Ad Placeholder Image

Gejala Infeksi Ginjal pada Anak: Apa yang Perlu Diperhatikan?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   06 Mei 2026

Gejala Infeksi Ginjal Anak: Waspadai Sejak Dini

Gejala Infeksi Ginjal pada Anak: Apa yang Perlu Diperhatikan?Gejala Infeksi Ginjal pada Anak: Apa yang Perlu Diperhatikan?

Infeksi ginjal pada anak, atau dalam istilah medis dikenal sebagai pielonefritis, merupakan kondisi serius yang memerlukan perhatian medis segera. Mengidentifikasi gejala infeksi ginjal pada anak sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang yang dapat memengaruhi fungsi ginjal buah hati. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai tanda-tanda, penyebab, serta langkah penanganan dan pencegahan infeksi ginjal pada anak.

Apa Itu Infeksi Ginjal pada Anak?

Infeksi ginjal adalah jenis infeksi saluran kemih (ISK) yang lebih parah, di mana bakteri telah menyebar dari kandung kemih ke salah satu atau kedua ginjal. Kondisi ini dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan pada jaringan ginjal jika tidak segera diobati. Pada anak-anak, infeksi ini bisa lebih sulit dideteksi karena gejala yang sering kali tidak spesifik atau anak belum bisa mengungkapkan apa yang dirasakan.

Gejala Infeksi Ginjal pada Anak

Mengenali gejala infeksi ginjal pada anak adalah langkah krusial bagi orang tua. Gejala dapat muncul secara tiba-tiba atau berkembang seiring waktu. Berikut adalah beberapa tanda dan gejala yang perlu diwaspadai:

  • Demam Tinggi dan Menggigil: Suhu tubuh sering kali di atas 38°C, disertai dengan menggigil atau kedinginan.
  • Nyeri: Anak mungkin mengeluh nyeri di punggung bagian bawah, pinggang, perut, atau area selangkangan. Pada anak yang lebih kecil, nyeri ini mungkin ditunjukkan dengan rewel atau menangis berlebihan.
  • Gangguan Pencernaan: Mual, muntah, dan kehilangan nafsu makan merupakan gejala umum yang sering menyertai infeksi ginjal.
  • Masalah Buang Air Kecil (BAK): Anak bisa lebih sering buang air kecil, merasakan nyeri atau perih saat BAK, serta mengalami kesulitan menahan buang air kecil.
  • Perubahan Urin: Urin anak mungkin terlihat keruh, berdarah (hematuria), atau berbusa, menandakan adanya masalah pada saluran kemih.
  • Gejala Umum Penyakit Ginjal: Selain gejala spesifik di atas, infeksi ginjal juga dapat menimbulkan tanda umum masalah ginjal lainnya, seperti bengkak di wajah atau kaki, lesu, serta gangguan pertumbuhan pada kasus kronis.

Penyebab Infeksi Ginjal pada Anak

Sebagian besar infeksi ginjal pada anak disebabkan oleh bakteri yang masuk ke saluran kemih melalui uretra dan bergerak naik ke ginjal. Bakteri umum penyebabnya adalah Escherichia coli (E. coli). Beberapa faktor yang meningkatkan risiko infeksi ginjal pada anak meliputi:

  • Infeksi Saluran Kemih (ISK) Berulang: ISK yang tidak diobati dengan baik dapat menyebar ke ginjal.
  • Refluks Vesikoureter (VUR): Kondisi di mana urin mengalir kembali dari kandung kemih ke ginjal.
  • Anomali Saluran Kemih: Adanya kelainan bentuk atau struktur pada ginjal, ureter, atau kandung kemih sejak lahir.
  • Kebiasaan Buang Air Kecil yang Buruk: Menahan BAK terlalu lama atau membersihkan area genital yang tidak tepat.

Diagnosis Infeksi Ginjal pada Anak

Untuk mendiagnosis infeksi ginjal, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan riwayat kesehatan anak. Beberapa tes yang mungkin dilakukan meliputi:

  • Analisis Urin dan Kultur Urin: Untuk mendeteksi keberadaan bakteri, sel darah putih, atau darah dalam urin.
  • Tes Darah: Untuk memeriksa tanda-tanda infeksi atau gangguan fungsi ginjal.
  • Pencitraan: Ultrasonografi (USG) ginjal dapat dilakukan untuk melihat adanya kelainan struktur atau pembengkakan pada ginjal. Dalam beberapa kasus, tes seperti VCUG (Voiding Cystourethrogram) atau DMSA scan mungkin diperlukan untuk mengevaluasi VUR atau kerusakan ginjal.

Pengobatan Infeksi Ginjal pada Anak

Pengobatan infeksi ginjal pada anak biasanya melibatkan pemberian antibiotik untuk membunuh bakteri penyebab infeksi. Pilihan antibiotik dan durasi pengobatan akan disesuaikan dengan usia anak, jenis bakteri, dan tingkat keparahan infeksi. Penting untuk memastikan anak menyelesaikan seluruh dosis antibiotik yang diresepkan, meskipun gejala sudah membaik, untuk mencegah infeksi kambuh atau menjadi resisten terhadap antibiotik.

Selain antibiotik, dokter mungkin juga meresepkan obat untuk meredakan demam dan nyeri. Dalam kasus yang parah atau jika anak tidak dapat minum obat secara oral, rawat inap dan pemberian antibiotik melalui infus mungkin diperlukan. Tindak lanjut dan pemantauan rutin setelah pengobatan sangat penting untuk memastikan tidak ada komplikasi dan mencegah infeksi berulang.

Pencegahan Infeksi Ginjal pada Anak

Mencegah infeksi saluran kemih adalah cara terbaik untuk mencegah infeksi ginjal pada anak. Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:

  • Menjaga Kebersihan Area Genital: Ajarkan anak perempuan untuk membersihkan area kelamin dari depan ke belakang setelah buang air besar.
  • Asupan Cairan Cukup: Pastikan anak minum air yang cukup untuk membantu membersihkan bakteri dari saluran kemih.
  • Hindari Menahan BAK: Dorong anak untuk buang air kecil secara teratur dan tidak menahannya terlalu lama.
  • Tangani Sembelit: Sembelit kronis dapat meningkatkan risiko ISK, jadi pastikan asupan serat dan cairan anak tercukupi.
  • Ganti Popok Secara Teratur: Untuk bayi dan balita, pastikan popok diganti secara rutin.

Kapan Harus ke Dokter?

Infeksi ginjal adalah kondisi serius yang tidak boleh diabaikan. Jika anak menunjukkan gejala infeksi ginjal pada anak seperti demam tinggi yang tidak turun, nyeri punggung atau perut, kesulitan BAK, atau perubahan pada urin, segera konsultasikan dengan dokter. Penanganan dini sangat penting untuk mencegah kerusakan ginjal permanen dan komplikasi lainnya.

Untuk diagnosis dan penanganan lebih lanjut, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter melalui Halodoc. Deteksi dan pengobatan cepat sangat vital untuk menjaga kesehatan ginjal anak.