Waspada Gejala Kejang Demam pada Anak, Cek di Sini!

Mengenali Gejala Kejang Demam pada Anak: Panduan Lengkap
Kejang demam adalah kondisi umum pada anak-anak yang ditandai dengan kejang saat suhu tubuh meningkat tinggi. Kondisi ini umumnya terjadi pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun dan seringkali menyebabkan kekhawatiran orang tua. Memahami gejala kejang demam sangat penting untuk penanganan yang tepat dan cepat.
Apa Itu Kejang Demam?
Kejang demam adalah kejang yang dipicu oleh demam tanpa adanya infeksi otak atau riwayat epilepsi sebelumnya. Meskipun menakutkan, sebagian besar kejang demam bersifat jinak dan tidak menyebabkan kerusakan otak permanen. Penanganan yang cepat saat kejang terjadi dapat membantu mengurangi risiko komplikasi.
Gejala Kejang Demam yang Perlu Diketahui
Mengidentifikasi gejala kejang demam secara dini sangat krusial. Kejang demam memiliki karakteristik tertentu yang membedakannya dari jenis kejang lainnya. Berikut adalah gejala kejang demam yang perlu diperhatikan:
- Demam Tinggi: Suhu tubuh anak naik dengan cepat, umumnya mencapai di atas 38°C (100.4°F). Kenaikan suhu yang tiba-tiba ini sering menjadi pemicu utama.
- Hilang Kesadaran: Anak tiba-tiba pingsan atau tidak sadar selama episode kejang. Respons terhadap rangsangan sekitar akan menghilang.
- Pergerakan Tubuh Tidak Normal:
- Tubuh menjadi kaku atau tegang secara mendadak.
- Anggota tubuh, seperti lengan dan kaki, dapat menyentak-nyentak secara tidak terkendali.
- Perubahan pada Mata: Mata anak seringkali mendelik ke atas atau berputar-putar.
- Tidak Responsif: Anak tidak merespons panggilan, sentuhan, atau rangsangan lainnya selama kejang.
- Setelah Kejang Reda:
- Anak mungkin terlihat bingung atau linglung selama beberapa waktu.
- Seringkali, anak akan tertidur pulas setelah kejang berakhir.
- Gejala Tambahan (Kadang Terjadi):
- Buang air kecil tanpa disadari.
- Muntah.
Tanda-tanda utama seperti demam tinggi dan hilang kesadaran merupakan indikator penting yang harus segera dikenali.
Penyebab Kejang Demam
Penyebab utama kejang demam adalah peningkatan suhu tubuh yang cepat, bukan tingginya suhu itu sendiri. Infeksi virus seperti flu, campak, atau roseola, serta infeksi bakteri seperti otitis media (infeksi telinga) atau tonsilitis, seringkali menjadi pemicu demam. Beberapa faktor risiko kejang demam meliputi riwayat keluarga dengan kejang demam, usia muda, dan demam yang cepat naik.
Jenis Kejang Demam
Kejang demam umumnya dibagi menjadi dua jenis, yaitu kejang demam sederhana (simpleks) dan kejang demam kompleks:
- Kejang Demam Sederhana:
- Berlangsung kurang dari 15 menit.
- Hanya terjadi satu kali dalam 24 jam.
- Melibatkan seluruh tubuh (umumnya kaku atau menyentak).
- Kejang Demam Kompleks:
- Berlangsung lebih dari 15 menit.
- Terjadi lebih dari satu kali dalam 24 jam.
- Hanya melibatkan sebagian tubuh.
Penanganan Awal Saat Anak Mengalami Kejang Demam
Jika anak mengalami kejang demam, tetap tenang dan lakukan langkah-langkah berikut:
- Baringkan anak di tempat yang aman, jauhkan dari benda-benda tajam atau keras.
- Miringkan tubuh anak agar tidak tersedak muntah atau air liur.
- Longgarkan pakaian yang ketat, terutama di area leher.
- Jangan memasukkan apa pun ke dalam mulut anak, termasuk sendok atau jari.
- Catat durasi kejang. Jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit, segera cari pertolongan medis darurat.
- Setelah kejang reda, tetaplah di samping anak hingga kesadaran pulih sepenuhnya.
Pencegahan Kejang Demam
Kejang demam tidak selalu dapat dicegah sepenuhnya karena pemicunya adalah demam. Namun, manajemen demam yang baik dapat membantu mengurangi risikonya. Jika anak demam, berikan obat penurun panas sesuai anjuran dokter dan pastikan asupan cairan cukup untuk mencegah dehidrasi. Konsultasi dengan dokter untuk strategi pencegahan lebih lanjut jika anak memiliki riwayat kejang demam berulang.
Kapan Harus Mencari Pertolongan Medis?
Meskipun sebagian besar kejang demam tidak berbahaya, penting untuk mencari bantuan medis segera jika:
- Kejang berlangsung lebih dari 5 menit.
- Anak mengalami kesulitan bernapas setelah kejang.
- Warna kulit anak membiru.
- Anak terlihat sangat lemas atau tidak responsif setelah kejang.
- Anak mengalami kejang demam untuk pertama kalinya.
- Ada cedera selama kejang.
Kesimpulan
Mengenali gejala kejang demam adalah langkah awal penting bagi setiap orang tua. Demam tinggi yang cepat naik, hilangnya kesadaran, dan gerakan tubuh yang menyentak adalah tanda-tanda kunci. Halodoc menyediakan informasi medis terpercaya dan terperinci untuk membantu memahami kondisi ini lebih lanjut. Jika memiliki kekhawatiran atau anak mengalami kejang demam, segera konsultasikan dengan dokter anak melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.



