Ciri Gejala Herpes pada Anak yang Perlu Moms Tahu

Herpes pada anak, sering dikenal sebagai luka dingin atau herpes oral, merupakan kondisi yang disebabkan oleh infeksi virus herpes simpleks (HSV), umumnya tipe 1 (HSV-1). Infeksi ini dapat menimbulkan gejala yang bervariasi, mulai dari lepuh kecil di area mulut hingga kondisi yang menyerupai flu berat. Memahami ciri-ciri dan gejala herpes pada anak sangat penting untuk penanganan yang tepat dan cepat guna meminimalkan ketidaknyamanan yang dialami si kecil.
Apa Itu Herpes pada Anak?
Herpes pada anak adalah infeksi yang disebabkan oleh virus herpes simpleks, paling sering HSV-1. Virus ini sangat menular dan dapat menyebar melalui kontak langsung dengan lesi aktif atau air liur dari individu yang terinfeksi. Pada anak-anak, infeksi pertama kali (primer) seringkali lebih parah dibandingkan dengan kekambuhan di kemudian hari.
Infeksi primer pada anak dapat menyebabkan kondisi yang disebut gingivostomatitis herpetik akut. Kondisi ini ditandai dengan peradangan pada gusi dan selaput lendir di mulut. Setelah infeksi awal, virus tidak sepenuhnya hilang dari tubuh, melainkan bersembunyi di sel-sel saraf dan dapat aktif kembali di kemudian hari, menyebabkan luka dingin atau lepuh di bibir.
Gejala Herpes pada Anak yang Perlu Diperhatikan
Gejala herpes pada anak dapat muncul beberapa hari setelah terpapar virus. Ciri-ciri herpes pada anak umumnya berupa lepuh berisi cairan yang muncul di sekitar mulut, bibir, atau wajah. Lepuh ini kemudian dapat pecah dan membentuk kerak sebelum akhirnya sembuh. Selain lepuh, ada beberapa gejala penyerta yang sering kali muncul dan perlu diwaspadai:
- Demam, yang bisa mencapai suhu tinggi.
- Rewel dan mudah marah akibat rasa tidak nyaman.
- Sakit kepala, terutama pada anak yang lebih besar dan dapat mengungkapkannya.
- Nyeri saat menelan makanan atau minuman.
- Gusi bengkak, merah, dan mungkin berdarah.
- Pembengkakan kelenjar getah bening, terutama di area leher.
- Lemah dan lesu.
- Tidak mau makan atau minum karena rasa sakit di mulut.
- Air liur menetes lebih banyak dari biasanya (hipersalivasi).
Gejala awal seringkali diawali dengan rasa gatal, kesemutan, atau perih di area mulut sebelum lepuh muncul. Pada beberapa kasus, gejala herpes pada anak bisa mirip dengan flu berat, sehingga sering kali keliru dianggap sebagai infeksi pernapasan biasa. Gejala umum ini sering dikenal sebagai herpes oral atau luka dingin.
Penyebab Herpes pada Anak
Penyebab utama herpes pada anak adalah infeksi virus herpes simpleks (HSV), umumnya HSV-1. Penularan virus ini terjadi melalui kontak langsung dengan cairan dari lesi atau luka penderita herpes. Misalnya, melalui ciuman dari orang dewasa yang memiliki luka dingin, berbagi peralatan makan, atau sentuhan langsung dengan area yang terinfeksi.
Anak-anak sangat rentan terhadap infeksi ini karena sistem kekebalan tubuh mereka yang masih berkembang dan kebiasaan eksplorasi dengan tangan yang sering menyentuh mulut. Setelah terinfeksi, virus akan menetap dalam tubuh seumur hidup dan dapat kambuh di kemudian hari saat sistem kekebalan tubuh melemah, stres, atau terpapar sinar matahari berlebihan.
Pengobatan Herpes pada Anak
Pengobatan herpes pada anak bertujuan untuk meredakan gejala, mempercepat penyembuhan, dan mencegah penyebaran virus. Dokter dapat meresepkan obat antivirus untuk kasus yang parah atau pada anak dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Beberapa langkah penanganan yang bisa dilakukan meliputi:
- Pemberian obat pereda nyeri dan penurun demam sesuai anjuran dokter.
- Memastikan anak cukup minum untuk mencegah dehidrasi, terutama jika sulit menelan.
- Memberikan makanan lunak dan dingin untuk mengurangi iritasi pada mulut.
- Menjaga kebersihan area lepuh untuk mencegah infeksi sekunder.
Penting untuk tidak memecahkan lepuh karena dapat memperlambat penyembuhan dan meningkatkan risiko penyebaran virus.
Pencegahan Herpes pada Anak
Pencegahan adalah kunci untuk menghindari infeksi herpes pada anak. Beberapa langkah yang dapat dilakukan:
- Menghindari kontak langsung anak dengan orang yang memiliki luka dingin atau lepuh aktif.
- Tidak berbagi peralatan makan, sikat gigi, atau handuk dengan orang lain.
- Membiasakan anak mencuci tangan secara teratur dengan sabun dan air.
- Orang dewasa yang memiliki luka dingin sebaiknya menghindari mencium anak atau menyentuh wajah mereka.
- Menjaga sistem kekebalan tubuh anak tetap kuat melalui nutrisi seimbang, istirahat cukup, dan imunisasi.
Kapan Harus Konsultasi dengan Dokter?
Segera konsultasikan dengan dokter jika anak menunjukkan gejala herpes, terutama jika disertai demam tinggi, kesulitan makan dan minum yang signifikan, tanda-tanda dehidrasi, atau lepuh yang menyebar ke area mata. Deteksi dini dan penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi.
Jika menemukan gejala herpes pada anak, penting untuk tidak menunda konsultasi dengan tenaga medis profesional. Melalui aplikasi Halodoc, dapat menghubungi dokter spesialis anak untuk mendapatkan diagnosis akurat dan rencana pengobatan yang sesuai. Halodoc menyediakan akses mudah untuk konsultasi medis dan informasi kesehatan yang terpercaya.



