Ad Placeholder Image

Gampang! Bahan Bahan Bikin Bakwan Renyah Enak

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   05 Juni 2026

Ini Dia Bahan Bahan Bikin Bakwan Renyah Anti Gagal

Gampang! Bahan Bahan Bikin Bakwan Renyah EnakGampang! Bahan Bahan Bikin Bakwan Renyah Enak

DAFTAR ISI


Bakwan adalah salah satu jenis gorengan yang paling populer di Indonesia. Camilan ini memiliki tekstur yang renyah di luar namun lembut di dalam, dengan perpaduan berbagai sayuran segar yang memberikan cita rasa gurih. Mulai dari pedagang kaki lima hingga restoran mewah, bakwan selalu menjadi hidangan yang dicari, baik sebagai teman makan nasi maupun sebagai camilan di sore hari bersama segelas teh hangat.

Meskipun rasanya sangat menggugah selera, sebagai masyarakat yang peduli akan kesehatan, kita perlu memperhatikan bagaimana cara mengolah bakwan agar tidak memberikan dampak negatif bagi tubuh. Penggunaan minyak goreng yang berulang atau suhu penggorengan yang tidak tepat dapat meningkatkan kadar lemak trans yang berbahaya bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Membuat bakwan sendiri di rumah sebenarnya cukup mudah dan memberikan kontrol lebih besar terhadap kualitas bahan yang digunakan. Kamu bisa memilih sayuran yang lebih segar, tepung berkualitas, dan minyak goreng yang lebih sehat. Dengan sedikit modifikasi pada resep tradisional, bakwan yang dihasilkan tetap bisa renyah tanpa harus mengabaikan aspek kesehatan.

Nah, mau tahu bagaimana cara membuat bakwan yang enak, renyah, namun tetap memperhatikan nilai gizinya? Simak panduan lengkapnya di bawah ini!

Mengenal Bakwan: Snack Favorit Indonesia

Bakwan sebenarnya merupakan adaptasi dari kuliner Tionghoa, yaitu “Bak” yang berarti daging dan “Wan” yang berarti bola. Namun, di Indonesia, istilah bakwan mengalami pergeseran makna tergantung daerahnya. Di Jawa Barat, bakwan lebih dikenal sebagai bala-bala, sementara di Malang, istilah bakwan merujuk pada bola daging (bakso) yang disajikan dalam kuah. Namun, secara nasional, bakwan identik dengan gorengan sayuran tepung.

Kandungan utama dalam bakwan tradisional meliputi irisan kubis (kol), wortel, tauge, dan terkadang daun bawang atau seledri. Semua bahan ini dicampur ke dalam adonan tepung terigu yang telah diberi bumbu halus seperti bawang putih, kemiri, merica, dan garam. Beberapa variasi populer lainnya meliputi bakwan jagung (perkedel jagung) dan bakwan udang yang menambahkan protein hewani di atas adonannya.

Cara Membuat Bakwan yang Renyah dan Enak

Untuk menghasilkan bakwan yang renyah tahan lama, kunci utamanya terletak pada komposisi adonan tepung dan teknik penggorengan. Berikut adalah resep standar yang bisa kamu coba di rumah:

Bahan-Bahan Utama:

  • 150 gram tepung terigu protein sedang.
  • 50 gram tepung beras (ini kunci agar tekstur lebih krispi).
  • 1 buah wortel besar, iris korek api.
  • 100 gram kubis, iris halus.
  • 50 gram tauge segar.
  • 2 batang daun bawang, iris tipis.
  • 250 ml air es (air dingin membantu menghambat pembentukan gluten yang membuat gorengan jadi lembek).
  • Minyak goreng secukupnya.

Bumbu Halus:

  • 3 siung bawang putih.
  • 2 butir kemiri (disangrai agar lebih gurih).
  • 1 sdt ketumbar bubuk.
  • Garam dan kaldu jamur secukupnya.
  • 1/2 sdt merica bubuk.

Langkah-Langkah Pembuatan:

  1. Campurkan tepung terigu, tepung beras, dan bumbu halus dalam wadah besar.
  2. Tuangkan air es sedikit demi sedikit sambil diaduk rata hingga mencapai kekentalan yang diinginkan. Pastikan adonan tidak terlalu encer.
  3. Masukkan semua sayuran (wortel, kubis, tauge, daun bawang) ke dalam adonan tepung. Aduk hingga seluruh sayuran terbalut tepung dengan rata.
  4. Panaskan minyak dalam jumlah banyak (deep frying) di atas api sedang.
  5. Ambil satu sendok sayur adonan, lalu masukkan ke dalam minyak panas. Pastikan tidak mengisi wajan terlalu penuh agar suhu minyak tidak turun drastis.
  6. Goreng hingga berwarna kuning keemasan dan kering. Angkat lalu tiriskan dengan posisi berdiri agar minyak turun sempurna.
Tips Bakwan Tetap Renyah Seharian
  1. Gunakan campuran tepung beras dan sedikit tepung maizena untuk kerenyahan ekstra.
  2. Jangan terlalu banyak mengaduk adonan setelah air dimasukkan agar tidak menjadi alot (keras).
  3. Pastikan minyak benar-benar panas sebelum adonan dimasukkan.

Tips Membuat Bakwan yang Lebih Sehat

Sebagai seorang apoteker, saya sering menerima keluhan terkait gangguan pencernaan atau kolesterol setelah mengonsumsi gorengan. Namun, kamu tetap bisa menikmati bakwan dengan cara yang lebih sehat melalui tips berikut:

1. Gunakan Minyak yang Tepat

Pilihlah minyak dengan titik asap (smoke point) tinggi seperti minyak kelapa atau minyak sawit berkualitas tinggi. Hindari menggunakan minyak goreng secara berulang-ulang karena pemanasan berkali-kali akan mengubah struktur lemak menjadi lemak trans yang bersifat karsinogenik.

2. Perbanyak Sayuran

Kurangi porsi tepung dan perbanyak porsi sayuran di dalam adonan. Serat dari sayuran dapat membantu menghambat penyerapan lemak jahat di saluran cerna. Kamu juga bisa menambahkan jenis sayuran lain seperti bayam atau brokoli yang kaya akan antioksidan.

3. Teknik Air Fryer

Jika kamu ingin benar-benar meminimalkan penggunaan lemak, gunakan air fryer. Meskipun teksturnya mungkin sedikit berbeda dari teknik goreng konvensional, cara ini jauh lebih aman bagi penderita hipertensi atau penyakit jantung.

4. Tiriskan dengan Sempurna

Gunakan kertas penyerap minyak (tissue dapur) setelah bakwan diangkat. Menghilangkan sisa minyak di permukaan bakwan dapat mengurangi kalori secara signifikan.

Jika kamu merasa memiliki keluhan pencernaan setelah mengonsumsi makanan berminyak, kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk mendapatkan solusi cepat seperti antasida atau suplemen serat.

Bahaya Mengonsumsi Gorengan Berlebihan

Mengonsumsi bakwan atau gorengan lainnya setiap hari bukanlah kebiasaan yang baik bagi tubuh. Berikut adalah beberapa risiko kesehatan yang perlu diwaspadai:

  • Penyakit Jantung: Lemak jenuh dan lemak trans pada minyak goreng dapat meningkatkan kadar LDL (kolesterol jahat) dan menurunkan HDL (kolesterol baik).
  • Obesitas: Gorengan memiliki densitas kalori yang sangat tinggi. Konsumsi berlebih tanpa diimbangi aktivitas fisik akan memicu penumpukan lemak tubuh.
  • Diabetes Tipe 2: Proses penggorengan suhu tinggi menghasilkan zat yang disebut Advanced Glycation End products (AGEs) yang berkaitan dengan resistensi insulin.
  • Masalah Pencernaan: Makanan berminyak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, yang seringkali menyebabkan perut kembung atau memperparah gejala GERD.

Jika kamu mengalami gejala seperti nyeri dada atau rasa panas di ulu hati (heartburn) yang sering muncul setelah makan gorengan, segera konsultasi ke dokter Halodoc agar mendapatkan diagnosa yang tepat.

Studi Mengenai Dampak Gorengan

The American Journal of Clinical Nutrition menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa konsumsi makanan yang digoreng secara rutin (lebih dari 4 kali seminggu) secara signifikan meningkatkan risiko obesitas dan diabetes tipe 2. Studi ini menekankan bahwa kualitas minyak dan frekuensi konsumsi adalah faktor penentu utama.

Selain itu, penelitian lain dalam Heart Journal menunjukkan bahwa setiap porsi tambahan 114 gram gorengan per minggu meningkatkan risiko kejadian kardiovaskular sebesar 3%. Hal ini memperkuat anjuran untuk membatasi konsumsi gorengan seperti bakwan dalam pola makan harian.

Penting bagi kamu untuk selalu menjaga keseimbangan nutrisi. Bakwan boleh dinikmati sesekali, namun pastikan porsi sayur dan buah harian tetap terpenuhi. Jika kamu memiliki riwayat penyakit kronis, pengaturan pola makan menjadi kunci utama kualitas hidup yang lebih baik.

Kamu bisa mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai pola makan sehat di aplikasi Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.

Referensi:
NCBI. Diakses pada 2026. Fried food consumption and risk of cardiovascular disease and all-cause mortality: a meta-analysis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Dietary fats: Know which to choose.
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2026. Is it time to give up fried foods?.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Batasan Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak.

FAQ

1. Apakah tepung beras wajib dalam membuat bakwan?

Tepung beras tidak wajib, namun sangat disarankan untuk ditambahkan ke adonan terigu. Tepung beras membantu menciptakan tekstur yang lebih renyah dan mencegah bakwan menjadi lembek setelah dingin.

2. Bolehkah menggunakan minyak goreng berkali-kali untuk menggoreng bakwan?

Sangat tidak disarankan. Minyak yang digunakan berulang kali mengalami oksidasi dan pembentukan asam lemak trans yang berbahaya bagi kesehatan jantung serta berpotensi meningkatkan risiko kanker.

3. Bagaimana cara membuat bakwan tanpa minyak?

Kamu bisa menggunakan air fryer. Caranya, semprotkan sedikit minyak zaitun pada adonan agar tetap mendapatkan warna cokelat keemasan, lalu panggang pada suhu 180-200 derajat Celcius hingga matang.

4. Mengapa perut sering terasa begah setelah makan bakwan?

Hal ini disebabkan oleh kandungan lemak yang tinggi pada bakwan. Lemak memerlukan waktu lebih lama untuk dicerna oleh lambung, sehingga perut terasa penuh atau kembung lebih lama.

Mau Makan Bakwan tapi Khawatir Kolesterol Naik? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu suka makan bakwan tapi sering khawatir dengan dampak gorengan bagi kesehatanmu? Tidak perlu khawatir! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.