Gelato: Kenali Perbedaan dan Kelezatannya!

DAFTAR ISI
- Apa Itu Gelato?
- Perbedaan Utama Gelato dan Es Krim
- Kandungan Nutrisi dalam Gelato
- Manfaat Mengonsumsi Gelato dalam Porsi Wajar
- Risiko Kesehatan yang Perlu Diwaspadai
- Tips Menikmati Gelato dengan Lebih Sehat
- Studi Terkait
- FAQ
Siapa yang tidak tergoda dengan kelembutan tekstur dan kesegaran rasa dari sebuah gelato? Gelato adalah salah satu hidangan penutup beku yang paling populer di dunia, termasuk di Indonesia. Namun, meskipun sering disamakan dengan es krim biasa, gelato memiliki karakteristik unik yang membuatnya berbeda, baik dari segi rasa, tekstur, hingga profil nutrisinya.
Penting bagi kamu untuk memahami apa itu gelato sebenarnya, terutama jika kamu sedang menjaga asupan kalori atau memiliki kondisi medis tertentu seperti diabetes atau intoleransi laktosa. Memahami komposisi di balik kudapan manis ini akan membantu kamu menikmatinya tanpa rasa bersalah, sekaligus tetap menjaga keseimbangan kesehatan tubuh.
Artikel ini akan mengupas tuntas segala hal tentang gelato, mulai dari sejarah singkatnya, proses pembuatannya yang unik, hingga perbandingannya dengan es krim konvensional. Kami juga akan membahas aspek kesehatan yang jarang diketahui oleh para pencinta makanan manis.
Nah, mau tahu apa saja fakta menarik dan ulasan mendalam mengenai gelato? Berikut ulasannya!
Apa Itu Gelato?
Secara harfiah, kata “gelato” berasal dari bahasa Italia yang berarti “beku”. Namun, dalam dunia kuliner, gelato merujuk pada hidangan penutup khas Italia yang dibuat dengan basis utama susu, gula, dan sering kali diberi perasa dari buah-buahan segar, kacang-kacangan, atau cokelat. Berbeda dengan es krim yang lebih mengandalkan krim (lemak susu tinggi), gelato menggunakan proporsi susu yang lebih banyak.
Sejarah gelato sendiri dapat ditarik kembali ke zaman Renaisans di Italia. Meskipun teknik mendinginkan makanan sudah ada sejak zaman kuno, namun bentuk gelato modern seperti yang kita kenal sekarang sering diatribusikan kepada tokoh-tokoh kuliner di Florence. Seiring waktu, resep ini menyebar ke seluruh Eropa dan akhirnya ke seluruh dunia, menjadi simbol kemewahan kuliner Italia.
Proses pembuatan gelato melibatkan teknik churning atau pengadukan yang dilakukan dengan kecepatan yang sangat lambat. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir jumlah udara yang masuk ke dalam adonan. Hasilnya adalah densitas atau kepadatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan es krim, memberikan sensasi rasa yang lebih intens pada setiap suapannya.
Perbedaan Utama Gelato dan Es Krim
Banyak orang menganggap gelato adalah sekadar nama keren untuk es krim, namun secara teknis medis dan kuliner, keduanya sangat berbeda. Berikut adalah tiga perbedaan utama yang perlu kamu ketahui:
1. Kandungan Lemak
Es krim umumnya mengandung lemak susu antara 10% hingga 25%. Sementara itu, gelato hanya mengandung lemak sekitar 4% hingga 9%. Karena kandungan lemaknya lebih rendah, lidah kita dapat mengecap rasa (seperti buah atau cokelat) dengan lebih jelas karena tidak ada lapisan lemak tebal yang melapisi kuncup pengecap di lidah.
2. Kandungan Udara (Overrun)
Es krim diaduk dengan kecepatan tinggi untuk memasukkan banyak udara, yang bisa mencapai 50% atau lebih dari volume totalnya. Inilah yang membuat es krim terasa ringan dan “berbusa”. Sebaliknya, gelato diaduk dengan lambat, sehingga hanya mengandung sedikit udara (sekitar 20-30%). Inilah alasan mengapa gelato terasa lebih padat, lembut, dan kaya rasa.
3. Suhu Penyajian
Es krim biasanya disimpan dan disajikan pada suhu yang sangat dingin, sekitar -15 hingga -18 derajat Celsius. Gelato disajikan pada suhu yang sedikit lebih hangat, yaitu sekitar -10 hingga -12 derajat Celsius. Suhu yang lebih hangat ini menjaga tekstur gelato tetap lembut dan elastis, serta mencegah lidah menjadi terlalu mati rasa akibat suhu ekstrem, sehingga rasa gelato lebih menonjol.
Kandungan Nutrisi dalam Gelato
Sebagai produk olahan susu, gelato mengandung berbagai mikronutrisi yang bermanfaat bagi tubuh. Namun, perlu diingat bahwa profil nutrisi ini dapat bervariasi tergantung pada bahan tambahan yang digunakan. Secara umum, dalam satu porsi gelato (sekitar 100 gram), terdapat nutrisi sebagai berikut:
- Kalsium: Karena bahan utamanya adalah susu, gelato merupakan sumber kalsium yang baik untuk mendukung kesehatan tulang dan gigi.
- Protein: Mengandung protein susu (kasein dan whey) yang penting untuk perbaikan jaringan tubuh.
- Vitamin B12 dan Riboflavin: Penting untuk metabolisme energi dan kesehatan saraf.
- Karbohidrat: Berasal dari gula (sukrosa atau glukosa) yang memberikan energi instan.
- Lemak: Meskipun lebih rendah dari es krim, lemak dalam gelato memberikan rasa kenyang dan membantu penyerapan vitamin larut lemak.
Meskipun memiliki nutrisi, kamu harus waspada terhadap kandungan gulanya. Jika kamu memiliki riwayat penyakit tertentu, sangat disarankan untuk melakukan [konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam](https://halodoc.onelink.me/cQvV/8x1v8wkv) guna mengetahui batas aman konsumsi makanan manis harian kamu.
Fakta Menarik Seputar Gelato
- Gelato asli Italia tidak menggunakan pengawet buatan karena biasanya dibuat segar setiap hari (artisan).
- Warna gelato yang asli cenderung lebih pucat atau natural, bukan warna yang mencolok atau neon.
- Gelato buah (sorbetto) sering kali bebas lemak dan bebas susu, cocok untuk penderita intoleransi laktosa.
Manfaat Mengonsumsi Gelato dalam Porsi Wajar
Mengonsumsi gelato bukan hanya soal memuaskan keinginan makan manis, tetapi juga bisa memberikan dampak positif bagi psikologis dan fisik jika dilakukan secara moderat:
1. Meningkatkan Suasana Hati (Mood Booster)
Makanan manis dan dingin memicu pelepasan serotonin dan dopamin di otak. Zat kimia ini bertanggung jawab menciptakan perasaan bahagia dan rileks. Gelato bisa menjadi comfort food yang efektif untuk meredakan stres ringan setelah seharian bekerja.
2. Sumber Energi Cepat
Kombinasi gula dan lemak susu memberikan asupan kalori yang bisa langsung diubah menjadi energi. Ini bisa bermanfaat jika kamu membutuhkan dorongan energi setelah aktivitas fisik, asalkan tidak dikonsumsi berlebihan.
3. Membantu Menjaga Kesehatan Tulang
Kandungan kalsium dari susu dalam gelato berkontribusi pada asupan mineral harian. Bagi anak-anak yang sulit minum susu cair, sesekali memberikan gelato berkualitas bisa menjadi alternatif asupan kalsium, meski bukan sumber utama.
Risiko Kesehatan yang Perlu Diwaspadai
Meskipun lezat, gelato tetaplah hidangan penutup yang mengandung gula dan kalori. Ada beberapa risiko yang harus kamu perhatikan:
- Lonjakan Gula Darah: Kandungan gula sederhana yang tinggi dapat menyebabkan lonjakan glukosa darah. Penderita diabetes harus sangat berhati-hati dan memilih varian rendah gula atau sugar-free jika tersedia.
- Masalah Pencernaan: Karena berbasis susu, penderita intoleransi laktosa mungkin akan mengalami kembung, gas, atau diare setelah mengonsumsinya.
- Kelebihan Kalori: Kepadatan gelato berarti kalorinya per suap lebih banyak daripada es krim. Konsumsi berlebihan tanpa diimbangi aktivitas fisik dapat memicu penambahan berat badan.
Untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh, selain membatasi asupan gula, pastikan kamu juga mencukupi kebutuhan mikronutrisi harian. Kamu bisa [beli obat online di Halodoc](https://halodoc.onelink.me/cQvV/9gfr6qva) untuk mendapatkan suplemen atau vitamin yang dibutuhkan agar tubuh tetap fit meski sering mencoba berbagai kuliner.
Tips Menikmati Gelato dengan Lebih Sehat
Kamu tidak perlu menjauhi gelato sepenuhnya. Berikut cara cerdas untuk tetap bisa menikmatinya:
1. Pilih Porsi Kecil
Gunakan cup kecil daripada cone. Cone biasanya menambah kalori ekstra dari tepung dan gula yang digunakan dalam pembuatannya.
2. Pilih Varian Sorbet
Jika kamu ingin sesuatu yang lebih ringan dan bebas lemak, pilihlah sorbet (gelato berbahan dasar air dan buah). Ini biasanya memiliki kalori yang lebih rendah dibandingkan varian berbahan susu.
3. Perhatikan Topping
Hindari menambahkan topping manis berlebih seperti saus karamel, taburan permen, atau biskuit. Jika ingin topping, pilihlah kacang-kacangan sangrai untuk tambahan serat dan lemak sehat.
4. Baca Kandungan Bahan
Jika membeli gelato kemasan di supermarket, pastikan membaca label nutrisi. Hindari produk yang mengandung sirup jagung tinggi fruktosa (HFCS) atau pewarna sintetis berlebih.
Studi Mengenai Konsumsi Produk Susu Manis
American Journal of Clinical Nutrition menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa konsumsi produk olahan susu dalam jumlah sedang tidak secara signifikan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular pada orang sehat, asalkan asupan gula total dalam sehari tetap terkontrol.
Studi lain menunjukkan bahwa tekstur makanan yang lebih padat (seperti gelato dibandingkan es krim) dapat meningkatkan rasa kenyang lebih cepat pada beberapa individu. Hal ini karena proses menelan yang lebih lambat memungkinkan sinyal kenyang sampai ke otak dengan lebih baik. Namun, efektivitas ini sangat bergantung pada kontrol diri individu dalam membatasi porsi.
Jika setelah mengonsumsi produk dingin atau produk susu kamu merasakan ketidaknyamanan pada area perut yang berlanjut, jangan ragu untuk memeriksakan diri.
Kamu bisa mendapatkan informasi lebih lanjut atau mencari solusi kesehatan dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.
Punya Keluhan Pencernaan setelah Makan Gelato? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan setelah mencoba kuliner baru, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!
HILDA ([Halodoc Intelligent Digital Assistant](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Dietary fats: Know which to choose.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Is Gelato Healthier Than Ice Cream?
Harvard T.H. Chan School of Public Health. Diakses pada 2026. Added Sugars.
Medical News Today. Diakses pada 2026. What to know about gelato vs. ice cream.
Journal of Dairy Science. Diakses pada 2026. Physico-chemical properties of gelato.
FAQ
1. Apakah gelato aman untuk penderita intoleransi laktosa?
Gelato tradisional mengandung susu sehingga mungkin memicu gejala intoleransi laktosa. Namun, varian sorbetto biasanya bebas susu dan aman untuk dikonsumsi penderita intoleransi laktosa.
2. Mana yang lebih sehat, gelato atau es krim?
Secara umum, gelato memiliki lemak yang lebih rendah tetapi densitas gula yang mungkin lebih tinggi. Pilihan lebih sehat tergantung pada kebutuhan dietmu, apakah membatasi lemak atau membatasi gula.
3. Mengapa gelato tidak membeku sekeras es krim?
Gelato mengandung lebih sedikit udara dan disajikan pada suhu yang lebih hangat, ditambah proporsi gula yang mempengaruhi titik beku, sehingga teksturnya tetap lembut dan elastis.
4. Apakah gelato mengandung telur?
Beberapa resep gelato tradisional menggunakan kuning telur sebagai pengemulsi, namun banyak juga yang hanya menggunakan susu dan gula. Kamu perlu bertanya kepada penjual jika memiliki alergi telur.



