Galaktorea: Penyebab, Gejala & Cara Mengatasi

Galaktorea Adalah: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan
Galaktorea adalah kondisi keluarnya cairan menyerupai air susu ibu (ASI) dari puting, padahal tidak sedang hamil atau menyusui. Kondisi ini dapat terjadi pada wanita, pria, dan bahkan bayi. Walaupun umumnya bukan kondisi yang berbahaya, galaktorea tetap perlu diperiksakan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.
Apa Itu Galaktorea?
Galaktorea adalah keluarnya cairan seperti ASI dari puting yang tidak berkaitan dengan kehamilan atau proses menyusui. Cairan ini bisa keluar dari satu atau kedua puting, dan jumlahnya bervariasi. Penting untuk diingat bahwa galaktorea bukanlah penyakit, melainkan gejala dari kondisi yang mendasarinya.
Gejala Galaktorea
Gejala utama galaktorea adalah keluarnya cairan dari puting. Selain itu, gejala lain yang mungkin menyertai meliputi:
- Cairan berwarna putih, bening, kekuningan, atau kehijauan.
- Cairan keluar secara spontan atau saat puting ditekan.
- Nyeri pada payudara (jarang terjadi).
- Siklus menstruasi tidak teratur (pada wanita).
- Sakit kepala atau gangguan penglihatan (jika disebabkan oleh tumor pituitari).
Penyebab Galaktorea
Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan galaktorea. Beberapa penyebab umum meliputi:
- Ketidakseimbangan Hormon: Peningkatan kadar prolaktin (hormon yang memicu produksi ASI) adalah penyebab paling sering.
- Efek Samping Obat-obatan: Beberapa jenis obat, seperti antidepresan, antipsikotik, obat tekanan darah tinggi, dan pil KB, dapat memicu galaktorea.
- Tumor Pituitari (Prolaktinoma): Tumor jinak pada kelenjar pituitari dapat menghasilkan prolaktin berlebihan.
- Hipotiroidisme: Kondisi di mana kelenjar tiroid kurang aktif juga dapat menyebabkan galaktorea.
- Stimulasi Payudara Berlebihan: Stimulasi yang terlalu sering pada payudara dapat memicu produksi prolaktin.
- Penyakit Ginjal Kronis: Gangguan fungsi ginjal dapat memengaruhi kadar hormon dalam tubuh.
- Idiopatik: Pada beberapa kasus, penyebab galaktorea tidak dapat ditemukan.
Diagnosis Galaktorea
Untuk mendiagnosis penyebab galaktorea, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan, meliputi:
- Pemeriksaan Fisik: Dokter akan memeriksa payudara dan puting.
- Analisis Cairan Puting: Pemeriksaan laboratorium untuk menganalisis cairan yang keluar.
- Tes Darah: Untuk mengukur kadar prolaktin dan hormon lainnya.
- Pencitraan Otak (MRI atau CT Scan): Jika dicurigai adanya tumor pituitari.
Pengobatan Galaktorea
Pengobatan galaktorea akan disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Beberapa pilihan pengobatan meliputi:
- Penyesuaian atau Penghentian Obat: Jika galaktorea disebabkan oleh obat-obatan tertentu, dokter mungkin akan menyesuaikan dosis atau mengganti obat tersebut.
- Obat-obatan untuk Menurunkan Kadar Prolaktin: Dokter dapat meresepkan obat-obatan seperti bromokriptin atau kabergolin untuk menurunkan kadar prolaktin.
- Operasi: Jika galaktorea disebabkan oleh tumor pituitari yang besar, operasi mungkin diperlukan untuk mengangkat tumor.
Kapan Harus ke Dokter?
Meskipun galaktorea seringkali tidak berbahaya, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter jika:
- Cairan yang keluar dari puting berdarah atau bernanah.
- Cairan keluar secara spontan tanpa dipicu.
- Terdapat benjolan di payudara.
- Mengalami sakit kepala, gangguan penglihatan, atau siklus menstruasi tidak teratur.
Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat jika mengalami gejala galaktorea. Konsultasi online lebih mudah dan praktis!



