Ad Placeholder Image

Gatal Bentol di Kemaluan Pria: Penyebab dan Cara Atasi

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   20 Februari 2026

Gatal Bentol di Kemaluan Pria: Penyebab & Cara Atasi

Gatal Bentol di Kemaluan Pria: Penyebab dan Cara AtasiGatal Bentol di Kemaluan Pria: Penyebab dan Cara Atasi

Gatal Bentol di Kemaluan Pria: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Gatal dan bentol di area kemaluan pria adalah masalah umum yang bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan khawatir. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari iritasi ringan hingga infeksi yang memerlukan penanganan medis. Penting untuk mengetahui penyebabnya agar dapat mengambil langkah yang tepat.

Penyebab Gatal dan Bentol di Kemaluan Pria

Berikut adalah beberapa penyebab umum gatal dan bentol di kemaluan pria:

  • Dermatitis Kontak: Reaksi alergi atau iritasi akibat kontak dengan bahan kimia seperti sabun, deterjen, atau pelumas.
  • Infeksi Jamur (Kurap/Tinea Cruris): Infeksi jamur yang menyebabkan bentol merah dan gatal di area selangkangan.
  • Kutu Kemaluan (Pubic Lice) & Skabies: Parasit yang menyebabkan gatal hebat, terutama pada malam hari, dan iritasi.
  • Folikulitis: Peradangan pada folikel rambut yang tampak seperti jerawat kecil.
  • Infeksi Menular Seksual (IMS): Beberapa IMS seperti herpes, kutil kelamin, atau moluskum kontagiosum dapat menyebabkan bentol dan gatal.
  • Faktor Lain: Celana dalam yang terlalu ketat, keringat berlebih, atau gigitan serangga juga bisa menjadi pemicu.

Gejala yang Menyertai Gatal dan Bentol

Selain gatal dan bentol, beberapa gejala lain yang mungkin menyertai kondisi ini antara lain:

  • Kemerahan pada kulit
  • Rasa perih atau terbakar
  • Kulit kering dan mengelupas
  • Lecet atau luka
  • Nyeri

Penanganan Awal di Rumah

Beberapa langkah awal yang dapat dilakukan di rumah untuk mengatasi gatal dan bentol di kemaluan pria:

  • Jaga Kebersihan: Mandi secara teratur dengan sabun lembut (sebaiknya sabun bayi) dan keringkan area intim dengan baik setelahnya.
  • Pakaian: Gunakan celana dalam berbahan katun yang longgar dan ganti secara berkala. Hindari celana yang terlalu ketat.
  • Hindari Pemicu: Jauhi penggunaan sabun, deterjen, atau bahan lain yang dicurigai menyebabkan iritasi.
  • Jangan Digaruk: Hindari menggaruk bentol untuk mencegah luka dan infeksi lebih lanjut.
  • Kompres Dingin: Basuh area yang gatal dengan air dingin atau kompres dengan kain lembap.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter jika:

  • Bentol tidak hilang atau justru semakin memburuk.
  • Bentol berisi nanah, terasa nyeri, atau terdapat luka.
  • Muncul gejala lain seperti demam atau malaise.
  • Mencurigai adanya infeksi menular seksual (IMS).

Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebab pasti dan memberikan pengobatan yang sesuai, seperti antijamur, kortikosteroid, atau pengobatan IMS jika diperlukan.

Pencegahan Gatal dan Bentol di Kemaluan Pria

Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko gatal dan bentol di kemaluan pria:

  • Menjaga kebersihan area genital dengan baik.
  • Menggunakan pakaian dalam yangLonggar dan berbahan katun.
  • Menghindari penggunaan produk yang dapat menyebabkan iritasi.
  • Mengeringkan area genital dengan baik setelah mandi atau berolahraga.
  • Melakukan hubungan seksual yang aman untuk mencegah IMS.

Rekomendasi dari Halodoc

Gatal dan bentol di kemaluan pria seringkali disebabkan oleh hal-hal yang tidak berbahaya dan dapat diatasi dengan perawatan rumahan. Namun, penting untuk memerhatikan gejala dan segera mencari pertolongan medis jika kondisi tidak membaik atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan. Jika Anda mengalami gatal dan bentol di kemaluan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.