Ad Placeholder Image

Gejala Anjing Rabies: Kenali Perubahan Tingkahnya Yuk!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   24 April 2026

Waspada! Gejala Anjing Rabies, Kenali Tanda Fatalnya

Gejala Anjing Rabies: Kenali Perubahan Tingkahnya Yuk!Gejala Anjing Rabies: Kenali Perubahan Tingkahnya Yuk!

Rabies adalah penyakit zoonosis fatal yang disebabkan oleh virus dan menyerang sistem saraf pusat mamalia, termasuk anjing. Penyakit ini memiliki potensi penularan yang tinggi ke manusia dan dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan cepat. Memahami gejala anjing rabies sangat krusial untuk deteksi dini dan tindakan pencegahan yang efektif.

Gejala rabies pada anjing sangat bervariasi dan umumnya dapat dibagi menjadi dua kategori utama: tipe ganas (furious rabies) dan tipe diam (dumb/paralytic rabies). Perubahan perilaku anjing adalah indikator awal yang paling sering terlihat, diikuti oleh gejala neurologis yang semakin parah seiring perkembangan penyakit.

Definisi Rabies pada Anjing

Rabies adalah penyakit virus yang menyerang otak dan sumsum tulang belakang. Virus rabies umumnya menular melalui gigitan hewan terinfeksi yang membawa virus dalam air liurnya. Setelah masuk ke tubuh, virus bergerak melalui saraf menuju otak, di mana ia menyebabkan peradangan parah dan kerusakan neurologis.

Masa inkubasi penyakit ini bisa berlangsung dari beberapa hari hingga beberapa bulan, tergantung pada lokasi gigitan dan jumlah virus yang masuk. Gejala mulai muncul ketika virus mencapai otak dan menimbulkan kerusakan yang signifikan.

Gejala Anjing Rabies: Tipe Ganas (Furious Rabies)

Tipe ganas rabies ditandai dengan perubahan perilaku yang sangat drastis dan agresif. Anjing yang biasanya jinak bisa menjadi sangat marah dan mudah terprovokasi. Gejala ini disebabkan oleh kerusakan pada otak yang memengaruhi fungsi kendali dan emosi.

  • Agresif: Anjing menjadi mudah marah, waspada berlebihan, dan menyerang hewan lain, manusia, atau objek bergerak tanpa alasan jelas. Perilaku ini sangat berbahaya.
  • Sensitif: Anjing menunjukkan reaksi berlebihan terhadap cahaya, suara, atau sentuhan. Hal ini bisa menyebabkan kejang atau peningkatan agresi.
  • Perilaku Aneh: Anjing mungkin mulai mengunyah benda-benda tak lazim seperti kawat, batu, atau tanah. Kondisi ini dikenal sebagai pika, yaitu keinginan makan benda non-makanan.
  • Fisik: Pupil mata anjing bisa melebar, dan sering terjadi produksi air liur berlebihan (hipersalivasi). Kelumpuhan otot laring juga dapat menyebabkan suara serak atau gonggongan yang berubah.

Gejala Anjing Rabies: Tipe Diam (Dumb/Paralytic Rabies)

Tipe diam rabies cenderung kurang dramatis dibandingkan tipe ganas, namun sama fatalnya. Gejala pada tipe ini lebih banyak melibatkan kelumpuhan progresif. Anjing tampak lesu dan sering menyendiri.

  • Lemas/Diam: Anjing tampak lesu, tidak bersemangat, dan cenderung menyendiri di tempat gelap atau tersembunyi. Mereka kehilangan minat pada interaksi dan aktivitas rutin.
  • Sulit Menelan: Mulut anjing bisa menganga dan rahangnya kaku, menyebabkan air liur berlebihan menetes karena tidak dapat menelan. Kondisi ini juga membuat anjing sulit minum atau makan.
  • Paralisis: Kelumpuhan otot dimulai dari area belakang tubuh, seperti faring dan laring, lalu menjalar ke seluruh tubuh. Anjing akan mengalami kesulitan berjalan, kehilangan koordinasi, hingga akhirnya tidak bisa berdiri.

Gejala Umum Lainnya dan Tahap Lanjut

Selain dua tipe utama, ada beberapa gejala umum yang bisa muncul pada anjing yang terinfeksi rabies. Gejala-gejala ini dapat berkembang seiring progresivitas penyakit.

  • Perubahan Perilaku: Anjing yang biasanya jinak bisa menjadi agresif, atau sebaliknya, anjing yang aktif menjadi sangat pendiam. Gelisah atau takut air (hidrofobia) juga bisa terjadi meskipun tidak selalu.
  • Neurologis: Koordinasi motorik anjing menurun secara signifikan. Anjing bisa kesulitan berjalan, tersandung, atau menunjukkan kelemahan otot yang progresif.
  • Tahap Lanjut: Pada stadium akhir penyakit, anjing dapat mengalami koma. Kematian seringkali terjadi akibat gagal napas, karena virus melumpuhkan otot-otot pernapasan.

Penyebab Rabies pada Anjing

Rabies pada anjing disebabkan oleh infeksi virus rabies dari famili Rhabdoviridae. Penularan utama terjadi melalui kontak langsung dengan air liur hewan yang terinfeksi, umumnya melalui gigitan. Luka gigitan memungkinkan virus masuk ke dalam tubuh dan menyebar ke sistem saraf.

Hewan liar seperti kelelawar, rakun, skunk, dan rubah adalah reservoir utama virus rabies. Anjing dapat terinfeksi setelah digigit oleh hewan liar tersebut. Penularan dari anjing ke anjing atau anjing ke manusia juga dapat terjadi melalui gigitan.

Pengobatan dan Pencegahan Rabies

Sayangnya, tidak ada pengobatan spesifik untuk rabies setelah gejala klinis muncul pada anjing. Begitu tanda-tanda rabies terlihat, penyakit ini hampir selalu berakibat fatal. Eutanasia seringkali menjadi pilihan yang paling manusiawi untuk mencegah penderitaan dan penularan lebih lanjut.

Pencegahan adalah kunci utama dalam mengendalikan rabies. Vaksinasi rabies secara rutin sangat efektif dalam melindungi anjing dari virus ini. Selain itu, menghindari kontak dengan hewan liar atau anjing yang tidak dikenal juga penting. Pemilik hewan peliharaan juga harus memastikan anjing tidak berkeliaran bebas.

Kapan Harus Bertindak dan Rekomendasi Medis

Jika mencurigai anjing menunjukkan gejala anjing rabies, segera jauhi hewan tersebut dan hindari kontak langsung. Kontaklah dokter hewan terdekat atau petugas kesehatan hewan setempat untuk penanganan lebih lanjut. Jangan mencoba menangani anjing yang diduga rabies sendiri, karena penyakit ini sangat berbahaya dan mematikan bagi manusia.

Rekomendasi dari Halodoc adalah untuk selalu menjaga jadwal vaksinasi rabies hewan peliharaan sesuai anjuran dokter hewan. Segera konsultasikan dengan dokter hewan melalui aplikasi Halodoc jika memiliki kekhawatiran mengenai kesehatan anjing, terutama setelah terjadi gigitan atau kontak dengan hewan yang mencurigakan. Deteksi dan tindakan cepat dapat menyelamatkan nyawa.