Ad Placeholder Image

Gigi Berlubang Ditambal Tapi Masih Sakit, Kok Bisa?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Mei 2026

Gigi Berlubang Sudah Ditambal, Kok Masih Nyeri?

Gigi Berlubang Ditambal Tapi Masih Sakit, Kok Bisa?Gigi Berlubang Ditambal Tapi Masih Sakit, Kok Bisa?

Gigi Berlubang Sudah Ditambal tapi Masih Sakit: Memahami Penyebab dan Solusinya

Mengalami sakit pada gigi yang sudah ditambal tentu menimbulkan kekhawatiran. Kondisi ini, meskipun sudah menjalani prosedur penambalan, dapat mengindikasikan adanya masalah yang perlu perhatian. Rasa sakit bisa bervariasi dari ringan hingga parah, dan umumnya merupakan sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak beres pada gigi atau tambalan.

Jika gigi berlubang yang sudah ditambal masih terasa sakit, disarankan untuk segera kembali ke dokter gigi. Hindari konsumsi makanan atau minuman yang terlalu keras, panas, atau dingin. Penggunaan obat pereda nyeri yang dijual bebas dapat membantu meredakan gejala sementara.

Apa Itu Tambalan Gigi?

Tambalan gigi adalah prosedur restoratif untuk mengisi rongga pada gigi yang rusak akibat karies atau trauma. Tujuannya adalah mengembalikan bentuk, fungsi, dan kekuatan gigi. Material tambalan bervariasi, termasuk resin komposit, amalgam, ionomer kaca, atau porselen. Proses penambalan biasanya melibatkan pembersihan area yang terinfeksi dan pengisian dengan material tambalan.

Penyebab Gigi Berlubang Sudah Ditambal tapi Masih Sakit

Beberapa faktor dapat menyebabkan gigi yang sudah ditambal masih terasa sakit. Memahami penyebabnya penting untuk penanganan yang tepat. Berikut adalah beberapa penyebab umum:

  • Lubang Terlalu Dalam (Mengenai Saraf/Pulpa)

    Jika lubang pada gigi sudah sangat dalam dan mencapai lapisan dentin atau bahkan pulpa (jaringan lunak di tengah gigi yang berisi saraf dan pembuluh darah), penambalan mungkin tidak cukup. Saraf bisa saja telah teriritasi atau terinfeksi secara permanen, menyebabkan rasa sakit yang terus-menerus meskipun lubang sudah ditutup.

  • Pembersihan Kurang Maksimal

    Sebelum penambalan, dokter gigi akan membersihkan jaringan gigi yang rusak dan terinfeksi. Jika sisa-sisa bakteri atau jaringan yang rusak tidak sepenuhnya bersih, infeksi dapat berlanjut di bawah tambalan. Hal ini memicu peradangan dan nyeri.

  • Tambalan Kurang Sempurna atau Rusak

    Tambalan yang tidak dipasang dengan benar atau mengalami kerusakan dapat menimbulkan masalah. Ada kemungkinan tambalan tidak menutup rongga dengan rapat, sehingga menciptakan celah bagi bakteri untuk masuk. Retakan pada tambalan juga bisa menjadi jalur masuk bakteri dan memicu sensitivitas atau infeksi.

  • Reaksi Alergi terhadap Bahan Tambalan

    Meskipun jarang, beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi terhadap material tambalan tertentu. Reaksi ini dapat memicu peradangan pada gusi atau jaringan di sekitar gigi yang ditambal, menyebabkan nyeri dan ketidaknyamanan.

  • Peradangan Pulpa (Pulpitis)

    Proses penambalan, terutama pada lubang yang dalam, dapat menyebabkan trauma ringan pada pulpa. Ini bisa memicu peradangan pada pulpa, yang dikenal sebagai pulpitis. Jika peradangan bersifat reversibel, nyeri akan mereda seiring waktu. Namun, jika peradangan parah atau ireversibel, rasa sakit akan bertahan dan memerlukan perawatan saluran akar atau pencabutan.

  • Gigi Sensitif Pasca-Penambalan

    Beberapa orang mengalami peningkatan sensitivitas gigi terhadap suhu panas atau dingin setelah penambalan. Sensitivitas ini biasanya bersifat sementara dan akan berkurang dalam beberapa hari atau minggu. Namun, jika sensitivitas berlanjut atau memburuk, mungkin ada masalah lain yang mendasarinya.

  • Tekanan Gigitan yang Tidak Seimbang

    Jika tambalan terlalu tinggi atau tidak rata dengan gigi lainnya, hal itu dapat menyebabkan tekanan gigitan yang tidak seimbang. Tekanan berlebihan pada gigi yang ditambal dapat memicu nyeri, terutama saat mengunyah.

Gejala yang Mungkin Timbul

Rasa sakit pada gigi yang sudah ditambal dapat bermanifestasi dalam beberapa bentuk. Nyeri bisa terasa tajam, berdenyut, atau tumpul. Sensitivitas terhadap suhu panas, dingin, atau makanan manis juga umum terjadi. Rasa sakit saat mengunyah atau menggigit makanan menjadi indikasi lain. Terkadang, nyeri dapat menjalar ke telinga atau rahang.

Penanganan dan Kapan Harus ke Dokter Gigi

Jika merasakan nyeri pada gigi yang sudah ditambal, langkah pertama adalah kembali ke dokter gigi. Dokter akan memeriksa kondisi gigi dan tambalan untuk mengetahui penyebabnya. Pemeriksaan meliputi rontgen gigi untuk melihat kondisi di bawah tambalan.

Sebagai pertolongan pertama, hindari makanan yang keras, panas, atau dingin. Konsumsi makanan yang lunak dan hindari sisi gigi yang sakit. Penggunaan obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti parasetamol atau ibuprofen, dapat membantu meredakan rasa sakit sementara. Namun, obat ini hanya bersifat simtomatik dan tidak mengatasi akar masalahnya.

Segera kunjungi dokter gigi jika nyeri yang dirasakan terus-menerus, semakin parah, atau disertai gejala lain seperti pembengkakan gusi, demam, atau bau mulut tidak sedap. Penundaan penanganan dapat memperparah kondisi dan membutuhkan prosedur yang lebih kompleks.

Pencegahan agar Gigi Tidak Sakit Setelah Ditambal

Meskipun beberapa kondisi tidak dapat dihindari, ada langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan. Menjaga kebersihan mulut yang baik adalah kunci utama. Sikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride dan bersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi. Batasi konsumsi makanan dan minuman manis. Lakukan pemeriksaan gigi rutin setiap enam bulan sekali. Dengan begitu, masalah dapat terdeteksi lebih awal sebelum bertambah parah.

Kesimpulan

Nyeri pada gigi yang sudah ditambal merupakan sinyal penting yang tidak boleh diabaikan. Berbagai faktor, mulai dari lubang yang terlalu dalam hingga masalah pada tambalan itu sendiri, dapat menjadi penyebabnya. Penanganan dini oleh dokter gigi sangat krusial untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Jika mengalami gejala ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter gigi melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan saran medis yang tepat dan penanganan yang sesuai.