
Gambar Penyakit Stevens-Johnson Syndrome: Gejala & Ciri
Gambar Penyakit Stevens Johnson Syndrome: Gejala & Info

Mengenal Gambar Penyakit Stevens-Johnson Syndrome (SJS): Gejala, Penyebab, dan Penanganannya
Sindrom Stevens-Johnson (SJS) adalah reaksi alergi yang parah dan memengaruhi kulit serta selaput lendir. Kondisi ini tergolong gawat darurat medis yang memerlukan penanganan segera. Artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang SJS, termasuk gejala visual, penyebab, dan cara penanganannya.
Apa Itu Sindrom Stevens-Johnson (SJS)?
Sindrom Stevens-Johnson (SJS) adalah kelainan langka dan serius pada kulit dan selaput lendir. SJS biasanya merupakan reaksi terhadap obat-obatan atau infeksi. Kondisi ini ditandai dengan ruam yang menyebar dan melepuh, menyerupai luka bakar.
Ciri-Ciri Visual Sindrom Stevens-Johnson
Berikut adalah ciri-ciri visual utama dari Sindrom Stevens-Johnson:
- Kulit: Muncul ruam merah menyakitkan, bintik-bintik ungu, lepuhan yang kemudian pecah dan mengelupas. Kondisi ini mirip luka bakar serius (nekrosis epidermis).
- Mulut & Tenggorokan: Sariawan parah, lepuhan di bibir dan gusi, membuat sulit makan dan minum.
- Mata: Mata merah, bengkak, kering, bisa menyebabkan lepuhan di bola mata dan berpotensi menyebabkan kebutaan.
- Area Genital & Dubur: Lepuhan dan ulkus (luka) di area kelamin dan dubur.
Jika Anda melihat gambar penyakit Stevens-Johnson Syndrome, Anda akan melihat area kulit yang luas dengan lepuhan dan pengelupasan. Selaput lendir seperti mulut, mata, dan area genital juga tampak meradang dan terluka.
Gejala Sindrom Stevens-Johnson
Gejala awal SJS mirip dengan gejala flu, seperti demam, sakit tenggorokan, dan kelelahan. Beberapa hari kemudian, gejala lain mulai muncul, meliputi:
- Nyeri kulit yang meluas
- Ruam merah atau ungu yang menyebar
- Lepuhan pada kulit dan selaput lendir (mulut, hidung, mata, genital)
- Pengelupasan kulit
Penyebab Sindrom Stevens-Johnson
Penyebab utama SJS adalah reaksi terhadap obat-obatan. Obat-obatan yang paling sering menyebabkan SJS meliputi:
- Obat anti-kejang
- Antibiotik (terutama sulfonamid)
- Obat pereda nyeri (NSAID)
- Allopurinol (obat asam urat)
Selain obat-obatan, infeksi juga dapat menyebabkan SJS, meskipun lebih jarang. Infeksi yang terkait dengan SJS termasuk pneumonia, herpes, dan HIV.
Diagnosis Sindrom Stevens-Johnson
Diagnosis SJS biasanya didasarkan pada pemeriksaan fisik dan riwayat medis pasien. Dokter akan memeriksa kulit dan selaput lendir untuk melihat adanya lepuhan dan pengelupasan. Biopsi kulit (pengambilan sampel kecil kulit) dapat dilakukan untuk memastikan diagnosis.
Pengobatan Sindrom Stevens-Johnson
SJS adalah kondisi gawat darurat medis yang memerlukan perawatan di rumah sakit. Pengobatan SJS bertujuan untuk:
- Menghentikan penggunaan obat yang dicurigai sebagai penyebab
- Mengelola gejala
- Mencegah komplikasi
Perawatan yang mungkin diberikan meliputi:
- Cairan intravena (IV) untuk mencegah dehidrasi
- Obat pereda nyeri
- Antibiotik untuk mencegah infeksi
- Perawatan luka untuk mencegah infeksi dan mempercepat penyembuhan
- Imunoglobulin intravena (IVIG) atau kortikosteroid untuk menekan sistem kekebalan tubuh
Komplikasi Sindrom Stevens-Johnson
SJS dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk:
- Infeksi kulit
- Kerusakan mata (termasuk kebutaan)
- Masalah pernapasan
- Gagal ginjal
- Kematian
Pencegahan Sindrom Stevens-Johnson
Tidak ada cara pasti untuk mencegah SJS. Namun, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko terkena SJS:
- Beri tahu dokter tentang semua alergi obat yang Anda miliki.
- Hati-hati saat mengonsumsi obat baru, terutama jika Anda memiliki riwayat alergi obat.
- Segera konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami ruam atau gejala lain setelah mengonsumsi obat.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera cari pertolongan medis jika Anda mengalami gejala SJS. SJS adalah kondisi serius yang dapat mengancam jiwa. Penanganan dini dapat membantu mencegah komplikasi dan meningkatkan peluang pemulihan.
Jika Anda mengalami gejala yang mengkhawatirkan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Dengan Halodoc, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter kapan saja dan di mana saja. Unduh Halodoc sekarang!


