Ad Placeholder Image

Gatal Bruntusan pada Anak: Cek Penyebab dan Solusinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   06 Mei 2026

Gatal Bruntusan pada Anak? Kenali dan Atasi!

Gatal Bruntusan pada Anak: Cek Penyebab dan SolusinyaGatal Bruntusan pada Anak: Cek Penyebab dan Solusinya

Gatal Bruntusan pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Gatal bruntusan pada anak adalah kondisi kulit yang umum terjadi, ditandai dengan munculnya benjolan kecil, kemerahan, dan seringkali disertai rasa gatal. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari iritasi ringan hingga kondisi kulit yang memerlukan perhatian medis lebih lanjut. Pemahaman tentang penyebab dan cara penanganan yang tepat sangat penting untuk menjaga kenyamanan si kecil.

Definisi Gatal Bruntusan pada Anak

Gatal bruntusan pada anak adalah istilah umum untuk menggambarkan munculnya ruam kulit kecil yang menonjol dan terasa gatal pada kulit anak. Bruntusan ini bisa berupa benjolan padat, lepuhan berisi cairan, atau area kulit yang kering dan bersisik. Lokasinya bisa bervariasi, seringkali muncul di lipatan kulit, wajah, atau area tubuh lainnya.

Gejala Gatal Bruntusan pada Anak

Gejala gatal bruntusan pada anak bervariasi tergantung pada penyebabnya. Namun, beberapa tanda umum yang sering terlihat meliputi:

  • Munculnya benjolan merah kecil di kulit.
  • Rasa gatal yang membuat anak sering menggaruk.
  • Kulit tampak kering, pecah-pecah, atau bersisik di area bruntusan.
  • Beberapa bruntusan mungkin berisi cairan bening atau nanah.
  • Ruam bisa muncul di lipatan kulit seperti leher, ketiak, selangkangan, atau di wajah dan area tubuh lainnya.
  • Perubahan warna kulit di area yang terkena.

Penyebab Gatal Bruntusan pada Anak

Banyak faktor yang dapat memicu munculnya gatal bruntusan pada anak. Memahami penyebabnya adalah langkah pertama dalam menentukan penanganan yang tepat.

Biang Keringat (Miliaria)

Biang keringat, atau miliaria, terjadi ketika kelenjar keringat tersumbat. Kondisi ini sering muncul di cuaca panas atau saat anak terlalu banyak berkeringat. Bruntusan yang muncul biasanya kecil, kemerahan, dan terkadang berisi cairan bening. Lokasi umum meliputi leher, dada, punggung, dan lipatan kulit.

Eksim (Dermatitis Atopik)

Eksim atau dermatitis atopik adalah kondisi kulit kronis yang menyebabkan kulit menjadi sangat kering, gatal, merah, dan pecah-pecah. Seringkali dipicu oleh alergi terhadap makanan tertentu seperti susu atau telur, atau oleh kulit yang sensitif terhadap iritan lingkungan. Eksim sering muncul di wajah, lipatan siku, dan belakang lutut pada anak-anak.

Alergi

Reaksi alergi dapat menyebabkan gatal bruntusan pada kulit anak. Alergi bisa berasal dari makanan, paparan zat tertentu (seperti sabun, deterjen, atau kain), gigitan serangga, atau alergen di udara. Ruam alergi bisa muncul secara tiba-tiba dan seringkali sangat gatal.

Perubahan Hormon

Pada bayi baru lahir, gatal bruntusan dapat disebabkan oleh perubahan hormon. Misalnya, jerawat bayi atau ruam hormon sering terlihat di wajah dan leher bayi dalam beberapa minggu pertama kehidupan. Kondisi ini biasanya ringan dan akan membaik dengan sendirinya.

Infeksi

Infeksi kulit juga bisa menjadi penyebab gatal bruntusan pada anak. Infeksi dapat disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Contohnya, impetigo (infeksi bakteri), cacar air (infeksi virus), atau kurap (infeksi jamur) dapat menyebabkan ruam gatal dengan karakteristik yang berbeda.

Cara Mengatasi Gatal Bruntusan pada Anak di Rumah

Beberapa langkah sederhana dapat dilakukan di rumah untuk meredakan gatal bruntusan pada anak:

  • Gunakan Pelembap: Oleskan pelembap khusus anak secara rutin, terutama setelah mandi, untuk menjaga kelembapan kulit. Pilih pelembap bebas pewangi dan hipoalergenik.
  • Pakaian Lembut: Pakaikan anak pakaian berbahan lembut, longgar, dan menyerap keringat seperti katun. Hindari bahan sintetis yang dapat memerangkap panas dan memperparah iritasi.
  • Jaga Kebersihan Kulit: Mandikan anak dengan air suam-suam kuku dan sabun yang lembut, tanpa pewangi. Pastikan kulit dikeringkan dengan menepuk-nepuk lembut, bukan menggosok.
  • Hindari Pemicu: Jika diketahui ada pemicu alergi, hindari paparan terhadap alergen tersebut.
  • Kondisi Lingkungan Sejuk: Jaga suhu ruangan agar tetap sejuk dan tidak lembap untuk mencegah biang keringat.

Kapan Harus ke Dokter Anak?

Meskipun banyak kasus gatal bruntusan pada anak dapat diatasi di rumah, ada beberapa kondisi yang memerlukan konsultasi dengan dokter anak:

  • Bruntusan tidak membaik atau justru memburuk setelah beberapa hari penanganan di rumah.
  • Disertai demam tinggi, lesu, atau tanda-tanda infeksi lainnya.
  • Muncul lepuhan besar, bernanah, atau menyebar dengan cepat.
  • Anak terlihat sangat tidak nyaman atau sering menggaruk hingga kulit terluka.
  • Kulit tampak bengkak, merah, dan terasa hangat.

Pencegahan Gatal Bruntusan pada Anak

Pencegahan merupakan kunci untuk menghindari gatal bruntusan berulang. Beberapa tips pencegahan meliputi:

  • Rutin menggunakan pelembap untuk menjaga kesehatan kulit.
  • Memilih pakaian yang tepat sesuai cuaca dan aktivitas anak.
  • Menjaga kebersihan kulit anak dengan mandi teratur menggunakan sabun yang lembut.
  • Mengidentifikasi dan menghindari pemicu alergi jika ada.
  • Menjaga hidrasi anak dengan asupan cairan yang cukup.
  • Menjaga lingkungan rumah tetap bersih dan bebas debu.

Gatal bruntusan pada anak adalah kondisi yang sering terjadi dan umumnya tidak berbahaya. Namun, pengawasan orang tua sangat penting. Jika gatal bruntusan pada anak tidak mereda, semakin parah, atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter anak melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.