Ad Placeholder Image

Gigi Ditambal Tapi Kok Masih Sakit? Jangan Panik!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   06 Mei 2026

Kok Gigi Ditambal Masih Sakit? Cari Tahu Yuk!

Gigi Ditambal Tapi Kok Masih Sakit? Jangan Panik!Gigi Ditambal Tapi Kok Masih Sakit? Jangan Panik!

Gigi Ditambal Masih Sakit: Kenali Penyebab dan Solusinya

Mengalami keluhan gigi ditambal masih sakit adalah hal yang tidak jarang terjadi. Meskipun penambalan bertujuan untuk mengatasi kerusakan gigi dan menghilangkan rasa sakit, terkadang nyeri justru muncul atau berlanjut setelah prosedur. Kondisi ini bisa menimbulkan kebingungan dan kekhawatiran bagi sebagian individu.

Penting untuk memahami bahwa rasa sakit pasca-penambalan bisa bervariasi dari ringan hingga berat, dan durasinya pun berbeda-beda. Memahami penyebab di balik nyeri ini adalah langkah pertama untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan memastikan kesehatan gigi jangka panjang.

Penyebab Umum Gigi Sakit Setelah Ditambal

Ada beberapa alasan mengapa gigi yang baru ditambal masih terasa sakit. Masing-masing penyebab memerlukan evaluasi dan penanganan yang spesifik dari dokter gigi.

  • Pulpa Meradang (Peradangan Saraf Gigi)

    Jika lubang pada gigi sangat dalam dan mendekati pulpa (jaringan lunak di tengah gigi yang berisi saraf dan pembuluh darah), penambalan dapat memicu peradangan pada pulpa. Ini bisa menyebabkan nyeri sensitif terhadap panas, dingin, atau tekanan. Pada kasus yang lebih parah, peradangan pulpa dapat menjadi ireversibel, yang berarti saraf gigi telah rusak parah.

  • Tambalan Terlalu Tinggi atau Longgar

    Tambalan yang terlalu tinggi dari permukaan gigitan dapat menyebabkan tekanan berlebih pada gigi saat mengunyah. Hal ini memicu rasa sakit dan sensitivitas. Sebaliknya, tambalan yang longgar atau tidak pas dapat memungkinkan bakteri masuk, menyebabkan karies sekunder, atau mengakibatkan sensitivitas terhadap suhu dan tekanan.

  • Reaksi Biologis Terhadap Bahan Tambal

    Beberapa individu mungkin mengalami reaksi sensitivitas atau alergi terhadap bahan tambal tertentu. Meskipun jarang, reaksi ini bisa menyebabkan peradangan atau rasa sakit pada gigi dan jaringan sekitarnya. Gejala dapat meliputi rasa gatal, ruam, atau nyeri di sekitar area yang ditambal.

  • Infeksi yang Lebih Serius

    Dalam beberapa kasus, rasa sakit setelah penambalan dapat menjadi tanda infeksi yang lebih serius. Ini bisa terjadi jika bakteri tetap terperangkap di bawah tambalan atau jika infeksi sudah ada sebelumnya dan tidak sepenuhnya teratasi. Infeksi dapat menyebabkan abses gigi, yaitu kumpulan nanah yang sangat menyakitkan.

  • Kerusakan Gigi di Sekitar Tambalan

    Terkadang, nyeri tidak berasal dari tambalan itu sendiri, tetapi dari gigi lain yang berdekatan atau retakan mikro pada gigi yang ditambal. Gigi yang retak, meskipun tidak terlihat, dapat menyebabkan nyeri saat mengunyah atau saat terpapar suhu ekstrem.

Kapan Harus Kembali ke Dokter Gigi?

Sangat penting untuk segera kembali ke dokter gigi jika gigi ditambal masih sakit, terutama jika nyeri berlanjut, semakin parah, atau disertai gejala lain seperti demam, pembengkakan, atau kesulitan mengunyah. Pemeriksaan oleh dokter gigi akan membantu menentukan penyebab pasti dan rencana perawatan yang sesuai.

Dokter gigi mungkin perlu melakukan beberapa pemeriksaan, termasuk rontgen gigi, untuk melihat kondisi di bawah tambalan. Berdasarkan diagnosis, perawatan yang direkomendasikan bisa bervariasi.

Pilihan Perawatan untuk Gigi Sakit Setelah Ditambal

Penanganan akan disesuaikan dengan penyebab yang mendasari. Beberapa pilihan perawatan meliputi:

  • Perawatan Ulang Tambalan

    Jika tambalan terlalu tinggi, dokter gigi akan menyesuaikannya. Jika tambalan longgar atau ada karies sekunder, tambalan lama akan dilepas dan diganti dengan yang baru.

  • Perawatan Saluran Akar

    Apabila pulpa gigi mengalami peradangan ireversibel atau infeksi, perawatan saluran akar (endodontik) mungkin diperlukan. Prosedur ini melibatkan pembersihan infeksi dari dalam gigi dan pengisian saluran akar.

  • Pemasangan Crown (Mahkota Gigi)

    Dalam beberapa kasus, terutama jika kerusakan gigi sangat luas atau setelah perawatan saluran akar, pemasangan mahkota gigi (crown) dapat melindungi gigi dan mengembalikan fungsinya.

  • Ekstraksi Gigi

    Pada kondisi yang sangat parah dan tidak memungkinkan untuk diselamatkan, pencabutan gigi mungkin menjadi pilihan terakhir.

Penanganan Awal untuk Mengurangi Rasa Sakit

Sementara menunggu jadwal kunjungan ke dokter gigi, beberapa langkah dapat dilakukan untuk membantu mengurangi rasa sakit:

  • Konsumsi Obat Pereda Nyeri

    Obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti paracetamol atau ibuprofen, dapat membantu meredakan rasa sakit sementara. Selalu ikuti petunjuk dosis yang tertera pada kemasan.

  • Hindari Pemicu Rasa Sakit

    Usahakan untuk menghindari makanan dan minuman yang terlalu panas, dingin, atau keras. Hindari juga mengunyah makanan pada sisi gigi yang sakit untuk mengurangi tekanan.

  • Jaga Kebersihan Mulut

    Sikat gigi secara lembut dan gunakan benang gigi untuk menjaga kebersihan area sekitar gigi yang sakit. Ini dapat membantu mencegah iritasi lebih lanjut.

Kesimpulan

Gigi ditambal masih sakit adalah kondisi yang memerlukan perhatian medis. Jangan menunda kunjungan ke dokter gigi jika mengalami keluhan ini. Penanganan yang cepat dan tepat akan mencegah komplikasi lebih lanjut dan memastikan kesehatan mulut tetap terjaga. Untuk informasi lebih lanjut mengenai masalah gigi dan mulut, serta bantuan profesional, dapat mengunduh aplikasi Halodoc.