Ad Placeholder Image

Gigi Geraham Anak Tumbuh Dua Kali: Jangan Bingung

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 Juni 2026

Gigi Geraham Anak Tumbuh Berapa Kali? Cuma 2 Kali Kok!

Gigi Geraham Anak Tumbuh Dua Kali: Jangan BingungGigi Geraham Anak Tumbuh Dua Kali: Jangan Bingung

DAFTAR ISI


Pertumbuhan gigi adalah salah satu fase penting dalam perkembangan anatomi tubuh manusia, baik sejak masa kanak-kanak hingga beranjak dewasa. Salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan oleh banyak orang tua maupun orang dewasa adalah mengenai gigi geraham tumbuh berapa kali. Pertanyaan ini sangat wajar, mengingat gigi geraham memiliki peran yang sangat krusial dalam proses mengunyah dan menghaluskan makanan sebelum ditelan dan dicerna oleh lambung.

Penting untuk memahami fase pertumbuhan gigi agar kamu bisa memberikan perawatan yang tepat, mendeteksi kelainan sejak dini, dan mencegah komplikasi kesehatan mulut di masa depan. Berbeda dengan gigi seri atau gigi taring yang proses pergantiannya cukup mudah diamati, gigi geraham memiliki jadwal dan mekanisme erupsi (pertumbuhan ke permukaan gusi) yang sedikit lebih kompleks. Memahami proses ini akan membantu kamu membedakan mana kondisi pertumbuhan yang normal dan mana yang memerlukan intervensi medis.

Secara umum, manusia adalah makhluk diphyodont, yang berarti kita memiliki dua set gigi sepanjang hidup kita: gigi susu (gigi desidui) dan gigi permanen (gigi tetap). Namun, apakah aturan ini berlaku sepenuhnya untuk semua jenis gigi geraham? Jawabannya cukup unik dan membutuhkan pemahaman tentang anatomi rongga mulut. Jika kamu penasaran tentang detail fase pertumbuhannya, masalah yang sering menyertai, serta cara perawatannya, mari kita bahas secara mendalam.

Nah, mau tahu fakta medis dan penjelasan lengkap terkait gigi geraham tumbuh berapa kali beserta serba-serbinya? Berikut ulasan selengkapnya!

Fase Pertumbuhan Gigi Geraham

Untuk menjawab pertanyaan gigi geraham tumbuh berapa kali, kita harus membedah urutan waktu pertumbuhan gigi manusia. Gigi geraham tidak tumbuh serentak. Secara keseluruhan, posisi geraham mengalami pertumbuhan melalui beberapa tahap dari usia bayi hingga dewasa muda.

1. Fase Gigi Susu (Usia 1-3 Tahun)

Pada fase pertama ini, anak-anak akan menumbuhkan gigi geraham susu (gigi desidui). Biasanya, geraham susu pertama mulai muncul pada usia 13 hingga 19 bulan untuk rahang atas, dan 14 hingga 18 bulan untuk rahang bawah. Selanjutnya, geraham susu kedua akan menyusul di usia 23 hingga 33 bulan. Total gigi geraham susu yang dimiliki oleh seorang anak adalah 8 buah (4 di atas dan 4 di bawah). Gigi geraham susu ini hanya akan tumbuh satu kali dan nantinya akan tanggal untuk digantikan oleh gigi permanen.

2. Fase Gigi Permanen Pengganti (Usia 9-12 Tahun)

Ketika anak memasuki usia sekolah dasar akhir, gigi geraham susu akan mulai goyah dan lepas. Posisi yang ditinggalkan oleh gigi geraham susu ini akan diisi oleh gigi permanen yang secara medis disebut sebagai gigi premolar (geraham kecil). Ini berarti, di lokasi tempat gigi geraham susu berada, gigi mengalami pertumbuhan sebanyak dua kali (satu kali sebagai geraham susu, dan satu kali digantikan oleh geraham kecil permanen).

3. Fase Gigi Geraham Besar Permanen (Molar)

Di sinilah letak fakta uniknya. Gigi geraham besar (molar) permanen yang sesungguhnya tumbuh di bagian paling belakang rongga mulut, di belakang barisan gigi susu. Gigi geraham besar ini tidak menggantikan gigi susu mana pun. Oleh karena itu, gigi geraham besar permanen ini hanya tumbuh satu kali seumur hidup. Jadwal tumbuhnya terbagi menjadi tiga tahap:

  • Geraham Permanen Pertama: Tumbuh pada usia sekitar 6 hingga 7 tahun. Sering disebut sebagai “gigi 6 tahun”.
  • Geraham Permanen Kedua: Tumbuh pada usia sekitar 11 hingga 13 tahun. Sering disebut sebagai “gigi 12 tahun”.
  • Geraham Permanen Ketiga (Gigi Bungsu): Tumbuh pada rentang usia 17 hingga 21 tahun, atau bahkan lebih lambat. Di sinilah sering timbul masalah karena ruang rahang yang mungkin tidak mencukupi.

Perbedaan Geraham Kecil dan Geraham Besar

Dalam bahasa awam, masyarakat Indonesia sering menyebut premolar dan molar secara pukul rata sebagai “gigi geraham”. Namun, secara medis, ada perbedaan bentuk dan fungsi yang spesifik dari keduanya.

Gigi geraham kecil (premolar) terletak tepat di belakang gigi taring. Bentuk permukaannya agak datar namun memiliki tonjolan tajam untuk merobek dan menghancurkan makanan. Orang dewasa normal memiliki 8 gigi premolar. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, premolar tumbuh menggantikan geraham susu.

Sementara itu, gigi geraham besar (molar) terletak di area paling belakang mulut. Ukurannya paling besar, paling lebar, dan memiliki permukaan mengunyah yang sangat datar dan kuat, ideal untuk menggiling makanan hingga lumat. Orang dewasa normal (jika gigi bungsunya tumbuh lengkap) memiliki total 12 gigi molar. Gigi-gigi ini tidak memiliki pendahulu alias tidak menggantikan gigi susu manapun.

Faktor Pemicu Keterlambatan Tumbuh Gigi
  1. Faktor genetik atau riwayat keluarga yang juga mengalami keterlambatan erupsi gigi.
  2. Kekurangan nutrisi kronis, terutama defisiensi kalsium dan vitamin D selama masa pertumbuhan.
  3. Kondisi medis tertentu seperti hipotiroidisme, gangguan kelenjar pituitari, atau sindrom Down.
  4. Gigi kekurangan ruang untuk menembus gusi, sering terjadi pada kasus gigi bungsu (impaksi).

Tanda dan Gejala Tumbuhnya Gigi Geraham

Proses erupsi atau menembusnya mahkota gigi geraham ke permukaan gusi sering kali disertai dengan serangkaian gejala, baik pada anak-anak maupun orang dewasa.

1. Gejala pada Balita dan Anak-Anak

Saat geraham susu atau geraham permanen pertama tumbuh, anak mungkin akan menunjukkan tanda-tanda tidak nyaman. Gusi di area yang akan ditumbuhi gigi akan terlihat memerah, membengkak, dan sensitif jika disentuh. Anak mungkin akan memproduksi air liur lebih banyak dari biasanya (ngeces), rewel, sulit tidur di malam hari, dan mengalami penurunan nafsu makan. Terkadang, anak juga dapat mengalami peningkatan suhu tubuh ringan, meski tidak sampai masuk kategori demam tinggi di atas 38 derajat Celcius.

2. Gejala pada Remaja dan Orang Dewasa (Gigi Bungsu)

Berbeda dengan anak-anak, pertumbuhan geraham ketiga atau gigi bungsu pada usia dewasa muda sering kali terasa lebih menyakitkan. Hal ini karena gusi di area belakang sudah lebih tebal. Gejalanya meliputi rasa nyeri tumpul atau berdenyut di bagian belakang rahang, kekakuan pada rahang yang membuat mulut sulit dibuka lebar (trismus), pembengkakan kelenjar getah bening di leher, hingga sakit kepala. Jika gigi berusaha menembus gusi secara paksa, bisa timbul rasa perih yang menjalar ke telinga.

Masalah yang Sering Terjadi Saat Gigi Geraham Tumbuh

Pertumbuhan gigi geraham, terutama geraham besar, tidak selalu berjalan mulus. Ada beberapa komplikasi dan masalah kesehatan mulut yang kerap menyertainya.

1. Impaksi Gigi

Ini adalah masalah paling populer yang terkait dengan pertumbuhan gigi geraham ketiga (gigi bungsu). Impaksi terjadi ketika gigi tidak bisa tumbuh keluar sepenuhnya karena terhalang oleh gigi di depannya, tulang rahang, atau jaringan gusi yang tebal. Akibatnya, gigi bisa tumbuh miring ke depan, ke belakang, atau bahkan terjebak secara horizontal di dalam tulang rahang. Kondisi ini dapat merusak struktur akar gigi di sebelahnya dan menyebabkan rasa sakit yang luar biasa hebat.

2. Perikoronitis

Perikoronitis adalah peradangan pada jaringan gusi yang mengelilingi mahkota gigi yang baru tumbuh sebagian. Karena gigi geraham belakang sulit dijangkau oleh sikat gigi, sisa makanan dan plak bakteri sangat mudah terperangkap di bawah lipatan gusi (operkulum) yang menutupi sebagian gigi tersebut. Hal ini memicu infeksi akut yang ditandai dengan bengkak berisi nanah, rasa sakit parah, bau mulut yang tidak sedap, dan demam.

3. Karies (Gigi Berlubang)

Gigi geraham memiliki anatomi permukaan yang berlekuk-lekuk (pit dan fisur) yang dalam. Lekukan ini sangat rentan menjadi tempat bersarangnya bakteri penyebab gigi berlubang jika kebersihan mulut tidak dijaga dengan baik sejak gigi tersebut pertama kali muncul dari gusi.

Cara Mengatasi Nyeri dan Perawatan Mandiri

Jika kamu atau anak mengalami ketidaknyamanan akibat pertumbuhan gigi geraham, ada beberapa penanganan awal yang bisa dilakukan di rumah.

1. Kompres Dingin

Suhu dingin dapat membantu menyempitkan pembuluh darah (vasokonstriksi) sehingga mengurangi peradangan dan mematikan saraf nyeri untuk sementara waktu. Kamu bisa menempelkan kantong es yang dibalut handuk tipis ke pipi bagian luar tempat gigi geraham tersebut tumbuh selama 15-20 menit.

2. Berkumur dengan Air Garam Hangat

Garam memiliki sifat antibakteri alami dan dapat membantu menarik cairan dari jaringan gusi yang bengkak. Campurkan setengah sendok teh garam dapur ke dalam segelas air hangat. Gunakan untuk berkumur selama 30 detik, lalu buang. Lakukan ini 2 hingga 3 kali sehari, terutama setelah makan, untuk membersihkan sisa makanan yang menempel di area gusi yang meradang.

3. Menjaga Kebersihan Area Gigi

Meskipun gusi terasa sakit, jangan menghindari menyikat area tersebut. Gunakan sikat gigi berbulu sangat lembut dan sikatlah dengan perlahan agar plak tidak menumpuk. Penumpukan plak justru akan memperparah infeksi.

4. Penggunaan Obat Pereda Nyeri Bebas

Untuk meredakan nyeri ringan yang mengganggu aktivitas dan kualitas tidur, kamu bisa mengonsumsi obat analgetik. Jika kehabisan stok di rumah, kamu bisa beli obat, beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah. Obat seperti paracetamol atau ibuprofen sangat efektif untuk menekan zat prostaglandin pemicu rasa sakit dan peradangan di dalam tubuh. Pastikan untuk selalu membaca aturan pakai yang tertera pada kemasan produk.

Kapan Harus ke Dokter?

Meski sebagian besar kasus pertumbuhan gigi geraham bisa diatasi dengan perawatan rumahan, ada kondisi tertentu di mana intervensi medis mutlak diperlukan. Jangan tunda ke dokter jika kamu mengalami gejala berikut:

  • Rasa sakit yang sangat tajam dan tidak kunjung mereda meskipun sudah minum obat pereda nyeri.
  • Gusi bernanah, mengeluarkan darah secara spontan, atau menyebabkan napas sangat bau.
  • Pembengkakan menyebar hingga ke pipi bagian bawah, leher, atau di bawah rahang.
  • Kesulitan menelan, kesulitan bernapas, atau tidak bisa membuka mulut sama sekali.
  • Demam tinggi di atas 38,5 derajat Celcius yang disertai menggigil.

Kondisi di atas menandakan adanya infeksi bakteri yang menyebar dan perlu penanganan darurat seperti pemberian antibiotik resep, pembersihan area infeksi, hingga prosedur bedah minor untuk mencabut gigi bungsu (odontektomi). Jika rasa sakit akibat infeksi gigi bungsu ini terjadi tiba-tiba di malam hari dan dirasa tidak tertahankan, segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan panduan penanganan medis yang tepat sebelum kamu bisa mengunjungi klinik gigi.

Studi Terkait Pertumbuhan Gigi Geraham

Journal of Clinical and Experimental Dentistry menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa masalah impaksi gigi geraham ketiga (gigi bungsu) dialami oleh persentase populasi dewasa yang cukup tinggi di seluruh dunia, yakni sekitar 24% hingga lebih dari 30%. Studi ini menyoroti bahwa proses evolusi rahang manusia yang semakin mengecil seiring perubahan pola makan menjadi penyebab utama mengapa gigi geraham terakhir kerap tidak mendapatkan ruang yang cukup untuk tumbuh secara normal.

Lebih lanjut, temuan medis menekankan pentingnya pemeriksaan radiografi (X-ray gigi atau rontgen panoramik) pada individu yang memasuki usia akhir belasan tahun. Dengan rontgen panoramik, dokter gigi dapat memprediksi arah pertumbuhan gigi geraham bungsu dan merekomendasikan pencabutan preventif jika dinilai memiliki potensi merusak gigi geraham kedua di depannya, bahkan sebelum gejala rasa sakit yang parah muncul ke permukaan.

Merawat kesehatan gigi dan gusi adalah investasi jangka panjang. Proses tumbuhnya gigi geraham hanyalah salah satu rintangan sementara yang bila ditangani dengan pemahaman yang benar, tidak akan menimbulkan komplikasi di masa dewasa. Pastikan kamu selalu menjaga rutinitas menyikat gigi dua kali sehari, menggunakan benang gigi (dental floss), dan rutin kontrol ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


Referensi:
American Dental Association. Diakses pada 2024. MouthHealthy: Eruption Charts.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Wisdom teeth removal: When is it needed?
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. Physiology, Tooth Eruption.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2024. Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi Sejak Dini.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Teething: Symptoms and Relief.

FAQ

1. Sebenarnya gigi geraham tumbuh berapa kali pada manusia?

Jika merujuk pada posisi gigi, gigi geraham susu tumbuh satu kali, lalu copot dan digantikan oleh gigi premolar (tumbuh kali kedua di posisi tersebut). Namun, untuk gigi geraham besar permanen sejati (yang letaknya di paling belakang mulut), mereka hanya tumbuh satu kali seumur hidup dan tidak menggantikan gigi susu mana pun.

2. Apakah normal jika gigi geraham bungsu belum tumbuh di usia 25 tahun?

Ya, sangat normal. Beberapa orang mengalami erupsi gigi bungsu lebih lambat, bahkan hingga usia akhir 20-an. Selain itu, ada juga sebagian orang yang secara genetik memang tidak memiliki benih gigi bungsu sama sekali (agenesis), sehingga giginya tidak akan pernah tumbuh seumur hidup.

3. Mengapa gigi geraham bungsu sangat sakit saat tumbuh?

Rasa sakit muncul karena gusi di bagian belakang rahang sudah tebal dan padat pada usia dewasa. Selain itu, jika ruang rahang tidak cukup besar, gigi bungsu akan menekan tulang rahang, saraf, atau gigi di sebelahnya untuk memaksa keluar, sehingga memicu peradangan hebat dan rasa nyeri tajam.

4. Apakah gigi geraham susu yang berlubang perlu ditambal atau dibiarkan saja?

Gigi geraham susu yang berlubang harus segera ditambal oleh dokter gigi. Meskipun pada akhirnya akan tanggal dan diganti, gigi susu berfungsi sebagai penahan ruang (space maintainer) bagi gigi permanen. Jika gigi susu tanggal terlalu cepat akibat infeksi karies parah, susunan gigi permanen di bawahnya berisiko tumbuh berantakan atau gingsul.