Ad Placeholder Image

Gejala Kejang pada Anak: Kenali Ciri-cirinya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   05 Mei 2026

Gejala Kejang pada Anak: Ibu Wajib Tahu Tanda Awalnya

Gejala Kejang pada Anak: Kenali Ciri-cirinya!Gejala Kejang pada Anak: Kenali Ciri-cirinya!

Memahami Gejala Kejang pada Anak: Panduan Lengkap untuk Orang Tua

Kejang pada anak adalah kondisi medis yang dapat menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua. Kondisi ini terjadi ketika ada aktivitas listrik abnormal di otak, yang menyebabkan perubahan pada perilaku, gerakan, perasaan, atau tingkat kesadaran anak. Mengenali gejala kejang pada anak sejak dini sangat penting agar penanganan yang tepat bisa segera diberikan.

Artikel ini akan mengulas secara detail mengenai ciri-ciri kejang pada anak, penyebab umumnya, serta kapan saatnya mencari bantuan medis.

Apa Itu Kejang pada Anak?

Kejang pada anak adalah episode aktivitas otak yang tidak terkontrol. Ini bukan penyakit, melainkan gejala dari kondisi lain yang mendasarinya. Kejang bisa berlangsung beberapa detik hingga beberapa menit. Manifestasinya bervariasi, tergantung pada bagian otak mana yang terpengaruh dan seberapa luas aktivitas listrik abnormal tersebut.

Meskipun seringkali menakutkan, sebagian besar kejang pada anak bersifat sementara dan tidak menyebabkan kerusakan otak jangka panjang, terutama kejang demam.

Gejala Kejang pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Mengenali ciri-ciri kejang pada anak adalah langkah krusial bagi setiap orang tua. Gejala kejang pada anak dapat bervariasi, namun ada beberapa tanda umum yang sering muncul. Berikut adalah indikasi kejang yang perlu diketahui:

  • Gerakan tak terkendali pada tubuh, seperti menyentak-nyentak (klonik) atau kaku (tonik). Gerakan ini bisa terjadi pada satu bagian tubuh atau seluruh tubuh.
  • Kehilangan kesadaran, di mana anak tidak merespons panggilan atau sentuhan dan matanya terlihat kosong.
  • Mata berputar ke atas atau melirik ke satu sisi secara tidak biasa.
  • Perubahan warna kulit, seperti menjadi pucat atau bahkan kebiruan di sekitar bibir, terutama jika kesulitan bernapas terjadi.
  • Kesulitan bernapas, yang bisa berupa napas terengah-engah atau berhenti napas sementara.
  • Mengeluarkan air liur berlebihan atau busa dari mulut.
  • Mengompol atau buang air besar tanpa disadari secara tiba-tiba.
  • Untuk kejang demam, gejala di atas sering disertai dengan demam tinggi, yaitu suhu tubuh lebih dari 38°C.

Setelah episode kejang, anak mungkin memasuki periode yang disebut postiktal. Pada fase ini, anak dapat terlihat bingung, sangat lelah, mengantuk, atau sulit bangun. Kondisi postiktal ini bisa berlangsung dari beberapa menit hingga beberapa jam.

Penyebab Umum Kejang pada Anak

Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan anak mengalami kejang. Memahami penyebabnya dapat membantu dalam penanganan dan pencegahan. Beberapa penyebab umum kejang pada anak meliputi:

  • Demam Tinggi: Peningkatan suhu tubuh yang cepat, sering disebut kejang demam, adalah penyebab paling umum pada bayi dan balita.
  • Epilepsi: Kondisi neurologis kronis yang ditandai dengan kejang berulang tanpa pemicu yang jelas.
  • Infeksi Otak: Seperti meningitis atau ensefalitis, yang menyebabkan peradangan pada otak.
  • Gangguan Metabolik: Ketidakseimbangan kadar gula darah, elektrolit, atau zat kimia lainnya dalam tubuh.
  • Cedera Kepala: Trauma pada kepala yang dapat menyebabkan kerusakan otak.
  • Kelainan Struktural Otak: Malformasi bawaan atau tumor otak.
  • Keracunan: Paparan zat-zat toksik tertentu.

Kapan Harus Segera Mencari Pertolongan Medis untuk Kejang pada Anak?

Meskipun sebagian kejang bisa berhenti dengan sendirinya, ada situasi tertentu yang memerlukan perhatian medis darurat. Orang tua harus segera mencari pertolongan medis jika anak mengalami:

  • Kejang pertama kali.
  • Kejang yang berlangsung lebih dari lima menit.
  • Kesulitan bernapas atau kulit membiru setelah kejang.
  • Anak tidak sadarkan diri atau tidak kembali normal dalam waktu singkat setelah kejang.
  • Kejang berulang dalam waktu singkat.
  • Cedera selama kejang.
  • Demam tinggi yang tidak turun-turun setelah kejang.

Penanganan cepat oleh tenaga medis profesional sangat penting untuk memastikan anak mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Mengenali gejala kejang pada anak adalah kunci untuk memberikan pertolongan pertama yang efektif dan mencari bantuan medis yang diperlukan. Jangan ragu untuk mencari bantuan profesional jika anak mengalami tanda-tanda kejang. Pemahaman yang baik mengenai ciri-ciri kejang pada anak dapat membantu orang tua bertindak cepat dan tepat.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai gejala kejang pada anak atau kondisi kesehatan lainnya, serta untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak secara online, gunakan aplikasi Halodoc. Dokter profesional di Halodoc siap memberikan panduan dan rekomendasi medis yang akurat dan terpercaya.