan Meniskus)

Gerakan memutar tubuh dengan cepat (pivoting) sementara telapak kaki masih menempel kuat di lantai sangat membahayakan struktur lutut. Robekan pada Anterior Cruciate Ligament (ACL) atau bantalan sendi lutut (meniskus) adalah cedera serius yang sering kali membutuhkan tindakan operasi dan masa pemulihan berbulan-bulan.

3. Kram dan Ketegangan Otot (Muscle Strain)

Otot betis dan hamstring sering kali ditarik melebihi batasnya saat melakukan lari cepat (sprint) secara mendadak. Ketegangan otot ini bisa berkisar dari rasa tertarik ringan hingga robekan serat otot yang sangat menyakitkan. Dehidrasi dan kurangnya asupan elektrolit menjadi penyebab utama terjadinya kram otot di tengah lapangan.

4. Luka Lecet dan Memar

Terjatuh, berbenturan dengan pemain lawan, atau terseret di permukaan lapangan yang keras bisa menyebabkan abrasi kulit, luka lecet, dan memar pada jaringan subkutan.

Penanganan Awal Cedera Futsal

Penanganan pertama pada menit-menit awal terjadinya cedera sangat krusial untuk mencegah kerusakan jaringan yang lebih parah. Metode standar yang direkomendasikan secara medis untuk cedera olahraga akut seperti keseleo dan otot tertarik adalah metode R.I.C.E. (Rest, Ice, Compression, Elevation).

Segera hentikan permainan (Rest) agar cedera tidak bertambah parah. Kompres area yang cedera dengan es (Ice) yang dibalut kain selama 15-20 menit untuk menyempitkan pembuluh darah dan mengurangi pembengkakan. Balut area yang cedera dengan perban elastis (Compression), dan angkat bagian yang cedera lebih tinggi dari posisi jantung (Elevation) untuk meminimalkan aliran darah ke area pembengkakan.

Sebagai langkah pengobatan mandiri untuk meredakan nyeri dan peradangan setelah pertolongan pertama, kamu bisa beli obat pereda nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen, serta semprotan pereda nyeri otot secara online di Halodoc. Produk yang dikirim dijamin 100% asli dan pesanan akan diantar langsung ke rumah, sehingga kamu bisa tetap beristirahat memulihkan diri.

Namun, perlu diingat bahwa tidak semua cedera bisa sembuh dengan sendirinya. Jika kamu mendengar bunyi “pop” saat cedera terjadi, nyeri tidak kunjung membaik setelah beberapa hari, tidak bisa menahan beban tubuh sama sekali, atau terdapat pembengkakan yang sangat parah dan tidak wajar, segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam. Kamu bisa berkonsultasi kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis serta arahan penanganan medis yang tepat, apakah perlu dirujuk untuk pemeriksaan Rontgen atau MRI.

Tips Bermain Futsal dengan Aman

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Untuk meminimalkan risiko cedera dan memaksimalkan performa di lapangan, ikuti panduan berikut ini:

1. Lakukan Pemanasan Dinamis

Jangan pernah langsung bermain dengan intensitas tinggi begitu sampai di lapangan. Luangkan waktu 10-15 menit untuk melakukan pemanasan dinamis seperti jogging ringan, lari mengangkat lutut, serta memutar pergelangan kaki, lutut, dan pinggul. Pemanasan ini akan meningkatkan suhu otot dan melancarkan aliran darah.

2. Gunakan Sepatu Futsal yang Tepat

Berinvestasilah pada sepatu futsal berkualitas yang memiliki grip (cengkeraman) karet yang baik dan bantalan yang cukup empuk. Sepatu yang pas akan menjaga stabilitas kaki, mencegah terpeleset, dan meredam beban kejut pada lutut dan tumit.

3. Perhatikan Hidrasi dan Nutrisi

Minumlah air putih atau minuman elektrolit secukupnya sebelum, selama, dan sesudah pertandingan. Dehidrasi dapat menurunkan konsentrasi dan menyebabkan otot rentan mengalami kram. Pastikan juga kamu mengonsumsi makanan ringan kaya karbohidrat kompleks (seperti pisang atau roti gandum) sekitar satu hingga dua jam sebelum bermain sebagai sumber energi.

4. Pendinginan (Cooling Down)

Setelah pertandingan selesai, jangan langsung duduk pasif. Lakukan pendinginan dengan berjalan santai dan peregangan statis. Ini membantu menurunkan detak jantung secara bertahap dan mencegah penumpukan asam laktat yang menjadi penyebab pegal-pegal keesokan harinya.

Studi Terkait Futsal dan Kesehatan

Journal of Sports Sciences menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa permainan dengan format lapangan kecil (small-sided games) seperti futsal memberikan stimulasi metabolik dan kardiovaskular yang lebih superior dibandingkan dengan lari statis (steady-state cardio).

Studi tersebut menemukan bahwa pergerakan interval tidak teratur pada futsal merangsang tubuh untuk meningkatkan kapasitas penyerapan oksigen maksimum (VO2 max) secara signifikan dalam waktu yang lebih singkat. Selain itu, para peneliti juga mencatat bahwa respons adaptasi tulang pada pemain futsal jauh lebih tinggi karena adanya tekanan dari akselerasi dan deselerasi yang berulang-ulang di permukaan lantai yang padat.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Physical Activity and Adults.
PubMed/NCBI. Diakses pada 2024. The Physiological and Health Effects of Small-Sided Soccer Games.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Sprains and strains – Symptoms and causes.
FIFA Medical Network. Diakses pada 2024. Futsal Injuries and Prevention Strategies.

FAQ

1. Apa sebenarnya futsal adalah dan apa bedanya dengan sepak bola?

Futsal adalah variasi dari olahraga sepak bola yang dimainkan di dalam ruangan tertutup dengan ukuran lapangan yang lebih kecil. Perbedaan utamanya dengan sepak bola lapangan besar adalah jumlah pemain (5 vs 5 orang), durasi waktu yang lebih singkat (2×20 menit bersih), tidak adanya aturan offside, dan ukuran bola yang lebih kecil serta lebih berat agar tidak mudah memantul.

2. Apakah bermain futsal efektif untuk menurunkan berat badan?

Ya, sangat efektif. Bermain futsal merupakan bentuk aktivitas High-Intensity Interval Training (HIIT) alami. Kombinasi antara lari cepat (sprint) dan pergerakan dinamis tanpa henti dapat membakar sekitar 500 hingga 700 kalori per jam, yang sangat membantu dalam membakar lemak tubuh jika diimbangi dengan pola makan sehat.

3. Bagaimana cara mencegah kram saat bermain futsal?

Untuk mencegah kram, pastikan tubuh terhidrasi dengan baik sebelum dan saat pertandingan. Konsumsi cairan yang mengandung elektrolit, lakukan pemanasan serta peregangan otot secara menyeluruh sebelum bermain, dan hindari bermain melebihi kapasitas batas kelelahan fisik tubuh kamu.

4. Jika kaki keseleo saat main futsal, apa yang pertama kali harus dilakukan?

Hentikan segera aktivitas bermain. Terapkan metode R.I.C.E yaitu Rest (istirahatkan kaki), Ice (kompres dengan es yang dibalut kain selama 15-20 menit untuk cegah bengkak), Compression (balut dengan perban elastis), dan Elevation (angkat posisi kaki lebih tinggi dari dada). Jika bengkak parah atau tidak bisa menahan beban, segera konsultasi ke dokter.

Konsultasi dengan Dokter Umum via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala cedera serius atau nyeri sendi yang berkepanjangan setelah bermain futsal, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Umum terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang