Ad Placeholder Image

Gejala Stunting Pada Anak: Waspada Ciri-ciri Ini Moms!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   05 Mei 2026

Waspadai Gejala Stunting pada Anak, Ini Ciri-Cirinya

Gejala Stunting Pada Anak: Waspada Ciri-ciri Ini Moms!Gejala Stunting Pada Anak: Waspada Ciri-ciri Ini Moms!

Apa Itu Stunting?

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan. Kondisi ini menyebabkan anak memiliki tinggi badan di bawah standar usianya. Stunting bukan hanya masalah fisik, tetapi juga berkaitan erat dengan perkembangan otak dan kesehatan secara keseluruhan.

Kekurangan gizi yang berlangsung lama ini dapat terjadi sejak janin masih dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun. Identifikasi dini gejala stunting pada anak sangat penting untuk intervensi yang tepat dan mencegah dampak jangka panjang yang lebih serius.

Gejala Stunting pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Gejala stunting pada anak dapat dikenali melalui beberapa indikator fisik dan perkembangan. Ciri khas utamanya adalah postur tubuh pendek yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis. Observasi terhadap tanda-tanda ini penting dilakukan sejak dini.

Gejala Fisik Stunting

Beberapa tanda fisik yang jelas menunjukkan adanya stunting meliputi:

  • Tinggi badan lebih pendek dari anak seusianya. Anak terlihat jauh lebih kecil dibandingkan teman-teman sebaya.
  • Pertumbuhan melambat atau terhambat. Pertambahan tinggi dan berat badan tidak sesuai dengan kurva pertumbuhan normal untuk usia anak.
  • Berat badan rendah untuk usia dan tinggi badannya. Kondisi ini sering kali disertai dengan tubuh yang tampak kurus.
  • Wajah anak terlihat lebih muda atau lebih kecil dari usia kronologisnya. Hal ini sering membuat anak tampak seperti balita padahal sudah lebih besar.
  • Perkembangan gigi terlambat dari jadwal normal.

Gejala Perkembangan Stunting

Selain tanda fisik, stunting juga memengaruhi aspek perkembangan anak, seperti:

  • Perkembangan motorik terlambat. Anak mungkin mengalami kesulitan dalam mencapai tonggak perkembangan motorik kasar seperti merangkak, berjalan, atau berlari sesuai usia.
  • Perkembangan kognitif terhambat. Kondisi ini dapat menyebabkan anak sulit belajar, berkonsentrasi, dan memiliki masalah dengan daya ingat.
  • Kemampuan bahasa dan komunikasi yang lebih lambat. Anak mungkin kesulitan dalam menyampaikan pikiran atau memahami instruksi.
  • Mudah sakit karena imunitas tubuh yang lemah. Anak menjadi lebih rentan terhadap infeksi umum seperti flu, batuk, diare, atau penyakit lainnya.
  • Penurunan nafsu makan dan seringkali kurang aktif.

Penyebab Utama Stunting

Stunting disebabkan oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, utamanya adalah asupan gizi yang tidak memadai dalam jangka waktu lama. Faktor lain meliputi praktik pemberian makan yang kurang tepat, seperti kurangnya ASI eksklusif dan MPASI (Makanan Pendamping ASI) yang tidak berkualitas.

Kesehatan ibu selama kehamilan juga berperan penting. Ibu hamil yang kekurangan gizi atau mengalami anemia berisiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah, yang merupakan faktor risiko stunting. Sanitasi lingkungan yang buruk dan akses air bersih yang terbatas juga dapat meningkatkan risiko infeksi berulang pada anak, yang pada gilirannya menghambat penyerapan nutrisi.

Dampak Jangka Panjang Stunting

Stunting memiliki konsekuensi serius dan jangka panjang yang melampaui masalah tinggi badan. Anak yang mengalami stunting berisiko lebih tinggi untuk memiliki kemampuan kognitif yang rendah, sehingga memengaruhi prestasi akademik dan produktivitas di kemudian hari.

Selain itu, stunting dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti diabetes, penyakit jantung, dan stroke di masa dewasa. Sistem kekebalan tubuh yang lemah juga membuat mereka lebih rentan terhadap berbagai penyakit infeksi sepanjang hidup.

Pencegahan Stunting

Pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan dan berlanjut hingga anak berusia dua tahun. Langkah-langkah pencegahan meliputi:

  • Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan.
  • Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang kaya gizi dan bervariasi mulai usia enam bulan.
  • Pemberian nutrisi yang cukup dan seimbang untuk ibu hamil.
  • Menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi untuk mencegah infeksi.
  • Memberikan imunisasi lengkap sesuai jadwal.
  • Memantau pertumbuhan anak secara rutin di posyandu atau fasilitas kesehatan.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika terdeteksi salah satu atau beberapa gejala stunting pada anak, segera konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi. Penanganan yang cepat dan tepat sangat krusial untuk mencegah dampak jangka panjang yang lebih parah.

Dokter dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut, mengukur pertumbuhan anak, dan memberikan rekomendasi intervensi gizi atau medis yang sesuai. Jangan tunda untuk mencari bantuan profesional.

Kesimpulan

Mengenali gejala stunting pada anak sejak dini adalah kunci untuk memastikan tumbuh kembang optimal. Pemantauan rutin dan asupan gizi yang adekuat merupakan fondasi utama pencegahan. Jika memiliki kekhawatiran terkait pertumbuhan dan perkembangan anak, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Unduh aplikasi Halodoc untuk kemudahan konsultasi dengan dokter anak atau ahli gizi terpercaya kapan saja dan di mana saja.