Ad Placeholder Image

Galaktorea: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Februari 2026

Galaktorea: Penyebab, Gejala, & Cara Mengatasinya

Galaktorea: Penyebab, Gejala, Cara MengatasiGalaktorea: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi

Galaktorea: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Galaktorea adalah kondisi ketika puting mengeluarkan cairan seperti air susu ibu (ASI), padahal orang tersebut tidak sedang hamil atau menyusui. Kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita, tetapi juga bisa dialami oleh pria dan bayi. Keluarnya cairan ini umumnya tidak berbahaya, tetapi bisa menjadi tanda masalah kesehatan yang perlu dievaluasi oleh dokter.

Apa Itu Galaktorea?

Galaktorea adalah keluarnya cairan mirip ASI dari puting payudara pada seseorang yang tidak sedang hamil atau menyusui. Kondisi ini dapat terjadi pada wanita, pria, dan bahkan bayi. Galaktorea biasanya disebabkan oleh kadar hormon prolaktin yang tinggi, efek samping obat-obatan, atau masalah pada kelenjar tiroid dan ginjal. Meskipun jarang berbahaya, galaktorea tetap memerlukan pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebabnya.

Gejala Galaktorea yang Perlu Diketahui

Gejala utama galaktorea adalah keluarnya cairan dari puting. Cairan ini bisa berwarna putih, kekuningan, atau bening. Keluarnya cairan bisa terjadi secara tiba-tiba atau saat puting ditekan. Selain keluarnya cairan, gejala lain yang mungkin menyertai galaktorea meliputi:

  • Menstruasi yang tidak teratur
  • Sakit kepala
  • Gangguan penglihatan

Penyebab Umum Galaktorea

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan galaktorea, antara lain:

  • Hiperprolaktinemia: Kondisi ketika kadar hormon prolaktin dalam darah terlalu tinggi.
  • Prolaktinoma: Tumor jinak pada kelenjar pituitari yang menghasilkan hormon prolaktin berlebihan.
  • Efek samping obat-obatan: Beberapa jenis obat seperti antidepresan, obat tekanan darah tinggi, dan obat penenang dapat memicu galaktorea.
  • Stimulasi payudara berlebihan: Terlalu sering memencet atau menstimulasi puting payudara dapat menyebabkan galaktorea.
  • Kondisi medis lain: Gangguan tiroid, penyakit ginjal kronis, dan stres juga dapat menjadi penyebab galaktorea.

Bagaimana Dokter Mendiagnosis Galaktorea?

Untuk mendiagnosis galaktorea, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:

  • Pemeriksaan fisik: Dokter akan memeriksa payudara dan puting untuk mencari tanda-tanda abnormalitas.
  • Tes darah: Untuk mengukur kadar prolaktin dan hormon tiroid dalam darah.
  • Pencitraan: Dokter mungkin merekomendasikan mamografi, USG payudara, atau MRI otak untuk melihat kondisi kelenjar pituitari dan jaringan payudara.

Opsi Pengobatan untuk Galaktorea

Pengobatan galaktorea akan disesuaikan dengan penyebabnya. Beberapa pilihan pengobatan yang mungkin direkomendasikan dokter meliputi:

  • Menghentikan atau mengganti obat-obatan yang memicu galaktorea.
  • Pemberian obat-obatan untuk menurunkan kadar prolaktin, seperti bromocriptine atau cabergoline.
  • Pembedahan: Jika galaktorea disebabkan oleh tumor pituitari yang besar, dokter mungkin merekomendasikan operasi pengangkatan tumor.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami galaktorea dengan ciri-ciri berikut:

  • Cairan yang keluar dari puting berwarna darah.
  • Galaktorea hanya terjadi pada satu payudara.
  • Keluarnya cairan dari puting disertai dengan benjolan di payudara.

Jika Anda mengalami galaktorea dan merasa khawatir, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan (Sp.OG) melalui aplikasi Halodoc. Dengan Halodoc, Anda bisa mendapatkan saran medis yang tepat dan terpercaya dari dokter ahli.