Ad Placeholder Image

Galaktokel: Benjolan Susu Jinak di Payudara

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 April 2026

Pahami Galaktokel: Kista Susu, Bukan Kanker

Galaktokel: Benjolan Susu Jinak di PayudaraGalaktokel: Benjolan Susu Jinak di Payudara

Galaktokel adalah benjolan jinak berisi air susu ibu (ASI) yang dapat terbentuk di payudara. Kondisi ini umum terjadi pada wanita yang sedang menyusui atau baru saja berhenti menyusui. Galaktokel bukanlah kanker dan sering kali dapat membaik atau menghilang dengan sendirinya tanpa memerlukan intervensi medis yang agresif. Meskipun begitu, penting untuk memahami lebih jauh mengenai galaktokel, termasuk gejala, penyebab, diagnosis, dan penanganannya agar dapat mengambil langkah yang tepat jika mengalami kondisi ini.

Memahami Lebih Dalam: Apa Itu Galaktokel?

Galaktokel merupakan kista jinak yang terbentuk akibat adanya sumbatan pada salah satu saluran ASI atau saluran laktiferus di dalam payudara. Sumbatan ini menyebabkan ASI yang diproduksi terjebak dan menumpuk, membentuk benjolan seperti kantung berisi cairan. Benjolan galaktokel umumnya terasa lunak, dapat digerakkan, dan biasanya tidak menimbulkan rasa nyeri, kecuali jika terjadi infeksi. Ukurannya bisa bervariasi, mulai dari sangat kecil hingga cukup besar, dan seringkali ditemukan di area sekitar puting. Galaktokel merupakan kondisi yang tidak berbahaya dan tidak terkait dengan peningkatan risiko kanker payudara.

Gejala Galaktokel yang Umum Terjadi

Identifikasi gejala galaktokel menjadi langkah awal untuk mengetahui kondisi ini. Gejala utama galaktokel adalah munculnya benjolan pada payudara. Berikut adalah karakteristik benjolan galaktokel:

  • Benjolan biasanya berlokasi di salah satu payudara (unilateral) atau kadang-kadang di kedua payudara (bilateral).
  • Konsistensi benjolan terasa lunak atau kenyal, menyerupai balon yang berisi cairan.
  • Benjolan umumnya tidak menimbulkan rasa nyeri saat disentuh atau ditekan. Namun, jika terjadi infeksi sekunder, benjolan bisa terasa nyeri, kemerahan, dan hangat.
  • Benjolan bersifat mobil atau dapat digerakkan ketika disentuh, tidak melekat pada jaringan di sekitarnya.
  • Ukuran benjolan bisa tetap, membesar, atau mengecil seiring waktu.

Penting untuk selalu memeriksakan setiap benjolan baru yang muncul di payudara untuk memastikan diagnosis yang akurat.

Penyebab Terbentuknya Galaktokel

Penyebab utama terbentuknya galaktokel adalah adanya sumbatan pada saluran laktiferus atau saluran ASI. Sumbatan ini dapat terjadi karena beberapa alasan, yang paling umum terkait dengan proses menyusui. Ketika saluran ASI tersumbat, ASI yang seharusnya mengalir keluar justru terperangkap dan menumpuk, membentuk kista. Kondisi ini paling sering dialami oleh wanita yang sedang menyusui aktif, namun juga dapat terjadi setelah periode menyusui berhenti secara tiba-tiba atau bertahap. Perubahan hormonal dan laju produksi ASI yang tidak seimbang dengan pengeluaran ASI juga dapat berkontribusi pada penyumbatan ini.

Proses Diagnosis Galaktokel

Untuk menegakkan diagnosis galaktokel, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan. Langkah pertama adalah pemeriksaan fisik payudara untuk meraba benjolan dan mengevaluasi karakteristiknya. Setelah itu, pemeriksaan penunjang yang paling sering digunakan adalah ultrasonografi (USG) payudara. USG dapat membantu dokter melihat struktur internal benjolan dan memastikan apakah benjolan tersebut berisi cairan.

Dalam beberapa kasus, untuk mengonfirmasi diagnosis dan memastikan bahwa benjolan memang berisi susu, dokter mungkin akan merekomendasikan aspirasi jarum halus (FNA). Prosedur FNA melibatkan penggunaan jarum tipis untuk mengambil sampel cairan dari benjolan. Jika cairan yang keluar berwarna putih seperti susu, ini sangat mendukung diagnosis galaktokel.

Pilihan Penanganan untuk Galaktokel

Penanganan galaktokel bervariasi tergantung pada ukuran, gejala, dan preferensi individu. Banyak kasus galaktokel tidak memerlukan penanganan khusus karena benjolan sering kali dapat menghilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu atau bulan. Namun, jika galaktokel membesar, menyebabkan ketidaknyamanan, atau mengganggu, beberapa pilihan penanganan tersedia:

  • **Observasi:** Untuk galaktokel kecil dan tidak menimbulkan gejala, dokter mungkin menyarankan observasi untuk melihat apakah benjolan mengecil atau hilang dengan sendirinya.
  • **Aspirasi:** Jika benjolan cukup besar atau menyebabkan ketidaknyamanan, dokter dapat melakukan aspirasi cairan. Ini adalah prosedur penyedotan cairan dari dalam kista menggunakan jarum halus. Aspirasi dapat meredakan gejala dan mengempiskan benjolan, meskipun ada kemungkinan kista dapat terisi kembali.
  • **Pembedahan:** Pembedahan untuk mengangkat galaktokel sangat jarang dilakukan dan biasanya hanya dipertimbangkan jika aspirasi berulang tidak berhasil atau ada kecurigaan lain yang memerlukan pemeriksaan jaringan lebih lanjut.

Meskipun jarang, galaktokel yang tersumbat dalam waktu lama berpotensi terinfeksi. Infeksi ini bisa berkembang menjadi abses payudara, yaitu penumpukan nanah yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut, seperti drainase dan pemberian antibiotik.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Meskipun galaktokel adalah kondisi jinak, setiap benjolan baru di payudara harus selalu dievaluasi oleh tenaga medis profesional. Jangan menunda pemeriksaan jika mengalami:

  • Munculnya benjolan baru di payudara yang tidak menghilang setelah beberapa minggu.
  • Benjolan yang membesar dengan cepat.
  • Benjolan yang terasa nyeri, merah, hangat, atau mengeluarkan nanah, yang bisa menjadi tanda infeksi.
  • Adanya perubahan pada kulit payudara, puting, atau bentuk payudara.

Pemeriksaan dini membantu memastikan diagnosis yang tepat dan menyingkirkan kondisi lain yang mungkin lebih serius.

Galaktokel adalah kondisi payudara jinak yang terkait dengan menyusui atau periode pasca-menyusui. Memahami karakteristiknya membantu menghilangkan kekhawatiran yang tidak perlu, namun tetap penting untuk selalu mendapatkan evaluasi medis untuk setiap benjolan payudara. Jika mengalami gejala atau memiliki kekhawatiran mengenai kesehatan payudara, konsultasi dengan dokter adalah langkah terbaik. Melalui Halodoc, dapat dengan mudah terhubung dengan dokter spesialis untuk mendapatkan diagnosis dan saran penanganan yang akurat dan terpercaya.